Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Akhirnya Yoga Meninggalkan Andin #88


__ADS_3

"Jelaskan semuanya padaku! Ada apa dengan semua ini? " Kata Andin setelah mereka duduk santai di dalam rumah.


Andin menatap tajam wajah Yoga yang terus berusaha menghindar dari pandangannya.


Yoga tak menjawab. Dia bingung apa yang harus dia jelaskan kepada Andin. Penjelasan apa yang ingin Andin dengar dari dirinya.Sedangkan dia tidak ingin menjelaskan tentang apapun kepada Andin.


Tak ada yang harus ia jelaskan.


"Ga,,, ada apa sebenarnya?" Tambah Andin dengan tatapan mata yang sayu,,,dan berharap Yoga akan menjelaskan semua kepada dirinya. "Kenapa kau tidak menjawab telpon ku? Kenapa kau juga tidak menjawab semua pesan dari ku? Ada apa dengan kita? Sebegitu Nya kah kau ingin menjauhi aku? " Kata Andin lagi, dengan nada suara yang tertahan.


Andin merasa begitu heran melihat Yoga yang begitu kekeh ingin menjauhinya.Sedangkan Yoga tidak pernah seperti itu sebelumnya.


Yoga masih saja terdiam.


"Kau juga tidak ingin bicara dengan ku?"Tanya Andin kembali.


Andin terlihat begitu kesal melihat Yoga yang dari tadi hanya terdiam.


Yoga terlihat menarik nafasnya dalam dalam. Mencoba mengumpulkan segala keberaniannya untuk mengatakan bahwa ia sudah tak ingin berhubungan apapun lagi dengan Andin.


"Apa yang ingin kau dengar dariku?"Yoga malah terdengar balik bertanya.Balik menatap wajah Andin yang sedang menatapnya.


"Penjelasan tentang semuanya?"


"Semuanya apa? Bukankah ini yang kau inginkan? Aku harus bersikap seperti layaknya seorang teman bukan? Kau tak ingin di perlakukan lebih dari teman oleh ku bukan? Hari ini kau telah melihat,, apa yang kau inginkan selama ini. Aku melakukan semuanya untuk mu.Lalu kenapa kau datang membawa pertanyaan yang bodoh?"


Andin terdiam, Jawaban dari Yoga membuatnya menelan ludahnya sendiri. Rasanya tak pernah ada satu hari pun,, Yoga berkata kasar yang akan menyakiti perasannya.


"Kalau begitu maaf atas semua kata kata ku yang salah. " Kata Andin berusaha bersikap tenang meski hatinya sedikit merasa gondok.


"Kau tidak perlu meminta maaf,, karena kau tidak salah. Aku yang harusnya minta maaf atas semua sikap ku selama ini kepada mu. Aku meminta maaf atas semua kesalahpahaman yang telah ku buat yang akhirnya membuat mu bertengkar dengan Gerald. "


"Ga,, "

__ADS_1


"Sudahlah,, apa yang selama ini kamu inginkan aku sudah melaksanakannya. Tak perlu lagi ada pertanyaan ini dan itu. Tak perlu juga ada pertanyaan kenapa,, " Kata Yoga yang akhirnya berdiri. Bersiap untuk pamit pergi. Karena Yoga tak sanggup duduk berlama-lama dengan Andin, ia takut tidak bisa menahan dirinya. Ia tidak pernah tega melihat Andin bersedih ataupun menangis. Apalagi ia dengan sengaja telah menyakiti hatinya.


Apalah daya Yoga,, semua yang dia lakukan karena terpaksa. Ia tak mempunyai jalan lain kecuali dengan terpaksa menjauhi Andin, karena hanya itu cara satu satunya untuk dia jauh dari Andin. Selama ia dekat dengan Andin maka ia tidak akan pernah lepas dari belenggu cinta Andin.


"Dengan seperti ini, aku akan berusaha menghapus semua perasaan cinta ku kepadamu. Melupakan semua yang pernah kita lewati. Kau selalu mengingatkan kalau kita berbeda. Perbedaan keyakinan menjadi tembok hakiki yang berusaha aku runtuhkan hingga hari ini aku akhirnya menyerah karena keadaan. Aku tak pernah bisa menembus dinding perbedaan diantara kita." Tambah Yoga,, kemudian ia mulai bangkit dari duduknya.


Andin tak terdengar mendebat kembali perkataan Yoga. Apa yang baru saja di dengarnya cukup jelas untuk tidak membuatnya berkata kata kembali.


"Doa ku semoga kamu selalu bahagia, meski aku tak lagi bisa bersama dengan mu. " Ucapnya kemudian ia benar-benar melangkah pergi.


Andin hanya mampu terdiam, ia tak menyangka hari itu akan terjadi di hidupnya. Yoga benar-benar pergi meninggalkannya. Bahkan ia tak berpaling untuk melihatnya kembali.


Apakah semua ini mimpi?


Tidak, saat itu Andin tidak sedang bermimpi. Apa yang sekarang sedang dia alami adalah hal yang selalu ia pinta dari Yoga bertahun-tahun tahun lalu. Tapi saat semua keinginannya terlaksana, justru perasaan sakit itu datang. Ia bahkan tidak menyangka bahwa saat Yoga benar-benar menghindarinya justru itu yang membuatnya sakit hati.


Ada apa dengan dirinya?


Atau jangan jangan justru Andin yang kini tidak ingin kehilangan Yoga dari hidupnya.


Apa yang selama ini ia inginkan sudah terlaksana, tapi kenapa terasa begitu sakit.


***


Keesokan Harinya


Andin masih saja tampak merenung di meja kerjanya. Ia hanya tampak menatap layar laptopnya tanpa mengoperasikannya.Badannya tersandar lemah di kursi tanpa bicara satu patah katapun dari pagi.


Gerald yang berada di satu ruangan dengannya tampak memperhatikan Andin yang tampak berbeda hari itu.


Andin terlihat murung beberapa hari ini. Ia tampak tak bersemangat dengan pekerjaannya. Ia selalu tampak terdiam di sela sela waktu kerjanya.Wajahnya selalu terlihat di tekuk nyaris tanpa senyum sedikitpun.


Padahal tak ada yang terjadi antara dia dan Andin, semuanya baik baik saja.

__ADS_1


"Kenapa Yang?" Terdengar Gerald mulai bicara sambil melihat kearah Andin.


Andin melirik dengan malas.


"Enggak." Jawab Andin menggeleng.


"Aku perhatikan beberapa hari ini kok tidak bersemangat kerjanya sih? Capek? Istirahat aja, gak usah kerja. Ada Fadil kok yang bantuin aku. Ayang istirahat aja! "


"Gak pa pa, kok. Cuma lagi pengen ketemu sama anak anak aja. " Jawabnya, mencoba mencari alibi untuk suasana hatinya yang beberapa hari ini sedang kacau.


Andin tau, Gerald pasti akan curiga dengan semua kebisuannya beberapa hari ini.


"Ya udah, ayang pergi ke Panti aja. Biar aku yang urus kerjaan. " Jawab Gerald tanpa banyak bertanya lagi.


Gerald sebenarnya tau kalau Andin sedang tidak merindukan anak anak di Panti, tapi dia sedang tidak ingin berdebat dengan Andin. Ada alasan yang sepertinya yang membuat Andin harus berbohong kepada dirinya.


"Nanti sore aja,, aku kesana! "Jawab Andin lalu terlihat kembali mengoperasikan laptopnya tanpa berbicara lagi.


Kembali mengerjakan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.


******************************************


__BEBERAPA BULAN KEMUDIAN__


Hari hari berlalu berjalan sebagimana biasanya. Setiap hari Andin hanya fokus bekerja dengan Gerald di kantor. Tak ada lagi ada rutinitas pergi ke Panti seperti biasanya. Sekarang, Andin benar benar fokus menjadi editor untuk channel youtube Gerald yang semakin hari semakin banyak subscribernya dan tentu saja penghasilannya juga semakin besar. Banyak iklan yang masuk, tentu semakin banyak juga pekerjaan dan tanggungjawabnya sebagai editor.


Sudah begitu banyak hari yang ia lewatkan tanpa bertemu dengan Yoga dan anak anak asuhnya di Panti. Dan Andin tidak pernah menyangka bahwa Yoga ternyata mampu melewati berbulan-bulan tanpa menghubunginya sama sekali.


Setelah hari itu, tidak satu kali pun Yoga berusaha menghubungi nya kembali.


Andin pun enggan menghubunginya duluan, Andin memiliki keyakinan kalau Yoga pasti akan menemuinya besok atau lusa. Tapi ternyata,, hingga hari ini,, berbulan-bulan lamanya bahkan Andin tidak melihat satu pesan pun dari Yoga untuk dirinya.


***

__ADS_1


__ADS_2