Kost Putri

Kost Putri
95# Romantis


__ADS_3

Halomoan menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran khas batak yang berjarak hanya beberapa menit dari cafe miliknya.


Dengan antusias, Butet pun dan Halomoan pun masuk dan duduk di tempat yang sudah Halomoan reservasi sebelumnya.


Butet tampak sangat bersemangat saat melihat deretan menu yang terpampang di buku menu yang di serahkan oleh pelayan kepada mereka.


"Aku pesan arsik ya." Ucap Butet.


Pelayan itu mengangguk dan setelah mencatat semua pesanan sepasang kekasih itu. Pelayan itu pun beranjak dari hadapan mereka.


"Siap dari sini, mampir ke rumah dulu ya Tet."


"Mau ngapain?" Tanya Butet.


"Ada yang tinggal disana. Lupa Abang bawa nya."


"Mau modus gak kau Moan. Jangan-jangan kau ajak aku ke rumah mu, kau buat macam-macam nantek." Ucap Butet sambil menatap Halomoan dengan tatapan menyelidik.


"Tuhan kami... mana ada aku kek gitu. Curiga aja kau sama aku Tet." Ucap Halomoan.


"Harus curiga aku sama kau. Kau kan bukan lakik ku. Kecuali kau lakik ku." Ucap Butet.


"Halah..! Udah jadi lakik pun, laen pulak curiga mu."


"Apa?" Tanya Butet.


"Pasti tah hapa curiga mu lagi kalok aku udah jadi lakik mu. Aku pulang malam sikit pasti maju biber mu lima senti. Di tuduh kau pulak aku selingkuh." Ucap Halomoan panjang lebar.


Butet mengernyitkan dahinya dan menatap Halomoan dengan tajam.


"Jadi kau mau nikah apa enggak sama aku? kalok itu yang kau takot kan, gosah ko nikah sama aku." Ucap Butet.


"Eh, gak kek gitu lah Dek maksud ku loh "


"Jadi kek mana..! Banyak kali cakap mu Moan."


"Kek gini.. ah gak jadi lah."


"Eh, kek mana nya ini. Aku memang cemburuan orang nya. Gak sukak kau?"


"Sukak Tet." Ucap Halomoan sambil bersungut-sungut."


"Yodah, gosah banyak cakap kau Bang."


Makanan pun datang, Butet dan Halomoan pun segera menyantap makanan siang mereka.


Setelah selesai makan, mereka berdua langsung berangkat ke rumah Halomoan.

__ADS_1


Halomoan mendapatkan sebuah rumah di perumahan yang mewah. Rumah itu adalah hadiah dari Amang yang bangga kepada Halomoan karena telah berhasil menyelesaikan kuliah tepat waktu dan merintis usaha dengan baik.


Rumah itu berlantai dua dengan nuansa modern. Sedikit demi sedikit, Halomoan telah mengisi rumah tersebut dengan perabotan rumah tangga. Agar nanti setelah menikah dengan Butet, rumah itu sudah terisi dengan komplit dan Butet tinggal menempati rumah itu dengan nyaman.


"Kapan kau isi ini rumah Bang?" Tanya Butet dengan terkagum-kagum.


"Setiap minggu aku hunting perabotan Tet." Ucap Halomoan.


Butet tersenyum melihat selera perabotan Halomoan.


Selera perabotan Halomoan memang cukup mewah. Lelaki itu mempunyai selera yang tinggi sekali.


Butet berjalan ke belakang rumah itu. Disana sudah ada kolam renang yang terlihat baru saja di isi dengan air bersih. Di sekitar kolam renang itu terlihat ada dua buah bangku panjang untuk berjemur.


"Mantap kali ah..!" Seru Butet di dalam hatinya.


Butet benar-benar merasa beruntung akan menikah dengan Halomoan. Karena, lelaki itu benar-benar mempersiapkan dan memikirkan kenyamanan dan masa depan mereka berdua.


Butet duduk di tepi kolam renang dan bermain air sambil menunggu Halomoan yang sedang di kamarnya.


Tak lama kemudian, Halomoan datang dengan menenteng bungkusan kado yang berhiaskan pita berwarna merah.


Halomoan duduk di samping Butet. Lalu, ia menyerahkan kado itu kepada Butet.


"Ini buat mu Tet, maaf kemaren-kemaren Abang terlalu sibuk. Jadi Abang gak sempat belik hadiah ulang tahon untuk mu." Ucap Halomoan.


"Iya baru sebulan, belom setahon Tet."


Butet pun tertawa, lalu ia menyambut kado itu dan menaruhnya di pangkuannya.


"Apa ini Bang?" Tanya Butet.


"Buka lah hasian ku. Kau tengok sendiri." Ucap Halomoan.


Butet tersenyum dan dengan bersemangat ia membuka kado itu.


Butet terpana saat melihat sepasang sepatu dan tas bermerek di dalam kotak kado itu.


"Bang, ini mahal." Ucap Butet sambil menatap Halomoan dengan tak percaya.


Halomoan tersenyum dan membelai rambut Butet.


"Aku kerja untuk mu Tet, aku carik uang untuk mu. Jadi segitu gak mahal untuk perempuan yang udah mendukung aku dari bawah. Yang udah setia sama aku selama ini." Ucap Halomoan.


Butet menatap Halomoan dengan terharu.


"Selama ini kau bilang aku gak pernah romantis kan Tet. Aku sadar aku gak bisa romantis. Hanya kek gini lah yang aku bisa. Semoga kau suka ya hasian ku." Ucap Halomoan dengan wajah yang terlihat tampan sekali di mata Butet pada hari ini.

__ADS_1


"Ya Tuhan Bang. Makin ganteng ku tengok kau kalok kek gini." Ucap Butet.


"Maaf ya Tet, kalok selama ini aku banyak kali tingkahku. Banyak salah ku sama mu. Banyak kali aku buat kau merepet. Tapi, aku cinta kau Butet. Semoga pernikahan kita di lancarkan ya Tet. Jangan pernah tinggalkan aku ya Tet." Ucap Halomoan dengan wajah yang terlihat serius.


"Kok nampak serius kali kau Bang?" Tanya Butet.


"Memang lagi serius aku Tet. Kau aja yang gak pernah serius." Ucap Halomoan sambil bersungut sungut.


Butet terdiam, selama ini dia selalu kekanak-kanakan. Ia selalu tidak pernah menanggapi dengan serius saat Halomoan berbicara serius.


Butet memandang tunangannya itu. Mata mereka pun bertemu pandang. Butet menatap lekat Halomoan. Ini lah pertama kalinya mereka saling bertatapan dengan serius tanpa kata.


Halomoan mendekati bibirnya ke bibir Butet. Untuk pertama kalinya. Setelah hampir dua tahun mereka berpacaran. Halomoan berhasil mengecup bibir kekasihnya itu.


Butet yang terkenal wanita yang seperti macan, kini berhasil Halomoan kecup bibirnya. Butet pun tertunduk malu. Ini adalah ciuman pertamanya. Selama ini Butet tidak pernah berciuman dengan mantan kekasih nya yang lain. Baru dengan Halomoan lah ia merasakannya.


"I love you." Bisik Halomoan.


Butet tersenyum manis. Ia semakin grogi dengan Halomoan.


"Sudah yuk, kita balik ke cafe. Nanti silap pulak aku sama mu." Ucap Halomoan. (Red-silap-khilaf)


Butet melotot kepada Halomoan.


"Apa? kok melotot. Kau kecewa ya aku gak jadi silap sama mu?" Ucap Halomoan.


"Ish geer kali kau Moan!" Ucap Butet dengan pipi yang memerah.


"Udah lah yok. Nanti bangun pulak si ucok." Ucap Halomoan sambil mengulurkan tangannya.


Butet tertawa. Lalu, ia meraih tangan Halomoan dan menggandeng nya dengan mesra.


"Bisa juga Abang romantis ya." Ucap Butet.


"Gosah kau tanyak romantis ku Tet. Mamak-Mamak aja sampek meledak rahim nya kalo nengok aku romantis." Ucap Halomoan sambil tersenyum lebar.


"Ish tah apa yang kau cakap kan ini lah Moan..!" Ucap Butet sambil menjewer telinga Halomoan.


"Canda Tet. Gadak aku cakap serius kalo kek gitu."


Butet yang gemas pun mengecup pipi Halomoan.


"Geram aku sama mu."


"Ish kan jangan-jangan rahim mu yang meledak ini ya." Ucap Halomoan sambil berlari keluar rumah.


"Moaaaaaaannnn...!!!!!" Teriak Butet.

__ADS_1


"Hahahahahahhaa....!" Halomoan tertawa jahil di depan mobilnya.


__ADS_2