
Malam sudah begitu larut saat Gerald masih duduk diam di teras depan rumahnya sambil minum secangkir kopi. Tatapan mata Gerald nanar menatap malam yang telah begitu gelap,segelap hatinya saat ini.
Gerald masih tampak terperkur sendirian sambil menyedot satu batang rokok. Sesekali dia menyandarkan tubuhnya lalu terduduk kembali dengan tegak lalu menyandarkan kembali tubuhnya hingga berulang-ulang. Pikirannya begitu gelisah, ada banyak sekali yang membuat dia tiba-tiba merasa ketakutan.
Waktu begitu cepat berjalan, tanpa terasa dia sudah menghabiskan waktu beberapa bulan setelah resmi kembali menjalin hubungan dengan Andin. Tapi rasanya ada yang aneh. Andin yang sekarang tidak seperti Andin yang dulu. Gerald tidak benar-benar merasa bahagia meski sekarang mereka sudah bersama kembali.
Gerald terus saja dihantui rasa ketakutan. Ketakutan akan sesuatu yang belum terjadi dan mungkin akan terjadi suatu hari nanti. Gerald selalu merasa bahwa Andin tidak lagi sepenuhnya menjadi miliknya. Gerald merasa, Andin hanya memberikan setengah dari hatinya.
Gerald selalu merasa bahwa sekarang Andin bukan seperti Andin yang dia kenal dulu. Semuanya misteri. Semua hal yang berhubungan dengan Andin selalu penuh dengan tanda tanya. Selalu penuh dengan drama.
Dulu Gerald selalu merasa kalau dia mengenal Andin lebih dari dirinya sendiri. Tapi ternyata setelah semua yang terjadi, bahkan dia meragukan siapa Andin yang selama ini di kenalnya.
Empat tahun yang mereka jalani ternyata tak membuat Gerald yakin pada hati dan cintanya Andin. Apalagi setelah mereka berpisah hampir dua tahun lamanya, bahkan sekarang Andin telah sangat jauh berubah.
Lamunan Gerald di kejutkan oleh Ayu yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Melamun terus mas? " Kata Ayu sambil menepuk pundak Gerald yang sedang asyik melamun.
Gerald menoleh sembari agak sedikit kaget.
"Kaget, Yu. "
"Ya kaget, orang mas Gerald nya sedang melamun. Ngelamun apa sih mas? Anteng bener. " Tambah Ayu sambil duduk di sebelah Gerald.
Gerald sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Jangan banyak melamun! Beban hidup itu jangan dipikirin tapi di jalani. Tidak ada masalah yang akan selesai jika cuma di lamunin. "
Gerald kembali tersenyum tanpa menjawab.
"Mas itu beruntung, mas punya kerjaan bagus.Patner kerja yang bagus. Bukan mas yang cari duit tapi duit yang cari mas Gege. Banyak orang yang seperti mas. Masnya harus bersyukur. "
Gerald kembali tersenyum untuk kesekian kalinya. Andai Andin seperti Ayu, setiap perkataan Ayu selalu sejuk di dengar di telinga Gerald. Ayu selalu lemah lembut, selalu bijaksana dalam berbicara dan selalu bisa mengerti perasaan Gerald. Ayu selalu tau kalau Gerald sedang merasakan sesuatu meski ia tidak mengatakannya.
"Tapi kan hidup tidak melulu tentang uang, Yu. Untuk apa banyak uang kalau kita tidak bahagia. Dulu aku begitu bangga dengan uang ku, tapi sekarang uang itu seperti tidak berharga bagiku. Orang yang selalu ingin aku bahagiakan dengan uang ku juga memiliki banyak uang. Sekarang dia tidak pernah lagi meminta uang padaku. Lalu untuk apa uang itu? "
"Kebahagiaan itu di cari mas. " Kata Ayu sambil kembali memegang pundak Gerald. "Mas bisa menggunakan uang itu untuk membantu orang lain, seperti Ayu contohnya. Mas menggaji Ayu dengan lebih dari cukup di sini, agar Ayu keluar dari dunia malam. Itu berarti uang mas Gerald itu berguna. "
"Aku sedang berusaha mengembalikan kebahagiaan ku yang dulu sempat hilang. Tapi ternyata susah membuat sesuatu yang sudah hilang itu kembali. " Kata Gerald dengan nada suara yang tertahan.
Kini giliran Ayu yang tersenyum.
Semua kata kata Ayu begitu menyentuh hati Gerald yang sedang dilanda kegelisahan. "Kita tidak tau apa yang ada di hati Andin, tapi setidaknya kita bisa berusaha mengerti posisinya. Mungkin ada sesuatu yang membuat dia tetap tidak bisa meninggalkan Yoga sepenuhnya dan yang harus mas Gerald lakukan hanyalah perlu bersabar. Jika kebahagiaan mas Gerald hanya bersama Andin maka tidak ada cara yang lain kecuali mas Gerald harus mengerti Andin, bagaimanapun keadaannya. "
Gerald kembali tersenyum.
"Kau benar, Yu. "
Selalu ada solusi yang membuat hati Gerald tenang dari Ayu. Gerald selalu bisa tersenyum mendengar semua nasihat Ayu.
"Seperti ini contohnya. Mas Gerald sangat mencintai Andin kan? Mas tetap mencintai Andin meski apapun yang telah dilakukan Andin kepada mas. Meski sakit, meski kecewa, mas tidak berhenti mencintai dia karena apa? Karena kebahagiaan mas Gerald ada bersama Andin. Bukan dengan wanita lain. Nah mungkin juga Andin memiliki alasan yang kita tidak tau apa, tapi intinya dia belum bisa meninggalkan Yoga sepenuhnya. Ayu tau, mas Gerald kadang ragu pada Andin kan? Tapi coba pikir lagi sama mas! kalau Andin mencintai Yoga kenapa nggak menikah saja dia sama Yoga. Kenapa Yoga malah menikah dengan orang lain? Kenapa sampai hari ini dia masih mau menjalin hubungan dengan mas Gerald? Kalau alasan Andin menjalin hubungan dengan mas karena materi, mungkin itu masih masuk akal. Tapi kan mas bilang, Andin sudah tidak pernah minta lagi uang sama mas Gerald sampai mas bilang, uang mas sekarang sudah tidak berharga karena orang yang ingin mas bahagiakan dengan uang itu, sudah tidak pernah lagi minta sama mas Gerald karena Andin juga memiliki banyak uang. Nah itu berarti Andin tidak memiliki motif apapun saat ia menyatakan mau menjalani hubungan mas kecuali memang dia benar-benar mencintaimu. "
__ADS_1
Gerald berbalik menepuk pundak Ayu sambil tersenyum.
"Terimakasih sudah membuka mata hatiku, Yu! "
"Sama-sama, mas. "
"Gimana kabarnya, Angga sekarang? Masih saling kirim kabar sama dia? " Gerald mengalihkan pembicaraan pada Angga yang sedang berusaha mendekati Ayu sejak beberapa bulan.
Ayu tersenyum. "Ga lah, mas! "
"Kenapa? "
"Malu lah mas, aku kan perempuan kotor. Ga pantas buat mas Angga. " Jawab Ayu dengan tersipu.
"Loh jangan gitu dong! Ayu harus semangat, jangan merasa diri Ayu kotor! Semua orang memiliki masa lalu. Aku juga bukan orang baik dulu, aku juga kotor sama. " Kata Gerald memberi semangat kepada Ayu agar jangan malu pada masa lalunya.
"Bukan itu aja kok, Ayu masih belum siap menjalani hubungan terikat dengan siapapun. Ayu takut membuat mas Angga kecewa. "
"Belum di jalani kok sudah takut? "
Ayu tersenyum kembali.
"Jalani aja dulu, siapa tau cocok! "
Ayu terlihat kembali tersenyum kecil dan sedikit malu saat Gerald menatapnya dengan sebuah senyuman.
__ADS_1
****