Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Putus #28


__ADS_3

Andin langsung pergi ke rumah Gerald setelah mendapat panggilan dari Ica yang mengatakan dirinya harus ke Bank besok pagi. Ica mengatakan kalau dia akan mengajak Andin untuk membuka tabungan baru dan Ica akan mengirimkan uang yang harusnya Andin terima dari Gerald. Kalau misalnya Andin tidak mengirimkan nomor rekening secepatnya, Ica bilang akan mengirimkan uang secara tunai kepada Andin besok pagi.


Tentu saja Andin kesal pada Gerald yang menurutnya sudah keterlaluan. Dengan perasaan yang sudah kesal dari Resto, Andin mengendarai motornya dengan cepat. Andin sudah tidak sabar, ingin cepat cepat sampai di rumah Gerald.Ingin cepat cepat bertanya tentang keputusan Gerald untuk membagi uang mereka.


Setengah jam kemudian Andin tiba di rumah Gerald. Sampai di sana suasana kantor masih ramai. Semua orang masih tampak bekerja lembur. Membereskan pesanan online yang sudah di cetak resi oleh Gerald hari itu.Packing barang harus segera selesaikan hari ini juga.


"Dimana Gerald?" Tanya Andin tanpa senyum di wajahnya.Menatap satu persatu orang yang ada di situ.


Semua orang yang ada di sana hanya terlihat saling berpandangan. Namun tak menjawab pertanyaan Andin.


"Jangan marah sama Ica, Din!" Agung tiba-tiba berkata seperti itu ketika melihat Andin menatap kearah Ica dengan penuh rasa kesal. " Ica hanya menyampaikan apa yang dikatakan Gerald kepadanya. " Tambahnya.


Andin tidak menjawab. Lalu pergi mencari Gerald ke kamarnya.


Dikamar, Gerald terlihat sedang duduk sembari menghisap sebatang rokok yang baru saja di nyalakan nya.Dia baru saja duduk sendirian,menikmati hidangan yang tersedia di atas meja. Sebotol anggur merah sudah tersaji di sana. Sudah terlihat juga Gerald mengisi gelasnya.


Andin masuk dan memperhatikan dengan seksama apa yang sedang di lakukan Gerald saat itu. Namun Gerald tak terlihat bergeming dengan kedatangan Andin.Dia terkesan cuek dan tidak perduli pada kedatangan Andin saat itu.


"Jangan seperti ini, Yang!" Andin mencoba mendekat.


"Keluarlah!Jangan melihat ku dalam keadaan seperti ini!" Gerald menepiskan tangan Andin yang menyentuh pundaknya,menyuruh Andin untuk keluar. "Aku sudah menyuruh Ica mengatur semuanya!" Tambahnya tanpa memandang ke arah Andin yang berada di sampingnya. Gerald tetap memalingkan pandangannya ke arah yang lain.


Andin yang tadi terlihat kesal dari rumah, setelah melihat Gerald seperti ini. Ia bahkan tak bisa marah, ataupun bicara dengan nada tinggi. Andin malah mengambil sebatang rokok yang tersedia di atas meja, lalu mencoba menyalakannya. Tapi dengan cepat Gerald merebut korek dan rokok yang sedang di pegang Andin.


"Ayang!" Gerald berteriak, lalu melemparkan rokok yang di rebut nya.


"Aku mau temani Ayang, minum!" Kata Andin beralih mengambil gelas yang sudah terisi dengan anggur merah.


Gerald kembali merebutnya.


"Enggak lucu." Gerald terlihat kesal dengan kelakuan Andin.


"Sekali kali boleh dong, aku temani Ayang minum kayak gini. " Andin malah tambah sengaja membuat Gerald kesal terhadapnya.


Andin kesal pada Gerald yang setiap kali ada masalah, Gerald selalu saja berhenti bicara terhadap dirinya.Dan Andin tidak suka di diamkan seperti ini.Diam tidak akan menyelesaikan masalah menurutnya.

__ADS_1


"Sekali kali boleh lah kita fly bersama,Bang!" Kata Andin lagi, semakin sengaja membuat Gerald kesal terhadap dirinya.


Gerald mendelik. Mulai bereaksi ketika Andin berbicara sembarangan. Matanya tajam menatap wajah Andin yang sedang menatapnya juga.Tapi dia tak berbicara apapun.


"Ko cuma abang aja yang boleh minum? Aku kan pacar abang, boleh juga lah aku minum?" Kata Andin, mencoba meraih kembali gelas yang sudah terisi anggur tadi di tangan Gerald. Namun Gerald dengan cepat merebutnya kembali, lalu melempar gelas itu ke dinding tembok kamarnya.


Prakk.


Terdengar bunyi pecahan gelas di kamarnya.


Andin terdengar sedikit menjerit.Andin kaget ketika melihat Gerald tiba-tiba melemparkan gelasnya.Gerald juga terkejut saat mendengar Andin menjerit. Dia reflek melemparkan gelas itu karena Andin mau mencoba meminumnya.


"Kok abang marah sih, Bang?" Andin tetap bicara dengan nada menyebalkan kepada Gerald.


Telinga Gerald terasa begitu gatal tiba-tiba Andin menyebutnya terus dengan sebutan abang berkali-kali. Tapi Gerald terlihat menarik nafas panjang, dan mencoba menahan dirinya. Dia menuntun Andin untuk duduk di atas tempat tidurnya, lalu duduk di sebelahnya.


"Oke,,oke.Aku minta maaf untuk semua kesalahan aku selama ini. Dan tolong jangan pernah lakukan ini lagi sama aku!" Kata Gerald mencoba menenangkan dirinya dengan tetap bicara dengan halus kepda Andin. Walaupun sebenarnya dia begitu kesal pada tingkah Andin yang mau mencoba merokok dan minum minuman keras.


"Lakukan apa saja, untuk meluapkan kekesalan Ayang sama aku. Tapi jangan bagi dua tabungan kita!" Kata Andin dengan mulai berkaca kaca. "Aku marah kalau Ayang membagi dua uang kita. Kalau Ayang membagi dua tabungan kita, aku tidak punya alasan untuk ketemu Ayang lagi nanti." Andin terlihat merengek seperti anak kecil pada Gerald. Berharap Gerald akan mengurungkan niatnya untuk membagi dua uang mereka.


Gerald terdiam, agak lucu sebenarnya ketika Andin mengatakan kalau dia membagi dua tabungan mereka, Andin tak punya lagi alasan untuk menemui dia. "Mau ketemu ya tinggal ketemu,apa susahnya?"


"Sudahlah Ayang,jangan bikin aku pusing seperti ini. Itu uang kita berdua kan? Hasil kita kerja berdua juga. Sekarang aku mau kasih uangnya ke kamu, biar ga ada beban." Gerald tetap mencoba membuat Andin mengerti kalau uang tabungan tetap harus di bagi dua.


Andin menyandarkan kepalanya di bahu Gerald. Tak bisa lagi dia berkata kata. Gerald sudah tetap dengan pendiriannya.


"Oke! Aku akan kembali kerja di tempat Ayang hari ini juga." Kata Andin setelah dia kehilangan cara untuk membujuk Gerald.


Gerald menatap wajah Andin penuh dengan rasa tak percaya. Gerald juga tidak terlihat bahagia. Dia hanya diam.


"Aku akan kerja mulai hari ini, dan Ayang jangan kasih uang itu ke aku!Gimana?"


Gerald masih terdiam.


"Aku akan tetap disini, walau Ayang berhenti bicara sama aku!" Kata Andin mencoba meyakinkan Gerald kalau dirinya akan benar-benar kembali bekerja sama Gerald hari itu juga.

__ADS_1


"Kalau aku mau kita putus, masih akan tetap Ayang kerja disini?" Tanya Gerald tiba-tiba.


Perkataan Gerald membuat Andin terperanjat. Andin tidak menyangka kalau Gerald akan berbicara seperti itu kepadanya. Dan itu pertama kalinya dalam sejarah hubungan mereka. Gerald tak pernah mengatakan itu walau dalam keadaan sedang bertengkar hebat sekali pun.


"Enggak." Jawab Andin singkat, lalu terlihat butiran butiran air mata menerobos untuk keluar. Andin mencoba menahannya sekuat tenaga. Berusaha tegar, walau dia tak pernah membayangkan sama sekali kalau Gerald akan meminta putus darinya.


"Kenapa?" Dengan sayu Gerald menatap wajah Andin yang tiba-tiba menangis. Gerald tidak tega sebenarnya, tapi dia sudah bosan memohon kepada Andin untuk menjauhkan Yoga dari hidupnya.


"Karena aku tidak mau putus." Jawab Andin tetap berlinang air mata.


"Aku ingin membagi uang kita, karena aku ingin kita putus." Kata Gerald, memperjelas perkataannya.


Andin terdiam.


Ada sedikit perasaan sakit dan terluka.Dadanya tiba-tiba terasa sesak.Air matanya tak berhenti menetes. Andin tidak pernah menyangka bahwa Gerald akan setega itu pada dirinya.


"Kalau itu yang Ayang inginkan,dengan senang hati aku terima keputusan Ayang." Kata Andin dengan begitu berat hati. "Tapi aku tetap tidak menginginkan uang itu walau kita putus." Jawab Andin. Ia terlihat tersedu, menangis di samping Gerald.


Andin akhirnya tak bisa menahan perasaannya, Akhirnya dia menangis di saksikan oleh Gerald sendiri di kamarnya. Tak mampu lagi dia berkata kata. Hanya mampu terisak, menahan rasa sakit di hatinya.


Andin terlihat menghentikan tangisnya ketika Ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari Yoga.


"Halo." Kata Andin sembari memencet speaker di hapenya,agar percakapannya terdengar oleh Gerald juga.


"Sudah pindah ke rumah Gerald, Din? Waktu terakhir kau telpon,kau bilang mau pindah ke rumah Gerald?"


"Sudah." Andin kaget ketika Yoga tiba-tiba bertanya tentang kepindahan nya ke rumah Gerald. Yoga tidak tau kalau sebenarnya dia tidak jadi pulang ke rumah Gerald.Yoga juga tidak tau, hubungan Andin dan Gerald sedang berada dalam masalah.


Yoga sudah hampir dua minggu sedang berada di luar kota. Dan belum kembali hingga hari ini. Jadi Yoga tidak tau apa yang sedang terjadi.


"Ya sudah, kalau begitu! Aku sudah tenang.Orang yang mau gantiin kamu di Resto juga sudah ada. Kemarin katanya sudah datang menemui mu di kafe. "Kata Yoga terdengar lega mendengar Andin sudah kembali ke tempat Gerald sesuai dengan keinginannya.


"Iya, sudah. Namanya Marisa.katanya dia temanmu."


"Iya, dia teman nongkrong ku di Jogja. Ya udah, Din. Aku masih ada kerjaan. Nanti kabarin aku lagi." Lalu Yoga menutup telponnya.

__ADS_1


Andin beranjak dari duduknya, lalu membenarkan wajah dan rambutnya yang berantakan. Andin terlihat bercermin lalu membersihkan wajahnya yang sembab dengan tisu kering yang tersedia di meja. Andin tidak mau terlihat kacau saat keluar dari kamar bertemu dengan teman temannya yang lain.


***


__ADS_2