
Sebuah postingan Gerald di sosial media pagi ini, kembali membuat ketegangan antara Ica dan Gerald. Ica marah karena Gerald selalu menulis postingan kerinduannya kepada Andin di sosial media.Ica tidak suka Gerald terus mengingat segala hal tentang Andin yang sudah jelas jelas meninggalkan dia dan memilih bersama dengan orang lain.Ica menginginkan Gerald untuk bangkit dan melupakan segala hal yang menyakiti hatinya di masa lalu.
Andin sudah pergi, mungkin sudah tidak pernah mengingat Gerald lagi. Untuk apa Gerald selalu mengingatnya? Mungkin juga Andin sudah bahagia bersama orang lain. Sudah dua tahun lebih, Andin pergi dari kehidupan Gerald. Tapi Gerald masih hidup dalam masa lalunya.
Ica sudah berusaha keras membantu Gerald untuk bisa bangkit dan melupakan Andin. Tapi semua usaha yang dia lakukan selama ini sia sia. Gerald memang bisa hidup secara normal. Bekerja dan bersosialisasi seperti biasanya. Tapi Ica tau, Gerald masih begitu banyak menyimpan kerinduan yang berusaha ia tahan dan tidak perlihatkan kepada semua teman temannya.
Sudah hampir setahun ini Gerald juga menyatakan kebersediannya menjalani hubungan dengan sebuah ikatan dengan Ica. Walau sebenarnya Ica tidak banyak berharap dari hubungan itu. Ica tau, Gerald hanya terpaksa melakukan itu kepadanya.
Gerald merasa dia begitu banyak berhutang budi kepada Ica, makanya dia berusaha mengapresiasi rasa cinta Ica yang selalu sabar dan selalu berada di samping nya, meski dalam keadaan apapun. Walau Gerald tak pernah menjanjikan apapun kepada Ica.
Meski demikian, Ica tetap bahagia menjalaninya.Berharap dengan berjalannya waktu, Gerald akan sedikit demi sedikit bisa menyayangi dia dengan tulus tanpa ada embel-embel Andin di belakangnya.
"Yang ada di hadapan mu adalah aku. Andin sudah lama meninggalkan mu, bukankah kamu sudah berjanji untuk menjalani kehidupan yang baru bersama ku?" Kata Ica yang datang menghampiri Gerald yang sedang duduk di meja kerjanya, Gerald sedang menyelesaikan pekerjaannya mengedit video sambil mendengarkan musik.
Gerald menoleh lalu menjawab. "Tapi aku tidak berjanji untuk mencintai mu, kan?"
"Ya,memang.Tapi kamu harus berusaha dong Ge! Aku enggak mau lihat kamu begini terus."
"Waktu pertama kali aku bilang mau menjalani hubungan ini, aku tidak berjanji untuk mencintai mu, tapi aku bilang aku mau berusaha mencintaimu. Tapi ternyata sampai hari ini, aku masih memikirkan Andin dalam hatiku. Entah aku masih mencintainya atau tidak, yang pasti aku masih mengingat segala hal tentang dirinya. Aku ingin menuliskan setiap kerinduanku yang datang di sosial media setiap kali aku mengingatnya. Aku tidak ingin berhenti, sampai suatu hari, aku berhenti memikirkannya. Jadi, meski kamu marah padaku,setiap hari.Aku akan tetap melakukannya " Kata Gerald sambil menatap Ica yang sedang berdiri di hadapannya.
Ica terdiam, tak lagi mendebat perkataan Gerald. Karena dia rasa akan percuma, berdebat dengannya. Gerald selalu punya ribuan alasan saat berbicara tentang Andin. Gerald juga tidak akan pernah mendengar omongannya.
Sudah lama sekali Ica jengkel dengan tingkah Gerald seperti ini. Tapi Ica tak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan menyaksikan Gerald yang setiap hari menuliskan kerinduannya kepada Andin di sosial Media. Walau terpaksa, Ica harus tetap berada di samping Gerald agar Ica tidak kehilangan dia. Walau penuh dengan drama dan korban perasaan, Ica tetap tegar mendampingi Gerald hingga hari ini.
Ica selalu berharap entah besok atau lusa Gerald akan mengerti bahwa ada seseorang yang begitu perduli di samping nya. Ada orang yang selalu ada untuk memberikan dukungan pada dia. Dan ada orang yang selalu berharap agar Gerald mengerti perasaan dia. Walau entah kapan hari itu akan tiba, Ica tetap tegar dan sabar menunggu hingga hari itu datang di kehidupannya. Hari dimana Gerald akan benar-benar mencintainya dengan sepenuh hati, tanpa ada bayang bayang Andin di kehidupannya lagi.
__ADS_1
Ica pergi, meninggalkan Gerald kembali duduk sendirian.
Gerald juga tak terlihat perduli pada Ica yang tiba-tiba pergi meninggalkannya. Dia kembali fokus pada pekerjaannya mengedit video.
Terdengar kembali seseorang datang ke ruangan kerja Gerald. Gerald menoleh, melihat siapa lagi yang datang. Ayu datang dengan membawa secangkir kopi panas untuk Gerald.
Iya, Ayu si janda kembang yang dulu ngekos di kosan dimana Agung juga ngekos di sana. Sudah hampir setahun ini, Ayu ikut bekerja di kantor Gerald untuk membantu bantu pekerjaan Ica yang sering kewalahan menerima orderan pesanan toko online nya. Gerald menawarkan gaji yang lumayan tinggi agar Ayu mau bekerja sama dengan mereka. Sekalian juga untuk membantu Ayu agar mau keluar dari Dunia prostitusi yang selama ini Ayu jalani.
Pertama kali Gerald bertemu dengan Ayu di kosan Agung waktu itu, Gerald langsung tertarik dengan Ayu. Bukan karena dia itu cantik ataupun bohay seperti orang orang menyebutnya, tapi Ayu mempunyai beberapa sifat yang Gerald sukai. Ada banyak kecocokan jika Gerald sedang berbicara dengan dia. Bukan karena Gerald jatuh cinta, tapi karena Ayu bisa mengerti perasaannya. Bisa mengerti posisinya.
Gerald selalu merasakan kenyamanan saat berbicara dengan Ayu. Dia lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat nya tentang masalah yang sedang menimpa orang lain.
"Terima kasih, Yu!" Kata Gerald setelah Ayu menyimpan kopi yang di bawanya di atas meja, di samping Gerald.
"Emang kenapa, Yu?" Gerald penasaran.
"Yo,ora. Cuma perasaan,dari kemarin aku liatin masnya murung terus, ga seperti biasanya." Kata Ayu dengan bahasa jawanya yang medok.
"Ga pa pa, Yu. Cuma lagi males ngapa ngapain aja." Jawab Gerald sembari mulai mencoba meminum kopi yang di bawa Ayu, yang selalu enak tak pernah gagal. Tidak terlalu manis ataupun terlalu pahit sesuai dengan selera lidah Gerald.
"Masnya lagi ingat sama Andin, yo?"
"Tiap hari juga ingat, Yu." Jawab Gerald dengan cepat.
"Kenapa ga datang aja temuin dia, siapa tau dia juga kangen sama masnya."
__ADS_1
Gerald tersenyum, menatap wajah Ayu yang terlihat cantik siang itu. "Enggak ah. Dia sudah bahagia di sana."
"Darimana masnya, tau?"
"Ya nebak, aja."
"Ya jangan di tebak tebak gitu dong mas, kalau cuma di tebak yo nanti salah, gimana? Kalau menurut Ayu ya, mas Gege datang aja, ketempat Andin. Ya silaturahmi gitu loh. Masnya tau kan Andin dimana?"
"Dulu tau, sekarang enggak." Jawab Gerald, sambil tersenyum kepada Ayu.
Ayu terdiam.
Ayu tau, sudah dua tahun ini Gerald berpisah dari Andin, dan Gerald tak pernah lagi mencari tau tentang Andin. Gerald sebenarnya ingin bisa terbebas dari belenggu cinta Andin, walau sampai hari nyatanya tidak bisa. Ayu tau, betapa Gerald bekerja keras berusaha melupakan Andin dari kehidupannya.
Tapi mungkin Andin terlalu berharga di hidup Gerald, hingga ia begitu sulit melupakannya. Hingga Gerald tak lepas dari bayang-bayang Andin walaupun sudah bertahun-tahun lamanya.
"Lagi pula, aku dan Andin kan sudah putus. Ngapain lagi ketemu?" Ucap Gerald kemudian.
"Yo cuma putus di mulut saja,di hati kan enggak." Jawab Ayu masih dengan seulas senyuman manis di bibirnya.
"Kita sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan kita, Yu. Baik aku maupun Andin sudah mengambil keputusan yang sama untuk berpisah. Aku cuma masih butuh waktu aja buat ngelupain dia."
Ayu tersenyum haru melihat jawaban Gerald yang begitu menyentuh.
***
__ADS_1