
Sri dan Dewa duduk di tepi ranjang hotel yang sengaja mereka sewa untuk malam pertama mereka. Sri tampak canggung saat berdua saja dengan lelaki yang hari ini resmi menjadi suaminya itu.
Dewa juga tampak gelisah, karena ia bingung akan memulainya dari mana. Ia sesekali melirik Sri yang tampak lebih pendiam dari biasanya.
"Sa-saya mandi dulu ya." Ucap Dewa.
Sri hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk.
"Ka-ka-kamu tidak mandi?" Tanya Dewa yang mendadak gagu karena saking groginya.
"I-iya. Mas duluan saja." Ucap Sri.
"Oh, begitu." Ucap Dewa. Lalu, ia pun beranjak ke kamar mandi hotel.
Sri langsung bergegas untuk menghapus make-up nya dengan make-up remover yang ada di dalam tas make-upnya.
Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Sri menoleh melihat ke arah kamar mandi yang dinding nya terbuat dari kaca yang buram, sehingga terlihat jelas bayangan Dewa yang sedang mandi di bawah pancuran air shower.
Jantung Sri berdegup kencang saat melihat bayangan "adik" kecil Dewa yang terlihat jelas bergerak bebas seiring gerakan Dewa yang sedang menyabuni tubuhnya.
Sri mulai memperhatikan bayangan "Adik" kecil Dewa. Ia mulai mengangkat tangan nya dan memperkirakan ukuran "Adik" kecil Dewa.
"Kiro-kiro sak mene yo?" Gumam Sri sambil membuka lebar telapak tangannya.
"Sak jengkal?" Gumam nya lagi.
Sri pun mengurungkan niat nya untuk menghapus make-up di wajahnya. Ia pun duduk di tepi ranjang menghadap ke kamar mandi sambil terus memperhatikan bayangan "Adik" kecil Dewa.
Sri yang sedang asik mengukur dan mengira-ngira, pun terkejut saat Dewa tiba-tiba saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Kamu sedang apa?" Tanya Dewa.
Dengan wajah yang memerah. Sri tampak gelagapan. Lalu, ia membuka lebar telapak tangannya.
"Anu, sak mene, eh, anu Mas."
"Anu apa?" Tanya Dewa yang berdiri dihadapan Sri dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Anu, iku.. Opo yo?" Ucap Sri yang semakin panik.
"Apa?" Tanya Dewa penasaran, lalu ia beranjak mendekati Sri.
"Anu, aku mau mandi dulu Mas." Ucap Sri. Lalu, ia beranjak dari duduknya dan berjalan dengan cepat menuju ke kamar mandi.
Kini posisi Sri di gantikan oleh Dewa. Dewa mulai memperhatikan bayangan Sri yang membuat dirinya sangat bersemangat.
"Keren ini ide hotelnya. Pakai dinding kaca burem kayak gitu. Bikin penasaran aja." Guman Dewa, sambil terus memperhatikan bayangan Sri yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya yang begitu menggoda.
"Astaga, indah banget." Ucap Dewa sambil menelan salivanya.
Apa yang di lakukan Sri, kini di lakukan oleh Dewa. Dewa mulai mengangkat kedua tangannya dan memperkirakan ukuran gunung kembar milik Sri.
"Segini kira-kira." Gumam Dewa sambil tertawa geli.
__ADS_1
Sri yang merasa kelakuan nya akan di ikuti Dewa pun mulai berjongkok dan menyelesaikan mandinya dengan cepat.
Dewa tampak kecewa saat Sri berjongkok. Ia tidak dapat lagi melihat lekukan tubuh Sri dari bayangan di kaca buram itu.
Dewa pura-pura sibuk membaca pesan di ponselnya saat Sri keluar dari dalam kamar mandi. Sri memandangi Dewa yang terlihat salah tingkah.
"Lagi ngapain Mas?" Tanya Sri sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Engg..enggak." Ucap Dewa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sri berjalan menghampiri Dewa.
Dewa pun berkhayal saat Sri berjalan menghampiri dirinya. Dalam pandangannya, Sri menggunakan baju tidur yang minim dan menghampiri dirinya dengan tatapan yang buas.
"Oh Sri." Ucap nya.
"Kenapa Mas?" Tanya Sri saat ia duduk di samping suaminya itu.
Dewa menggelengkan kepalanya dan menatap Sri dengan seksama.
Pikiran Dewa sudah traveling kemana-mana saat istrinya itu tersenyum kepadanya. Tetapi, bagaimana cara memulainya agar Sri tidak takut kepadanya. Begitulah kira-kira yang ada di benak Dewa.
"Sri, kita ngapain?" Tanya Dewa dengan kikuk.
"Ngapain?" Tanya Sri yang terlihat kecewa dengan pertanyaan suami nya itu.
"Kok pakai bertanya toh? kok aneh?" Batin Sri.
"Loh, kok nanya lapar apa enggak? kan aku wis wareg toh di acara nikahan." Batin Sri lagi.
Sri mulai hilang feeling. Ia ikut menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lalu hening.
Mereka seperti dua orang yang sedang bermusuhan yang berada di dalam kamar yang sama.
Tik Tok Tik Tok Tik Tok..!
Waktu terus mendekati tengah malam. Mereka tetap berdiam tanpa kata-kata.
"Sri," Panggil Dewa.
"Sri.." Panggil Dewa lagi.
Dewa menoleh ke sampingnya dan mendapati Sri yang sudah bersender di kepala ranjang sambil tertidur dengan pulas.
"Yah..." Dewa pun merasa bodoh.
"Duh gue kelamaan kali ya, sampe Sri ketiduran." Ucap Dewa sambil membetulkan posisi tidur Sri.
Saat Dewa merebahkan Sri di atas ranjang, Sri membuka kedua matanya. Mata mereka pun saling bertatapan. Sri mulai gemetar saat melihat wajah Dewa yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Mas,"
__ADS_1
"Sri,"
"Mas,"
"Sri,"
"Tangan ku kejepit dengkul mu Mas." Ucap Sri.
"Eh, maaf." Dewa langsung menggeser dengkulnya hingga tubuh nya pun oleng dan menimpa tubuh Sri.
"Aduh Mas..!" keluh Sri.
"Maaf." Ucap Dewa yang tampak semakin grogi.
Sri mengulum senyumnya, sambil terus menatap mata Dewa.
"Saya baru pertama, saya bingung." Ucap Dewa berterus-terang.
"A-aku juga." Ucap Sri, gugup.
"Ikutin insting aja lah." Ucap Dewa yang langsung mengecup bibir Sri.
Sri terpaku, lalu, ia pun mencoba membalas ciuman Dewa.
Hampir satu jam mereka berciuman, tetapi tidak kunjung memulai malam pertama mereka.
Akhirnya Sri pun frustasi. Ia beranjak duduk di atas ranjang dan menatap dewa dengan putus asa.
"Kenapa sayang?" Tanya Dewa dengan polos.
"Mas, kita ke Malioboro aja yuk." Ucap Sri.
"Loh, kenapa?"
"Bibir ku wis jontor iki loh." Keluh Sri.
Dewa memegang bibir nya sendiri. Bibirnya pun terasa kebas.
"Iya sama." Ucap Dewa.
Mendengar jawaban Dewa, Sri pun mengusap wajahnya berkali-kali.
"Mas, yo wes yuk keluar, aku lapar." Ucap Sri yang langsung beranjak dari ranjang dan bersiap-siap untuk keluar kamar.
Dewa pun tersadar Sri sedang merajuk. Lalu, ia menarik lengan Sri dan memeluk istrinya itu.
Dewa memberanikan diri untuk memulai malam pertama mereka. Sri yang merajuk, kembali luluh. Tanpa kata, Sri membalas perlakuan Dewa kepadanya.
Tidak pakai acara grogi lagi, Dewa melancarkan aksinya dengan jantan. Malam ini, Dewa sukses memasuki gawang pertahanan Sri dengan sempurna.
Dewa membuktikan Dirinya adalah lelaki yang jantan. Dan Sri membuktikan bila Dewa adalah yang pertama baginya. Mereka saling berpelukan dengan mesra, malam ini begitu indah bagi mereka.
Yakinlah, Sri dan Dewa adalah contoh. Dua insan yang mempertahankan hasrat mereka hingga berakhir di pelaminan. Rasa kikuk untuk yang pertama kalinya, melakukan untuk yang pertama kalinya sebagai pasangan suami istri. Itu tak akan pernah terlupakan. Karena melakukannya dengan halal adalah pengalaman yang paling tak akan pernah terlupakan bagi sepasang suami istri.
__ADS_1