
"Ya marah lah,kau kira satu jam itu sebentar? Lama bodoh! Tau diri lah dikit, ada pacar kau yang sedang menunggu. Aku gak ikut karena ku pikir cuma sebentar. " Kata Andin sambil cemberut.
"Kau ini cewek paling aneh sedunia. Ada aja alasan kau kalau sedang cemburu. "
"Mana ada cemburu? Gak pernah aku cemburu gara-gara masalah kerjaan. Aku itu profesional kalau dalam pekerjaan. " Bantah Andin.
"Ya udah gak usah marah kalau emang profesional. " Balas Gerald. "Otak kau profesional. Cemburu kau bilang profesional. Bodoh! Mana ada profesional kayak gini? Marah marah gak jelas ujung pangkalnya. Kan tadi sudah ku ajak, karena aku tau aku pasti agak lama. Kau yang bilang tidak mau."
Andin tak bicara lagi. Malas rasanya menimpali perkataan Gerald yang juga tidak mau kalah.
Andin tau kalau Gerald sedang kesal pada dirinya gara-gara perdebatan yang tadi. Dan sekarang Gerald seperti sedang berusaha membuatnya cemburu.Urusan yang seharusnya bisa di selesaikan beberapa menit menjadi lebih dari satu jam.
Disepanjang jalan Andin mengunci mulutnya. Gerald juga tak terdengar bicara. Mereka saling terdiam satu sama lain.
Tapi lama lama Andin jenuh juga di diamkan dari tadi. Gerald bahkan tidak berusaha meminta maaf atau berusaha mengajaknya bicara.
"Antar aku ke kosan aja, aku belum kerjain laporan keuangan bulan ini. Semuanya harus selesai besok pagi. " Kata Andin mencoba memancing pembicaraan agar Gerald bicara.
"Ya.. " Jawab Gerald pendek tak berekspresi.
"Yang,,! " Andin berteriak.
"Apa? " Jawab Gerald sambil menoleh.
"Kok dari tadi iya iya aja sih. " Kata Andin dengan cemberut.
"Terus harusnya gimana? "
"Harusnya kamu baikin aku dong! " Jawab Andin dengan ketus.
Gerald tertawa kecil.
"Mau di baik baikin gimana cantik? " Kata Gerald dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.
Gerald tetap berusaha tersenyum meski hatinya kesal.
"Ya apa kek, diam terus dari tadi. Ngapain kita jalan kalau ujung ujungnya langsung pulang? "
"Aku kan nggak ngajak kamu pergi. Aku cuma datang melihat apa kamu sudah datang atau belum ke Resto. " Jawab Gerald membantah perkataan Andin yang salah menurutnya.Gerald memang tidak berniat mengajaknya pergi tadi.
"Ayang.. " Teriak Andin.
"Loh iya kan? " Gerald malah balik bertanya.
Andin cemberut memperlihatkan kekesalannya.
"Ya terus kamu maunya kemana? " Tanya Gerald yang bingung Andin mengajaknya pergi tapi tidak bilang mau kemana.
__ADS_1
"Ya kemana kek. Ga peka banget jadi pacar. " Jawab Andin dengan wajah yang cemberut.
"Aku ada kerjaan sore ini, Yang. Aku nggak bisa ngajak kamu jalan sore ini. " Kata Gerald menjelaskan kalau sore ini dia ada kerjaan. Selain memang dia juga sedang malas pergi bersama Andin.Dia masih kesal karena Andin pergi jalan dengan Yoga dengan mematikan ponselnya agar Gerald tidak bisa menghubunginya.
"Cancel aja, aku mau jalan jalan. " Kata Andin ngotot.
"Ga bisa lah. Masa harus jadwal ulang lagi, ga profesional aku jadinya kalau aku cancel. Kasian mereka sudah capek nungguin jadwal kita yang padat banget ini. Kalau di jadwal ulang mereka bisa memutus hubungan kerja kita. Aku harus ganti rugi dong. "
"Ya tinggal ganti, apa susahnya? "
"Nominalnya ga kecil sayang. " Jawab Gerald sambil menoleh ke arah Andin.
"Berapa? Biar aku yang ganti. "
Gerald terdiam.
Menatap mata Andin dan mencoba menyelami hatinya.
"Ga bisa, Yang! " Gerald tetap berusaha tidak bisa mengabulkan permintaan Andin sore ini, karena memang benar benar ada kerjaan.
"Aku gak mau tau." Kata Andin tak perduli.
Gerald kembali terdiam.
Bingung rasanya memikirkan bagaimana caranya membatalkan pertemuan dengan kliennya sore ini. Andin ngotot kalau ia jangan pergi. Tapi Gerald sudah berjanji akan datang sore itu. Tidak enak rasanya tiba-tiba membatalkan janji padahal sudah di jadwalkan dari lama.
"Oke.Kalau gitu aku turun disini! " Kata Andin dengan raut wajah penuh kekecewaan.
"Kok turun di sini? " Gerald terlihat bingung.
"Karena aku mau turun di sini. "
"Aku antar sampai rumah. " Ajak Gerald.
"Nggak! Aku mau turun di sini! " Andin tetap kekeh dengan pendiriannya.
"Andin."
"Aku mau turun di sini. " Kata Andin dengan lebih tegas sambil berusaha membuka pintu mobil.
Gerald menghentikan mobilnya.
Dengan cepat Andin keluar dari mobil Gerald.
"Oke,, aku akan batalin pertemuan aku hari ini. " Gerald akhirnya mengalah demi Andin. "Naiklah! "
Andin berjalan pura-pura tak perduli dengan perkataan Gerald. Ia terus berjalan menyusuri jalanan.
__ADS_1
"Yang ayolah.. sudah jangan marah! Aku minta maaf atas sikapku hari ini. " Gerald berusaha membujuk Andin yang sedang marah.
Andin masih tidak bergeming. Ia tetap berjalan tanpa menoleh kearah Gerald yang masih mengikuti nya dengan mobilnya.
Gerald menghentikan mobilnya kembali.
Ia kemudian turun lalu mengejar Andin yang berjalan cepat di depannya.
"Yang..!" Kata Gerald sembari menarik tangan Andin yang terus saja berjalan. "Oke,, kau mau kemana sekarang? "
"Mau jalan jalan. " Jawab Andin sambil tersenyum melihat Gerald mengejarnya.
"Iya jalan kemana? "
"Kok kayaknya ga ikhlas gitu sih ngomongnya, teriak teriak. " Kata Andin dengan manja.
Gerald menggelengkan kepalanya sambil berdecak.
"Oke, sayang mau kemana kita hari ini? Aku akan anterin kemana aja yang kamu suka. " Tanya Gerald sambil tersenyum ngenes.Kesal dia melihat tingkah Andin seperti ini.
"Ya jalan. Jalan kaki kayak gini. " Jawab Andin sambil tersenyum kecil. Andin tau Gerald sedang begitu kesal pada dirinya. Tapi ia berusaha bersikap sok baik karena terpaksa. Maka itu Andin tertawa. Lucu melihat Gerald yang terlihat sedikit tertekan.
"Yang jangan bercanda, jalan kaki kemana? Mobil ku parkir di jalanan. Menghalangi jalan orang. "
Andin berbalik kearah Gerald yang tiba-tiba berhenti berjalan. Lalu tersenyum kembali.
"Iya kita balik ke mobil lagi aja! " Jawabnya sambil menggandeng tangan Gerald.
"Nah gitu dong! Jangan diam aja! Ayang itu ga boleh marah sama aku! Ayang harus baikin aku terus. " Kata Andin sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gerald sambil berjalan.
"Matamu gak boleh marah. Kamu aja cemburu kok aku meeting dengan cewek cantik, masa aku nggak boleh cemburu sama Yoga sih. "
"Oh jadi menurutmu cewek tadi itu cantik? "
"Iyalah,, lebih cantik dari kau. "
"Tapi kau jatuh cintanya sama aku berarti aku lebih cantik dari dia kan? " Jawab Andin dengan begitu percaya diri.
Gerald tertawa.
"Sebenernya aku gak cemburu loh, aku cuma akting aja tadi. Cuma biar cari perhatian Ayang aja. " Kata Andin sambil melirik genit kepada Gerald.
"Masa? "
"Iyalah,, emang kapan aku cemburu sama klien. Mau cantik kek, mau nggak kek. Nggak perduli aku. "
"Alah,,, sok sok an ga cemburu padahal di hati ngenes. " Kata Gerald kemudian mereka berdua kembali naik ke dalam mobil.
__ADS_1
***