Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Ungkapan Hati Yoga #38


__ADS_3

"Marisa tidak tau apa apa soal uang atau masalah keluarga ku, percaya deh sama aku. Kalau ada apa apa pasti aku akan cerita ke kamu." kata Yoga.


Yoga berusaha menjelaskan bahwa dia akan mengatakan apapun kepada Andin tanpa terkecuali.


Andin tak menjawab. Dia seperti sedang mencerna semua perkataan Yoga kepadanya.


"Jangan selalu berprasangka buruk kepadaku!" Tambah Yoga kemudian.


"Bukan berprasangka buruk,Ga. Aku hanya merasa tidak dianggap ada olehmu. Sudah seminggu ini kau tak cerita apapun padaku. Bahkan Reina kecelakaan pun aku tidak tau."


"Aku seminggu ga ada kabar karena aku ke Semarang, pergi ngurus operasinya Reina di Semarang. Kan Reina kecelakaannya di Semarang, jadi aku sibuk ngurusin Reina di sana. Saking sibuknya, aku belum sempat kasih kabar ke kamu. Tadi sore aku baru pulang dari Bekasi,pulang dari rumah bang Zul,aku langsung on the way ke kosan kamu. Tapi kamu nya masih belum pulang dari Resto." Yoga berhenti sejenak. "Belum juga aku sempat bicara, kamu sudah marah duluan sama aku? Aku chat dari kemarin,kamu enggak bales bales. "


Andin masih diam, dalam hatinya ada sedikit perasaan bersalah karena telah berprasangka buruk kepada Yoga.


"Ya maaf." Kata Andin pelan.


Yoga mendekat ke arah dirinya yang tengah duduk di tempat tidur, lalu Yoga duduk bersimpuh dihadapan Andin dengan menatap tajam wajah Andin yang merasa menyesal telah mengabaikan dirinya.


"Aku tidak akan pernah membuat kamu kecewa, aku pernah berjanji itu kepadamu. Aku tidak akan pernah menyakiti hatimu. Itu juga janjiku." Kata Yoga sambil memegang kedua tangan Andin.


Andin dengan cepat menepisnya.Ada perasaan yang beda di hati Andin. Ada pandangan berbeda, dari tatapan mata seorang Yoga kepada dirinya.


"Jangan terus abaikan aku seperti ini, Din." Tambahnya sambil memegang kembali tangan Andin.


"Kamu bicara apa sih?" Andin berusaha membangun kan Yoga dan mendudukkannya di tempat tidur di sampingnya. "Ada apa?"Tambahnya.


Yoga tak bicara.


"Hhh "Hanya terdengar desah nafasnya kembali yang terasa berat. Seperti sedang banyak menanggung beban di hatinya.Dia seperti sedang banyak pikiran.


Yoga menyandarkan kepalanya di pundak Andin dan memegang tangan Andin dengan lembut." Kapan kau akan bisa melupakan Youtuber itu sepenuhnya?"


Andin tampak mengernyitkan dahi, dia agak heran dengan sikap Yoga malam itu. Ga biasa biasanya Yoga bersikap seperti ini. "Kamu kenapa sih, kok tiba-tiba sikap mu aneh. Tak biasanya kamu bertanya tentang Gerald?"

__ADS_1


"Aku dengar semua pembicaraan mu dengan Arman tadi di Resto. Aku sakit hati saat mendengar kamu di perlakukan tidak adil oleh dia.Dan lebih sakit hati lagi, saat tau kalau kamu masih sangat mencintai dia." Yoga seolah tak ingin menyebutkan nama Gerald dengan jelas. "Kenapa kau selalu mencintai dia, padahal dia selalu menyakiti hatimu?" Tanyanya, sambil menatap wajah Andin yang sedang terheran-heran dengan sikapnya yang aneh malam itu.


"Apa sih Yoga, kenapa bicara tentang Gerald. Emang enggak ada bahan obrolan lagi selain membicarakan tentang dia." Andin kesal, karena arah pembicaraan Yoga semakin tidak jelas.


"Ok.kita ganti pembicaraan. Kapan kau akan kembali mencintai aku?" Kata Yoga kepada Andin.


Yoga menatap mata Andin penuh harapan.


Andin malah terdengar tertawa geli mendengar perkataan Yoga barusan."Kamu ngomong apa sih?"


Yoga beralih memeluk Andin lalu dengan cepat mengecup bibir Andin yang baru saja berhenti tertawa.


Dengan cepat Andin mendorong tubuh Yoga ke belakang.


"Yoga." Terdengar Andin menghardik Yoga yang tiba-tiba saja menciumnya.


"Kenapa, Din?" Yoga menengadahkan wajahnya "Masih kurang semua pengorbanan aku selama ini?"


"Yoga, kau ini kenapa?" Andin tetap bertanya perubahan sikap Yoga terhadapnya.Andin bingung tiba-tiba Yoga berbicara seperti itu.


"Tidak! Aku tidak tau." Andin membantah.


"Kau hanya pura-pura tidak tau." Bantah Yoga.


Andin tampak terlihat semakin bingung. "Bukankah selama ini kita berteman?" Tanyanya penuh dengan keyakinan.Bahwa selama ini mereka hanya berteman.


"Aku tidak pernah menganggap mu sebagai teman. Dari dulu kau selalu menjadi kekasihku. Sejak dulu, hingga hari ini. " Jawab Yoga dengan tegas.


Andin memandang wajah orang yang telah menjadi sahabatnya begitu lama ini dengan pandangan sinis. Andin tidak percaya, selama ini Yoga telah membohonginya. Andin tak menyangka Yoga telah mengkhianati kepercayaannya.


"Jangan katakan apapun lagi padaku!" Bantah Andin, lalu berbalik membelakangi Yoga.


Tapi Yoga malah kembali memeluk Andin dari belakang. Yoga memeluk erat tubuh Andin, hingga sulit bagi Andin melepaskan pelukannya. Andin hanya bisa terdiam pasrah, berhenti berontak dari pelukan Yoga. Sekalian Andin juga ingin tau apa yang akan di lakukan Yoga selanjutnya.

__ADS_1


"Aku capek berpura-pura menjadi sahabat yang baik, aku capek berpura pura tidak mencintaimu. Aku capek menunggumu mengerti akan semua pengorbanan aku selama ini." Yoga berhenti sejenak. "Kembalilah kepadaku seperti dulu, saat kamu masih mencintaiku.Lupakan Gerald yang tak perduli padamu."


Andin tak bicara. Dia hanya terlihat menahan amarah yang begitu besar di pelukan Yoga.


"Kamu dulu begitu mencintaiku,kan? " Tanya Yoga kemudian.


"Tapi sekarang tidak." Bantahnya.


"Aku yakin, kau akan mencintaiku kembali seperti dulu." Jawab Yoga penuh keyakinan.


"Yoga, sudahlah. Jangan begini, kau sudah punya istri, tak pantas berbicara mencintaiku sedangkan dirimu sudah punya Marisa. Kasian Marisa." Kata Andin sambil berusaha melepaskan pelukan Yoga.


"Marisa sudah tau semuanya."


"Maksud mu?"Andin bingung.


"Sebelum aku menikahi dia, hal yang pertama aku jadikan syarat adalah tidak boleh adanya pertanyaan tentang apapun tentang aku dan kamu. Tidak boleh bertanya kenapa aku dekat dengan Andin? Kenapa aku lebih perduli sama Andin ? Kenapa sering pergi jalan dengan Andin? Kau pikir hati Marisa terbuat dari apa? Hingga membiarkan suaminya boleh dekat dan lebih mempedulikan sahabatnya sendiri. Tidak, Marisa sudah tau kalau aku mencintaimu. Marisa menerima semua syarat yang aku ajukan,asal aku menikahinya. Asal aku mau hidup bersama dengan dia, apapun syarat yang aku ajukan dia akan terima. Maka dari itu, selama ini dia tidak pernah komplain tentang kedekatan kita berdua. Karena dia tau, aku yang ceritakan semuanya." Kata Yoga dengan begitu panjangnya menjelaskan.


Terdengar Andin bertepuk tangan, dan melemparkan senyuman sinis kepada Yoga yang telah berakting begitu hebat menurutnya.


Dari perkataan panjang dari Yoga, akhirnya terjawab sudah alasan di balik Marisa yang menyuruhnya menikah dengan Yoga kemarin lalu.Ternyata Marisa sudah mengetahui kalau Yoga ternyata masih mencintainya.


Andin menggeleng geleng kan kepalanya, saking takjub dengan cerita dari Yoga yang begitu menohok dirinya.Andin takjub dengan begitu hebatnya Yoga menutupi perasaannya.


"Lalu apa sekarang?" Tanya Andin pada Yoga yang terlihat sudah sedikit tenang.Sudah melepaskan pelukannya.


"Aku hanya ingin kau kembali ke pelukan ku seperti dulu." Yoga menatap mata Andin yang tampak memerah. Mengecup kening Andin dengan penuh cinta.


"Kalau aku tidak mau?" Andin memberikan pilihan.


"Cium aku dengan hati, anggap saja kau membalas semua kebaikan ku selama ini dengan satu ciuman saja.Maka akan aku lepaskan dirimu."


Andin tertawa walau dia tidak ingin tertawa.Pilihan yang sangat aneh. Pilihan yang harusnya dia tidak harus memilihnya.

__ADS_1


***


__ADS_2