Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Gerald Mengajak Andin Menikah #51


__ADS_3

Andin menoleh, dia kaget.


Andin tidak menyangka kalau Gerald akan mengatakan hal yang sama sekali tak pernah di duga olehnya.Apakah Andin tidak salah dengar? Dengan lantang Gerald bertanya apakah dia mau menikah dengannya.


"Tentu." Jawab Andin serentak tanpa berpikir.


Gerald terdiam ketika Andin dengan cepat menjawab pertanyaannya.Gerald juga tidak menyangka kalau Andin akan menerima ajakannya untuk menikah, tanpa berpikir.Gerald mengira Andin akan menolak. Gerald mengira Andin akan berpikir panjang umur menjawab pertanyaannya.


"Tapi pertanyaannya, bisa kah kamu menikahi ku? "Kata Andin dengan tegas menatap wajah Gerald yang tiba-tiba terdiam. "Bisakah kau tinggalkan Ica demi aku? Masalah kita tidak akan selesai hanya dengan kau bicara akan menikahi ku saja.Kalau kau mau, kau sudah menikahi aku sejak dulu. " Jawab Andin tanpa melepas pandangan mata dari Gerald.


Gerald yang selalu berusaha menghindar dari tatapan matanya.


"Kenapa hubungan kita begitu pelik? " Tanya Gerald halus, seperti yang sedang bertanya kepada dirinya sendiri. "Kenapa begitu sulit untuk bisa bersama dengan orang yang kita cintai? Kenapa di antara kita selalu saja lebih mementingkan perasaan orang lain daripada pasangan sendiri? Aku mencintaimu, bukan Ica. Aku ingin hidup bersama mu bukan dengan Ica. Tapi kenapa aku begitu tidak tega, meninggalkan Ica? "


Andin tak bicara.


"Aku hanya ingin hidup bahagia. Aku hanya ingin kau menjadi milikku seutuhnya. Aku hanya ingin kau hanya bersama ku saja, bukan dengan Yoga! Aku juga tau, kau hanya mencintai ku. Tapi aku marah, karena kau selalu saja lebih perduli sama Yoga. Tapi ketika aku marah, hubungan kita malah menjadi hancur. Ada banyak kesalahpahaman yang tak bisa di selesaikan. Aku bahkan kehilangan kamu dari hidup ku. " Gerald menghentikan perkataannya.


"Semua pertanyaan itu hanya kau sendiri yang bisa menjawabnya. " Jawab Andin kemudian beranjak pergi.Andin tak ingin berdebat lebih panjang lagi dengan Gerald. Apapun yang akan mereka katakan hari itu, mereka tidak akan pernah mendapatkan akhir yang akan membuat hubungan mereka kembali seperti dulu.


Andin yakin, Gerald tidak akan pernah tega meninggalkan Ica demi dirinya.


Tapi Andin tidak bisa sakit hati ataupun marah pada Gerald, karena Andin pun melakukan hal sama kepada Gerald dulu. Andin lebih memilih meninggalkan Gerald karena ia tidak bisa meninggalkan Yoga.


Andin hanya bisa pasrah meski dia juga berat melihat Gerald dan Ica bersama.Tak ada wanita yang bahagia ketika melihat orang yang di cintai menjalin hubungan dengan orang lain. Tak ada wanita yang rela cintanya di bagi dengan wanita lainnya.

__ADS_1


Gerald menutup wajahnya dengan kedua belah tangan. Berkali-kali dia menghela nafasnya. Kenapa tiba-tiba Gerald merasa begitu bingung dan bimbang. Kenapa dia tidak bahagia saat Andin bilang dia bersedia menikah dengannya? Kenapa ada begitu banyak pertimbangan? Kenapa dia selalu memikirkan perasaan Ica? Kenapa harus dia yang berada dilema cinta yang tak berujung ini?


Gerald menyandarkan badannya ke belakang kursi,pikirannya terbang kemana mana. Dia tak menyangka kedatangannya ke Rumah Duafa akan membawanya kembali bertemu dengan Andin.Dan kembali membuat dirinya bimbang.


Padahal kedatangan dirinya ke rumah Duafa justru ingin melupakan semua beban pikiran yang sedang berputar putar di otaknya. Gerald ingin menghilangkan sejenak semua beban yang ada di hatinya dengan bermain dan bercengkrama bersama Adinda. Tapi ternyata Tuhan kembali mempertemukan dia dengan Andin.


***


Tepat tengah hari, Gerald melihat sebuah mobil berhenti tepat di halaman Rumah Duafa. Yoga turun dari dalam mobil dan langsung menerobos masuk ke dalam rumah dengan membawa begitu banyak barang bawaan dari dalam mobil.


Gerald hanya memperhatikan dari samping halaman Panti Asuhan dengan Adinda.Ada perasaan marah melihat semua ini, mengingat semua perkataan Yoga kepadanya tempo hari.Yoga mengatakan dengan jelas dan tegas kalau dia masih mencintai Andin dari dahulu hingga sekarang.


Tapi Gerald tak berdaya. Tak ada lagi yang bisa dia lakukan kecuali pasrah melihat apa yang tidak ingin dia lihat.Sekarang, Gerald sudah bukan siapa-siapa bagi Andin meski ia masih mencintainya.


"Kenapa om? " Tanya Adinda pada Gerald yang tiba-tiba saja terdiam sambil terus memandangi mobil Yoga yang terparkir di sebelah mobilnya sambil melamun.


"Enggak sayang. Enggak kenapa kenapa? " Jawab Gerald sambil kembali tersenyum ke arah Adinda. "Kita masuk yuk, sayang! Om ganteng mau pamit pulang sama bu Aisyah. "


"Ayo! " Jawab Adinda sambil berjalan masuk ke rumah.


Gerald berjalan di belakang Adinda yang berjalan duluan di depannya. Perasaan Gerald sudah campur aduk dari tadi. Dia sudah tidak konsentrasi dari semenjak berbicara dengan Andin tadi.Gerald takut kalau dia berlama-lama di sana, Gerald tidak akan bisa menahan perasaannya.


Setibanya di dalam rumah, tampak bu Aisyah sedang duduk sambil membereskan barang barang yang di bawa oleh Yoga barusan.Beberapa kebutuhan sembako dan keperluan sekolah untuk anak-anak.


"Bu Aisyah, saya mau pamit pulang dulu, bu! " Kata Gerald terdengar minta ijin untuk pamit pulang kepada bu Aisyah.

__ADS_1


"Kok udah mau pulang aja, pak? Kan masih siang? " Kata bu Aisyah yang sepertinya tidak rela mendengar Gerald akan pamit pulang.


Gerald tersenyum. "Iya, masih ada kerjaan di rumah bu. "


"Bercanda, pak! Saya tau kok pak Gerald pasti sibuk. " Jawab bu Aisyah dengan seulas senyuman. "Mau pamit pulang sama bu Andin, pak? Biar saya panggilkan! " Tanya bu Aisyah kembali.


Gerald agak terdiam sejenak. "Tidak usah bu! Biar saya langsung pulang saja. Tolong sampaikan salam saya saja sama beliau. " Jawab Gerald lalu berbalik kembali menatap kepada Adinda.


"Dinda, om pulang dulu ya sayang! "


"Iya, om. "


"Jaga diri baik baik, jangan lupa makan yang banyak biar Dinda enggak sakit! Jangan lupa belajar juga biar pinter! " Kata Gerald, sambil mengusap usap rambut Adinda.


"Iya, om. "


Gerald mencium kening Adinda sebagai perpisahan mereka siang itu. Kemudian berlalu meninggalkan Adinda dan bu Aisyah yang berdiri mengantarkan Gerald ke depan rumah.


Di perjalanan menuju pulang ke rumah, Gerald tak henti memikirkan apa yang tadi Andin katakan kepada dirinya. Mampukah dia meninggalkan Ica demi dirinya? Kata kata itu sungguh menohok hati dan jiwanya.Apakah dia benar-benar akan meninggalkan Ica demi kembali kepada Andin?


Perkataan Andin tentang dirinya yang masih begitu mencintai Gerald, sedikit menyayat hatinya sendiri. Gerald tak habis pikir, kenapa dia bisa dengan begitu mudahnya menjalani cinta dengan Ica meski Gerald tidak mencintainya. Sedangkan Andin bisa memegang teguh cintanya hingga hari ini.


Mungkinkah Andin sangat sakit hati atas tindakannya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Ia tak bisa merubah apa yang sudah terjadi. Gerald sudah memilih jalan yang salah dengan membuka pintu hatinya untuk Ica. Tapi meski begitu banyaknya penyesalan. Gerald tak mau cepat cepat mengambil keputusan untuk memutuskan Ica tanpa ada alasan. Gerald takut tindakannya akan kembali menyakiti hati wanita yang selama ini selalu dengan sabar berada di sampingnya.


Sesampainya di rumah, Gerald langsung memarkirkan mobilnya di garasi. Setelah itu, Gerald tak langsung masuk ke kantor. Dia tampak masuk ke dalam kamarnya dan tak keluar hingga beberapa lama.

__ADS_1


***


__ADS_2