Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Ayu #24


__ADS_3

Ayu terlihat diam sejenak.


"Memang berapa tarif mu?" Gerald bertanya kembali, mencoba tenang walau dia kaget tiba-tiba Ayu menawarkan diri kepada dirinya.Gerald juga tidak menyangka kalau Ayu juga bekerja sampingan dengan menjajakan dirinya.


"Dibawah satu juta bisa di nego." Jawab Ayu, tetap tanpa malu dan ragu. Dia seperti sudah biasa bertransaksi seperti itu.


Gerald terdiam sejenak.


Bukan memikirkan tawaran Ayu yang menawarkan diri kepadanya.Bukan juga memikirkan tarif yang Ayu tawarkan juga cukup murah.Tapi berpikir kenapa, cewek secantik Ayu rela merendahkan dirinya demi uang yang tidak seberapa besarnya.


Tapi mungkin Ayu punya permasalahan yang Gerald tidak ketahui, hingga Ayu rela menjajakan dirinya demi materi yang tidak seberapa nilainya.


Tapi Gerald tak berusaha mengorek apa alasan Ayu, hingga dia bisa melakukan hal seperti ini. Apapun alasannya, itu urusan pribadi Ayu yang hanya akan menjadi urusannya sendiri.Gerald tidak berhak mencampuri meski dia merasa miris dan kasihan.


Terlihat Gerald masuk kedalam kosan, mengambil kembali beberapa lembar uang seratus ribuan lalu berniat memberikannya pada Ayu,bukan sebagai uang muka atau apapun sejenisnya. Tapi Gerald hanya benar-benar ingin memberi ikhlas tanpa pamrih kepada Ayu.Dia tidak pernah jajan perempuan, dan dia juga tidak suka jajan. Jadi Gerald tidak tertarik pada tawaran Ayu kepadanya.


Tepat ketika Ayu menerima uang yang Gerald berikan, Andin sudah terlihat berjalan menuju ke arah Gerald dan Ayu duduk. Andin melihat dengan jelas kalau Gerald sedang memberikan uang kepada seorang wanita yang tidak di kenalnya.Jumlah uangnya juga cukup besar.


Mata Andin menatap tajam ke arah Ayu dan Gerald yang sedang duduk berduaan.


"Ayang!" Kata Gerald agak terbata bata setelah Andin tiba di depannya. "Ayang tau darimana aku disini?" Tanyanya yang kaget Andin bisa mengetahui keberadaannya.


Andin tak menjawab.


Dia hanya tampak memperhatikan Ayu yang sedang duduk di kursi sembari memegang uang yang di berikan Gerald barusan.Andin terus menatap wanita yang tak di kenalnya itu dengan tajam.Memperhatikan Ayu dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Siapa, Yang?" Tanya Andin sembari menunjuk kepada Ayu.


"Ayu." Jawab Ayu membantu Gerald menjawab pertanyaan Andin. " Temannya mas Agung, mbak." Jawab Ayu menambahkan, supaya Andin berhenti curiga kepada Gerald. Dari tatapan Andin, Ayu tau kalau Andin sedang curiga kepada dirinya.


"Ohh." Kata Andin lalu terlihat menggandeng tangan Gerald dan mengajaknya masuk ke dalam.


"Cewek itu pasti *****. " Kata Andin sembari berbisik di telinga Gerald.


"Kok kamu tau?" Terlihat Gerald yang kaget mendengar Andin tau siapa Ayu hanya dengan satu kali melihat.


"Tau lah." Jawab Andin, lalu duduk lesehan di karpet yang sudah ada di kamar Agung. Karpet usang yang masih berantakan bekas semalam pesta minum minuman keras.

__ADS_1


Gerald terlihat menutup pintu kamar kosan dengan rapat. Lalu menghampiri Andin yang duduk lesehan di karpet. Karena di dalam kosan Agung tidak ada kursi. Hanya ada sebuah kasur dan karpet dan beberapa lemari kecil tempat menyimpan baju dan peralatan makan.


Rumah kosan itu memang terlihat tidak terurus karena memang sehari harinya, Agung jarang pulang ke kosan. Karena hampir setiap hari Agung tidur di rumah Gerald. Kosan itu hanya menjadi tempat untuk nongkrong dan minum jika malam minggu atau jika teman teman Agung berkumpul setiap satu atau dua minggu sekali. Makanya kosannya agak terlihat kotor.


Andin terlihat memperhatikan Gerald yang terlihat sedikit lusuh hari itu. Gerald terlihat tidak seperti biasanya.Dia tampak terlihat acak acakan.Gerald tak terlihat segar walau tadi pagi dia sudah membersihkan dirinya di kamar mandi.


"Semalam Ayang tidak tidur kan sama cewek yang tadi?" Tanya Andin mencoba bertanya, siapa tau semalam memang Gerald tidur dengan cewek yang tadi dia lihat di luar.


Gerald menatap tajam wajah Andin dan terlihat sedikit mencubit bibir Andin dengan kesal. "Bukan semalam, tapi nanti malam! Baru aku kasih uang DP buat nanti malam."


Andin mendelik, wajahnya terlihat kesal melihat Gerald menjawab seperti itu.Andin tau Gerald sedang bercanda, tapi candaannya tidak lucu menurutnya.


"Sekali kali kan, ngerasain gimana rasanya servis *****." Jawabnya lagi, ga tanggung tanggung membuat Andin semakin kesal.


Andin tak mendebat lagi perkataan Gerald yang ga jelas arahnya. Matanya fokus ke satu titik di kamar itu. Bekas botol botol anggur merah dan gelas gelas yang masih berantakan bekas semalam.


"Semalam Ayang minum?" Tanya Andin dengan menatap wajah Gerald yang sedang terlihat memperhatikannya juga.


Gerald memalingkan wajahnya, tapi kemudian menjawab pertanyaan Andin dengan jujur. Tak ada gunanya juga dia berbohong.


"Cuma untuk menghilangkan sedikit beban hidup aja, Yang!" Jawabnya sambil terlihat mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.


"Beban tekanan batin cinta." Jawab Gerald singkat, seadanya.


"Apaan sih, Ayang ini ga jelas?"


"Memang hidup ku selalu tidak jelas. Kenapa memang? Pacar ku juga tidak jelas, pacaran sama siapa?"


Andin mulai merasakan kalau Gerald sedang mau mengeluarkan sesuatu di hatinya. Andin merasa kalau Gerald sedang mengalami kemarahan yang sedang berusaha dia bendung.


"Ayang kenapa? Marah sama aku?" Tanya Andin yang sadar diri Gerald sedang marah kepada dirinya.Gerald tidak mungkin melakukan semua ini jika memang dia tidak sedang marah.


"Enggak, aku enggak marah sama Ayang! Aku hanya sedang menceritakan sedikit beban yang ada di hidup ku aja.Tadi kan Ayang tanya kenapa semalam aku minum?"


"Tapi nada bicara Ayang, seperti yang lagi kesal sama aku."


Gerald tersenyum pahit.

__ADS_1


Dia menatap wajah Andin yang terlihat begitu cantik hari ini. Sedikit riasan matanya tampak memperindah matanya yang sudah terlihat indah. Tapi Gerald sedih, tiba-tiba dia teringat kalau mungkin dia akan kehilangan mata yang indah itu untuk selamanya.Gerald tak akan lagi bisa menatapnya setelah ini.


"Kenapa aku harus kesal sama Ayang?" Gerald malah balik bertanya.


Andin terdiam.


"Ayang, belum jawab pertanyaan ku yang tadi, kenapa Ayang tau kalau aku ada di sini?" Gerald tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.Ia heran kenapa Andin bisa tau Gerald ada di kosan Agung.


"Agung yang bilang." Jawab Andin masih dengan wajah yang sedikit cemberut.


"Dimana ketemu sama Agung?"


"Ya di rumah Ayang lah, emang dimana?"


"Emang Ayang enggak kerja?"


"Kan hari ini hari minggu,aku libur!"


"Ohh iya, aku lupa kalau hari ini hari minggu. " Kata Gerald, pura pura kaget. "Tapi kan, Ayang kerja tujuh hari dalam seminggu. Dua puluh empat jam pula kerjanya. Aku terharu lo, Ayang bisa menyempatkan untuk datang nemuin aku di sini. "


Andin semakin tersadar kalau Gerald dari tadi sedang menyindir dirinya.


"Aku datang salah,ga datang juga makin salah. Serba salah jadinya." Gerutu Andin tiba-tiba, dia merasa kesal karena semua yang dia lakukan selalu saja salah. Andin juga tidak tau, kenapa Gerald tiba tiba bersikap seperti itu kepada dirinya.


"Ayang ga salah, kedatangan Ayang kesini sudah paling benar. Cuma, aku kaget aja tiba-tiba Ayang bisa menyempatkan waktu untuk datang ke sini. Biasanya kan Ayang sibuk, sama Yoga! Biasanya kan Ayang selalu mementingkan perasaan Yoga dari pada aku!" Gerald tetap menyindir Andin dengan kata kata yang halus.


Andin terlihat menghela nafasnya berkali-kali. Lalu terlihat mendekat ke arah Gerald lalu memegang tangannya. "Katakan apapun yang ingin ayang katakan! Keluarkan semuanya, mumpung aku masih bisa mendengar semua keluhan Ayang!" Akhirnya Andin tau kemana arah pembicaraan Gerald yang sejak tadi berputar putar ke sana kesini.


Gerald terlihat menghempas genggaman tangan Andin dengan halus. Tapi dia tak bicara apa apa lagi.


"Aku datang, karena Ayang yang menyuruh aku untuk pulang ke rumah. Tapi Ayang tidak ada di tempat, aku tunggu sampai malam, ngobrol sama Fadil sambil nunggu hape Ayang aktif. Karena dari kemarin hape Ayang susah di hubungi." Andin berbicara dengan lirih dan penuh perasaan. "Aku datang, Ayang malah di sini minum minum sama orang lain! Ngobrol bareng sama cewek ga jelas asal usulnya. Kok malah Ayang yang marah sama aku? "


Dalam hati Gerald sebenarnya kaget ketika mendengar Andin ternyata pulang ke rumah dan menunggu dia datang semalam. Gerald tidak menyangka kalau ucapan dia kemarin siang, benar benar membuat Andin kembali ke rumahnya.


"Terus kenapa, Ayang tiba-tiba memutuskan untuk pulang ke rumah?" Gerald bertanya alasan Andin pulang ke rumahnya.


"Ya karena aku cinta sama Ayang! Aku mau Ayang bahagia, kok pakai nanya kenapa aku pulang? Aku tau aku banyak melakukan kesalahan sama Ayang, sekarang aku mau coba perbaiki. "

__ADS_1


Gerald termenung mendengar jawaban dari Andin, jawaban yang ingin sekali dia dengar dari dulu.Tapi Gerald merasa kalau jawaban Andin agak sedikit terlambat.Hatinya sudah terlanjur sakit.


***


__ADS_2