Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Pertemuan dengan Gerald #40


__ADS_3

Andin pulang dari Resto agak sore, hari ini. Dia tahu, Yoga masih ada di rumahnya. Dia belum pergi meninggalkan rumah Andin sejak kemarin.Entah apa saja yang Yoga lakukan seharian di rumah kosan Andin.Entah apa juga yang membuat Yoga masih tidak beranjak dari kosannya.Andin tak mau banyak bicara ataupun bertanya. Sejak kejadian semalam,sebenarnya Andin tak ingin terlalu banyak bicara sama Yoga.


Andin masih syok dengan kejadian semalam. Dia juga bingung bagaimana harus bersikap kepada Yoga.


Sebenarnya Andin berniat tidak pulang hari itu, karena tau Yoga masih berada di kosannya. Tapi,kalau Andin tidak pulang dan Yoga tidak tau dia pergi kemana. Yoga pasti akan mengkhawatirkan dirinya. Yoga juga pasti akan berusaha mencari Andin sampai ketemu.


"Belum pulang, Ga?" Tanya Andin kepada Yoga sesampainya di rumah.


Andin meletakkan tas selempang nya di atas kasur. Lalu terlihat mengambil satu botol minuman dingin dari dalam kulkas. Lalu duduk di samping Yoga yang sedang duduk sambil menonton TV.


Isi kulkas sudah penuh dengan makanan ketika Andin membukanya. Mungkin tadi siang Yoga pergi belanja untuk isi kulkas Andin.


Yoga menoleh lalu tersenyum." Belum." Jawabnya "Aku mau ajak kamu ke rumah, makanya aku tungguin kamu pulang."


"Ga lah, hari ini aku males kemana-mana.Besok saja aku datang. Besok kan aku libur."Jawab Andin menolak ajakan Yoga untuk ikut pulang ke rumah Yoga hari itu.Andin malas pergi bersama sama dengan Yoga.Dia masih kikuk bagaimana harus bersikap kepada Yoga setelah kejadian semalam.


"Kamu masih marah sama aku?"Tanya Yoga pada Andin yang terlihat sedang meneguk minuman dingin yang sedang dia pegang.Andin menenggak minumannya tanpa jeda.Hingga menghabiskan hampir setengah dari minumannya.Seperti yang sedang benar-benar merasa haus, padahal cuaca tidak panas ataupun gerah saat itu.


"Enggak.Aku enggak marah, cuma masih ga enak hati aja."Jawabnya, sambil terlihat menghabiskan minumannya kembali.


"Aku minta maaf atas kejadian kemarin." kata Yoga penuh dengan penyesalan.


"Udah lah, ga usah di bahas lagi. Aku sudah lupakan semuanya. Aku anggap tidak pernah ada kejadian kemarin malam." Jawab Andin, seperti tidak mau membahas lagi kejadian semalam.

__ADS_1


"Hhh." Yoga tak mendebat lagi, dia terdiam. Dia fokus kembali menonton acara TV yang tadi sedang di tonton nya.


Suasana hening selama beberapa saat.Yoga tak terdengar bicara.Sampai terdengar panggilan telepon dari ponselnya.


"Halo."Tanya Yoga kepada seseorang di dalam telpon.


Lalu Yoga beranjak dari duduknya,lalu berjalan keluar kamar untuk menerima telpon.Yoga berdiri di luar sambil menerima telpon agak lama.


Yoga terlihat masuk kembali setelah dia selesai bicara.Entah siapa yang tadi menelponnya.Lalu Yoga terlihat memakai kaos kaki dan sepatunya. "Aku pulang sekarang." Katanya, tanpa melihat ke arah Andin.


Setelah menerima telpon ia tampak terburu buru akan pergi.


Setelah bersiap dengan jaket kulitnya,Yoga terlihat menghampiri Andin lalu mencium pipinya tanpa bicara apapun lagi,lalu pergi.Andin beranjak dari duduknya, lalu ikut melangkah bersama Yoga keluar rumah. Andin mengantarkan Yoga sampai naik ke motornya.


Andin sebenarnya tidak ingin memikirkan apa yang terjadi semalam, tapi kejadian semalam selalu mengganggu pikirannya sejak tadi pagi.Padahal Andin sudah berusaha melupakannya.


Bayangan Yoga sedang mengatakan bahwa dia masih mencintainya hingga hari ini, masih terekam jelas di otaknya. Ada perasaan tidak percaya, ada sedikit perasaan sedih, bingung, kasihan bercampur jadi satu.Bingung harus bersikap bagaimana kepada Yoga selanjutnya.


***


Suara tertawa seseorang membuyarkan pikiran Andin yang sedang fokus terhadap sesuatu. Suara tawa seseorang yang serasa di kenalnya. Andin menoleh ke arah seseorang yang sedang tertawa di belakang kursinya.


Hari ini Andin pergi makan keluar. Sengaja mencari ide sambil jalan jalan mencari suasana baru sendirian.Dia pergi makan ke salah satu restoran ternama di kotanya.Bosan, berada terus di Resto-nya sepanjang hari, tujuh hari dalam seminggu. Hari ini Andin sudah bilang akan keluar agak lama pada Arman.

__ADS_1


Seorang laki-laki tengah duduk bersama seorang perempuan di sampingnya. Laki-laki itu seperti sedang melihat sesuatu yang lucu di ponselnya, makanya ia tertawa agak keras hingga membuat Andin menoleh.


Setelah melihat dengan jelas siapa laki laki-laki tersebut, Andin langsung membalikkan kembali badannya dan berusaha tak menoleh lagi ke belakang. Suasana sedang agak ramai siang itu. Pengunjung terlihat penuh, walau tidak terlihat antrian yang begitu panjang.


Melihat laki-laki itu tertawa, Andin tiba-tiba terlihat sedih. Suara tawa yang di dengarnya mirip seperti suara Gerald. Andin jadi teringat akan Gerald yang selalu tertawa ketika berhasil membuat Andin kesal terhadapnya. Suara Gerald yang tak pernah di dengarnya lagi sejak hari dimana mereka menyatakan untuk berpisah. Senyum yang tak pernah terlihat lagi setiap Gerald sedang mencumbunya.


Andin hanya melihat wajah dan suara Gerald dari chanel YouTube Gerald yang selalu ia tonton melalui akun fake punya dia. Dan semua tulisan Gerald di story', di salah satu akun di sosial media yang selalu ia baca juga dengan akun fake-nya juga. Gerald tak pernah lagi tersenyum untuk Andin.Tak pernah lagi tertawa di hadapan Andin.


Andin merindukan semua hal tentang Gerald.Rasanya saat itu ia ingin menangis,tapi tidak mungkin dia menangis di sana.Andin hanya terlihat melamun sambil menatap kosong ke depan pintu restoran yang banyak orang sedang berlalu lalang masuk dan keluar.


Seorang pria berambut panjang sebahu, rambutnya terikat setengah, sedang berjalannya melewati nya. Andin kaget,ia terlihat mengucek matanya beberapa kali. Andin seperti yang tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat.Dia seperti sedang bermimpi, Orang yang sedang di rindukannya dan sedang di bayangkan nya tengah berjalan melewati dirinya.


Gerald berjalan dengan santai menuju ke tempat pemesanan makanan didepan sana. Andin hanya memperhatikan tanpa berani menyapanya. Ada perasaan bahagia, karena dengan melihat Gerald secara langsung mampu mengobati sedikit kerinduan yang begitu dalam terhadapnya. Ada perasaan sedih, karena Gerald tak melihat kearahnya. Gerald tidak tau Andin sedang memperhatikan nya. Gerald sudah bukan miliknya lagi sekarang.Seketika perasaan itu membuat Andin merasa jatuh.


Gerald terlihat duduk sambil memegang hape. Dia tak terlihat akan makan di sana. Gerald seperti yang sedang memesan makanan untuk di bawa pulang. Terlihat juga dia mengangkat panggilan telpon dari seseorang.


Saat Gerald selesai memainkan hapenya, Andin tak menyangka kalau Gerald akan melihat ke arah dirinya.Andin kaget dan tak sempat membuang muka. Gerald menatap dari jauh ke arah dirinya.Dia seperti yang sedang mengingat siapa yang sedang dilihatnya.


Pandangan keduanya tak dapat di hindarkan. Hati Andin bergetar.


Terlihat Gerald berjalan menuju ke arah dirinya duduk.


"Andin?" Sapa Gerald setelah melihat dengan jelas bahwa memang benar benar Andin yang sedang di lihatnya.

__ADS_1


***


__ADS_2