Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Kekesalan Gerald #20


__ADS_3

Di kursi teras depan tampak Gerald tengah terduduk santai sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok yang sedang di hisapnya. Kakinya tampak terlihat menumpang di kaki sebelahnya. Sembari terlihat matanya yang tampak kosong menatap ke depan pintu pagar rumahnya yang sedang terbuka. Fadil baru saja memarkirkan motornya di garasi. Lalu menghampiri Gerald yang sedang asyik melamun.


"Ngelamunin apa sih, bang? Anteng bener." Tegur Fadil yang usil kepadanya sambil menepuk pundak Gerald yang masih tampak tak menyahut saat di tegur.


"Enggak, Lagi asyik menikmati waktu santai gue aja!" Jawabnya, mengelak dari tuduhan sedang melamun. "Ica mana?" Tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan.Menanyakan Ica agar Fadil berhenti bertanya kenapa dia melamun.


"Aku di sini!" Jawab Ica keluar dari dalam rumah membawakan sepiring sarapan pagi untuk Gerald. Lalu menyimpannya di atas meja.


"Wah, nasi goreng kayaknya enak nih!" Sahut Fadil yang antusias sama nasi goreng yang dibawa Ica.


"Fadil, punya mu ambil sendiri di dapur!" Kata Ica sembari mendelik. Melarang Fadil memakan makanan yang dibawanya untuk Gerald.


"Huh!" Kata Fadil sembari pergi melangkah ke dapur untuk mengambil nasi goreng.


"Ayo, Ge.Di makan nasi goreng nya!" kata Ica menyuruh Gerald mencicipi nasi goreng buatannya.


Gerald melihat ke arah nasi goreng yang Ica berikan. Sebenarnya dia malas untuk makan sepagi itu, tapi lagi lagi karena tidak ingin membuat Ica kecewa. Akhirnya Gerald meraih nasi goreng itu kemudian mencicipinya.


Sambil makan sesekali dia tampak memperhatikan Ica yang tampak sedang fokus dengan handphone-nya. Dia melihat begitu telatennya Ica mengurus dirinya juga pekerjaannya. Tapi dia masih tetap tak bisa menghargai sedikitpun perasaan Ica yang jelas jelas begitu tampak mencintainya.Gerald masih berkutat dengan Andin dan Yoga yang sering membuatnya kecewa. Tapi Gerald tak bisa melupakan Andin, walaupun Gerald tau bagaimana perasaan Ica padanya. Gerald tetap mempertahankan Andin walaupun dengan begitu banyak kekecewaan.


"Enak Ge,nasi goreng nya?" Tanya Ica lalu meletakkan hapenya di atas meja. Beralih memperhatikan Gerald yang tengah makan nasi goreng buatannya.


"Enak." Jawab Gerald seadanya.


"Besok aku libur ya, Ge.Sehari." Kata Ica minta izin kalau besok dia tidak akan masuk kerja dulu.


"Kenapa?"Gerald menghentikan suapannya.

__ADS_1


"Aku besok mau ngantar Ibu ke dokter."


"Emang nya tante kenapa?" Gerald tampak terlihat sedikit khawatir.


"Enggak kenapa kenapa kok, cuma mau cek up rutin aja." Jawab Ica menjelaskan kalau ibunya baik baik saja.


"Jam berapa besok cek up nya?" Gerald terlihat antusias.


"Kira kira pagi jam sepuluhan."


"Selesaikan dulu kerjaan yang hari ini sampai beres! kalau bisa lembur nanti malem, kalo emang belum selesai! Besok jam 9 pagi aku jemput. Aku mau antar tante ke dokter." Jawab Gerald menegaskan kalau hari itu Ica harus menyelesaikan pekerjaannya sampai selesai agar dia besok bisa libur kerja.


Ica tampak mengangguk, dan sedikit tersenyum simpul di ujung bibirnya. Dalam hatinya Ica begitu bahagia mendengar Gerald mau mengantarkan ibunya untuk cek up besok pagi. Tapi dia berusaha tidak begitu memperlihatkan kebahagiaan nya di depan Gerald. Ica berusaha terlihat biasa saja.


Setelah selesai menghabiskan nasi goreng yang Ica buatkan untuk dirinya. Gerald masuk kembali ke dalam kamar. Malas sekali hari itu untuk memulai beraktivitas. Semua pikirannya hanya tertuju pada Andin saja. Kejadian kemarin membuatnya hilang gairah sampai hari ini.


Gerald tampak melirik ponsel yang ada di sampingnya. Dalam hati dia ingin video call sama Andin pagi itu, tapi niatnya terhenti karena dia malas melihat Yoga yang pasti ada di sana bersama Andin.


Beberapa saat kemudian terlihat Andin membalas chat dari Gerald.


"Kenapa Yang?"


Gerald dengan cepat membalas kembali chat dari Andin. "Kangen aku."


Tampak Andin mengirimkan emoji senyum kepada Gerald.


"Baru mau berangkat kerja aku, udah kangen aja.Masih pagi ini lo,Yang!" Tulis Andin di pesannya.

__ADS_1


"Balik lagi kerja sama aku aja,Yang! Biar kayak dulu lagi kita! Setiap hari ketemu. " Tulis Gerald dengan emoji memohon dan mengiba.


"Berantem tiap hari juga loh!" Balas Andin menegaskan kalau mereka juga pasti berantem tiap hari."Ga, lah! Ntar, aku sakit hati lagi terus di diemin kamu!" Tambah Andin dalam chat nya.


"Kok Ayang gitu, bahas bahas terus yang udah lalu. Kan udah janji aku enggak akan lagi kayak gitu, Yang!"


Andin tampak mengirimkan emoji tertawa. "Ha, ha, bercanda yang!" Tulisnya mengirimkan emoji love "Aku berangkat kerja dulu ,Yang.Nanti siang aku telpon. Dadah Ayang!"


Gerald juga tampak meletakan kembali ponselnya di atas kasur setelah membaca pesan terakhir dari Andin. Lalu merebahkan tubuhnya perlahan. Lalu dia berusaha memejamkan matanya, berusaha melupakan sejenak semua hal yang membebani pikirannya.


Berusaha tenang dan sabar menjalani semua hasil kekerasan hatinya selama ini. Gerald selalu berandai andai waktu itu dia tidak begitu egois dan tak mendiamkan Andin begitu lama. Mungkin dia tidak akan pernah merasa kehilangan Andin seperti waktu itu.


Kendati sekarang Andin telah kembali ke pelukannya, kok seperti ada yang berbeda. Gerald merasa seperti ada sesuatu yang membuat hubungannya tidak seperti dulu. Gerald merasa Andin semakin jauh dari dirinya.


Yoga tetap menjadi duri dalam daging untuk hubungannya dengan Andin. Gerald sudah berusaha mengerti akan hubungan pertemanan mereka, tapi Gerald tetap kewalahan mengatasi perasaan cemburunya. Dia tetap tidak mengerti kenapa Yoga selalu berada di samping Andin. Dan ada di mana pun Andin berada.


Persahabatan seperti apa yang sedang mereka jalani? Menurutnya tidak ada persahabatan yang seperti Andin dan Yoga yang dia ketahui. Gerald merasa Yoga tengah menyembunyikan sesuatu.


Gerald meyakini semua yang di katakan Andin kepadanya. Tapi Gerald tidak percaya pada Yoga. Dia terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi apa?


Apakah mungkin Yoga masih mencintai Andin? Dan berpura-pura menjadi sahabat Andin. Dan Andin tidak mengetahui hal itu. Yoga selalu memanfaatkan kebaikan hati Andin untuk dia.


Tapi bagaimana cara untuk mengatakan semua itu kepada Andin. Tidak mungkin secara gamblang, Gerald mengatakan kepada Andin kalau Yoga masih mencintainya. Andin tidak akan percaya begitu saja kepadanya. Harus ada bukti yang menyertai kalau Yoga memang masih mencintai Andin.Tapi bukti seperti apa?


Kenapa harus Yoga? Kenapa juga Gerald harus mengalah kepada Yoga? Kenapa Yoga tidak pergi saja dari kehidupan Andin? Atau tidak pergi saja Yoga dengan wanita lain? Kenapa masih selalu ada di samping Andin hingga hari ini?


Beribu pertanyaan kenapa berputar putar dalam benak Gerald. Dia tidak habis pikir kenapa Yoga tidak pernah pergi dari kehidupan dia dan Andin.

__ADS_1


Ingin rasanya dia bunuh saja manusia yang bernama Yoga itu agar tak lagi menjadi duri dalam hubungannya dengan Andin.


***


__ADS_2