Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Yoga Masih Terdiam #67


__ADS_3

"Kamu marah sama aku? " Tanya Andin kemudian.


"Enggak.Marah kenapa? " Jawab Yoga dengan sedikit acuh.


"Karena semalam. "


"Enggak." Jawab Yoga tetap datar.


"Kok telpon mu kau matikan semalam? "


"Aku matikan karena aku lihat kamu sudah ngantuk." Jawab Yoga dengan tetap datar.


"Terus kenapa hapemu tidak bisa dihubungi sampai hari ini? "


"Sengaja aku matikan. " Jawab Yoga tetap dengan sedikit cuek.


"Iya, kenapa? " Andin tetap bertanya kenapa.


"Enggak apa apa, cuma ingin istirahat dari segala telpon dan pesan yang berhubungan dengan kerjaan. " Jawab Yoga sambil menyandarkan tubuhnya ditempat tidur.


"Yakin..? " Andin seperti tidak yakin dengan jawaban Yoga.


"Emang kamu pikir karena apa? " Yoga terlihat mengalihkan pandangannya kearah Andin.


"Karena marah sama aku. " Andin mencoba menebak.


Yoga tiba-tiba tertawa. "Ga lah, mana bisa aku marah sama kamu. Kamu itu adalah orang yang berharga bagi aku. Ku jaga dan ku perjuangkan selama belasan tahun, masa gara-gara masalah sepele aku marah. Jangankan cuma di cuekin di telpon, di cuekin dia dunia nyata aja, aku gak akan bisa marah sama kamu. "


Andin kembali terdiam.


"Turun ke bawah, masak sesuatu untuk aku! Ayo cepat! Nanti aku turun. " Kata Yoga sambil mencubit dagu Andin, dengan sedikit senyuman nakal.


Yoga malas berbicara panjang lebar dengan Andin. Yoga takut ia akan mengatakan hal yang menyinggung Andin bila terus menerus bicara. Yoga akan tidak tahan mengungkapkan perasaannya terhadap Andin. Dan Andin tidak menyukai itu.


Andin kemudian turun, lalu masuk ke kamar Marisa.


"Mar, aku mau masak! Mau temani aku ke dapur gak? " Ajak Andin kepada Marisa yang sedang rebahan sambil memainkan ponselnya.


"Boleh.Masak apa nih? " Jawab Marisa, lalu terbangun dari tidurnya.


"Ga tau, yang ada aja di kulkas. " Jawab Andin.


"Oke." Jawabnya kemudian dia bangkit dari tempat tidur.


Marisa akhirnya menemani Andin pergi ke dapur.


Satu jam kemudian masakan sudah siap di meja makan. Namun Yoga masih belum terlihat mau turun ke bawah untuk makan.


"Aku kira kalian sedang bertengkar, Din. " Kata Marisa sambil menata makanan yang sudah selesai Andin masak, di atas meja.


"Enggak." Jawab Andin sambil mencicipi sedikit masakannya.

__ADS_1


"Soalnya dari kemarin Yoga diam terus di kamar. " Kata Marisa kemudian.


"Gitu ya? Emang kamu gak tanya sama Yoga kenapa dia seperti itu? "


"Ya tanya, tapi ya dia jawab gak ada apa-apa. "


"Emang enggak ada apa-apa. Dia cuma lagi


capek aja kali. " Jawab Andin kemudian duduk di meja makan.


"Tapi biasanya kalau dia capek, dan lagi jenuh dengan semua kerjaan. Dia akan datang di kosan kamu selama beberapa hari. Ini malah diam di kamar dari kemarin. Aneh kan..? Ga biasanya juga dia betah di rumah. "


"Loh, bagus dong kalau dia betah di rumah, kenapa malah jadi aneh? "


"Yoga itu pekerja keras, kamu juga tau kan? Ya aneh kalau tiba-tiba hobinya jadi diam di rumah sambil baca buku. "


Pembicaraan keduanya terhenti ketika Yoga terlihat menuruni tangga lalu menghampiri mereka.


Di meja makan, Yoga juga tidak terlalu banyak bicara seperti biasanya.Dia terlihat lebih banyak diam walaupun dia berusaha bersikap sebiasa mungkin terhadap Andin.


Yoga hanya terlihat fokus dengan makanan yang berada di atas meja.


Tapi Andin tau siapa Yoga.Yoga sedang menyembunyikan perasaannya.Andin tau Yoga sedang berusaha menghindarinya.


Tak berapa lama terdengar suara tangis bayi Arjuna dari dalam kamar. Marisa langsung terlihat berdiri mendengar suara tangisan anaknya.


"Kalian lanjutin makan, aku ke kamar dulu. Arjuna bangun! " Kata Marisa lalu beranjak pergi meninggalkan Andin dan Yoga di meja makan.


Andin memberikan sepiring buah melon dan semangka yang sudah dia potong potong tadi kepada Yoga.


Yoga menerimanya masih tanpa bicara.


Lama-lama Andin kesal melihat Yoga yang terus terdiam tanpa bicara.


"Akan mendiamkan aku terus seperti ini? " Celoteh Andin tiba-tiba.


Yoga terlihat sedikit melirik kearah Andin.


"Kalau marah, bilang marah. Jangan kayak gini! " Tambah Andin.


Mendengar Andin bicara seperti itu. Yoga terlihat berdiri. "Aku kan sudah bilang aku tidak marah. Emangnya aku harus bagaimana? " Yoga malah terlihat balik bertanya.


Andin tak menjawab.


"Kau ingin aku bagaimana agar aku tidak terlihat marah? " Yoga terdengar bertanya kembali.


Andin masih terdiam.


Yoga perlahan mendekat kearah Andin lalu memegang tangannya. "Aku tidak marah padamu sayang! Tapi aku marah pada diriku sendiri. " Kata Yoga, lalu meninggalkan Andin sendirian di meja makan.


Yoga kembali ke kamarnya di lantai dua.

__ADS_1


Andin kembali duduk sendirian di meja makan. Mau kembali menghampiri Yoga pun percuma, dia sedang tidak baik baik saja.


Marisa datang lalu menepuk pundak Andin yang terlihat sedang melamun.


"Kenapa melamun? Yoga mana? "


Andin tersenyum dengan sedikit kaget. "Di atas. " Jawabnya. "Ya udah, aku sudah selesai makan. Aku mau pamit pulang. "


"Ga di antar Yoga, Din? "


"Enggak apa apa. Aku sudah biasa pulang sendiri kok. " Jawab Andin sambil berdiri.


"Tapi ini sudah malam loh. "


"Enggak pa pa. Aku sudah biasa. " Jawab Andin lalu berjalan kearah pintu di ikuti oleh Marisa di belakangnya.


"Ya udah hati hati di jalan ya! " Kata Marisa sambil melambaikan tangannya kepada Andin yang sudah naik dan menyalakan motornya.


Andin menjawab hanya dengan tersenyum lalu pergi.


Selepas Andin pergi, Marisa pergi ke lantai dua rumahnya,ke kamar Yoga. Yoga masih terlihat membaca buku sambil menyandarkan badannya di tempat tidur.


"Kamu bertengkar sama Andin? " Tanya Marisa dengan lirih.


"Enggak." Jawab Yoga sambil melirik ke arah Marisa yang duduk di sebelahnya.


"Andin sudah pulang barusan. "


Yoga menghentikan membaca buku lalu menyimpan bukunya di atas meja.


"Ini sudah tengah malam, kenapa gak antar dia pulang? Kamu gak khawatir terjadi apa apa di jalan?" Kata Marisa mencoba mengingatkan Yoga tentang keadaan Andin.


"Ga pa pa, Andin sudah biasa bawa mobil sendirian."


"Dia datang naik motor. "


Yoga sedikit melirik jam di dinding, jam menunjukkan hampir jam 12 malam.


"Seorang gadis masih naik motor jam segini, kalau ada apa-apa di jalan bagaimana? Kamu gak kasian sama Andin? Emang kenapa sih kalian bisa berselisih faham kayak gini? "


Yoga tak menjawab.


"Kalau ada masalah ya coba di bicarakan, jangan kayak gini. Pasti Andin datang kesini untuk cari kamu loh, mas. Masa kamu tega biarin dia pulang sendirian sih? "


"Iya,, aku susul dia! " Jawab Yoga sambil beranjak.


"Nah gitu dong! Senyum dong, dari kemarin cemberut terus! " Goda Marisa kepada Yoga.


Yoga terlihat menyeringai sambil bersiap siap memakai jaket.


"Ya udah aku jalan dulu! " Kata Yoga berpamitan. Tak lupa mengecup sedikit pipi Marisa lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2