
Dari semenjak Andin dan Gerald memutuskan berpisah, mereka menjalani hidupnya masing-masing setelah hari itu. Mereka berdua tak lagi bekerja sama untuk urusan apapun. Andin memutuskan untuk tidak membuka jalan komunikasi apapun untuk Gerald. Tidak telpon ataupun sosial Media yang Andin punya, Andin memblokir semuanya.
Andin tak ingin Gerald mengetahui apapun tentang dirinya. Andin ingin Gerald hidup bahagia dengan orang lain, tak memikirkan tentang dirinya lagi. Andin memutuskan untuk tetap berkarir di bidang kuliner bersama Yoga, tetap mengelola Resto yang telah di rintis nya bersama sama.
Andin meninggalkan semua hal yang telah di milikinya bersama Gerald. Dia tidak ingin membagi dua apapun, baik itu rumah ataupun mobil yang mereka beli secara bersama-sama. Dia juga tak ingin mengambil uang miliknya yang ada di tabungan Gerald. Andin memilih melepaskan semuanya tanpa beban. Dia ikhlas meninggalkan semuanya untuk Gerald.
Andin telah membulatkan tekadnya, tetap menemani Yoga sampai dia menemukan pasangan hidupnya.Tetap menjalani janji yang sudah dia utarakan kepada Yoga selama ini. Hidup tenang tanpa harus berdebat dengan Gerald tentang Yoga setiap waktu. Sekarang Andin sudah tidak perlu lagi menjelaskan tentang apapun kepada Gerald. Tidak lagi harus meyakinkan sepenuh hati siapa yang ada di hatinya sebenarnya.
***
Sedangkan Gerald kembali fokus menjadi youtuber dengan lima juta Subscribernya. Dia kembali aktif menjalani hari hari yang selalu padat dengan jadwal syuting ke luar kota. Dan di sela sela kesibukannya sebagai Youtober, Gerald masih menyempatkan mengelola bisnis parfum yang dulu di jalaninya bersama Andin.
Tadinya Gerald akan memberhentikan bisnis parfum yang dia mulai bersama Andin dulu. Tapi karena omset penjualan parfum yang selalu bagus, dan keuntungan yang lebih dari lumayan dari bisnis ini,membuat Gerald menghentikan niatnya. Ada banyak orang yang bergantung hidupnya pada bisnis yang sedang dia jalani, jika di berhentikan otomatis akan ada banyak juga orang yang akan berhenti bekerja, kehilangan pekerjaan mereka. Gerald tidak tega!
Padahal Gerald sendiri tidak ingin meneruskan bisnis itu, karena sebenarnya dulu ketika toko di salah satu market place itu di buka. Toko itu sebenarnya milik Andin. Cuma, karena waktu itu Andin juga bekerja sebagai editor di kantornya, Andin sering kewalahan memegang tokonya. Jadi Gerald selalu membantu mengelola toko itu. Dan mereka berdua sepakat untuk membagi dua keuntungannya. Dari situlah bisnis itu di mulai.
Tapi sekarang, Andin sudah pergi dari hidupnya. Dia memilih tetap bersama Yoga, sahabatnya. Dari pada kembali ke dalam kehidupannya.Andin lebih memilih melepaskan dia, daripada menuruti keinginannya untuk menjauhi Yoga.Meski sakit, tapi Gerald harus terima apa yang telah dia dan Andin putuskan.Walau terasa begitu berat, hidup harus terus berjalan. Andin tidak akan pernah kembali meski Gerald menghancurkan hidupnya kembali menjadi seorang pemabuk.
Andin tetap tak bergeming walau Gerald sudah bersimpuh dan meminta maaf.Andin tak mengindahkannya walau Gerald sudah begitu memohon.Bagi Andin semuanya sudah terlambat. Tak ada lagi yang harus dia pertahankan.
Gerald harus realistis, jika memang dia tidak bisa memiliki Andin tapi dia juga tidak harus hancur karena kehilangan Andin. Hidup harus terus berjalan meski sangat berat kehilangan belahan jiwanya.
Andin pernah berpesan di chat nya yang terakhir sebelum WhatsApp nya di blok oleh dia. Bahwa cinta akan menemukan jalannya. Jika memang berjodoh apapun kesulitannya pasti akan bersama. Dan jika tidak berjodoh, tetap akan berpisah walau bagaimana pun kita berusaha mempertahankannya.
__ADS_1
*Tak ada yang pernah menyangka kalau akhirnya hubungan kita akan berakhir seperti ini. Baik aku ataupun dirimu tak pernah ada yang membayangkannya. Baik aku ataupun dirimu, kita berdua pasti terluka karena perpisahan ini. Tapi, aku tak pernah ingin benar-benar berpisah, jika kamu mengerti posisi ku.
Tapi, jika memang ini yang terbaik. Aku akan ikhlas, melepaskan mu dari hidup ku. Cinta adalah anugrah dari Tuhan. Yang aku bisa lakukan hanyalah menjaganya! Menjaga cinta ku untuk mu, semoga tetap abadi sampai di titik suatu hari nanti kita akan di pertemukan kembali dengan segala kemudahan. Cinta akan menemukan jalannya!Jika kita berjodoh, kita akan bersatu kembali suatu hari nanti!*
Jaga dirimu baik baik, karena semua hal buruk tidak akan mengubah segalanya*
Begitu yang di tulis Andin dalam pesannya untuk terakhir kalinya.
Gerald masih menyimpan chat terakhir Andin untuknya itu. Sering sekali dalam sehari dia mengulang ulang kembali membacanya. Untuk sekedar mengurangi rasa rindu dia kepada Andin.
Bagaimanapun Andin telah begitu lama mengisi hati dan jiwanya. Ribuan hari telah mereka habiskan bersama. Dan jika hari ini mereka memutuskan untuk berpisah, tentu itu tidak mudah untuk Gerald.
Tapi perpisahan ini terjadi karena semua keangkuhannya. Semuanya terjadi karena kesalahannya. Gerald yang terlebih dulu menyakiti hati Andin. Gerald tak bisa menolak apa yang telah Andin putuskan. Meski itu membuatnya hancur.
***
Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin dia memutuskan berpisah dari Andin. Dan hari ini tepat dua tahun perpisahan mereka. Gerald menghitungnya dari hari ke hari. Gerald mengingat setiap hal yang terjadi dua tahun yang lalu. Dan baginya, Andin selalu ada di hatinya. Tetap ada dalam ingatannya, dalam kenangan masa lalunya. Baginya, Andin tidak pernah pergi! Yang pergi hanya bayangannya saja! Sosoknya tak pernah tergantikan dengan siapapun.
Gerald tengah duduk terpekur sendirian di balkon lantai dua rumahnya. Dia sedang termenung, entah apa yang sedang dia renungkan.Dia duduk sambil menyedot satu batang rokok yang sudah mulai pendek.
Suara pintu menuju ke arah balkon terdengar dibuka dengan paksa oleh Ica. Gerald menoleh, menatap Ica yang masuk ke kamarnya dengan wajah yang penuh emosi. Ica tampak begitu marah kepadanya.
"Apa maksudnya ini, Ge?" Kata Ica sambil menyodorkan laporan keuangan yang baru saja di periksa nya.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Kenapa keuntungan yang kita dapat, setiap bulan uangnya hilang setengah nya?" Kata Ica sambil tetap marah marah.
"Kan aku sudah bilang, keuntungan bersih yang kita dapat kita sepakat untuk di bagi tiga,Ca. Ya,,,aku masukin ke tabungan aku yang satunya!"
"Bagi tiga dengan siapa?" kata Ica semakin melotot.
"Aku sudah bilang, aku kirim ke rekening atas namaku di Bank yang lain,sebagai kompensasi untuk Andin." Jawab Gerald.
"Kok Andin? Dia kan ga kerja?" Ica tambah marah mendengar Gerald mengatakan Andin dapat bagian, untuk semua kerja kerasnya selama ini .
"Tapi kan toko itu punya dia, kamu juga tau, kan?" Gerald tak kalah bicara.
"Tapi kan aku yang bekerja keras." Bantah Ica.
"Kan aku sudah memberi apa yang sudah jadi bagian kamu,Ca." Kata Gerald menjelaskan kembali pada Ica kalau dia sudah mendapatkan apa yang menjadi hak dia.
"Untuk apa, kau tetap menyimpan uang yang jadi hak Andin,Ge? Bahkan dia sudah menghibahkan semua uangnya untuk panti asuhan. Tapi kau tidak memenuhi amanahnya. "
"Aku sudah berikan 2,5 persen yang harusnya Andin zakat kan dari hartanya yang ada padaku ke panti Asuhan yang telah dia tuliskan waktu itu.Dan aku menyimpan semua uangnya, bukan untuk aku nikmati sendiri. Aku hanya menjalankan tugasku sebagai partner dia dalam bekerja.Memberikan bagian yang harusnya dia terima,Uang itu hasil kerja keras Andin merintis bisnis dari nol bersamaku. Bahkan ketika memutuskan untuk berpisah dari ku, dia tak mengambil sepeserpun dari uang yang kami hasilkan bersama." Kata Gerald dengan tegas. "Usaha yang kau jalankan sekarang, itu hasil kerja keras Andin dan aku dari nol. Kau sekarang hanya tinggal meneruskannya! Tak perlu banyak bertanya kemana uang itu pergi, yang penting aku sudah memberikan apa yang harusnya jadi milikmu." Kata Gerald lalu beranjak dari duduknya meninggalkan Ica yang masih tertegun di sana.
***
__ADS_1