Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Sarapan Untuk Yoga #39


__ADS_3

Mendengar semua yang di katakan Yoga, Andin tak menjawab ataupun membantah semua kata katanya. Walau Andin tidak menyangka semua itu akan di dengarnya, tapi Andin mencoba mengerti dengan sudut pandangnya. Bagaimana pun Yoga memang telah begitu banyak berjasa di sepanjang perjalanan hidupnya. Yoga telah begitu banyak membantunya. Harusnya, ia tak begitu marah kepadanya. Ada sebuah pengecualian terhadapnya.Andin harus mengerti.Selain semua ini berat untuk Andin, tentunya semua ini juga tidak mudah bagi Yoga.


Andin tak pernah menjadi Yoga, dia juga tidak tau bagaimana rasanya menjadi Yoga. Mungkin berat bagi dia, disaat dia dipaksa oleh keadaan untuk merubah rasa sayang kepada dirinya menjadi rasa sayang sebagai seorang teman.


Dari jaman dulu memang Yoga sangat mencintainya, dulu pun ketika kesepakatan persahabatan itu di buat, Yoga seperti yang sedikit keberatan. Hanya karena mereka berdua berbeda keyakinan, mereka tau hubungan mereka akan berakhir pada perpisahan. Keluarga Yoga, sama sekali tidak mengijinkan Yoga menjalin hubungan dengan Andin lebih dari sekedar teman.Dan Yoga tidak mempunyai pilihan kecuali patuh pada apa yang mereka inginkan. Meski semua itu tentu begitu berat untuk Yoga.


Mungkin, hanya karena tidak ingin kehilangan sosok Andin di sampingnya,dan harus patuh pada perintah keluarganya, Yoga berpura-pura menganggap Andin sebagai teman.Menahan semua rasa cintanya di dalam hati, menutup semua perasaannya demi sebuah kebaikan.Meski dia harus menyakiti dirinya sendiri dengan berpura-pura menganggap Andin sebagai sahabatnya selama bertahun-tahun. Tentu semua itu tidak mudah bagi Yoga.


Andin mendekat kembali ke arah Yoga, menggenggam tangan Yoga dengan lembut. Andin bingung harus mengatakan apa kepada Yoga saat itu. "Aku tidak tau apa yang harus aku katakan kepadamu.Kamu memang sudah begitu banyak berjasa di kehidupan aku. Tapi aku sudah lama sekali menghapus cinta untuk mu di hatiku. Dan hingga detik ini aku masih mencintai orang lain."


Mata Yoga terlihat memerah, dia terus mencoba menahan perasaan yang bergejolak di hatinya.Hari itu Yoga merasa sudah begitu tidak tahan menahan segala perasaan yang telah bertahun-tahun dia sembunyikan.


Andin menengadahkan wajah Yoga yang tertunduk. Andin mengerti apa yang di rasakan Yoga saat itu. Sesakit apa luka di hatinya. Tapi apa yang bisa dia lakukan untuk bisa sedikit meringankan luka di hati Yoga. Tidak mungkin juga kan Andin kembali ke dalam kehidupan Yoga yang sudah jelas tidak akan ada masa depan. Hubungan mereka tetap akan berakhir.Terpisahkan oleh keyakinan yang berbeda.


Sebuah kecupan mesra dari seorang Andin mendarat ke bibir Yoga. Sebuah ciuman yang hanya dilakukan Andin saat mereka masih berpacaran dulu. Dan kini Andin melakukannya kembali.


Yoga menangis saat Andin menciumnya, arti dari ciuman itu adalah melepaskan. Andin tak ingin kembali ke kehidupannya.Andin memilih untuk tetap menganggap Yoga sebagai teman. Dan Yoga sudah berjanji akan melepaskan jika Andin menciumnya dengan hati.


Padahal Yoga berharap sebaliknya,Yoga sebenarnya tak ingin kecupan itu. Yoga berharap Andin tidak akan melakukannya, tapi siapa sangka, Andin begitu cepat mengambil keputusan. Bahkan tanpa minta waktu untuk memutuskan.


"Tidur lah!" Kata Andin lalu menuntun Yoga kembali ke tempat tidur, lalu mendudukkannya di sana."Kamu harus istirahat." Katanya, seraya membantu Yoga untuk merebahkan tubuhnya.


Hari sudah menunjukkan hampir jam 2 pagi.Tak ada yang bisa Yoga katakan kembali setelah Andin menjawab pertanyaannya. Kecuali Yoga memang harus tidur dan istirahat, malam sudah begitu larut. Yoga juga kasihan pada Andin yang harusnya juga istirahat.

__ADS_1


Yoga merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dengan Andin yang berada di sebelahnya. Andin sudah duluan mencoba memejamkan matanya. Sedangkan Yoga masih menatap atap kamar kosan Andin dengan tatapan mata yang kosong.


Apa yang baru saja dia katakan kepada Andin, tentu akan sangat menyakiti perasaannya. Andin akan merasa dirinya di bohongi selama ini. Yoga lakukan ini, karena Yoga sudah begitu lelah berpura-pura. Berpura-pura tidak mencintai Andin sangat menyiksa dirinya.


Hari ini setelah Yoga mengatakan segalanya, tak perduli esok Andin akan marah atau tak perduli lagi kepadanya. Yoga sudah tidak perduli. Yang penting adalah mengatakan segala kebenaran di hatinya. Andin harus tau meski itu akan menyakitkan baginya.


***


Pagi hari, saat Yoga sudah terbangun dari tidurnya. Andin sudah tak berada lagi di sana. Entah Andin sudah pergi ke kafe, atau dia sedang ada keperluan lain, yang pasti Yoga tak melihat Andin berada di kosan. Yoga merasa mungkin Andin sedang menghindarinya karena marah. Andin mungkin merasa kecewa kepada dirinya setelah apa yang Yoga utarakan semalam.


Yoga bangun, lalu terlihat mengecek hapenya. Banyak panggilan tak terjawab dari Marisa.Tapi Yoga tak terlihat kembali menelpon Marisa.Yoga malah terlihat kembali menyimpan hapenya di atas kasur.


Setelah bangun,lalu mandi, perut Yoga sudah terasa lapar. Dari semalam Yoga belum makan. Ia hampir lupa mengisi perut,saking sibuknya dengan urusan hati.


"Sudah sarapan mas?" Tanya Arman, lalu terlihat meletakkan sarapan paginya di atas meja. Lalu Arman masuk kedalam rumah untuk mengambil piring. Lalu meletakkan sarapan yang di bawanya di atas piring.


"Kok bisa anterin sarapan pagi buat aku, Man?" Tanya Yoga yang merasa aneh dengan kedatangan Arman ke sana.


"Mbak Andin yang nyuruh, mas." Jawab Arman sambil duduk di sebelah Yoga.


"Ohh."


Yoga mulai terlihat menyantap sarapan yang di bawa oleh Arman. Sepiring nasi goreng pedas dengan satu telor mata sapi, dengan sebungkus kerupuk udang kesukaan Yoga. Andin tadi sengaja membuatkan sarapan pagi di Resto untuk Yoga. Andin tau Yoga kalau belum makan dari kemarin malam. Dan Andin juga tau kalau Yoga tidak akan cari makan sendiri dengan sengaja membeli makanan dari abang abang pinggir jalan.

__ADS_1


"Nginep di sini, mas?"Tanya Arman lagi kepada Yoga.


"Hhh. " Yoga menjawab dengan sebuah anggukan.


"Enak ya mas, punya teman kayak mbak Andin, dia perhatian orangnya.Mbak Andin tau pasti mas Yoga belum sarapan, pagi ini. Dia sampai tau lo, mas Yoga itu ga pernah pergi ke abang abang buat beli sarapan. Mas Yoga katanya anti makan pinggir jalan." Katanya, sambil tertawa kecil.


"Bukan anti, Arman. Tapi gue males perginya, kalau tinggal makan mah gue mau."Yoga membenarkan perkataan Arman yang salah menurutnya.


"Ohh gitu, kirain ga mau makanan abang abang pinggir jalan."


"Emang Andin dari jam berapa datang ke Resto?" Yoga mengalihkan pembicaraan.


"Biasa, jam tujuh pagi. Emang kenapa, mas?"


"Enggak, cuma nanya." Jawabnya, lalu melanjutkan kembali menyantap nasi goreng buatan Andin. Nasi goreng yang selalu enak di setiap kali Andin membuatnya.


Selain cantik, Andin itu sebenarnya jago masak. Cuma dia memang tidak mempunyai banyak waktu untuk masak, karena Andin selalu sibuk bekerja, jadi dia tidak punya banyak waktu untuk masak di dapur. Lagipula Andin hanya tinggal seorang diri, jadi tidak perlu bersusah payah masak,Andin hanya tinggal makan di luar atau pesan online, urusan perut sudah beres.


"Gimana kabar Youtober gila itu sekarang,Man?" Yoga terdengar mengalihkan pembicaraan kembali.


"Setau aku sih, dia sudah tidak pernah lagi menghubungi mbak Andin mas.Lagian, sudah lama cowok itu jadian sama asisten dia yang bernama Ica.Tapi aku kurang paham bagaimana hubungan mereka selama ini.Mas Yoga mau aku datengin dia lagi?"


Yoga terdiam tak menjawab.

__ADS_1


***


__ADS_2