Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Gerald Akan Tetap Berusaha #47


__ADS_3

"Iya, gue cinta sama Andin? Lo gak terima? " Kata Yoga dengan senyuman sinis yang tersinggung di bibirnya.


Gerald balas tersenyum. "Kau gila! "


"Memang gue gila, gila karena telah mencintai Andin sejak dulu. Tapi tiba-tiba lo datang di kehidupan gue lalu menjadikan Andin jauh dari gue.Dan menjadikan hancur semua rencana gue.!"


"Apa tidak terbalik, perkataan lo ? Elo yang tiba-tiba datang di kehidupan gue dan menjadikan gue berpisah dari Andin."


Yoga tertawa. "Lo kehilangan Andin bukan gara gara gue, tapi gara gara keegoisan elo sendiri! "


Gerald terdiam.Menatap Yoga yang begitu di bencinya.


"Elo itu bodoh, kawan! Lo gak pernah bisa melihat begitu besarnya rasa cinta Andin untuk lo! Lo egois! Lo mau menang sendiri! Dan sekarang lo udah kehilangan dia untuk selamanya! " Yoga menunjuk wajah Gerald dengan telunjuknya. "Bagus, akhirnya Andin bisa melihat dengan mata dan kepala dia sendiri kalau elo sudah punya kekasih baru, sebagai pengganti dirinya. Jadi gue tidak perlu susah susah buat ngasih tau ke dia. "


Gerald berbalik akan meninggalkan Yoga yang terus bicara.Tak ada gunanya berbicara dengan Yoga, Gerald takut tak bisa menahan emosinya kemudian kembali baku hantam seperti dengan Arman. Bagaimanapun Gerald sangat membenci Yoga, jika Yoga terus bicara dan memojokkannya, Gerald takut dia tidak bisa menahan emosinya. Maka itu, lebih baik Gerald pergi meninggalkannya.


"Kau tidak berhak datang ataupun kembali lagi di kehidupan Andin sekarang! " Teriak Yoga kepada Gerald yang terus melangkah meninggalkan dirinya.


Gerald tak menghiraukan apa yang di katakan Yoga kepada dirinya. Dia terus berjalan, menjauh dari Yoga.


Gerald kembali masuk ke dalam kamar dimana Andin di rawat. Menghampiri kembali Andin yang masih terbaring di sana di temani Marisa dan Arman.


"Aku akan pulang, sekarang. Apa kau akan ikut pulang bersama ku? " Tanya Gerald kepada Andin, menatapnya dengan tatapan penuh harap kalau Andin akan ikut pulang bersama dia.


Andin tersenyum kecil sambil menatap Gerald yang tengah bersiap akan pulang.Lalu menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus ikut pulang dengan mu? "


"Karena.. " Perkataan Gerald terhenti.


"Andin tidak akan pulang ke rumah mu! " Bantah Yoga yang baru saja masuk.Lalu menyingkirkan Gerald dari samping Andin dengan paksa.

__ADS_1


Yoga Menatap tajam wajah Andin seakan memberikan isyarat kalau Andin jangan ikut pergi bersama Gerald.


Andin mengerti tatapan mata Yoga.


"Aku tidak akan pulang bersamamu, ataupun bersama Yoga! Aku akan pulang ke kosan ku sendiri bersama Arman! Iyakan, Man?" Andin menoleh ke arah Arman.


Andin langsung menjawab dengan jalan tengah. Andin tak mau baik Gerald ataupun Yoga kembali bersitegang gara gara rebutan untuk mengajaknya pulang. Andin tau, Yoga akan sangat tidak setuju jika ia ikut pulang bersama Gerald. Begitu pun sebaliknya, Gerald akan tetap memaksa dirinya untuk pulang bersama dia ke rumahnya. Daripada keduanya saling ribut, mending ia pulang ke rumahnya sendiri bersama Arman.


"Ok, mbak. " Jawab Arman mengacungkan jempolnya.


Setelah mendengar jawaban Andin, Gerald terlihat pergi meninggalkan Andin. Gerald pergi dengan sebuah lambaian tangan dan sebuah senyuman kecil penuh makna kepada Andin.


Semua perasaan didalam hati Gerald berkecamuk jadi satu. Ada perasaan marah, ada perasaan sedih, ada perasaan kecewa, ada perasaan bahagia yang bercampur jadi satu. Hari ini mungkin Gerald kecewa, karena tak bisa membawa Andin kembali ke pelukannya.Tapi Gerald yakin, suatu hari nanti Gerald akan bisa membawa Andin kembali ke dalam kehidupannya.


Dengan kejadian kemarin, Gerald akhirnya mengetahui kalau Andin masih sangat mencintai dirinya. Bahkan dari apa yang dia dengar, Andin bahkan tak pernah berhenti mencintainya.


Kadang Gerald merasa menyesal telah bersikap arogan kepada Andin dulu. Jika saja Gerald tau, sebegitu cintanya Andin kepada dirinya, mungkin Gerald tidak akan pernah meminta putus kepada Andin. Dan Gerald akan tetap mempertahankan hubungan dengan Andin meski ia akan banyak merasakan cemburu kepada Yoga.


Gerald tak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Tapi Gerald sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk memperbaiki semuanya. Meski ini akan sulit baginya.


Selain Yoga, Gerald juga tidak mudah untuk meninggalkan Ica tentunya. Akan sangat sulit memberi Ica pengertian kalau ternyata dia tidak bisa melupakan Andin dari hidupnya.


Meski itu semua akan jadi PR untuk Gerald. Tapi Gerald akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat Andin kembali lagi di kehidupannya.


***


Selepas Gerald pergi meninggalkannya, Andin berbalik ke arah Yoga dan menatapnya dengan tatapan yang hanya Yoga yang mengerti arti dari tatapan tersebut.


Andin ingin bicara serius dengan Yoga, tapi di sana ada Arman dan juga Marisa yang membuat Andin menahan semua yang ingin dia katakan.

__ADS_1


Andin tidak tau apa saja yang baru saja Yoga katakan kepada Gerald, tapi Andin yakin Yoga mengatakan sesuatu yang menyakiti hati Gerald.


"Cepat bereskan semua barang barang Andin, Man!" Kata Yoga, seraya berusaha berpaling dari tatapan Andin yang tengah menatapnya.


Yoga tau, apa yang sedang di pikirkan Andin saat itu. Andin pasti sedang merasa kesal terhadap dirinya. Tapi Yoga tidak perduli. Yang penting baginya adalah tetap menjaga supaya Andin tidak akan pernah kembali kepada Gerald lagi.


Siapa tau, setelah apa yang di katakan Yoga barusan. Gerald tidak akan pernah datang lagi menemui Andin. Dan tidak akan pernah kembali lagi di kehidupan Andin selamanya.


Mendengar Yoga yang menyuruhnya membereskan barang barang Andin, Arman dibantu oleh Marisa langsung bergegas membereskan semua barang bawaan Andin.


Setelah semuanya beres, mereka mulai mengangkat satu persatu barang bawaan ke dalam mobil.


Andin akhirnya di ijinkan pulang setelah suster membuka selang infus yang masih menempel di tangannya.


Andin pulang dengan Arman ke kosannya, tanpa diantar oleh Yoga. Karena Yoga dan Marisa juga langsung pulang ke rumah mereka. Andin sendiri yang meminta mereka untuk tidak mengantarnya ke rumah, karena Andin sengaja ingin beristirahat dan sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun, termasuk oleh Yoga.


"Yakin g mau aku temani? " Kata Yoga sebelum Andin naik ke dalam mobil.


Andin menggeleng.


"Ya sudah, tapi jangan lupa minum obat! "


Andin sedikit mengangguk lalu tersenyum.


Yoga memeluk sejenak Andin sebelum ia benar-benar naik ke mobil. Tak lupa Yoga mendaratkan sebuah ciuman di kening Andin dengan mesra.


"Oke, kalau begitu. Hati-hati di jalan, Man! Jangan ngebut ngebut, pelan aja! " Kata Yoga akhirnya melepaskan pelukannya dari Andin.


"Baik Pak bos! " Jawab Arman sambil tersenyum.

__ADS_1


***


__ADS_2