
Sesampainya di rumah, Gerald tak banyak bicara. Dia hanya terdiam sembari duduk di depan meja kerjanya. Dia tak sedang mengerjakan apapun. Gerald hanya sedang merenung saja.Gerald merasakan kalau dirinya sedang berada di fase benar-benar jatuh saat ini. Gerald bingung harus berbuat apa. Pikirannya sedang berada di jalan buntu. Gerald sedang tak bisa berpikir jernih, dia bingung jalan mana yang harus dia tempuh. Kembali pada Andin, berarti dengan sengaja dia telah menyakiti Ica. Tapi jika dia tetap bersama Ica, berarti dia harus mengorbankan lagi perasaannya.
Gerald harus bertahan untuk kembali tidak bertemu dengan Andin. Dan itu teramat menyakitkan baginya. Gerald bingung harus bagaimana? Dia juga tidak bisa bersikap seolah tak terjadi apapun. Hatinya sedang sakit!
Ica dan Ayu saling berpandangan. Mereka tau apa yang sedang di pikirkan Gerald saat itu. Gerald pasti sedang memikirkan Andin tentunya. Ica tau betul apa yang sedang menjadi beban pikiran Gerald, tapi Ica tidak mau tau, ataupun mau membahasnya dengan Gerald. Ica akan membiarkan Gerald sendiri yang mengatakan kepadanya tentang hatinya kepada Ica. Ica ingin tau juga apa yang akan di katakan Gerald kepada dirinya nanti.
Penjelasan apa yang akan Gerald bicarakan tentang Andin? Apakah Gerald akan to the points bilang kalau dia akan kembali kepada Andin? Atau akan menjelaskan dengan bertele-tele ke sana kemari, demi untuk menjaga perasaannya.
Ica tentu sedih dengan kejadian kemarin. Karena kejadian kemarin pula lah, Ica akhirnya tau kalau Andin masih mencintai Gerald. Dan hari yang paling di takutkan oleh Ica selama ini akhirnya terjadi juga. Andin kembali datang ke kehidupan Gerald tanpa di undang. Meski keduanya sudah saling memutuskan untuk berpisah, tapi kenyataannya mereka berdua di pertemukan kembali oleh keadaan yang tak mereka duga.
Siapa yang akan menyangka,kalau Gerald akan bertemu kembali dengan Andin di Yayasan Rumah Duafa setelah hampir dua tahun Gerald rutin memberikan sumbangan ke sana.Tak ada yang menduga juga kalau ternyata pemilik Yayasan Rumah Duafa yang sering Ica dan Gerald kunjungi setiap satu bulan sekali itu, pemilik dan pendirinya adalah Andin dan Yoga.Semua orang tidak pernah ada yang menduganya. Bahkan Ica juga kaget ketika dia mendengar perdebatan Andin dan Gerald beberapa hari yang lalu, tentang Yayasan Rumah Duafa itu.
Ica tak pernah tau kalau selama ini Andin mempunyai sebuah Yayasan anak yatim dan kaum Duafa yang dia kelola bersama Yoga. Jangankan Ica, bahkan Gerald pun tidak tau hal itu. Pantas saja Gerald syok dan marah kepada Andin.
Cinta memang begitu misteri, tak ada yang bisa menebak jalan ceritanya.
Seperti yang Gerald pernah ceritakan kepada dirinya, bahwa cinta akan menemukan jalannya. Kita akan di pertemukan kembali jika sudah waktunya.
Mungkin memang benar, cinta akan menemukan sendiri jalan ceritanya. Jika memang tidak di takdir kan bersama, meski selalu ada berdampingan setiap hari bahkan Gerald tak pernah bisa mencintainya.
Sungguh cinta yang sangat menguras hati dan emosi. Bertahun-tahun lamanya, Ica menunggu. Hari itu tak pernah datang di kehidupan Ica, meski ia sudah mendedikasikan sepanjang hidupnya hanya untuk Gerald.Meski Ica sudah banyak menderita dan berkorban perasaan demi Gerald, tetap saja Gerald tak pernah bisa mencintainya dengan tulus. Tak pernah bisa menyayanginya, meski Gerald tau berapa banyak air mata yang jatuh demi dirinya.
Semua pengorbanan Ica tak pernah cukup bagi Gerald. Gerald tetap menangisi orang yang sering kali menyakiti hatinya. Gerald tetap perduli pada orang yang telah meninggalkannya demi laki-laki lain.
Gerald tak pernah perduli pada perasaan Ica. Gerald tak pernah mau mencoba untuk mencintai dirinya.
__ADS_1
Dan hari ini, Ica menyaksikan sendiri bahwa dia harus kembali melihat Gerald yang sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa meninggalkannya tanpa menyakiti perasaannya.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan to mas! Mbak Andin pasti baik baik saja. " Terdengar Ayu, memecahkan keheningan diantara mereka.
Yang lain terdiam,sedangkan Gerald berpaling ke arah Ayu, lalu tersenyum.
"Memang kenapa to, kemarin mbak Andin bisa pingsan? " Terdengar kembali Ayu bertanya kepada Gerald.
"Kurang tau, Yu. " Jawab Gerald singkat.Gerald seperti sedang enggan berbicara.
"Emang masnya ga nanya sama dokternya? "
"Enggak." Jawab Gerald pendek.
Gerald terlihat menghela nafasnya tanpa menjawab.
"Jangan terlalu di pikirkan, Andin kan sudah banyak yang jagain di sana! " Ucap Fadil kemudian.
Fadil tau Gerald sedang khawatir pada keadaan Andin.
"Orang yang mukulin abang kemarin itu, orang yang pernah aku lihat di Resto bersama Andin waktu itu, bang?" Kata Agung ikut bicara.
Gerald tak menjawab.Dia juga sudah tau, siapa yang sedang Agung bicarakan.
"Emang siapanya Andin, dia bang? " Tanya Agung kemudian.
__ADS_1
"Gue enggak tau. " Jawab Gerald.Dia tak mau menjelaskan tentang Arman kepada Agung. Tidak penting juga menceritakan siapa Arman kepada sahabat sahabatnya. Lagi pula Gerald sedang tidak ingin bicara.
"Bukan si Yoga yang sering mas Gege bilang itu ya? " Ayu menyela di tengah pembicaraan.
"Bukan, Yu. Orang itu namanya Arman, begitu Andin memanggilnya kemarin. "
"Oh, tak kirain dia itu Yoga to. Soalnya dia reflek langsung gebukin mas Gege ketika lihat mbak Andin marah kepada masnya kemarin. Kelihatannya dia kok benci banget gitu ya sama mas Gege. "
Tak ada yang menjawab.
"Sabar yo, mas! "
Gerald sedikit tersenyum kepada Ayu. Kemudian dia berlalu meninggalkan mereka.
Gerald sedang tidak ingin banyak bicara. Dia juga sedang tidak bisa konsentrasi untuk mengedit video. Gerald sedang ingin menyendiri, tapi bukan di kantor ataupun di rumahnya. Dia ingin pergi, tapi tidak tau harus pergi ke mana.
Sedangkan Ica tak terdengar berbicara sepatah kata pun. Melihat Gerald yang sedang kacau saja, itu sudah menyakiti hatinya. Lagi pula apa yang harus Ica katakan? Hatinya juga sakit. Hatinya juga terluka. Lalu support apa yang bisa dia katakan kepada Gerald jika hatinya juga terluka?
Membayangkan Gerald akan mengatakan untuk kembali kepada Andin saja sudah membuat Ica sangat down apalagi harus membayangkan kalau akhirnya Gerald akan meninggalkannya demi Andin. Itu akan sangat membuat hatinya terluka. Tapi itulah yang sedang terjadi saat ini. Hubungannya dengan Gerald sedang diambang kehancuran. Hanya tinggal menghitung hari.
Ica yakin cepat atau lambat hari yang paling di takutkan nya akan tiba. Tapi Ica selalu optimis kalau Gerald mempertahankannya meski apapun yang terjadi di hatinya. Meski berat bersaing dengan Andin tapi Ica yakin, hubungan mereka akan sulit di perbaiki.
Hubungan Gerald dan Andin sudah pelik dari beberapa tahun yang lalu. Hubungan mereka akan sulit di perbaiki meski mereka saling mencintai. Selama Yoga masih ada di samping Andin, selama itu pula Gerald tidak akan pernah memiliki Andin dengan utuh.
***
__ADS_1