
Setelah berpamitan pada Andin, Gerald kembali pulang ke rumahnya tanpa membawa kembali motor vespa milik Andin. Sudah lama sekali Gerald berencana mengembalikan motor itu namun selalu terkendala pertikaian diantara keduanya. Hari ini Gerald sudah menganggap semua masalah yang terjadi antara dirinya dan Andin sudah selesai. Mereka kembali berbaikan dan berjanji akan saling lebih mengerti satu sama lain.
Gerald benar benar berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah kembali cemburu melihat Andin bersama Yoga. Dua tahun berlalu Gerald melihat sendiri bahwa memang Andin dan Yoga itu hanya berteman. Tak ada hubungan spesial apapun antara mereka kecuali memang hanya berteman.
Gerald merasa dirinya lah yang terlalu berlebihan berprasangka buruk tentang hubungan mereka. Gerald terlalu menuntut Andin untuk melakukan hal sulit ia lakukan. Padahal jika Gerald bisa sedikit bersabar, mungkin hubungan mereka tidak akan pernah terpisah untuk sementara.
Dalam perjalanan menuju ke rumahnya,Gerald terus berpikir kenapa Ica tiba-tiba menyuruhnya untuk pulang. Padahal Gerald sudah menyerahkan tugas untuk hari ini kepada Fadil. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan sudah Fadil handle. Dan Ica pasti sudah tau, tapi kenapa tiba-tiba Ica bersikap seolah dia tidak tau.
Gerald tak pernah pergi ke luar rumah tanpa menyelesaikan pekerjaan. Dan Ica sudah tau persis hal itu. Tapi mungkin ada sesuatu yang harus Ica katakan yang memang penting.Begitu pikirnya saat itu.
Satu jam kemudian Gerald tiba kembali di rumahnya. Gerald turun dari sebuah ojek online tepat di depan pintu pagar rumahnya.
Ayu yang sedang berada di luar bingung kenapa Gerald datang dengan turun dari ojek online sedangkan tadi dia pergi dengan naik motornya sendiri.
"Kok naik motor ojek online mas? Motor Vespa mu mana? " Tanya Ayu yang heran melihat Gerald tidak membawa kembali motor Vespa yang tadi dia bawa.
Gerald tersenyum manis kepada Ayu.
"Motornya sudah di kembalikan sama yang punya, Yu. " Jawabnya.
"Emang yang punya nya siapa mas? " Tanya Ayu sambil mengernyitkan alis.
"Andin." Jawab Gerald pendek.
"Oh,, punya mbak Andin. Tak kirain punya siapa. " Jawab Ayu dengan tersenyum. "Jadi masnya ketemuan sama mbak Andin to? " Tanya Ayu dengan agak bingung.
"Iya." Jawab Gerald dengan kembali tersenyum.
"La kok bisa? Kalau ketahuan mbak Ica piye to mas?"
"Emang kenapa kalau ketahuan? "
"Opo ndak sakit hati mbak Ica nya nanti? "
"Kalau gitu jangan kasih tau Ica kalau aku ketemu Andin ya, Yu! " Kata Gerald sambil nyengir. "Lagi apa, Yu? Berdiri di luar? " Tanya Gerald mengalihkan pembicaraan.
Tak tega melihat Ayu yang terlihat semakin kebingungan.
__ADS_1
"Lagi nungguin tukang baso lewat mas. "
"Oh, masih di depan Yu, tukang baksonya." Jawab Gerald sambil melangkah masuk ke dalam rumah.Membiarkan Ayu yang masih terlihat bingung di luar.
Gerald langsung menemui Ica yang masih terlihat bekerja di ruangan kerjanya.
Ica menoleh saat terdengar seseorang membuka pintu dari luar. Gerald masuk lalu mendekat kearah Ica yang sedang duduk sambil mengoperasikan laptopnya.
"Kenapa, Ca? " Tanya Gerald yang berdiri tepat di hadapan Ica.
Ica tak terburu-buru menjawab pertanyaan dari Gerald. Ia hanya tampak tersenyum saat Gerald tengah menatapnya.
"kamu yakin ga ngerti perkataan aku tadi, Ge? " Jawab Ica dengan sedikit senyum simpul, dan sedikit akan tertawa.
"Maksudnya? " Gerald terlihat bingung mendengar jawaban dari Ica.
"Aku cuma basa basi aja tadi. Aku khawatir, kamu udah pergi lama tapi di telpon susah, sedangkan tadi kamu bilang cuma mau pergi sebentar. "
Gerald terdiam.
"Aku cuma penasaran kamu pergi kemana? " Tambah Ica tanpa melihat kearah Gerald. Dia tetap fokus dengan laptopnya.
Ica tau, Gerald agak sedikit kesal kepada dirinya.
Gerald masih terdiam.
Fadil yang mendengar percakapan keduanya mengarah pada hal pribadi, langsung bergegas keluar dari ruangan. Fadil tak ingin mendengar kedua sahabatnya ini saling berdebat di hadapannya.Karena Fadil tau arah pembicaraan Ica pasti akan memancing keributan di antara mereka.
"Kok nggak langsung tanya tadi di telpon? " Gerald terlihat agak sedikit kesal.Gerald merasa kepulangannya ke rumah sedikit sia sia.
"Kan udah tadi aku tanya, kamu bilang lagi di jalan. " Jawab Ica.
"Aku ke rumah Andin. " Jawab Gerald dengan jujur. Tak ada gunanya lagi dia berbohong. Toh Ica juga pasti mengerti kalau tadi dia sedang berbohong. Makanya dia berbasa-basi ke sana kemari untuk mencari tau kemana dia pergi sebenarnya.
Ica terdiam mendengar jawaban yang jujur dari Gerald.
"Aku antarkan motor Vespa sama dia. " Tambah Gerald.
__ADS_1
"Kenapa tadi kamu berbohong? " Tanya Ica menghentikan pekerjaannya.
Pandangannya langsung beralih kepada Gerald.
"Aku takut kamu kecewa kalau kamu tau aku pergi ke tempat Andin. " Jawab Gerald sedikit merasa bersalah.
"Tapi akhirnya aku kecewa juga kan? " Matanya tetap tajam menatap wajah laki laki yang sangat di cintai nya ini.
Gerald tak menjawab.
"Tak ada gunanya kamu berbohong seperti ini. Cepat atau lambat aku pasti akan tau. " Kata Ica dengan agak sedikit menaikan nada bicaranya.
"Aku tau. Tapi tak ada salahnya kan aku mencoba sedikit untuk bisa menghargai perasaan mu. Walaupun sepertinya aku tetap tidak bisa. " Jawab Gerald mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi di hatinya. "Aku bingung bagaimana menjelaskan semuanya sama kamu. "
Ica terlihat menghela nafasnya beberapa kali. Ada perasaan sesak yang tiba-tiba datang di hatinya saat mendengar Gerald mengutarakan isi hatinya. Ica tau akan kemana arah pembicaraan Gerald saat itu. Dan Ica belum siap mendengar semuanya.
Ica tidak menyangka kalau Gerald akan secepat itu kembali memutuskan untuk berbaikan dengan Andin.
"Tapi kamu tau kan kalau apa yang akan kamu katakan hari ini itu akan sangat menyakiti hatiku? "
"hmm." Gerald sedikit mengangguk.
"Dan kau tetap akan mengatakannya? "
"Dengan sangat terpaksa iya." Jawab Gerald dengan tegas.
Gerald tidak tau harus berapa lama ia sembunyikan perasaan yang ada di hatinya. Cepat atau lambat Ica harus tau kalau dia masih sangat mengharapkan Andin kembali dalam kehidupannya. Gerald tidak mau selamanya terus berpura-pura menjalani hubungan dengan Ica, padahal Ica tau dengan jelas kalau Gerald sama sekali tidak mencintainya.
Gerald sudah melihat sendiri kalau Andin tak pernah mempunyai hubungan apapun dengan Yoga dan Gerald juga melihat sendiri kalau Yoga juga sudah menikah dengan wanita lain dan sudah mempunyai anak.
Andin tak pernah menggantikan dirinya dengan lelaki manapun. Lalu kenapa dia harus tetap menjalani hubungan dengan Ica? Kalau dia bisa mendapatkan kembali Andin.
Bukankah ini yang selama ini dia harapkan?
Lalu kenapa Gerald harus membuang kesempatan yang begitu bagus untuk kembali menjalin hubungan dengan Andin.Meski akhirnya Gerald harus tega menyakiti Ica.
***
__ADS_1