
Gerald melangkah pergi meninggalkan ruangan bu Aisyah dengan di iringi lambaian tangan Adinda.Gerald sungguh merasa begitu dongkol saat itu, dia kesal pada dirinya sendiri karena menginginkan bertemu dengan pemilik Yayasan Rumah Duafa yang tidak disangka pemiliknya adalah Yoga dan Andin.
Dia begitu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Gerald tiba-tiba merasa asing dan tak pernah mengenal Andin.Ternyata banyak sekali yang tidak dia ketahui tentang Andin selama ini. Padahal Gerald merasa bahwa dia sudah mengenal Andin lebih dari dirinya sendiri. Tapi ketika tiba-tiba ada banyak hal yang ternyata dia tidak ketahui,Gerald merasa seperti orang asing yang baru saja mengenal Andin.
Gerald ternyata salah jika dia merasa dia telah mengenal Andin,karena ada banyak hal yang tidak dia ketahui tentang Andin. Hari ini dia mengetahui tentang Yayasan Rumah Duafa dan Adinda.Besok atau lusa entah apa lagi yang akan dia ketahui.
Hari ini begitu menyebalkan buat dia.Rencana untuk membawa Adinda jalan jalan hari ini jadi cancel gara gara melihat Yoga di Yayasan tadi.Gerald keburu bete dan tidak bersemangat. Rencana yang sudah di susun hari ini jadi berantakan.Gerald sungguh merasa kesal,karena akhirnya dia tidak jadi membawa Adinda untuk pergi makan bersamanya.
Gerald sudah terlanjur menyayangi Adinda.Tapi Gerald merasa dongkol karena ternyata pemilik Yayasan itu salah satunya adalah Yoga.Dan itu membuat dirinya muak.
Kenapa Gerald bisa tidak mengetahui apapun tentang Yayasan itu? Kenapa Andin tidak pernah menceritakan tentang Yayasan itu kepada dirinya. Kenapa harus dengan cara seperti ini dia mengetahuinya.
Siapa Andin sebenarnya?
Kenapa Gerald selalu merasa dirinya kalah segala-galanya dari Yoga.
***
Di tempat lain.
Setelah Gerald pergi meninggalkan Yayasan dengan wajah yang tampak kesal,Andin tampak terlihat duduk di kursi tanpa bicara apapun.Dia tau, Gerald marah kepadanya. Andin tau, pasti Gerald merasa kaget tentang Rumah Duafa yang tidak pernah dia ceritakan sebelumnya kepada Gerald.
Bu Aisyah dan Adinda tampak keluar dari ruangan meninggalkan Yoga dan Andin hanya berdua saja.
"Mau ku antar mengejar Gerald?" Yoga menawarkan jasa kepada Andin untuk mengejar Gerald yang pergi dengan rasa marah.Siapa tau belum jauh.
Andin tak menjawab.Dia hanya terdiam.
"Bicaralah dengan dia, jelaskan tentang semua ini sama dia!"
"Untuk apa?" Kata Andin hampir tidak terdengar.
Yoga juga terdiam.
Benar kata Andin, untuk apa pergi menjelaskan semua ini kepada Gerald, sedangkan diantara mereka bukankah sudah tidak ada hubungan apa apa.Apa pentingnya menjelaskan semua itu sama Gerald? Toh dia sudah bukan siapa-siapa lagi bagi Andin.
__ADS_1
Andin beranjak dari duduknya lalu terlihat menyelendangkan tasnya kemudian berlalu dari hadapan Yoga tanpa bicara apapun.
Yoga juga tak terlihat bertanya, kemana Andin akan pergi.Yoga tau, perasaan Andin sedang kacau. Yoga tak ingin menambah lagi beban pikiran hati Andin dengan tidak terlalu banyak bertanya.Walau sebenarnya Yoga ingin tau kemana sebenarnya Andin akan pergi.
Karena hari itu Andin pergi bersama Yoga,otomatis dia tidak membawa mobilnya. Dia pergi memesan taksi online, untuk pergi ke suatu tempat.
Tempat yang sebenarnya dia tidak ingin datangi. Tapi dia harus tetap datang kali ini. Andin harus pergi untuk meminta maaf kepada Gerald hari itu.Andin merasa harus menjelaskan tentang rumah Duafa kepada Gerald.Walau sebenarnya dia tidak tau apa yang dilakukannya ini benar atau salah.
Saat mendengar Yoga mengatakan kalau dirinya harus mengejar Gerald, Andin merasa Yoga telah mengatakan hal benar saat itu. Andin harus datang dan berbicara dengan Gerald.Andin harus menjelaskan semuanya kepadanya Gerald.Meski sebenarnya tidak penting juga menjelaskan semua itu kepada Gerald. Andin sudah tidak perlu menjelaskan tentang apapun kepada Gerald. Karena mereka sudah tidak saling berhubungan satu sama lain.
Satu jam kemudian sang supir taksi online itu menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Rumah yang tidak pernah di injaknya lagi semenjak berpisah dengan Gerald dua tahun lalu.Rumah yang masih sama seperti yang dulu.Bedanya, adalah Andin sudah tidak pernah lagi menginjaknya setelah beberapa lama.
"Disini kan, neng rumahnya?" Tanya pak supir kepada Andin yang tidak bergegas turun dari mobil.
"Iya, pak." Jawab Andin masih belum beranjak turun.
"Kirain salah, neng?" Kata pak supir lagi sambil tersenyum kecil.Si pak supir mengira salah rumah karena Andin tidak turun dari mobil.
Andin tersenyum, lalu terlihat dia turun dari mobil setelah dia membayar ongkos taksinya.
Andin terlihat ragu untuk masuk karena dia melihat dari luar gerbang, mobil Gerald tidak ada di halaman rumahnya. Itu berarti Gerald belum ada di rumah. Mungkin tadi, Gerald pergi dulu ke suatu tempat hingga Andin yang terlebih dulu datang ke sana.
Baru saja Andin akan memaksakan masuk dan akan mendorong pintu, terdengar sebuah klakson mobil dari arah belakang. Mobil Gerald baru saja datang. Andin terlihat sekalian membukakan pintu gerbang untuk Gerald.
Gerald yang berada di dalam mobil, sedikit kaget tiba-tiba melihat Andin sudah berdiri di depan pintu gerbang rumahnya. Gerald tak menyangka bahwa akhirnya Andin akan datang juga menghampirinya.
"Andin." Lalu turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.Menghampiri Andin yang masih berdiri di pintu gerbang." Kenapa berdiri di sini?"
Andin tak bicara.Dia bingung harus bagaimana.Andin terlihat ragu dengan kedatangannya.Sejenak dia merasa menyesal telah memberanikan diri untuk datang. Tapi sudah terlanjur datang, Andin tak mungkin kembali lagi.
"Masuklah!" Ajak Gerald mempersilahkan Andin untuk masuk ke dalam rumahnya.
Gerald dan Andin berjalan masuk ke dalam rumah.Disambut oleh Ica yang sudah berdiri di depan pintu. Tadinya Ica akan membukakan pintu gerbang untuk Gerald. Tapi ternyata sudah ada seseorang yang membukakan pintu untuknya di luar.
"Hai." Sapa Ica kepada Andin, walaupun seperti agak terpaksa. "Baru pulang, sayang?" Ica mengalihkan pandangannya pada Gerald yang berjalan melewatinya.
__ADS_1
Gerald hanya menjawab pertanyaan Ica dengan sebuah senyuman kecil di bibirnya.Tangan Gerald singgah di kepala Ica, mengelus sedikit rambut Ica sambil berjalan melewatinya tanpa bicara.
Andin juga membalas Ica dengan sebuah senyuman.Andin masuk ke dalam mengikuti Gerald yang sudah duluan masuk.Hati Andin malah jadi kacau tidak karuan. Mendengar Ica memanggil Gerald dengan sebutan sayang, hatinya tiba-tiba merasa sakit.Dia tiba-tiba merasa ada yang salah dengan kedatangannya.Andin merasa harusnya dia tidak di sana untuk menyaksikan apa yang tidak ingin dia lihat.
Dua tahun tak pernah menginjakan kakinya di rumah itu, Andin merasa asing di sana.
Gerald mempersilahkan Andin untuk duduk di ruang tamu.
"Mau minum apa?" Tanya Gerald berbasa basi, karena dia juga tidak tau apa yang harus dia katakan kepada Andin. Atau harus dia tanyakan kepada Andin.
Andin tak segera menjawab.
Dia hanya terlihat memandang wajah Gerald yang sedang duduk di hadapannya. Melihat Gerald memperlakukannya seperti tamu, Andin semakin merasa dirinya adalah orang asing di sana.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"Tanyanya kembali.
"Aku.." Perkataannya terhenti. Lidahnya seperti kelu. Semua hal yang tadi ingin dia bicarakan, tiba-tiba menghilang dari pikirannya. Andin bingung, dia akan membicarakan apa datang ke rumah Gerald. "Aku.."
Semua yang ingin dia bicarakan hilang seketika. Ketika melihat Ica memanggil Gerald dengan sebutan sayang.
Gerald menunggu kelanjutan perkataan Andin yang terhenti henti.
"Mau mengatakan hal baru lagi?" Gerald mencoba menebak.
"Maksudnya?"Andin bingung.
"Ya siapa tau,kamu menyimpan rahasia yang tidak aku ketahui lagi seperti tadi." Jawab Gerald terlihat sedikit kesal.
Andin terdiam.
"Aku sudah menjalankan amanah mu yang menyuruhku untuk menyumbangkan uang mu ke Yayasan yang telah kau tulis di kertas waktu itu. Walaupun aku tidak menyumbangkan semua uangnya, karena aku kira nanti kamu akan membutuhkan uang itu. Makanya aku simpan sebagian uangnya di Bank.Tapi kalau sudah tau ternyata Yayasan itu milik mu, aku akan transfer uang itu semuanya. Pergilah bersama ku besok, kita akan urus semuanya di bank." Kata Gerald dengan tegas. Dia masih kesal dengan kejadian tadi siang di Rumah Duafa.
Andin hanya tampak menahan dirinya untuk tidak menangis.Dia bingung harus bicara apa.Tiba tiba saja dia menjadi melankolis. Tiba-tiba saja Andin mengingat bayangan semua masa lalunya dengan Gerald yang membuat dia merasa sedih.Semua rasa bercampur aduk jadi satu.
***
__ADS_1