Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Gerald mulai menyerah #22


__ADS_3

Matahari sudah tinggi ketika Gerald selesai mengantarkan pulang Ica dan tante Rahma. Gerald berniat pergi ke Restoran tempat Andin bekerja walau dengan perasaan ragu. Malas rasanya setiap kali dia ingin menemui Andin, Gerald selalu melihat pemandangan yang tak pernah dia ingin lihat. Melihat Andin selalu bersama dengan Yoga membuat hatinya sakit, tapi dia harus tetap melihatnya kalau dia ingin bertemu dengan Andin.


Tak berapa lama, mobilnya telah terparkir di depan Restoran tempat Andin bekerja. Tapi dia tak terburu-buru untuk turun. Dia hanya duduk di mobil memperhatikan ke depan sana dengan seksama.Entah apa juga yang sedang dia lihat saat itu.Pandangannya kosong menatap restoran tempat Andin bekerja. Dia ingin bertemu dengan Andin tapi Gerald seperti yang malas untuk turun.


"Selamat datang di Restoran kami!" Sapa seorang pelayan restoran menyapa Gerald yang baru saja duduk.


Akhirnya Gerald memberanikan dirinya untuk turun dari mobil.


"Mau pesan apa mas?" Tanya lagi sang pelayan restoran kepadanya.


"Menu nya?" Gerald bertanya tentang menu, seolah dia memang ingin makan di situ.


"Oh iya, sebentar saya ambilkan dulu,mas!" Jawab sang pelayan kemudian mengambil buku menu ke belakang meja yang ada buku menunya. Karena kebetulan di meja yang Gerald duduki, buku menunya tidak ada.


Setelah terlihat membuka dua kali buku menu, Gerald terlihat menunjuk salah satu minuman di menu tersebut.


"Ada tambahan yang lainnya, mas?" Tambah sang pelayan.


Gerald menggeleng.


"Baik, di tunggu sebentar ya.mas!" Sang pelayan berlalu sembari melemparkan sebuah senyuman.


Gerald duduk sembari menatap ke segala ruangan. Tampak agak lumayan rame siang itu, mungkin karena kebetulan waktunya jam makan siang para pekerja kantoran.Makanya pengunjung tampak agak penuh siang itu.


Beberapa menit kemudian sang pelayan datang kembali membawakan sebuah minuman yang di pesan oleh Gerald tadi.


"Bisa tolong panggilkan Andin, mas!" Kata Gerald terlihat meminta tolong pada pelayan tersebut.


Sang pelayan agak terdiam sejenak sambil berpikir.Lalu menjawab. "Ohh, iya." Jawabnya. " Kalau boleh tau sama mas siapa ini ya?"

__ADS_1


"Bilang Gerald mau bertemu!" Jawab Gerald sembari mulai meneguk minuman yang baru saja di suguhkan padanya.


"Baik, mas." Kata sang pelayan restoran kemudian menyampaikan pesan yang di berikan oleh Gerald kepada Andin di ruangannya.


Tak berapa lama setelah pelayan pergi datanglah Andin dari arah belakang. Karena ruangan kerja Andin memang berada di area belakang restoran. Andin terlihat setengah berlari menghampiri Gerald.


Dengan wajah yang sumringah dia tampak terlihat melambaikan tangan kepada Gerald yang sedang menunggunya.Sebuah senyuman bahagia terukir jelas di bibirnya melihat Gerald tengah duduk menunggunya.


"Hai." Sapa nya terlihat begitu bahagia. "Ayang kok ga bilang bilang mau datang kesini?" Sembari terlihat mencium mesra pipi kanan Gerald.


"Kejutan." Jawab Gerald pendek.


"Ayo ikut aku ke belakang, ga enak ngobrol disini!" Kata Andin lalu menuntun Gerald pergi ke ruangannya.


Gerald hanya mengikuti kemana Andin menuntunnya dan berharap dia tidak akan bertemu dengan Yoga di belakang.Yoga yang sangat di bencinya.


"Ayang kok, tiba-tiba datang sih? aku terharu lo, Yang." Kata Andin setiba di ruangannya.


Andin tersenyum lalu memegang tangan Gerald dengan lembut. "Bukan gitu, lo. Aku cuma..."


"Cuma enggak mau pisah sama Yoga?" Gerald memotong perkataan Andin.


Andin mendelik, bingung dengan perkataan Gerald yang seperti sedang menyindirnya. "Ayang jauh jauh datang kemari cuma mau ngomong itu?" Kata Andin seraya melepaskan pegangan tangannya kepada Gerald.


"Bukan!" Gerald dengan cepat memeluk Andin yang mulai melepaskan genggaman tangannya.


Andin terdiam, Gerald juga terdiam. Mereka hanya saling berpelukan tanpa tau harus berkata apa.Gerald sebenarnya tidak ingin memulai pertengkaran, tapi dia keceplosan bicara seperti tadi.


Andin mendudukkan Gerald di kursi. Sedangkan dia terduduk di bawah lantai sembari tangannya bertumpu memegang kaki Gerald.

__ADS_1


"Maaf jika selama ini aku banyak menyakiti hatimu, Ayang." Kata Andin dengan raut muka yang sedih. "Aku sebenarnya tau perasaan Ayang, aku ngerti perasaan Ayang, aku tau ayang sering kecewa karena sikap ku. Tapi Ayang harus yakin, kalau aku tidak dengan sengaja melakukan itu."


Gerald terdiam, dia hanya menatap wajah wanita yang di cintai nya dengan sayu.Ada segumpal air mata yang berusaha ia tahan agar tidak jatuh terurai di pipinya.Dia datang menemui Andin sebenarnya bukan ingin berdebat, tapi karena suasana yang selalu mencekam ketika dia sudah membicarakan tentang Yoga, Gerald jadi sering terbawa emosi.Gerald sudah menahan sebisa mungkin emosinya. Tapi dia selalu kalah, karena rasa cemburunya.


"Aku hanya minta satu hal dari kamu." Kata Gerald dengan nada tertahan. "Jangan pernah menyuruh aku untuk tidak cemburu pada Yoga! Aku marah, aku benci, aku tidak suka, wanita yang aku cintai, setiap hari bersama dia. Aku tidak ingin mengerti bagaimana hubungan kalian di masa lalu, aku tak perduli siapa dia di hidup mu. Yang aku tau, aku hanya mencintaimu, kembalilah kepadaku seperti dulu!" Kata Gerald dengan penuh perasaan. Berharap Andin akan mengerti perasaannya.


Andin tak menjawab.


Bibirnya begitu kelu, tak dapat berkata-kata.Kembali lagi Andin di hadapkan pada pilihan yang sulit.


"Tanyakan pada hati kecilmu,Yang! Wajar atau tidak kah bila aku cemburu pada Yoga?" Kata Gerald perlahan mulai mengeluarkan segala unek unek yang telah lama mengganjal di dalam hati. "Jika Ayang pernah merasa cemburu pada Ica, aku juga merasakan hal yang sama kepada Yoga.Tapi bahkan aku di tuntut untuk tidak marah ataupun cemburu sama dia. Dan itu, sangat membuat aku tersiksa. Setiap malam aku selalu berpikir,aku harus tetap menahan emosiku demi agar aku tidak kehilangan kamu."


Sejenak mereka berdua terdiam kembali. Lalu terlihat Gerald membangunkan Andin dari duduknya. "Aku tidak sanggup harus terus melihat kamu bersama Yoga." Tambah Gerald kemudian. "Pulanglah kembali ke rumah bersamaku, ini terakhir kalinya aku meminta. Setelah hari ini aku tidak akan meminta apapun lagi. Aku serahkan semuanya sama kamu." Kata Gerald meminta penuh dengan pengharapan kalau Andin akan kembali sepenuhnya kepadanya.Dan mengabulkan semua keinginannya.


"Aku pernah begitu marah dan mendiamkan mu begitu lama, dan Ayang pergi meninggalkan Aku. Ayang lebih memilih meninggalkan aku dan tinggal bersama Yoga. Aku tetap mengalah, mencari mu, dan meminta maaf untuk semua kesalahan ku. Aku cuma minta Ayang bisa menghargai sedikit perasaan aku. Sedikit saja! Jangan perlakukan aku seperti ini!"


Mendengar perkataan Gerald yang begitu panjang, Andin hanya berlinang air mata. Tak tega sebenarnya dia melihat Gerald yang terlihat begitu rapuh saat itu. Tapi dia juga tidak tau harus bagaimana.


"Malam ini aku tunggu kamu di rumah, kalau sampai besok Ayang tidak datang. Berarti Ayang sudah tidak perduli lagi sama aku." Kata Gerald sembari berusaha melepaskan genggaman tangan Andin yang sejak tadi tak lepas dari genggamannya.


Andin terlihat berat melepaskan genggaman Gerald. "Ayang jangan gitu, Ayang kan sudah janji enggak akan tinggalkan aku apapun yang terjadi."


"Aku bersumpah tidak akan pernah meninggalkanmu jika aku mampu,tapi Yoga akan selamanya jadi duri dalam daging di dalam hubungan kita.Aku tak bisa terus bersama mu jika dia tetap ada di samping mu."


Akhirnya Gerald keluar dari ruangan tersebut dengan terpaksa. Walau ia juga berat, tapi dia harus mengambil keputusan. Andin harus bisa memilih dengan siapa dia akan bahagia. Jika memang ia yang harus mengalah, dan melepaskan Andin demi agar Andin bahagia bersama Yoga.Maka kali ini Gerald harus rela kehilangan Andin untuk kedua kalinya.


Cinta memang penuh perjuangan. Cinta juga butuh pengorbanan. Dan Gerald rela jika dia yang akhirnya harus mengorbankan rasa cintanya demi kebahagiaan Andin.Gerald tak ingin bersaing dengan Yoga, meski Andin selalu mengatakan kalau mereka hanya berteman.


Gerald tidak bodoh, Gerald tau ada sesuatu yang sedang Yoga sembunyikan. Jika Gerald tak bertindak tegas, maka Yoga akan terus memanfaatkan keadaan.

__ADS_1


Gerald tampak lunglai ketika tengah keluar dari Restoran. Dia terlihat begitu pasrah saat itu,pasrah menerima segala kemungkinan.Kemungkinan dia akan kehilangan Andin untuk selamanya. Jika setelah hari ini, Andin tidak datang menemuinya, mungkin dia akan menyerah mempertahankan Andin di kehidupannya.


***


__ADS_2