Kost Putri

Kost Putri
69# Hancurnya Hati Risa


__ADS_3

"A', mau kemana?" Tanya Cempaka saat melihat Rozi yang bergegas keluar dari kamar, sesaat setelah mereka berdua selesai sholat Isya berjamaah.


"Saya ada urusan sebentar ya." Ucap Rozi.


"Kok, sudah dua hari ini si A'a teh sering ada urusan? Si A'a teh punya urusan apa ya?" Batin Cempaka.


"A'a gak makan dulu?" Tanya Cempaka.


"Saya belum lapar, kamu kalau mau makan duluan, tidak apa-apa Cem." Ucap Rozi. Lalu, Rozi kembali bergegas ke arah pintu depan.


"A'a, saya teh mau bicara sebentar saja A'," Ucap Cempaka.


"Nanti agak malam ya sayang." Ucap Rozi sambil tersenyum.


Terlihat wajah Rozi yang sedikit datar dan tegang. Cempaka tidak tahu mengapa dua hari ini suaminya itu berubah.


Cempaka menjadi bersedih saat Rozi keluar dari rumah. Sampai-sampai, air matanya menetes di pipinya. Dengan gontai, Cempaka beranjak kembali ke kamarnya.


Nyak Tatik yang sedang berada di ruang televisi pun melihat Cempaka yang di acuhkan Rozi. Lalu, ia beranjak ke kamar Cempaka.


"Cem," Panggil Nyak Tatik.


Cempaka yang sedang menangis sambil melipat sajadah pun, langsung mengusap air matanya.


"Ya Nyak." Ucap Cempaka.


"Si Rozi kenape?" Tanya Nyak Tatik.


Cempaka hanya menggelengkan kepalanya dan menundukkan wajahnya.


"Lu berdua berantem? ape pegimane?" Tanya Nyak Tatik lagi.


"Kami teh tidak berantem atuh Nyak."


"Lah terus, ngapa si Rozi begitu dan kenape elu nangis?" Tanya Nyak Tatik sambil menghampiri Cempaka.


Akhir-akhir ini Cempaka memang sedang sensitif, Cempaka juga berubah menjadi lebih posesif, karena hormon kehamilannya. Sedangkan masalah kehamilannya yang baru saja ia ketahui tadi siang pun, belum ada seorangpun yang tahu.


"Saya teh gak tahu Enyak. Salah saya teh dimana, saya teh gak tahu Nyak." Ucap Cempaka sambil menangis tersedu-sedu.


"Ya Allah si Rozi ye! bikin mantu gue nangis. Belon empat bulan kawin, udeh betingkah aje tuh anak!" Ucap Nyak Tatik , kesal.


Nyak Tatik langsung memeluk Cempaka untuk menenangkan menantunya itu.


Rozi menghampiri Halomoan yang sedang duduk di warung kopi di depan komplek. Halomoan yang sedang berbalas pesan dengan Butet, terlihat tersenyum-senyum sendiri.


"Moan, gimana?" Tanya Rozi.


Halomoan menoleh dan menatap Rozi yang sedang berjalan menghampiri dirinya.


"Eh, Bang Rozi." Ucap Halomoan.


"Muke lu knape Moan?" Tanya Rozi sambil memperhatikan luka-luka dan lebam di wajah Halomoan.


"Abes berantam aku sama si Agus." Ucap Halomoan.


"Eh, ketemu dimane lu?" Tanya Rozi dengan wajah yang serius.

__ADS_1


"Di kampus Bang. Udah aku cakapkan sama dia, aku suruh dia datangi si Risa." Ucap Halomoan.


"Duhhhhh... Moaaaannn.. terus lu lepasin? Lu yakin dia bakalan datang? Lu gila Moan!" Ucap Rozi.


Halomoan terdiam sesaat, lalu ia menatap Rozi dengan seksama.


"Lu sendiri yang bilang dia Playboy kan Moan, lu juga yang bilang dia banyak ceweknya. Lu yakin dia bakalan datang terus dia minta maaf sama keluarga gue? Dan terus bertanggung jawab?" Tanya Rozi.


Halomoan menepuk dahinya.


"Astagaaaaaa.. Iya ya." Ucap Halomoan.


"Jam berapa dia ada di kampus? Biar gue datengin." Ucap Rozi.


"Jam lapan lah kira-kira." Ucap Halomoan.


"Lu udah dapat alamat kost nye atau nomor hape nye?" Tanya Rozi lagi.


Halomoan hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Halah..! lu ini Moan....."


"Maap lah Bang. Aku terlalu polos orangnya. Sampek gak kepikiran aku ke sanan." Ucap Halomoan.


Ya udah, kita tunggu aja, dia beneran datang ato kagak." Ucap Rozi sambil meminum kopi Halomoan.


"Bang, kopi aku itu." Ucap Halomoan sambil menatap Rozi dengan tak percaya.


"Lu pesan lagi dah Moan. Nih duit nya."


Rozi menyerahkan selembar uang sepuluh ribu.


"Bang, kopi itam satu ya. Jan banyak kali gulanya, diabetes aku nantik. Lagi pulak udah manes nya aku." Ucap Halomoan.


"Ok Bang " Sahut pedagang kopinya.


Lalu, Halomoan melirik Rozi yang sedang asik menyeruput kopinya.


"Maen srobot aja bah..! kek mafia tanah." Gumam Halomoan, sebal.


...


Risa menangis saat melihat wajah Agus yang terlihat bengkak dan memar saat ia pertama kali berjumpa setelah hampir tiga bulan lamanya ia tidak bertemu dengan Agus.


"Bang, wajah Abang kenapa?" Tanya Risa sambil menyentuh wajah Agus.


Agus terlihat malas dan menghindari tangan Risa.


Risa terdiam saat melihat sikap Agus yang tak lagi mesra kepadanya.


"Bang, terima kasih ya, sudah menghubungi Risa. Abang kemana aja? Kok pindah gak bilang-bilang Risa? Risa pikir Abang memang mau ninggalin Risa." Ucap Risa.


Setelah pergulatannya dengan Halomoan, Agus pergi ke Dokter. Setelah itu, ia kembali ke Kost-kost-an nya yang baru. Sepanjang perjalan ke Kost nya yang baru, Agus terus berpikir bagaimana agar ia lolos dari masalah yang menjerat dirinya. Hingga akhirnya ia memberanikan menghubungi Risa dan bertemu di luar dengan Risa.


"Justru gue ngajak ketemu, mau bicarain masalah hubungan kita." Ucap Agus.


"Sama Bang, Risa juga mau bicara masalah hubungan kita." Ucap Risa yang terlihat antusias.

__ADS_1


"Risa, kita putus aja. Kita gak cocok. Saya sekarang sudah punya pacar baru."


Deggggg..!


Seperti tertimpa bongkahan batu yang besar, hati Risa terasa hancur berkeping-keping.


"Bang, salah Risa apa?"


"Kamu tidak salah, aku hanya bosan." Ucap Agus.


"Tapi Bang, Risa sedang mengandung anak Abang..!" Ucap Risa yang mulai emosi dan menahan tangis nya.


"Bisa aja itu bukan anak gue, bisa aja selama gue KKN lu tidur sama laki-laki lain." Ucap Agus.


Degggggg..!


Jantung Risa kembali terhantam bongkahan batu yang besar. Saat itu juga Risa menangis mengeluarkan segala perasaan yang begitu sakit.


"Demi Allah Bang, Risa gak pernah dengan yang lain Bang!" Ucap Risa.


"Gue gak mau kena getahnya. Lu gugurin kalau memang gak ada yang tanggung jawab." Ucap Agus.


"Tapi Bang, ini anak Abang loh!" Ucap Risa dengan dada yang sesak.


"Mau itu anak gue atau anak laki-laki yang sudah nyicipin elu, gue gak perduli. Lu gugurin, karena gue gak mau lu jebak. Satu lagi, lu bukan tipe gue. Lu jelek dan mur*han. Gue gak mau punya keturunan dari elu. Paham ya, mulai sekarang jangan menuntut apa-apa dari gue. Lu matiin itu anak. Nih buat bantu-bantu biaya buat nyingkirin itu anak, kalau kurang, lu cari sendiri. Lu bisa minta sama laki-laki yang udah ikut nyumbang bikin anak."


Agus melemparkan amplop berisi uang tunai ke wajah Risa.


Plakkkkkkk!!!


"Jahanam..!!!" Pekik Risa.


Agus langsung mencengkram kedua pipi Risa dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan nya yang satu lagi menahan tangan Risa yang akan kembali melayangkan tamparannya.


"Kurang ajar lu! berani lu tampar gue lagi, gue habisin lu!" Ancam Agus.


Risa terdiam, ia baru mengerti sifat asli dari lelaki yang selalu mengucapkan kata-kata manis kepadanya itu.


"Risa gak nyangka Abang sekejam ini." Ucap Risa dengan suara yang parau.


"Sekarang lu udah tau kan gue begini? Jangan harap gue mau nikahin lu. Lu gak ada harganya dimata gue.!" Ucap Agus.


Air mata luka mengalir deras di pipi Risa. Ini adalah mimpi terburuk selama hidupnya. Kini terbayang wajah Enyak dan saudara kembarnya. Pasti lah keluarganya akan malu dengan semua orang bila ketahuan dirinya sedang mengandung anak diluar nikah. Terutama keluarga Nyak Tatik, Ibu tirinya. Pasti Nyak Tatik akan menertawakan keluarganya, karena apa yang di tuduhkan Enyak Komariah berbalik kepada dirinya, putri Nyak Komariah sendiri.


Risa berlutut di atas aspal. Ia memohon kepada Agus yang sudah bersiap-siap untuk menyalakan sepeda motornya. Agus tidak menghiraukan Risa yang meraung dan memohon kepadanya. Agus tetap berlalu bagaikan angin yang bertiup kencang pada malam ini. Risa hanya bisa meratapi kepergian Agus dengan luka yang mendalam di hatinya.


Pesan author


*Hubungan percintaan memang indah. Tetapi ketahuilah, yang sudah jelas status suami istri saja, seorang suami mampu untuk meninggalkan istri dan buah hatinya. Apa lagi hanya sekedar pacaran?


Pelajaran bagi kita semua, jaga baik-baik anak-anak kita. Mau itu anak perempuan atau pun, anak laki-laki. Tanamkan nilai Agama dan perkenalkan hukum sebab akibat yang akan menghampiri bila tidak berpikir sebelum berbuat.


Karena hidup itu kejam, bila kita berbuat suatu kesalahan yang FATAL.


Bila hal itu tetap terjadi, jangan pernah merasa gagal menjadi orang tua ataupun menjadi seorang manusia. Karena Allah punya rencana, untuk membuat kita belajar dari kekhilafan.


Do'akan yang terbaik, untuk diri sendiri dan keluarga.

__ADS_1


Salam sayang selalu -De'rini-


__ADS_2