
Yoga terdiam sejenak.
Sebelum kembali meneruskan perkataannya, dia terlihat menghela nafasnya yang begitu berat.Yoga seperti sedang mengumpulkan seluruh energinya untuk memulai kembali perkataannya.
"Saat usiaku 17 tahun, untuk pertama kalinya aku melihat mu di sekolah. Kau tampak cantik menggunakan baju seragam abu abu dengan rambut yang terurai panjang.Kau selalu tampak ceria bersama teman temanmu. Kau selalu tampak tersenyum dan tertawa riang. Bahkan tertawa mu selalu terdengar sampai di kelas ku.
Diam diam aku selalu memperhatikan mu dari jauh, sampai suatu hari aku merasakan perasaan yang tak biasa. Aku ingin selalu melihat senyuman mu setiap hari. Aku selalu merindukan suara tertawa mu setiap waktu. Saat kau tak ada di hadapan ku, aku akan selalu mencari mu.
Untuk pertama kalinya aku benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu adalah Andini Andromeda Iswara nama yang sangat cantik. Secantik orangnya. Aku bersaing dengan beberapa teman ku untuk mendapatkan hatimu. Karena yang jatuh cinta kepadamu saat itu bukan cuma aku tapi ada beberapa dari temanku juga sedang mendekati mu.
Tapi dengan perjuangan yang panjang, dan persaingan yang sangat ketat akhirnya aku bisa mendapatkan hatimu. Kau jatuh cinta padaku! Kau memilih ku dari beberapa pria yang sedang mendekati mu waktu itu.
Hampir dua tahun kita jalani hubungan yang begitu bahagia.Masa SMA yang kita lewati bersama yang tidak akan pernah aku lupakan.Aku bahkan tak sempat memikirkan wanita lain yang berada di sisiku yang juga jatuh cinta padaku karena aku terlalu bahagia dengan mu. Mata dan hatiku selalu tertuju padamu. Tak ada yang lain di hati ku selain hanya dirimu.Kau adalah segalanya dalam hidup ku.
Kau adalah wanita terindah yang Tuhan anugerah kan kepadaku. Dunia ku yang sudah berwarna, semakin sempurna dengan hadirnya dirimu di sisiku. Hingga suatu hari,dengan berat hati aku harus meninggalkan mu karena harus menempuh pendidikan ku di Jogja.
Satu tahun pertama menjalani hubungan jarak jauh denganmu, hidup ku tidaklah tenang. Waktu bertemu hanya satu bulan sekali tidaklah cukup bagiku. Aku merindukan segala hal tentang dirimu.
Hingga aku akhirnya memberanikan diri meminta ijin sama mama untuk menikahi mu. Tapi justru kebahagiaan ku mulai menghilang sejak hari itu. Mama tidak melarang aku untuk menikah, tapi dia mempertanyakan keyakinan kita yang berbeda.
*Mama tidak melarang kalian berpacaran ataupun menikah. Tapi kalian berbeda. Bagaimana kalian bisa menikah, sedangkan kalian tidak seiman?*
Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari mama, aku seperti mendapatkan sebuah tamparan keras. Dari sanalah aku mulai perduli dengan perbedaan kita.Dari sanalah aku mulai berpikir apa seharusnya yang aku lakukan?
__ADS_1
Aku mulai berpikir keras, bagaimana caranya agar kita bisa bersama?
Lalu aku memberanikan diri untuk datang dan bertanya langsung kepada mu tentang masalah ini.Aku ingin kita mencari solusi untuk masalah yang sedang kita hadapi. Tapi jauh dari apa yang aku bayangkan, ternyata hari itu aku mendapatkan jawaban yang sangat mengejutkan.
Kamu dengan jelas dan lantang mengatakan kalau kau ingin mengakhiri hubungan kita saja. " Perkataan Yoga terhenti sejenak.
Dia terlihat menghela nafasnya kembali.
Terlihat jelas dalam setiap kata katanya, ada luka yang begitu dalam yang telah lama ia pendam sendiri. Jelas terlihat di mata Yoga yang begitu menahan rasa sakit yang begitu dalam di hatinya.
"Hari dimana kau ingin mengakhiri hubungan kita saat itu adalah hari yang teramat menyakitkan bagiku. Hari itu aku merasa dunia ku hancur. Hari dimana aku merasa kehilangan semangat dalam hidup ku.Aku melihat begitu gelapnya hari yang akan aku lewati tanpa dirimu.
Tapi aku tak bisa berbuat apapun, karena aku tau, tak ada yang bisa aku lakukan kecuali pasrah menerima kenyataan hidup ku yang begitu pahit. Yang kau katakan waktu itu semuanya benar. Selama apapun hubungan yang kita akan jalani, hubungan kita akan tetap berakhir dengan perpisahan. Kita akan tetap di pisahkan oleh keyakinan kita yang berbeda. Sejak hari itu,kau meminta ku untuk menganggap mu hanya sebagai seorang teman saja.
Aku menangis sejadi-jadinya ketika aku kembali ke Jogja. Aku merasa Tuhan tak adil padaku!
Karena terlalu banyak berpikir, kesehatan ku menurun drastis waktu itu. Aku dirawat di rumah sakit hampir satu bulan lamanya. Aku seperti mayat hidup yang setiap hari hanya duduk dan termenung. Aku selalu menangis, aku kehilangan semangat ku untuk kembali menjalani hidup.
Kau tak pernah tau, aku pernah ada di fase entah berapa hari aku tidak makan dan minum. Entah berapa lama aku menangis. Entah berapa lama juga aku tidak tertidur. Hatiku sangat sakit! Setiap detik hanya berpikir kenapa? Kenapa harus aku? " Perkataan Yoga kembali terhenti.
Setetes air mata Yoga mulai jatuh di pipinya.
"Tapi Tuhan masih mencintai aku. Di tengah malam aku tiba-tiba terbangun dan melihat mama sedang menangis sambil berdoa. Kata kata mama dalam do'anya sangat menyentuh hatiku. Kata kata mama dalam do'anya membuat aku ingin kembali sehat dan bisa membuat mama kembali tersenyum untuk ku.
__ADS_1
Tak apa jika aku tidak menjadi bagian dari hatimu, tapi setidaknya aku masih bisa menjadi bagian di kehidupan mu. Aku tetap akan bisa bertemu denganmu meski hanya menjadi teman.
Dari sanalah aku mulai bangkit dan menata kembali kehidupan aku yang berantakan. Aku bertekad secepatnya untuk menyelesaikan pendidikan aku dan kembali ke Bandung. Tapi lagi lagi Tuhan berkehendak lain, satu tahun kemudian setelah itu, kau menyatakan kepadaku bahwa kau jatuh cinta kepada seorang pria bernama Gerald.
Hati siapa yang tak patah ketika mendengar wanita yang sangat di cintai nya jatuh cinta kepada laki-laki lain. Hatiku hancur untuk kedua kalinya. " Sampai di sana perkataan Yoga kembali terhenti.
Yoga sudah terlihat tak sanggup menyelesaikan kisahnya. Ada luka dan rasa sakit dalam setiap kata kata yang dia ucapkan. Tapi Yoga harus menyelesaikan ceritanya sampai akhir, agar Andin mengerti betapa dirinya sudah melewati masa yang begitu pahit dalam kehidupannya.
Andin terbangun dari duduknya.
"Sudah! Aku tak mau mendengar apapun lagi! " Tukasnya dengan berusaha menjauh.
Tapi Yoga dengan cepat menarik tangannya.
"Tapi kau harus dengar cerita ku sampai selesai! " Kata Yoga dengan menarik kembali Andin untuk duduk.
"Yoga.. "
"Duduklah! "
Dengan sedikit terpaksa akhirnya Andin duduk kembali di samping Yoga.
"Aku menangis untuk kedua kalinya meski kali ini aku cukup kuat untuk melihat kenyataan bahwa wanita yang selama ini aku cintai sudah jatuh cinta pada orang lain. Tapi saat aku memikirkan bahwa tidak harus jadi pacar jika hanya ingin sekedar untuk selalu bisa bersamamu, barulah aku bisa bangkit dan menjalani hari hari ku seperti biasa.Aku bertekad sepenuhnya akan menjadi teman dan sahabat mu saja. Meski hatiku sakit saat melihatmu begitu bahagia bersama orang lain. Tapi aku bahagia saat melihatmu bahagia.
__ADS_1
Ku biarkan cintaku hanya bersama ku saja. Ku simpan dan ku jaga baik baik cinta ini. Ku biarkan kamu bahagia bersama orang lain. Yang terpenting bagiku adalah aku tetap bisa menjaga mu sebisaku. Membuat mu bahagia semampu ku. Tak perduli kau hanya menganggap aku sebagai teman."
***