Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Yoga Menangis #79


__ADS_3

"Kau boleh menjauhi aku karena alasan apapun! Kau boleh juga tidak memperdulikan aku karena alasan apapun! Tapi jangan pernah lupakan alasan kenapa Yayasan ini kita buat dulu! Kita bangun Yayasan ini dari nol. Dari mulai belum ada donatur sama sekali bahkan kita sendiri yang banting tulang cari uang untuk menghidupi Adinda.Kau dan aku kerja siang malam untuk bisa mencukupi kebutuhan seorang bayi yang kau temukan di depan mesjid. Setelah akhirnya kita bisa mencukupi semua kebutuhan Adinda dan juga bisa membayar suster untuk menjaganya lalu kau meminta ku untuk menampung beberapa anak yang lain yang kurang mampu untuk di asuh oleh kita. Lalu sekarang kenapa setelah Yayasan ini berjalan kau lepas begitu saja hanya karena masalah pribadi? Aku heran,, dimana Andin yang dulu selalu menomor satukan kemanusiaan di banding perasaannya sendiri. Aku sadar kalau aku tidak berharga,, aku juga sadar kalau kau juga tidak mencintai ku. Tapi jangan jadi Yayasan ini yang menjadi korban kesalahan ku. Anak anak tidak bersalah. Kau hanya perlu menjauhi aku, bukan anak anak ataupun Yayasan ini. " Kata Yoga dengan begitu panjang dan dengan deraian air mata yang sudah tidak sanggup dia bendung. "Hatiku sangat sakit, jika kau campur adukan masalah pekerjaan dan masalah pribadi kita. Aku minta maaf jika aku banyak salah selama ini kepada mu, tapi tolong jangan libatkan anak anak dalam hubungan kita. Anak-anak butuh kamu sebagai ibunya, anak anak juga butuh aku sebagai bapaknya. Ada masa depan anak anak di tangan kita. "Tambahnya.


Andin juga tidak sanggup mendengar apa yang dikatakan Yoga. Semua yang dikatakannya barusan terasa benar-benar menusuk hati dan jantungnya. Benar apa yang dikatakan Yoga bahwa seharusnya Andin tidak mencampur adukan masalah pribadi dan masalah pekerjaan. Yayasan adalah tanggung jawabnya. Tidak seharusnya Andin mengabaikan Panti dan anak-anak.Yang perlu di jauhi hanya Yoga bukan anak anak ataupun Panti.


Kata kata Yoga seperti menyadarkan Andin kembali dari semua kesalahannya selama ini. Hidupnya adalah demi anak anak yang sedang ada dalam naungan Yayasan Rumah Duafa. Dulu Andin bekerja keras adalah demi mereka. Bahkan bekerja menjadi editor di kantor Gerald pun awalnya adalah demi menambah penghasilan Panti yang sedang kekurangan uang. Lalu kenapa setelah semuanya kini berjalan, Andin malah melepaskan semua yang telah dia perjuangkan selama bertahun-tahun.Hanya karena Andin ingin jauh dari Yoga. Hanya demi bisa menghargai perasaan Gerald kekasihnya. Tapi justru bertolak belakang dengan hati nuraninya.


Andin perlahan mendekat ke arah Yoga lalu bersimpuh di kakinya. "Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf. " Kata Andin dengan penuh rasa bersalah.Tak ada kata kata yang tepat kecuali hanya permintaan maaf yang bisa dia katakan.


"Kau tidak perlu minta maaf, aku yang harusnya minta maaf. Mungkin karena saking tidak inginnya kamu bertemu dengan ku hingga akhirnya kau tega mengabaikan Yayasan ini. Mulai hari ini aku bersumpah, aku tidak akan lagi menemui...! "


Andin menghentikan perkataan Yoga dengan menutup mulut Yoga dengan telunjuknya.


"Aku bersumpah aku tidak akan lagi mengganggu hidup mu jika memang itu yang membuat kamu bahagia. " Kata Yoga meneruskan perkataannya yang tadi terhenti.


"Jangan bicara seperti itu, aku minta maaf! " Kata Andin dengan tetap bersimpuh di kaki Yoga.


"Kau hanya perlu menjauhi aku, bukan anak anak! "Tambah Yoga.


"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf."Kata Andin mengulang permintaan maafnya berkali-kali.


"Kau ingin menjauhi aku kan? "

__ADS_1


"Ga, bukan begitu! Aku hanya.. " Andin tak meneruskan perkataannya.


Ia bingung harus berkata apa.


"Aku tidak akan muncul di hadapan mu jika memang kamu tidak mau. Apa sih yang tidak aku lakukan demi kamu? Semuanya aku lakukan. Asal kamu bahagia. "


Andin terdiam.


Bagaimana Andin bisa begitu kejam ingin menjauhi Yoga, padahal Yoga adalah ayah dari anak anak di Panti. Yoga adalah orang yang paling bekerja keras untuk Yayasan ini, bagaimana bisa dia dengan kejam ingin menjauhi nya karena urusan pribadi.


Seketika perasaan Andin kembali terenyuh melihat Yoga yang begitu terlihat pasrah menghadapi dirinya. Apapun yang Andin lakukan bahkan Yoga tidak pernah balik menyakiti hatinya.


Yoga selalu menerima semua sikap Andin yang baik ataupun buruk kepada dirinya. Kenapa Andin harus menjauhi Yoga?


Andin bangkit lalu memeluk Yoga dengan erat. Setelah ia berpikir sejenak, tak ada alasan untuk ia menjauhi Yoga.Meskipun itu untuk sekedar menghargai perasaan Gerald.


"Emang aku terlihat menjauhi mu, ya? " Tanya Andin berusaha sedikit mencairkan suasana yang sudah mulai mengharu biru.


"Menurut mu? "


"Menurut ku biasa aja. "Jawab Andin sambil tersenyum.

__ADS_1


"Chat aku cuma di baca gak di balas. Ku telpon kau gak angkat. Ku cari di Resto, kau selalu tidak ada.Memangnya kemana kalau kau tidak berusaha menjauhi ku? "


Andin kembali tersenyum, menatap wajah Yoga yang sudah terlihat sembab. Tadi Yoga beberapa kali meneteskan air mata. Mungkin hatinya sedang melankolis hari ini. Makanya dia beberapa kali meneteskan air mata di sepanjang dia bicara.


"Beberapa minggu ini, aku kembali bekerja membantu Gerald di kantornya. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan tenaga aku, Ga. Gerald meminta bantuan ku, untuk pekerjaan kali ini. Makanya aku gak ada di Resto. Setiap hari aku ke kantor Gerald. "


"Kenapa nggak bilang? Kalau bilang kan aku nggak akan nyari. "


"Ya sudah minta maaf sekali lagi. Aku janji, aku nggak akan lupa akan tanggung jawab aku di Yayasan ini. Kita akan bekerja keras untuk masa depan anak anak kita di sini. Aku yang akan handle Panti kalau kamu lagi sibuk kerja. Gimana..? "


"Baguslah, kalau begitu. Akhir akhir ini aku juga sibuk di kantor. Sibuk juga di rumah. Yayasan nggak ada yang handle, aku kewalahan. Makanya aku cari kamu. Minggu sekarang juga sedang banyak banyaknya kegiatan di Panti. Aku harap kamu selalu standby di Panti. Biar Resto, Arman yang pegang dulu. "


"Oke Pak bos. " Jawab Andin dengan cepat. "Di minum lagi kopinya pak bos, nanti keburu dingin! " Kata Andin sambil kembali meraih kopi miliknya yang sudah mulai agak dingin.


Beberapa kali terlihat Andin dan Yoga meneguk kopi milik mereka masing-masing.


Wajah Yoga kembali terlihat sumringah melihat Andin yang berjanji tidak akan lagi meninggalkan Panti dan membiarkan anak anak lagi. Itu berarti secara tidak langsung, Yoga akan tetap bertemu meski Panti menjadi salah satu alasan Andin tetap bersama dengan dia.


Hanya Panti satu satunya alasan yang membuat Andin akan tetap bersama dengan dirinya. Meski terkesan licik, tapi hanya itu yang bisa Yoga lakukan untuk bisa mencegah Andin menjauhinya.


"Bagaimana kopi buatan ku? Enak tidak? " Tanya Yoga sambil menatap kearah Andin yang masih terlihat memegang cangkirnya.

__ADS_1


"Ya lumayan, walaupun tidak seenak buatan ku. " Jawab Andin sambil tersenyum dengan bangga pada dirinya sendiri.


***


__ADS_2