Kost Putri

Kost Putri
11# Aku suka sama kau, tapi kau suka sama dia.


__ADS_3

Cempaka yang sedang menjemur pakaian, melirik Rozi yang sedang membawa cucian basah ke halaman belakang rumah. Rozi lelaki yang mandiri. Ia mencuci dan menjemur pakaian nya sendiri. Rozi sama sekali tidak pernah merepotkan Nyak Tatik. Terkadang lelaki itu pun memasak sendiri bila Nyak Tatik sedang tidak enak badan.


Rozi memandang Cempaka yang sedang melirik nya. Cempaka pun tersenyum lalu menundukkan pandangannya. Rozi terlihat grogi saat Cempaka tersenyum kepadanya.


"Cakep banget memang ini cewek." Gumam Rozi.


Rozi mulai menjemur satu persatu pakaian nya. Sikap canggung terus terlihat di antara dua insan itu.


"Tidak kerja A'?" Tanya Cempaka, ia merasa kikuk dan memutuskan untuk berbasa-basi.


"Kan hari minggu." Ucap Rozi.


"Oh iya." Gumam Cempaka sambil tersenyum kikuk. Lalu, mereka saling terdiam.


Sri yang sedang berdiri di ambang pintu belakang memperhatikan dua orang yang saling bertatapan tanpa kata di depan nya.


"Ealah, Wes koyo nonton sinetron wae." (Red- Yaelah, udah kayak nonton sinetron aja.)


Melihat sikap malu-malu antara Cempaka dan Rozi. Sri pun tersenyum sendiri. Lalu, ia terbayang wajah Dewa yang sejak pertemuan di kost ini membuat dirinya tidak bisa tertidur nyenyak.


"Hmm.. Dewa, Jenenge ngganteng koyo wonge, hihihihi. Ra ngiro nek deweke tibake Mase Cempaka." ( Red- Hmmm.. Dewa, namanya bagus kayak orang nya. hihihihi. Gak nyangka ternyata dia Kakak nya Cempaka.) Gumam Sri.


"Weeeee... Ngapain kau ketawa-ketawa sendiri. Kek orgil ku tengok kau." Ucap Butet yang baru saja nongol di dapur, melihat Sri yang tersenyum-senyum sendiri.


"Astaghfirullah.. Butet. Koe iku yo. ngageti aku." Ucap Sri.


"Ngapain kau? Senyum-senyum sendiri. Udah kenak otak kau ku rasa." ucap butet.


"Iku loh." Sri menunjuk Cempaka yang masih saling melempar senyum dengan Rozi.


Butet yang penasaran pun, menghampiri pintu belakang, dan melongok melihat kearah Cempaka dan Rozi.


"Omakjanggggg...! Udah kena tikung aku sama si Cempaka!" Ucap Butet.


Sri hanya tersenyum melihat ekspresi Butet.


"Sudah ah, aku tak masak dulu." Ucap Sri.


"Masak apa kau Sri?" Tanya Butet.


"Jangan." Sahut Sri sambil menampung air dari dispenser kedalam panci.


"Jangan apa? Aku tanyak kau mau masak apa?" Tanya Butet lagi.


"Jangan Tet." Sahut Sri lagi.


"Kok jangan pulak. Aku kan nanyak. Kau masak apa Sri kiti similikitiiiiiii...!" Butet mulai emosi.


"Wis tak kandani, Jangannnnn Tet..!" ( Red- Sudah aku bilang, sayur tet!)


"Jangan apa! ngapain aku rupanya? aku nanyak kau masak apa? kok jangan pulak jawab mu!" Ucap Butet, kesal.


"Ealah, maksud ku sayur Tet..!" Ucap Sri tak kalah kesal.

__ADS_1


"Gak nyambung kau pun!" Ucap Butet.


"Kamu sing gak ngerti Tet.!"


"Ah udahlah..! Payah cakap sama kau Sri..!" Ucap Butet sambil melengos dan kembali menatap Cempaka dan Rozi.


"Ono opo toh? kamu cemburu ya sama Cempaka?" Tanya Sri.


"Mana ada, aku laku keras, ngapain aku cemburu-cemburu." Ucap Butet sambil meraih mie instan dari lemari di balik pintu belakang.


"Oh." Ucap Sri sambil mencebikkan bibirnya.


Kresssssssss!


Butet meremas bungkus mie instan, lalu membukanya dan memakan nya tanpa di masak terlebih dahulu.


"Kok ndak di masak Tet?" Tanya Sri.


"Masok lambong ku udah masak dia Sri! paham kau?" (Red- Masuk ke lambungku, sudah mateng Sri!) Ucap Butet, sambil berlalu dari hadapan Sri dan masuk kedalam kamar nya.


"Oooo... gendeng!" Ucap Sri sambil menatap Butet yang dengan tergesa-gesa berjalan menuju kamar nya.


Butet menutup pintu kamarnya, lalu ia pun bersender di balik pintu kamar nya.


"Bang Rozi kayak nya suka sama si Cempaka." Gumam Butet.


"Ish, patah hati lah aku." Gumam nya lagi.


"Tapi, si Cempaka kan tau aku sukak sama si Rozi lah." Ucap Butet sambil cemberut dan mengunyah mie instan nya.


"Tapi, kayak nya mereka saling suka." Ucap Butet.


...


Halomoan memandangi langit-langit kamar nya. Ia membayangkan betapa mesranya pelukan Butet untuk Batra.


"Eh, andai aku yang di peluk sama Butet." Gumam Halomoan sambil memeluk guling nya.


"Aku pikir-pikir apa cakap si Agus ada betol nya jugak. Sukak aku sama si Butet. Tapi, aku betekak panjang aja sama dia. Kek mana cara mau dekat. Ah, pusing kali aku.. oiiiiii... inangggg...!" (Red- betekak- ribut-selisih paham)


Halomoan pun risau, Ia mulai menatap guling nya. Terbayang wajah Butet di sana. Halomoan pun mulai tersenyum saat guling itu menjelma menjadi Butet di pandangan matanya.


"Ish, memang lah kau Butet, cantik kali kau Tet..! Sini ku peluk dulu kau Butet.." Ucap Halomoan sambil memeluk dan menciumi guling nya.


"Malam pertama kita Tet, anggap aja kita udah nikah ya Tet." Ucap Halomoan sambil menc*mbu guling nya.


"Apa? gak mau? harus mau lah Tet, siapa suruh kau ke kamar Abang siang-siang kek gini. Gerah jadi nya kan. Hot Hot kek mana gitu rasanya." Ucap Halomoan sambil tersenyum mes*m.


Agus yang sedang berjalan ke kamar mandi, menghentikan langkah kakinya saat melintasi kamar Halomoan. Terdengar suara-suara aneh yang berasal dari kamar Halomoan. Agus pun mengeryitkan dahinya.


Bambang yang baru saja keluar kamar nya menatap Agus yang menguping di depan kamar Halomoan. Dengan pelan, ia pun melangkah menghampiri Agus, lalu menepuk pundak teman satu kost nya itu.


"Onok opo toh Gus?" Tanya Bambang.

__ADS_1


"Sssttttt..! pelan-pelan. Lu bawa hape gak?" Tanya Agus.


Bambang mengangguk dengan polos.


"Mana?" Agus mengadahkan tangan nya, meminta ponsel milik Bambang.


"Untuk opo toh?" Tanya Bambang.


"Berisik lu, mana udah siniin!" Ucap Agus.


Dengan ragu, Bambang mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, lalu menyerahkan nya kepada Agus.


"Nyalain video nya!" Perintah Agus setengah berbisik kepada Bambang.


Bambang yang polos pun mengikuti perintah Agus.


Setelah Ponsel Bambang siap untuk merekam, Agus pun mencoba untuk membuka pintu kamar Halomoan yang tak terkunci dengan perlahan.


"Ahhh.. mantap kali kau Butet..! Makin cinta aku sama kau." Ucap Halomoan yang bergerak maju mundur di atas guling.


Agus dan Bambang pun, menahan tawa nya saat melihat Halomoan sedang asik bermain guling.


Bambang terus merekam kegiatan Halomoan yang belum sadar dengan kehadiran mereka.


"Iya.. ah.. mantap..! Mau ku semprot kau Butet?" Ucap Halomoan sambil mempercepat gerakan nya.


Agus dan Bambang sudah tak tahan lagi ingin tertawa terbahak-bahak.


"Woiiiii..! Ngapain luuuuuu..!" Teriak Agus sambil tertawa terbahak-bahak.


Halomoan terkejut lalu meraih selimut nya.


"P*k*m*k nya kelen!" Maki Halomoan yang terlihat sangat terkejut kelakuan nya di ketahui teman satu kost nya.


"Mantap kali rupanya si Butet ya Moan!" Seloroh Agus sambil terus tertawa terpingkal-pingkal.


"We! kelen rekam aku ya!" Bentak Halomoan sambil menunjuk ponsel yang sedang di pegang oleh Bambang.


"Iya!" Ucap Bambang dan Agus.


"Hapos weeee...! K*m*k lah kelen!" Maki Halomoan.


"Kagak!" Ucap Agus dan Bambang sambil berlari keluar dari kamar Halomoan.


"Sini kelen!" Teriak Halomoan sambil mengejar Agus dan Bambang.


Agus dan Bambang berlari terbirit-birit. Menuju tangga turun. Halomoan tetap mengejar mereka tanpa busana.


Nyak Komariah yang sedang menyapu lantai bawah pun tak sengaja melihat Halomoan yang berlari mengejar Agus dan Bambang.


"Astaghfirullah!" Teriak Nyak Komariah dengan histeris.


Halomoan pun menutup Ucok nya sambil berlari terbirit-birit kembali ke kamar nya.

__ADS_1


"MOANNNNNNNNNNNNNNNNN....!" Teriak Nyak Komariah, sambil mengusap-usap gagang sapu.


__ADS_2