
Andin terlihat menghela nafasnya begitu dalam. Hari yang tak pernah dia bayangkan akhirnya datang di hidupnya.Bertahun-tahun sudah Andin menjalani hubungan persahabatan dengan Yoga, dan hari ini persahabatan itu hancur karena Yoga yang masih mencintainya.Andin tak pernah menyangka kalau Yoga akan tega membohonginya selama bertahun-tahun.Berpura pura menjadi teman dan sahabat yang baik selama ini. Dan tak pernah menyangka juga kalau akhirnya Yoga akan menyatakan cintanya kembali kepadanya secara terang-terangan.
Andin tak pernah menyangka kalau dia akan berdebat dengan Yoga karena perbedaan visi diantara keduanya. Yoga yang sangat mencintai Andin, dan Andin yang hanya menganggap Yoga sebagai teman.Andin tak pernah menyangka kalau selama bertahun-tahun ini Yoga masih menyimpan perasaan yang begitu dalam baginya.
Sikap Yoga membuat Andin serba salah dalam bersikap. Andin bingung harus memperlakukan Yoga seperti apa setelah Andin mengetahui kalau Yoga ternyata masih mencintainya.
Kejadian beberapa waktu lalu saat Yoga mengatakan cintanya di kosan Andin, Yoga sudah membuat Andin merasa kecewa dan malas bertemu ataupun bicara dengan Yoga kembali.
Tapi karena Andin yang memang tidak bisa lepas dari Yoga yang membuat dia tetap bersikap biasa saja seolah tak terjadi apapun. Andin terikat balas budi yang begitu besar terhadap Yoga. Dan juga bisnis yang sedang dia jalani bersama Yoga, yang membuat Andin tidak bisa menjauh dari Yoga.
"Aku capek berdebat seperti ini! " Kata Andin, seraya menjatuhkan kembali tubuhnya di kursi.
"Aku juga capek berpura-pura. Aku capek menutupi perasaan ku selama ini. " Bantah Yoga dengan tegas.Menatap wajah Andin yang mencoba memalingkan pandangan darinya.
Andin tak menjawab. Dia hanya terlihat menyandarkan kembali badannya di kursi. Dia tak ingin mendebat apapun yang di katakan Yoga hari itu.Andin sebenarnya sudah malas berbicara apapun dengan Yoga.
Apapun yang Andin katakan, Yoga tidak akan pernah mendengarkannya. Dia akan tetap bersikeras dengan pendapatnya.Yoga akan tetap mengatakan kalau dia sangat mencintai Andin. Dan Andin malas mendengar semua itu.
Yoga duduk bersimpuh di kaki Andin. Dengan wajah yang tampak mengiba,dia berusaha menjelaskan isi hatinya."Jika aku bisa, aku tidak akan seperti ini. Aku tau aku salah, tapi aku harus apa? Aku tidak bisa menghilangkan cinta ku yang begitu besar untukmu. Aku sudah mencoba membiarkanmu bahagia bersama orang lain, tapi ternyata kau juga tidak bahagia bersama dia.Lalu apakah aku harus diam saja melihat mu yang terus di lukai oleh orang lain? Aku mencintaimu sejak dulu, hanya karena aku ingin melihatmu bahagia aku mau berpura-pura menjadi teman dan sahabat untuk mu. Tapi sekarang,aku sudah lelah berpura-pura.Aku ingin kau tau yang sesungguhnya,apa yang ada di hatiku selama ini." Kata Yoga dengan begitu panjang.
Andin masih terdiam.Dia tidak tau apa yang harus dia katakan.Dia bingung mendengar semua yang di katakan Yoga kepadanya.
"Jangan pernah jauhi aku! " Kata Yoga masih dengan mengiba."Aku tidak mau kehilangan kamu. "
Andin terlihat memegang tangan Yoga dan mengajaknya untuk terbangun dan duduk di kursi di depannya.Tak ada yang bisa Andin lakukan kecuali dia berusaha berdamai dengan keadaan.
Melihat Yoga yang tampak begitu mengiba di hadapannya. Perasaan Andin jadi serba salah. Sebenarnya dia tidak tega, tapi Andin harus apa? Tidak mungkin juga Andin akan terima cinta Yoga kepadanya.Andin sudah lama sekali membuang rasa cintanya untuk Yoga.
__ADS_1
Tapi melihat Yoga yang tampak begitu mengiba, hati Andin begitu tersentuh. Bagaimanapun Yoga sudah begitu banyak berjasa dalam hidupnya. Bahkan mungkin Yoga menghabiskan seluruh waktunya untuk Andin. Tapi sekali lagi, Andin tak bisa melakukan apapun.
Kenapa cinta begitu rumit,begitu pikir Andin.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel Andin berbunyi. Andin meraihnya, lalu membuka pesan WhatsApp yang masuk.
Setelah melihat chat yang masuk barusan. Andin melihat ke arah Yoga. Andin seperti akan mengatakan sesuatu tapi ragu akan mengatakannya kepada Yoga.
"Siapa? " Tanya Yoga, yang mengerti pandangan mata Andin yang tengah menatapnya.
"Gerald." Jawab Andin.
"Mau apa dia? "
"Ngajak aku pergi. "
Sedang saling terdiam, terdengar ponsel Andin kembali berbunyi. Sebuah panggilan dari Gerald. Andin langsung mengangkatnya.
"Halo.. "
"Ko cuma di baca? " Tanya Gerald dari dalam telpon. "Jawablah, kau mau pergi bersamaku atau tidak? Aku lagi on the way ke tempat mu. "
"Emangnya ada apa? Kok tiba tiba ngajak pergi? "
"Pergilah kita makan, sambil ada yang mau kita bicarakan!"
"Bicarakan apa lagi? Tak ada lagi yang harus kita bicarakan. "
__ADS_1
Gerald terdengar tertawa kecil dari sana. "Kau bilang tidak ada? Ada banyak yang harus kita bicarakan bodoh! Ayolah cepat, hari ini aku banyak urusan! " Gerald terdengar memaksa.
Andin agak sedikit bingung dengan perkataan Gerald yang agak aneh menurutnya. Gerald terlihat seperti sedang berbahagia akan sesuatu. Nada bicaranya tak seperti beberapa hari yang lalu yang selalu terdengar tidak bersemangat. Hari ini, Gerald terdengar begitu ceria.
"Tapi aku tak bisa pergi! " Tukas Andin mencoba menolak ajakan Gerald.
"Mana ada tidak bisa pergi? Kau sudah janji mau pergi sama aku? "
Andin semakin bingung dengan sikap Gerald hari itu.
Lalu terdengar suara telpon di tutup dari sana. Andin pun meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Menatap kembali Yoga yang masih sedang memperhatikannya.
"Aku pergi sebentar bersama Gerald. " Kata Andin, seperti sedang meminta ijin kepada Yoga.
Sedangkan Yoga hanya terdiam. Dia tidak mengiyakan ataupun tidak melarang Andin untuk pergi.Yoga hanya terlihat menatap tajam wajah Andin tanpa bicara.
Andin sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Yoga. "Aku menghargai perasaan mu, tapi aku sangat mencintai Gerald. " Bisik nya di telinga Yoga, kemudian berlalu meninggalkan Yoga sendirian di ruangan kerjanya.
Yoga hanya terdiam menatap Andin yang mulai melangkah keluar ruangan tanpa berbalik lagi ke arahnya.
***
Setelah melangkahkan kaki keluar dari ruangan kerja Gerald, Andin mendapatkan kembali pesan dari Gerald untuk pergi ke depan jalan raya dan menunggunya kedatangannya di sana. Gerald tidak mau membuat keributan dengan datang ke Rumah Duafa dan mengajak Andin pergi bersamanya. Sedangkan semua orang di Yayasan Rumah Duafa tidak mengetahui kalau sebenarnya mereka itu saling mengenal.
Bu Aisyah dan Adinda tidak mengetahui kalau Andin adalah mantan pacar yang Gerald katakan waktu itu di pertemuan Donatur dan pemilik Yayasan beberapa waktu lalu. Baik Gerald maupun Andin keduanya bersikap seolah mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
Gerald sengaja mengajak Andin pergi keluar dari rumah untuk menghindari kebingungan semua orang. Juga termasuk menghindari Yoga tentunya yang pasti berada di sana.Gerald tidak mau bertemu dengan Yoga, orang yang sangat di bencinya.
__ADS_1
***