
Satu tahun kemudian, Risa sudah wisuda, ia juga sudah menikah dengan Matt. Risa begitu bahagia. Begitupun dengan Arkha yang kini mempunyai seorang Ayah di dalam hidupnya.
Nyak Komariah tak kalah bahagia. Selain Risa yang sudah menikah, Rita pun sudah menyebar undangan pernikahannya dengan Bambang yang akan di selenggarakan dua minggu lagi. Hidup Nyak Komariah sudah cukup lega, karena ia tidak lagi menguliahkan anak-anak nya yang sudah menikah dan bekerja.
Kost-kost-an Nyak Komariah kini sudah terisi semua oleh beberapa gadis dari beberapa daerah. Sama persis seperti Kost-kost-an Nyak Tatik dulu. Kini di kost-kost-an Nyak Komariah di isi oleh, Butet, Cinta, gadis dari Lombok, dan Maria, gadis dari Papua.
Butet adalah Penghuni dan gadis yang paling dewasa di bandingkan yang lainnya. Yang lain nya masih semester dua, sedangkan Butet sudah semester delapan dan Butet pun sedang sibuk mengurus skripsinya.
Cempaka sudah memiliki dua anak, ia juga sedang sibuk dengan skripsinya. Walaupun ia baru saja beberapa bulan yang lalu melahirkan anak keduanya. Tetapi, ia harus dapat konsisten menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu.
Sri, kini dia juga sedang mengerjakan skripsinya di bantu oleh Dewa. Sri yang kini hamil anak pertamanya dan akan melahirkan tiga bulan lagi. Tampak bermalas-malasan dalam mengerjakan skripsi. Tentu saja Dewa lah yang harus turun tangan mengetik semalaman demi istri tercintanya itu.
Siti juga kini sudah resmi menikah secara sah dimata hukum dengan Batra. Mereka berdua hidup dengan akur dan bahagia. Walaupun proses pernikahan mereka penuh dengan drama. Tetapi, mereka berdua bisa membuktikan bila mereka memang saling mencintai dan menikah dalam keadaan siap dan bersungguh-sungguh.
Siti yang malam itu sedang mengerjakan tugas skripsinya, mendadak merasa pusing dan mual. Ia pun langsung berlari menuju ke kamar mandi.
Setibanya di kamar mandi, Siti memuntahkan seluruh isi lambungnya.
"Hoeekkk..! Hoekkkkkk..!"
"Kamu kenapa?" Tanya Batra yang tampak khawatir dengan Siti.
"Gak tau Da. Mungkin terlalu lamo menatap layar laptop," Ucap Siti.
Nyak Tatik yang sedang menonton televisi pun langsung beranjak menyusul siti ke kamar mandi.
"Lu nape Ti?" Tanya Nyak Tatik.
"Mual Nyak." Sahut Siti.
"Hah? mual? Batra..! lu pergi ke apotek sekarang...!" Perintah Nyak Tatik.
"Hah? udeh malem Nyak. Ngapain dah ke apotek?" Tanya Batra.
"Beli testpack buruan..! Bini lu hamil kali nih." Ucap Nyak Tatik penuh harap.
Siti langsung merasa ciut nyali. Ia benar-benar takut bila dirinya tidak hamil. Sudah berkali-kali ia mengecek kehamilan sejak menikah dengan Batra. Tetapi, hasilnya selalu negatif. Tentu saja, hasil itu tidak hanya membuat dirinya kecewa. Tetapi, Nyak Tatik ikut kecewa.
Sebenarnya Siti cukup santai masalah kehamilan. Tetapi, saat melihat Nyak Tatik yang merasa sedih saat hasil test nya negatif. Hal itu membuat Siti menjadi tidak percaya diri dan juga merasa kasihan kepada Nyak Tatik yang begitu berharap dirinya hamil.
"Tidak usah Nyak. Siti mungkin hanya mual gara-gara terlalu lamo menatap layar laptop." Ucap Siti.
__ADS_1
"Lu kenape sih Ti..! Lu minder ye?" Tanya Nyak Tatik.
Siti menundukkan wajahnya saat mendengar ucapan Nyak Tatik.
"Ti, kalau lu beneran hamil, lu bisa langsung konsumsi vitamin hamil. Lebih cepat tau kan lebih baik." Ucap Nyak Tatik.
Siti mengigit bibirnya. Ia benar-benar takut bila kali ini hasilnya negatif. Tetapi, demi kebahagiaan Nyak Tatik. Ia menuruti ucapan mertuanya itu.
Siti dan Batra pergi ke apotek untuk membeli testpack. Setelah itu, mereka kembali kerumah. Siti tampak begitu takut untuk menggunakan alat uji kehamilan itu.
"Da, gimana kalau hasilnya negatif. Siti indak tega jo Nyak." Ucap Siti.
"Berdo'a ya sayang." Ucap Batra.
Siti mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi. Di luar kamar mandi Batra dan Nyak Tatik tampak begitu tak sabar dengan hasil yang akan Siti bawa keluar.
Beberapa menit kemudian, Siti keluar dengan air mata yang membanjiri pipinya. Batra dan Nyak Tatik pun paham bila hasil nya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Batra pun langsung memeluk Siti dengan erat. Sebagai bentuk dukungan untuk Istri nya itu.
"Sabar ya.." Ucap Batra.
Siti terus menangis, ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia sesenggukan dan terus memeluk Batra dengan erat. Sedangkan Nyak Tatik hanya bisa diam membisu.
"Udah, lu bedua yang sabar ye." Ucap Nyak Tatik.
"Nyak..!" Panggil Siti.
Nyak Tatik menoleh dan menatap menantunya itu.
"Apaan?"
"Siti menangih bukan karena hasil nyo negatif Nyak." Ucap Siti.
Nyak Tatik dan Batra pun terkejut.
"Lah terus?" Ucap Nyak Tatik dan Batra.
Siti menunjukan hasil dari testpack di tangannya.
"Positif Nyak." Ucap Siti.
Sontak saja Nyak Tatik melompat-lompat kegirangan. Sedangkan Batra langsung mengecup kening Siti dan memeluk istrinya itu dengan erat.
__ADS_1
"Alhamdulillah...!" Seru Nyak Tatik dan Batra.
Ribut-ribut di rumah Nyak Tatik tentu saja mengundang penasaran dari Rozi dan Cempaka. Mereka langsung bertandang kerumah Nyak Tatik.
"Ada apaan Nyak?" Tanya Rozi dengan wajah yang khawatir. Ia takut bila terjadi keributan di dalam keluarganya.
"Ini si Siti hamil..!" Seru Nyak Tatik.
Cempaka dan Rozi pun saling bertatapan. Mereka terlihat ikut bahagia. Cempaka langsung menghampiri Siti Adik ipar sekaligus sahabatnya itu.
"Sitiiii... Selamat ya." Ucap Cempaka yang ikut terharu dengan kabar bahagia itu.
Siti pun menangis haru di pelukan Cempaka. Sudah satu setengah tahun ia menunggu, akhirnya Siti mendapati dirinya kini mengandung.
Cempaka langsung menghubungi Butet dan Sri. Ia menyampaikan berita baik tentang kehamilan Siti. Butet dan Sri ikut bahagia dan mereka pun berjanji akan datang ke syukuran yang akan di adakan oleh Siti dan Batra setelah mereka wisuda.
...
Anak kost Nyak Tatik. Cempaka, yang pemalu dan lugu. Sri, gadis lemah lembut yang selalu suka menganalisa. Butet, gadis yang selalu cuek dan ceplas ceplos, bahkan terkadang ucapannya terasa nyelekit seperti sengatan lebah. Di tambah Siti, si anak baru pengganti Cempaka yang kini juga telah menjadi menantu Nyak Tatik.
Kehadiran mereka adalah anugerah di rumah Nyak Tatik. Karena hadirnya merekalah, hidup nyak Tatik menjadi lebih bewarna. Dan karena kehadiran Cempaka dan Siti lah, Nyak Tatik kini bisa menikmati masa tua dengan hadirnya cucu-cucu dan calon cucu yang lucu dan yang sangat diharapkannya.
"Assalamualaikum..!"
"Waalaikumsalam." Sahut semua yang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Nyak, kenapa nih rame bener?" Tanya Anca.
"Lu dari mane aje sih tong?" Tanya Nyak Tatik kepada Anca.
"Biasa, gebetin anak kost putri di rumah Nyak Komariah." Ucap Anca.
"Etttt dahhhh...!" Ucap Nyak Tatik.
"Napa dah?" Tanya Anca.
"Mantu gue anak kost semua dah..!" Ucap Nyak Tatik sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka semua pun ikut tertawa.
Kebahagiaan itu sederhana, kebahagiaan itu adalah dapat tertawa tanpa beban bersama keluarga. *De-rini*
Et, belum end ya..*Kiss.
__ADS_1
Mohon maaf ya readers, beberapa hari ini update nya sedikit. Di karenakan kesibukan author yang lumayan padat beberapa hari ini. Mohon di maklumi ya sayang.. "Cinta banyak-banyak untuk kalian."