
"Kan aku cuma bertanya,kamu tinggal jawab. Apa susahnya? " Jawab Gerald masih sambil menyetir. "Bukan jadi malah jadi ke sana ke sini. Tinggal jawab aku yang ada di hatimu, kan gampang. "Tambah Gerald dengan raut wajah yang tampak kesal.
"Aku bosan terus menjelaskan siapa yang ada di hatiku, Yang! Kamu terus bertanya, walaupun aku sudah jawab. "
"Ya tinggal jawab aja, gak usah bosan.Aku juga nggak pernah bosan mencintaimu. Nggak pernah bosan dengan sikapmu yang selalu seperti ini.Kamu kira aku nggak capek melihat kamu yang selalu sibuk dengan pria lain? Pergi jalan bareng, tidur bareng, bergandengan tangan kemana-mana dengan pria lain. Kau kira aku tidak tau? Kurang bagaimana pengertian aku? " Jawab Gerald tampak semakin kesal. "Kamu tidak akan pernah mendapatkan pria seperti aku dimana pun. "
Andin terdiam.
Apa yang dikatakan Gerald semuanya benar. Gerald sudah sangat berusaha sebisa mungkin untuk mengerti bagaimana posisinya. Gerald sudah berjuang semampu dia untuk tetap menahan rasa cemburunya kepada Yoga.
Gerald sudah berusaha menerima hubungan Andin dengan Yoga yang terlalu dekat untuk ukuran seorang sahabat. Apalagi Gerald mengetahui kalau sebenarnya Yoga masih sangat mencintai dirinya.
Andin memang mencintai Gerald tapi waktu dan kebersamaan Andin banyak ia habiskan bersama Yoga bukan bersama Gerald.
Sebagai seorang pasangan Gerald sudah sering kali mengalah demi tidak terjadi keributan. Andin juga sudah sering kali menomorduakan Gerald dan seringkali juga mengecewakan dia.
Tapi lagi lagi Andin tidak berdaya. Yoga adalah orang yang sepanjang hidupnya dihabiskan untuk mencintai dirinya. Dan Yoga menaruhkan segalanya demi dirinya juga.
Andin tidak ingin menyakiti hati Yoga meski ia juga mempertaruhkan hubungannya dengan Gerald. Jika ia bisa dan jika Andin boleh memilih, Andin tidak ingin kehilangan keduanya.
Dua duanya adalah orang yang sangat berharga bagi dirinya meski itu terkesan serakah. Tapi takdir tidak berpihak padanya, dari semenjak hubungan Yoga dan dirinya di ketahui oleh Gerald. Yoga menjadi penyebab hubungannya berkali-kali hancur bersama Gerald.
Tapi Andin tidak bisa menyalahkan Gerald, karena akar semua permasalahan yang selalu menimpa mereka justru ada pada dirinya. Andai saja ia bisa melepaskan Yoga. Andai saja ia bisa mengabulkan keinginan Gerald yang begitu sederhana.
Keinginan Gerald yang begitu sederhana tapi sangat sulit di lakukan oleh Andin.
Gerald hanya menginginkan Andin hanya menjadi miliknya saja. Gerald hanya ingin Andin menjauhi Yoga. Jika memang mereka berteman, maka bertemanlah sewajarnya seperti layaknya seorang teman.
Tapi justru keinginan itu teramat sangat sulit ia lakukan. Andin sudah seringkali mencoba menjauhi Yoga, tapi justru dia sendiri yang kembali mencari Yoga.
__ADS_1
Andin tau, dia tidak akan pernah mendapatkan laki-laki seperti Gerald. Gerald yang sangat mencintainya. Gerald yang penuh pengertian. Dan Gerald yang memberikan kuasa penuh atas uang yang di pegang nya. Andin bebas membeli apapun yang dia suka tanpa harus ijin ataupun merengek meminta. Gerald akan memberikan segala yang Andin inginkan tanpa syarat apapun.
Andin tau Gerald sudah sangat pengertian pada dirinya. Dimana ada seorang kekasih yang menerima kekasihnya tidur dengan laki-laki lain meski mereka tidak melakukan apapun.
Dimana ada seorang kekasih yang menerima pacarnya yang selalu mementingkan perasaan laki-laki lain daripada pacarnya sendiri.
Andin memang selalu lebih segalanya kepada Yoga. Tapi Andin masih banyak menuntut Gerald untuk lebih mengerti.
"Terus aku harus gimana? Kan aku sudah minta maaf. " Kata Andin berusaha dengan tulus meminta maaf untuk kesekian kalinya.
"Minta maaf itu hal yang sangat mudah. Tapi apakah masalah akan selesai setelah minta maaf. Sebuah buku yang sudah ternoda, apa bisa kembali bersih seperti baru, meski kau gunakan penghapus buku yang sangat mahal sekalipun. Noda itu tetap akan meninggalkan bekas di buku tersebut sebagaimana pun kau berusaha menghapusnya. "
"Kamu kan bukan buku. " Tukas Andin berusaha mencairkan suasana.
"Yang,, aku serius. " Kata Gerald sambil melirik kearah Andin yang sedang tertawa kecil.
"Aku juga serius. "
"Kata siapa? Nggak sehat kata kamu. Kata aku mah biasa saja. Jangan terlalu membesarkan masalah yang seharusnya tidak besar. " Kata Andin berusaha menghentikan perdebatan.
"Jadi menurut mu ini masalah kecil? " Kata Gerald sambil melirik dengan tatapan mata sinis kepada Andin.
"Sudah..! " Jawab Andin menghentikan perkataan Gerald. "Aku sudah mengerti aku salah, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, oke. " Kata Andin dengan memegang tangan Gerald. "Tidak ada yang lain di hati aku, cuma Ayang aja. Ada saatnya nanti aku benar-benar lepas dari Yoga sepenuhnya. "
Gerald tak menjawab.
Tak habis pikir dengan perkataan Andin barusan. Andin menganggap semua yang terjadi hari ini bukanlah masalah besar.
Andin tidak mengerti betapa hati Gerald tersakiti karena sikap Andin hari ini.Dan Andin sudah seringkali melakukan ini kepadanya. Rasanya Gerald sudah bosan memaklumi sikapnya.
__ADS_1
"Kalau aku sebegitu tidak pentingnya bagimu, tapi setidaknya kau bisa tidak terlalu menyakiti aku kan?" Kata Gerald terdengar lagi bicara setelah beberapa lama dia terdiam.
"Ayang penting kok buat aku. " Kata Andin sambil tersenyum menatap wajah Gerald yang masih tampak cemberut. "Daripada begini terus, salah faham terus. Sudahlah cepat kau nikahi aku! Biar tak bertengkar terus setiap waktu kita. Kalau menikah kan aku ada di rumahmu, dikamar bersamamu. Capek kali aku berantem terus sama kau, Yang. " Kata Andin dengan logat medannya.
Capek rasanya menjelaskannya kesana kemari, kalau Gerald selalu ragu pada dirinya. Begitu pikir Andin.
Gerald tak menjawab.
"Lebih capek menikah lah, kau kan nggak akan berhenti berhubungan dengan orang gila itu. Untuk apa menikah? Kecuali kalau kau mau berhenti berteman sama dia. " Kata Gerald setelah berpikir beberapa saat.
"Ya daripada seperti ini terus, apalagi yang kita tunggu? " Kata Andin.
Hening sejenak.
"Untuk apa kau belikan aku rumah kalau kita tidak menikah? Duit mu banyak, duit ku juga banyak, kau tunggu apalagi? " Tambah Andin.
"Aku takut. "
"Apa yang kau takutkan? "
"Aku takut, aku posesif sama kamu karena aku sudah merasa memilikimu sepenuhnya. Sedangkan kau kan tidak suka di atur. " Kata Gerald lagi.
"Kalau kita menikah, aku akan berhenti bekerja di Resto. Aku akan kembali kerja sama kamu. Yang tidak bisa aku tinggalkan hanya Panti Asuhan. Mungkin setelah resign dari Resto aku akan fokus ke anak anak. Aku mempunyai tanggungjawab yang besar di sana. " Kata Andin menjelaskan.
Gerald kembali terdiam.
Gerald merenungi semua kata kata yang di ucapkan Andin kepadanya.
Sebenarnya Gerald bahagia mendengar akhirnya Andin mengatakan ingin menikah dengannya. Tapi Gerald belum siap dengan komitmen yang mengikat dalam pernikahan.Gerald takut setelah menikah justru hubungan mereka tambah tidak sehat. Gerald takut membayangkan kalau mereka akan terus bertengkar tentang Yoga terus menerus.
__ADS_1
***