Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Andin Sedikit Berubah #62


__ADS_3

Andin duduk di meja kerjanya sambil termenung. Andin masih memikirkan kejadian beberapa jam yang lalu yang terjadi antara dirinya dengan Yoga. Andin masih tidak menyangka kalau dia tidak mengetahui sedikitpun tentang apa yang sudah di alami oleh Yoga selama ini.Apa yang baru saja di dengar nya dari Yoga membuat hati Andin gelisah.


Jujur Andin sedikit merasa bersalah tentang apa yang terjadi pada Yoga selama ini. Tapi apa yang harus dia lakukan untuk bisa sedikit mengurangi beban rasa bersalahnya kepada Yoga. Menerima kembali Yoga dalam hidupnya juga bukan jalan keluar.Tapi membiarkan Yoga dalam keadaan seperti inipun dia tidak tega.Ada perasaan campur aduk dalam hatinya.


Andin sebenarnya sedang bingung dengan hatinya sendiri. Padahal Andin sendiri yang menginginkan Yoga menjauhinya, tapi ketika terang-terangan Yoga menjauhinya tanpa alasan, hatinya justru merasa sakit.Entah kenapa tiba-tiba perasaan seperti ini kembali datang di hatinya. Padahal sudah lama sekali perasaan itu tak pernah ada.


Ada sedikit perasaan iba saat Andin melihat dengan jelas bagaimana Yoga begitu terluka dengan apa yang selama ini dia alami. Dan Andin adalah penyebab dari luka itu.


"Mbak." Sapa Arman kepada Andin.


Andin sedikit terkejut mendengar tiba-tiba Arman berada di ruangannya.Andin menengadahkan wajahnya dan bertanya.


"Iya, kenapa?"


"Ada yang mencari mbak. " Jawab Arman sambil menunjuk ke arah depan Resto.


"Siapa?" Tanya Andin lagi.


"Gerald mbak. "


"Oh,, persilahkan dia masuk. " Jawab Andin lalu bangun dari duduknya.


Arman kemudian berlalu dari hadapan Andin dan kembali menemui Gerald yang sedang menunggu di depan Resto.


Beberapa saat kemudian Gerald masuk ke dalam ruangan kerja Andin. Disambut senyuman dan pelukan hangat dari Andin untuk Gerald.


"Hai..." Sapa Gerald, lalu terlihat sedikit mengecup bibir Andin. "Ayang tidak sedang sibuk kan? " Tanya Gerald seperti yang takut mengganggu kegiatan Andin siang itu.


Andin sedikit tersenyum sambil menggeleng.


"Kok mukanya gitu, ga bahagia lihat aku datang?" Gerald sedikit merasa aneh dengan mimik wajah Andin yang terlihat sedikit berbeda.Ada sedikit berbeda dari biasanya. Mata Andin tampak biasa saja meski ia memaksakan diri untuk tersenyum.


"Bahagia lah. Kenapa aku tidak bahagia?" Jawab Andin dengan cepat menepis semua prasangka Gerald. "Hari ini adalah hari yang aku impikan selama dua tahun ini. Aku selalu berharap kamu akan datang mencari ku dan kembali padaku seperti dulu. "

__ADS_1


"Kok ngomongnya gitu? " Gerald terlihat kecewa mendengar Andin berkata demikian. "Aku tau aku salah, aku kan sudah minta maaf. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. " Tambah Gerald seraya dengan cepat memegang tangan Andin.


Andin tersenyum, lalu mendekat ke arah Gerald dan memeluknya kembali.


Sebuah pelukan erat yang terasa penuh dengan makna. Pelukan kerinduan yang sudah sejak lama ia pendam.


Lalu tiba-tiba Andin menangis di pelukan Gerald.


"Ayang kenapa?" Gerald terlihat khawatir melihat Andin yang tiba-tiba menangis di pelukannya.


Gerald tak pernah melihat Andin menangis seperti itu sebelumnya. Andin tak pernah menangis kecuali mereka sedang bertengkar hebat, dan ada kata kata Gerald yang sangat menyakiti hatinya.


Gerald mendudukkan Andin di kursi lalu memberikannya segelas air putih yang sudah tersedia di atas meja kerjanya.


"Ayang kenapa? " Gerald terdengar bertanya untuk kedua kalinya.


Andin berusaha menjawab pertanyaan Gerald meski dengan terbata bata.


"Aku hanya tidak pernah menyangka kalau hari ini akan kembali ke kehidupan aku. Aku tidak menyangka akhirnya ayang akan kembali padaku."


"Ayang bertengkar dengan Yoga? " Gerald tiba-tiba terdengar membahas tentang Yoga.


Andin sejenak menghentikan isak tangisnya. Lalu menatap tajam wajah Gerald yang tampak sedang memandangnya.Andin sedikit kaget ketika Gerald bisa dengan cepat menebak apa yang sedang terjadi di hatinya.


"Ayang bukan sedang menangisi aku kan? "


Andin terdiam.


"Yoga kenapa? " Gerald masih terlihat tenang ketika dia membicarakan tentang Yoga. "Apa dia marah melihat kita bersama kembali? "


Andin masih tidak menjawab. Dia hanya tertunduk tak mampu menatap wajah Gerald.


"Aku akan bicara dengannya. " Tambah Gerald.

__ADS_1


"Aku dan Yoga tidak apa apa. Kami baik baik saja, ayang tidak usah khawatir." Jawab Andin dengan cepat.


Andin perlahan menggenggam tangan Gerald. "Kenapa tiba-tiba bahas Yoga, emang ayang ga cemburu?"


"Aku janji pada diriku sendiri untuk memperbaiki semua kesalahan aku yang dulu. Cemburu hanya membuat kita terus terusan salah faham. Aku takut kehilangan Andin ku lagi, aku akan sepenuhnya percaya pada apa yang Ayang katakan."


Andin tersenyum kemudian terlihat mencium tangan Gerald yang sedang di pegang nya.


"Ica gimana? "


"Berikan aku sedikit waktu, aku akan secepatnya menyelesaikan urusan ku dengan Ica. "


Keduanya saling terdiam sejenak.


Gerald masih yakin kalau Andin bukan sedang menangis haru akan kedatangannya siang itu. Gerald yakin ada sesuatu yang terjadi yang membuat Andin tiba-tiba menjadi sedih. Tapi apa yang terjadi di hatinya Andin Gerald tidak tau. Meski sudah mencoba menebak, tapi Andin bersikeras kalau antara dia dan Yoga baik baik saja.


Gerald tau, yang ada di hati Andin hanya ada dua orang. Yang pertama dirinya dan yang kedua adalah Yoga. Yoga tak pernah sepenuhnya lepas dari kehidupan Andin meski Andin sudah menerima Gerald kembali dalam hidupnya.


Jauh di hati kecil Gerald sebenarnya dia tau, betapa berharganya Yoga bagi Andin. Bagaimanapun Yoga adalah orang yang selalu ada saat Andin sedang dalam keadaan apapun. Bahkan saat dirinya sendiri sedang meninggalkan Andin.


"Pergilah bersama ku ke suatu tempat! " Ajak Gerald pada Andin.


"Kemana? "


"Ke Rumah Duafa. " Jawab Gerald sambil menatap wajah Andin yang sedang sedikit termenung. "Aku ingin pergi memperkenalkan siapa diriku kepada Adinda dan ibu Asiyah. Juga kepada anak-anak yang lain. "


Andin tidak langsung mengiyakan ajakan Gerald.


"Sebelum itu terjadi, aku ingin secepatnya kamu selesaikan urusan mu dengan Ica. Setelah selesai baru aku mau memperkenalkan Ayang sama mereka."


"Ayang ga percaya sama aku? " Tatapan wajah Gerald tampak sedikit kecewa mendengar Andin berkata seolah tak mempercayai semua kata katanya.


"Bukan.Tapi kan memang status Ayang masih menjadi pacarnya dia. " Tukas Andin dengan cepat.

__ADS_1


Gerald akhirnya terdiam. Meski sebenarnya ia sedikit kecewa dengan apa yang baru saja Andin katakan. Andin terkesan tidak percaya dengan janjinya yang akan membereskan hubungannya dengan Ica.


"Aku percaya sama semua janji ayang sama aku. Tapi janji itu kan harus di realisasikan, kasihan Ica kalau ia harus curangi dari belakang seperti ini. Dia wajib tau kalau kamu kembali sama aku, walaupun itu akan menyakiti hati dia. "


__ADS_2