
Ica masih bersandar di dada Gerald saat Andin tiba-tiba datang menerobos masuk kedalam kamar Gerald.
Andin datang karena ia tidak sabar menunggu Gerald yang tidak juga menelponnya setelah dia tiba di rumahnya.
"Andin.. " Ica agak terperanjat melihat Andin yang tiba-tiba datang dan melihat mereka tengah berduaan di dalam kamar dan saling berpelukan.
Gerald dan Ica terbangun dari duduknya. Sedangkan Andin tetap berdiri menatap keduanya tanpa bicara.
Andin menatap silih berganti kepada Ica dan Gerald yang masih kaget akan kedatangan Andin yang tak terduga.
Karena melihat suasana yang canggung, akhirnya Ica keluar meninggalkan mereka tanpa bicara sepatah katapun.
Gerald melangkah mendekat kearah Andin. Gerald mencoba meraih tangan Andin yang masih tetap berdiri tanpa bergeming.
Tapi dengan cepat Andin menepisnya.
"Ayang bilang mau telpon setelah sampai di rumah. Aku tungguin dari tadi, Ayang malah berpelukan sama Ica disini. " Kata Andin dengan sedikit kesal, dan sedikit akan menangis.
"Iya aku minta maaf. " Gerald berusaha membujuk Andin agar Andin tidak marah.
"Apa maksudnya ini semua? " Tanya Andin dengan masih berdiri tegak di hadapan Gerald."Kau bilang mencintai ku tapi bermesraan dengan wanita lain. "
"Maksud apa, ga ada maksud apa apa. "
"Apa kita akan seperti ini terus, Yang? " Kata Andin masih dengan sedikit tertekan.
Gerald menarik paksa Andin agar mendekat kearahnya. "Sudah, aku minta maaf. Aku salah. "
"Kalian sudah melakukan apa didalam kamar? "
"Ga ada loh,, emang Ayang pikir aku bisa melakukan apa? "
"Apa aja bisa. " Jawab Andin sambil memalingkan wajahnya.
Gerald sedikit tertawa. "Empat tahun kita pacaran, emang aku pernah lakuin apa ke Ayang di dalam kamar? "
Andin sedikit memukul dada Gerald yang dengan paksa menariknya untuk mendekat. Tapi Gerald tak mengindahkan Andin yang berusaha berontak tak mau mendekat. Gerald tetap memaksanya dan memeluknya.
"Aku tidak suka kalian berduaan didalam kamar. " Akhirnya nada suara Andin mulai merendah.
"Iya, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku janji. "
"Janji ya? "
"Iya,, aku janji. " Jawab Gerald sambil mencubit hidung Andin.
"Awas kalau kau bohong! "
"Enggak, aku janji. "
Andin tak lagi berontak saat Gerald berusaha memeluknya, meski ia masih tetap cemberut.
"Senyum dong, cantik! " Gerald berusaha merayu Andin yang masih saja terlihat cemberut.
"Aku ga bisa senyum. "
"Kenapa..? "
"Aku marah sama Ayang. "
"Tidak usah marah, sekarang aku sudah bebas. "
"Maksudnya? "
__ADS_1
"Aku dan Ica sudah putus. "
"Iya, Yang? "
"Iya, dong. Aku kan udah janji sama Ayang mau beresin urusan aku sama Ica secepatnya. Biar Ayang bisa perkenalkan aku sebagai pacar Ayang ke semua orang. " Jawab Gerald dengan bangga.
"Ya udah bagus. "
"Kok bagus doang, ga ada apresiasi yang lain. "
"Emang aku harus kayak gimana? "
"Cium dong! "
"Ihh, enggak. "
"Yang,,,! " Gerald terdengar berteriak.
"Enggak ah, males aku. Tadi pasti juga Ayang cium Ica. " Jawab Andin masih dengan sedikit cemberut.
Gerald terdiam.
"Darimana Ayang tau kalau aku cium Ica? "
"Tau lah. "
"Ya tau dari mana? "
"Pasti Ayang cium Ica dengan mesra untuk yang terakhir kalinya. Ayang keluarin lidah Ayang lalu menciumi Ica penuh dengan kasih sayang. " Jawab Andin dengan nyinyir.
Gerald melempar bantal ke kepala Andin. "Sok tau..kau!"
"Loh kok sok tau? Iya kan? "
"Terus kayak mana? "
"Dah ah, males! Ica itu bukan Ayang, kalau ciuman suka keluar keluar lidah udah kayak mau bercinta aja kita. "
"Tapi Ayang suka kan? "Tanya Andin sambil tersenyum nakal.
Gerald sedikit tertawa melihatmu Andin yang bicaranya sudah tidak jelas.
"Jawab dulu, suka ngga Yang! "
"Iya,, aku suka ciuman kamu Andin ku sayang. Puas!"
"Nah gitu dong! " Jawab Andin sambil kembali tersenyum. "Ayang sudah tidak marah sama aku lagi kan? " Andin mengalihkan pembicaraan.
Gerald menggeleng. "Tapi cium aku dulu, ciuman seperti yang Ayang bilang barusan. " Kata Gerald sambil mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.
"Oke.. siapa takut. " Jawab Andin, lalu keduanya tertawa.
"Jawab jujur, Yang! Kenapa Ayang tadi nggak telpon aku? "
"Aku kan lagi sama Ica, masa aku telpon Ayang. Kan Ayang sudah tau, kalau aku sedang memberikan ciuman dan pelukan terakhir untuk dia. "
"Yang...! "
"Loh iyakan, tadi Ayang bilang gitu ke aku. "
"Yang aku serius. "
"Iya aku juga serius. "
__ADS_1
"Yang...! " Andin mulai terlihat kesal.
"Iya,,, iya. Aku serius nih. " Jawab Gerald sambil tertawa. "Aku tadi emang marah sama Ayang, habisnya aku lihat Ayang kayak pasangan terbahagia se-Dunia. Turun dari mobil bergandengan tangan, sambil saling tertawa. Ya aku marah lah! Aku malas telpon Ayang. "
"Ayang cemburu ya sama Yoga? "
"Iyalah, gila aja aku ga cemburu lihat pacar sendiri di gandeng sama cowok lain. Rasanya aku pengen hajar tuh si Yoga, biar dia jauhi Ayang. "
Andin tak menjawab.
"Aku benar-benar kesal tadi, makanya aku ga mau bicara. "
"Ya udah aku minta maaf deh. " Kata Andin sambil menyampaikan kedua tangannya di pundak Gerald. Sambil menatap mata Gerald dengan penuh cinta.
"Nah begini ini yang bikin aku ga tahan, tatapan Andin yang penuh dengan makna. " Kata Gerald mencoba mencair kan suasana yang sudah mulai terasa panas.
Andin semakin mendekat kan bibirnya ke bibir Gerald.
"Asyik,, bercinta nih kita kayaknya. " Celoteh Gerald sambil sedikit melonggarkan sabuk celananya.
"Yang..! " Andin terlihat menghentikan ciumannya.
"Loh aku cuma siap siap aja, siapa tau nanti Ayang enggak kuat kan aku tinggal buka celana, Yang. " Jawab Gerald sambil nyengir.
"Ayang.. "
Gerald kembali memeluk Andin yang terlihat kesal kepadanya.
"Aku takut ga kuat Yang, kalau Ayang terlalu serius. Aku kan cowok Yang, kalau aku ga tahan gimana? "
"Ya kalau ga kuat kita hajar aja, gimana?" Balas Andin sambil nyengir juga.
"Ayang ih bicara mu udah kayak profesional aja, Yang. Ngeri aku.. "
"Ngeri tapi Ayang suka kan, aneh. "
"Ya suka tapi ga vulgar juga kali. Ayang ga malu bicara vulgar kayak gitu? "
"Enggak, ngapain malu. Orang pacar sendiri ini. " Jawab Andin tidak perduli.
"Ya Tuhan, lindungilah aku dari godaan cewek cantik ini. " Kata Gerald dengan menengadahkan kedua tangannya.
Andin tersenyum sambil berdiri.
"Mau kemana Ayang? " Tanya Gerald yang melihat Andin berdiri.
"Pulang.. "
"Kok pulang? "
"Ya pulang, kan besok aku kerja. Ini udah malam. "
"Udah ga usah pulang, tidur sini aja. " Ajak Gerald sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ga ah, aku mau pulang aja. "
"Ayolah, Yang..! " Gerald berusaha membujuk. "Temani aku tidur malam ini aja.
"Enggak sayang, aku ga mau. " Jawab Andin sambil tetap bersiap.
Gerald akhirnya ikut berdiri. "Ya udah, aku antar pulang kalau gitu. "
***
__ADS_1