Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Gerald Minum kembali #23


__ADS_3

Setelah keluar dari Restoran Andin, Gerald tidak bergegas pulang ke rumah. Dia malah pergi ke suatu tempat. Dia datang ke kosan Agung yang ada di Simpang. Kebetulan memang Agung sedang ada di kosan. Dia sudah pulang dari kantor, di rumah Gerald.Sudah tidak ada kerjaan lagi katanya. Dia pulang cepat hari ini, sengaja untuk menikmati malam bersama teman-teman nya yang lain di kost-an.


"Wih, ada abang kita tercinta nih!" Sapa salah satu dari mereka menyapa Gerald yang baru saja datang di depan pintu.


Gerald tersenyum, lalu melempar jaket yang baru saja di bukannya ke atas kasur.Lalu duduk lesehan bersama mereka.


"Tumben banget bang, kemari?" Sapa yang lainnya lagi.


"Iya, biasa baru sempet nih! Sibuk." Jawabnya sambil tersenyum kepada orang yang bertanya kepadanya, Lalu merebahkan tubuhnya di lantai, yang hanya di lapisi satu tikar tipis yang sudah usang. "Mau oplosan,apa Amer nih?" Tanya Gerald pada mereka yang tengah asyik berkumpul.


Mereka terlihat bersorak bahagia mendengar Gerald menawarkan Amer kepada mereka." Yeyyy, pesta nih malam ini kita!" Terdengar beberapa dari mereka bertepuk tangan.Berbahagia karena ada donatur yang menyumbang anggur merah di malam ini.


"Gung, beli Amer 4 botol nih! Kita pesta." Kata Gerald sambil melempar segepok uang seratus ribuan yang dia keluarkan dari dompetnya ke arah Agung yang terlihat masih memegang gitar di depan pintu.


Sejenak Agung terlihat memandangi Gerald,lalu Agung meraih uang yang di lemparkan kepadanya, lalu pergi membeli apa yang tadi di suruh oleh Gerald, 4 botol anggur merah beserta cemilan untuk oplosan.


Agak mengherankan memang melihat Gerald yang tiba tiba ikut minum bersama mereka. Sudah lama sekali Gerald tak pernah menyentuh minuman keras jenis apapun. Tapi Agung tak bisa bertanya di depan semua orang saat itu.


***


Esok paginya.


Hari masih pagi ketika Gerald terbangun dari tidurnya dan merasakan kepalanya yang terasa begitu berat. Dia masih terbaring di kosan Agung dari semalam.Dia baru tersadar kalau tadi malam dia ternyata tidak pulang ke rumah.


"Lo udah lama berhenti minum, bang!" Kata Agung yang menyadari sahabatnya sedang merasa kesakitan.Mencoba membantu Gerald yang berusaha untuk terbangun tapi tak bisa karena kepalanya begitu pusing.


Gerald tak menjawab.


Dia hanya terlihat memegangi kepalanya yang terasa berat.Dia juga terlihat menahan rasa mual di perutnya. Berkali-kali dia akan muntah.Padahal, dari semalam Gerald sudah berkali-kali muntah.


"Lo kenapa? " Tanya Agung yang masih penasaran kenapa Gerald bersikap aneh dari semalam. Tak seperti biasanya Gerald datang ke kosannya.Lalu ikut minum minum di sana bersamanya.

__ADS_1


Gerald masih tidak menjawab.Dia masih sibuk dengan kepalanya yang berat dan perutnya yang terasa mual.


"Tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan.Tidak perlu dengan menyakiti diri sendiri seperti ini. Semalam Abang minum bukan untuk having fun,bang.Tapi untuk menyakiti diri lo sendiri." Agung tetap bicara walaupun Gerald tidak mau menjawab pertanyaannya.


Gerald masih tidak mau menjawab pertanyaan Agung.Dia masih membisu.


"Semalam Fadil dan Ica nyariin elo. Mereka khawatir kenapa sampai malem lo belum pulang ke rumah. Masa iya gue bilang, lo disini lagi pada mabok sama anak anak."


"Terus lo bilang apa ke mereka?" Barulah terdengar Gerald mengeluarkan suara.


"Ya gue bilang, emang elo disini lagi temenin gue.Temenin gue mabok!" Kata Agung sambil nyengir. Dia tidak benar benar bilang Gerald mabok kepada Fadil dan Ica. Agung hanya bercanda.


"Ya udah bagus!" Jawab Gerald sembari berusaha bangun.


Agung membantu Gerald yang kesusahan bangun dari tempat tidurnya. Lalu terlihat Agung memapah Gerald menuju ke kamar mandi.


Setelah Gerald membersihkan diri di kamar mandi. Agung menyiapkan sarapan untuk Gerald. Sepiring nasi kuning beserta lauknya dan satu gelas teh tawar panas.


Gerald hanya memandangi sarapan yang telah disediakan Agung itu. "Kenapa sih,sarapan itu mesti nasi kuning?" Tanyanya, sambil nyengir, seperti yang sudah merasa bosan dengan nasi kuning yang selalu dilihatnya setiap pagi.


Terlihat kening Gerald berkerut. "Emang kenapa?"


"Karena yang jualannya janda kembang, bang! Wihh,bohayyy ! " Jawab Agung sambil menatap ke depan kosan dia.Dimana tukang nasi kuning yang dia bilang itu berada. Ternyata tukang nasi kuning yang dia bilang itu tepat berada di depan kosan dia.Tetangga satu kosan yang rumahnya saling bersebrangan.


Gerald terdengar tertawa. "Pantesan lo betah banget diam di kosan, taunya ada janda kembang di sini."


"stttt." Terlihat Agung mengacungkan telunjuknya ke mulut.


Gerald masih saja cekikikan walau Agung sudah menyuruhnya diam. " Siapa namanya?" Gerald mulai terlihat kepo.


"Namanya Ayu, dia orang Magelang."

__ADS_1


"Ohhh," Jawab Gerald terlihat mengangguk anggukan kepala.


Dari semenjak semalam,Agung baru melihat senyum di bibir Gerald pagi ini.Gerald tertawa lepas, menertawakan dirinya yang bercerita tentang Ayu.Senyum yang sudah lama tak pernah dia lihat.


***


Agung sudah pergi ke kantor tadi pagi setelah Gerald selesai sarapan pagi.Agung ada janji bersama Fadil untuk mengantarnya ke suatu tempat.Walaupun sebenarnya hari ini hari minggu,harusnya Agung libur dan istirahat. Tapi Fadil memaksanya untuk tetap pergi.


Sedangkan Gerald masih belum mau pulang dari kosan Agung. Dia masih betah tinggal di sana, bukan karena ada janda kembang yang tadi Agung bilang. Tapi dia takut pulang, karena takut menerima kenyataan kalau Andin memang tidak datang ke rumahnya tadi malam. Dan kalau memang benar dia tidak datang, Gerald sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak lagi meminta apapun kepada Andin.


Gerald tidak berani menebak kalau Andin akan datang, karena sebelumnya pun pernah. Andin akan lebih mementingkan Yoga daripada dirinya.Selalu seperti itu, sudah berulang ulang kali.


Sebungkus rokok yang ada di depannya, sudah tinggal beberapa batang lagi tersisa di dalam bungkusnya. Tapi Gerald belum mau beranjak dari kursi di depan kosan Agung itu. Dia masih asyik menikmati bergelas gelas kopi yang sudah dia habiskan dari tadi.


Terlihat seorang gadis menghampirinya. "Masih kurang mas, kopinya?" Tanyanya menanyakan apakah Gerald akan mengisi kembali gelas kopinya yang telah kosong.


Gerald tersenyum menggeleng. "Enggak, Yu." Jawab Gerald pada wanita yang menghampirinya itu yang tidak lain adalah Ayu. Janda kembang yang Agung bicarakan tadi pagi. Dan Gerald sudah berkenalan dengan Ayu tadi pagi juga setelah Agung pergi meninggalkannya.


Ayu menghampiri Gerald yang tengah duduk sambil melamun di kursi depan kosan.Lalu duduk di sampingnya.


"Kirain masih kurang?" Tanya perempuan yang di panggil Gerald Ayu itu kemudian.


"Sudah, cukup." Jawab Gerald singkat.


Ayu malah terlihat lebih mendekat kepada Gerald. "Aku mau menawarkan sesuatu, mas." Kata Ayu terlihat serius. "Siapa tau masnya lagi butuh."


Gerald menatap wajah Ayu yang memang tidak selugu namanya.Ada sedikit perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di hati Gerald.Apa kira kira yang akan Ayu tawarkan kepadanya.


"Menawarkan apa, Yu? " Gerald mencoba bertanya.


"Menawarkan diri.Siapa tau masnya lagi butuh di servis." Jawab Ayu dengan datar, tanpa ragu dan malu.

__ADS_1


"Maksudnya,?" Gerald agak terperanjat mendengar Ayu tiba tiba bicara seperti itu.Gerald berpura-pura tidak mengerti apa yang Ayu katakan kepada dirinya.


***


__ADS_2