Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Yoga Dan Gerald #46


__ADS_3

Andin tak menjawab, tapi dia terlihat memegang tangan Gerald yang juga sedang memegang tangannya. Seulas senyum tersungging di bibirnya.


"Jika kau bisa melihat isi di hati ku, tentu engkau akan tau betapa aku sangat bahagia melihat kedatangan mu. Justru aku kaget, dan tidak menyangka kalau kamu akan datang secepat itu.Kalau aku tau, perkataan ku akan begitu menyinggung perasaan kamu, aku bersumpah,aku tidak akan pernah berkata apapun.Aku hanya akan diam saja.Aku tidak akan mendebat semua perkataan mu!" Gerald terdengar bicara kembali.


"Ada banyak hal yang tidak bisa di ulang dalam hidup ini, itu kenapa aku tak pernah tergesa-gesa mengambil keputusan." Andin menyela pembicaraan Gerald.


Gerald terdiam.


"Ada hal yang tidak bisa selesai hanya dengan kata maaf. " Tambah Andin, sambil menatap Gerald dengan sayu.Andin terlihat memegang wajah Gerald, sambil mengelus halus bekas luka lebam di pipi Gerald.


Andin melihat Gerald yang akhirnya berkaca kaca. Setetes air matanya jatuh membasahi pipinya. Andin melihat ada begitu banyak penyesalan di mata Gerald.Tapi hidup ini bukan tentang penyesalan, karena ada banyak hal yang tidak bisa di ubah hanya dengan menyesal saja.


Andin memegangi erat tangan Gerald." Ada hal yang tak bisa kita ulang dalam hidup ini,Meski berapa banyak air mata yang menetes.Penyesalan tak akan mengubah apapun. Kata maaf juga tidak bisa menghilangkan luka yang sudah tergores." Kata Andin, ia juga menangis.Ia juga terlihat meneteskan air mata.


Gerald hanya tetap tertunduk.Ia tak mampu menengadahkan wajahnya. Ia begitu tak bisa berkata apa apa, ketika mendengar Andin berbicara. Semua kata katanya seperti menyindir dengan sengaja semua yang telah dia lakukan di masa lalu.


"Kau pernah menulis seperti ini, di post story sosial media mu. Pegang lah dan coba rasakan seperti aku sedang menyentuh mu.Jika engkau merasakannya, maka jangan bohongi hatimu untuk kembali padaku!" Andin menatap penuh arti kepada Gerald. "Aku ingin percaya, bahwa kau tuliskan itu semua untuk ku. Tapi yang ada di kehidupan nyata, kau telah memilih wanita lain sebagai pengganti ku."


"Tapi aku bisa jelaskan!"Gerald memotong pembicaraan.


"Aku juga punya banyak penjelasan, apa selama ini kau mendengarkan aku?Aku yakin kau pasti akan bilang, bahwa kau tidak mencintai Ica,karena kau hanya mencintai aku selama ini." Perkataan Andin berhenti sejenak. "Penjelasan yang akan kau jelaskan sama persis dengan apa yang ingin aku jelaskan kepadamu dua tahun yang lalu. Aku bersama Yoga, tapi aku hanya mencintai mu saja. Apakah kau juga mengerti penjelasan ku?" Tanyanya.


"Yang, tolong jangan bicara seperti itu kepada ku!" Gerald mencoba memohon kepada Andin.


"Lalu apa yang harus aku katakan?" Bantah Andin. "Kau memang tak pernah mendengar semua penjelasan ku. Kau egois! Kau tidak perduli, walaupun aku telah begitu memohon kepadamu. Kau selalu mengulang kesalahan mu, padahal kau telah berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku kembali karena masalah apapun." Kata Andin dengan sedikit kesal, meski dengan nada suara yang rendah.


Gerald terlihat akan membantah ketika terdengar seseorang menghampiri Andin.


"Bagaimana kabarmu? " Tiba-tiba Yoga masuk ke dalam bersama seorang wanita.


"Hai, Andin!" Sapa wanita yang ikut bersama Yoga yang tidak lain adalah Marisa.


Marisa mendaratkan sebuah ciuman di pipi kiri dan kanan Andin. Begitu juga Yoga, tampak mencium kening Andin dengan penuh cinta.

__ADS_1


Yoga sedikit menoleh ke arah Gerald dengan tatapan mata yang sedikit marah.


Andin melepaskan genggaman tangannya kepada Gerald. Sambil juga menyeka sedikit air matanya yang jatuh. Gerald juga terlihat menyeka air matanya yang tadi sempat menetes.


Andin melemparkan senyum kepada Marisa."Mana Arjuna?" Tanyanya kepada Marisa. Menanyakan Arjuna yang tidak ikut bersama mereka.


"Arjuna sama ibu.Tadi dia sedang tidur, jadi tidak kami bawa." Jawab Marisa sambil sesekali melirik ke arah Gerald yang hanya terdiam.


"Aku pengen ketemu!" Rengek Andin, kepada Marisa. Andin sudah beberapa hari ini sibuk dan tidak sempat bertemu dengan Arjuna.


"Ini siapa,Din?" Tanya Marisa sambil melihat ke arah Gerald, pura pura tidak kenal. Padahal Marisa tau, itu pasti Gerald.


Andin menoleh ke arah Gerald yang dari tadi hanya terdiam."Ini Gerald."Jawabnya."Ge, kenalkan ini Marisa. Istrinya Yoga!" Kata Andin memperkenalkan Marisa kepada Gerald.


Gerald agak sedikit terkejut mendengar kalau ternyata Yoga sudah menikah.Dan yang ada di hadapannya adalah istrinya yang bernama Marisa.


Gerald terlihat tersenyum kecil kepada Marisa.


"Marisa." Marisa memberikan tangannya kepada Gerald.


"Dari kapan mas Gerald di sini?" Tanya Marisa berbasa basi kepada Gerald.


Marisa kasihan, karena dia jadi terdiam saat mereka datang. Mungkin dia juga bingung harus bicara apa di hadapan mereka.


"Dari kemarin. " Jawab Gerald.


"Ikut jagain Andin ya?"


Gerald menjawab pertanyaan Marisa dengan sebuah senyuman.


"Hari ini Andin sudah boleh pulang." Kata Arman yang baru saja datang dari luar.


Setelah cuci tangan tadi, Arman pergi ke administrasi untuk membereskan pembayaran rumah sakit Andin yang harusnya sudah di bereskan tadi pagi agar Andin bisa pulang sore ini.

__ADS_1


"Baguslah, kalau sudah bisa pulang. Istirahat di rumah aja! Karena aku sibuk ga bisa bolak-balik rumah sakit." Saut Yoga, bahagia mendengar bahwa hari itu Andin sudah bisa pulang ke rumah.


Yoga melirik ke arah Gerald yang sedang terdiam. "Bisa kita bicara sebentar!" Katanya dengan wajah yang terlihat ketus. Yoga tampak tidak suka Gerald berada di sana.


Yoga menatap dengan isyarat kepada Gerald untuk keluar dari ruangan.


"Ga,, no!" Andin menggelengkan kepalanya kepada Yoga sebagai isyarat.


Andin tak ingin kejadian seperti dengan Arman kembali terulang kepada Gerald. Gerald sudah babak belur karena kemarin Arman menghajarnya. Tidak mungkin hari ini, Andin membiarkan Yoga menghajarnya kembali.


"No, no, it's ok. Kita akan baik baik saja. Jangan khawatir, honey!" Jawab Yoga menyakinkan Andin kalau dia tidak akan melakukan apapun kepada Gerald. "Aku hanya ingin bicara!"


Akhirnya mereka berdua keluar.


"Lo bisa pergi saja dari sini sekarang!" Kata Yoga setelah mereka keluar ruangan mencari tempat yang nyaman untuk bicara. "Elo tak di butuhkan lagi di sini!"Kata Yoga memulai pembicaraan.


"Kenapa lo nggak pergi saja selamanya dari kehidupan Andin?" Gerald terlihat menatap tajam wajah Yoga, orang yang selama ini di bencinya. Orang yang telah membuat masalah, dan telah membuat dia berpisah dari Andin.


"Gue baru saja mau mengatakan itu sama lo, kenapa lo ga pergi aja dari kehidupan Andin selamanya.Itu adalah pertanyaan buat elo, bego! " Kata Yoga dengan secuil senyuman sinis di bibirnya. "Lo sudah punya pacar baru, kan? Kenapa masih berusaha kembali ke kehidupan Andin? "


Gerald tak menjawab.


"Elo itu laki-laki yang bodoh, bro! Lo tinggalin Andin demi keegoisan lo yang tidak beralasan. Elo berharap apa dengan meninggalkan Andin selama ini? Berharap Andin bahagia? Lo salah kalau menganggap dia akan bahagia sama gue.Karena dunia Andin itu elo!"


Gerald terdiam.


"Elo itu bodoh, katanya elo ngerti perasaan Andin. Katanya elo sudah mengenal dia dengan baik. Tapi elo enggak pernah sadar kalau Andin itu cinta mati sama elo. " Kata Yoga sambil menunjuk wajah Gerald.


"Tapi elo cinta sama Andin, kan? Yang selalu elo bilang tentang persahabatan sama Andin itu cuma topeng untuk menutupi kebusukan hati lo. "


"Kalau iya kenapa? Itu cara gue untuk mempertahankan cewek yang gue cintai tetap berada di samping gue. Lo ga perlu urusin hidup gue! "


Gerald berhenti bicara, Yoga sudah gila menurutnya. Apapun akan dilakukan Yoga untuk membuat Andin tetap berada di sampingnya.

__ADS_1


***


__ADS_2