Kost Putri

Kost Putri
23# Ribut lagi


__ADS_3

"Terminal 3 domestik..!" Seru kernet Bus saat tiba di bandara Soekarno Hatta.


"Mengger Bang! Aku di terminal 3!" Seru Halomoan. (Red- mengger-minggir)


Butet yang sedang siap-siap akan turun di terminal 3 pun, terkejut dan menatap Halomoan.


"Iyah, jangan-jangan aku satu pesawat sama si kuda laot ini." Batin Butet.


"Eh, jangan-jangan aku satu pesawat sama Butet." Batin Halomoan.


Bus berhenti di pemberhentian terminal 3. Butet dan Halomoan pun beranjak keluar dari Bus tersebut.


Butet hendak mengangkat kopernya. Tiba-tiba saja Halomoan langsung membantu Butet mengangkat koper milik gadis itu. Butet terdiam dengan sikap Halomoan.


"Makasih." Ucap Butet saat menerima kopernya dari tangan Halomoan.


Halomoan diam saja dan lalu mengambil kopernya. Butet sudah terlebih dahulu turun. Disusul oleh Halomoan dan beberapa penumpang yang lain nya.


Butet langsung berjalan menuju gate untuk check-in. Halomoan berusaha untuk terus mengimbangi langkah Butet.


Hati Halomoan bahagia sekali saat Butet berhenti di counter check-in yang sama dengan nya.


"Omakjanggggg..memang jodoh aku sama dia ni kayak nya." Batin Halomoan sambil tersenyum bahagia.


Butet menoleh kebelakang antrian dan mendapati Halomoan juga mengantri tepat di belakangnya.


"Ya Tuhan, jangan sampek aku sebangku sama dia!" Gumam Butet.


"Tuhan..! izin kan aku sebangku sama Butet.." Gumam Halomoan.


Dua do'a yang berbeda sedang bertarung di angkasa. Tinggal do'a siapa yang akan di terima oleh Tuhan.


Butet mengeluarkan KTP nya dan menyerahkanya kepada petugas chek-in counter. Serta menunjukan tiket nya yang ada di ponselnya.


Butet menunggu beberapa saat, untuk check-in dan menaruh bagasinya. Setelah itu, Butet pun mendapatkan nomor bangku yang akan ia duduki di pesawat.


Setelah itu, Butet pun pergi menuju waiting room untuk menunggu boarding.


Sekarang giliran Halomoan yang check-in. Halomoan tidak habis ide. Ia langsung meminta nomor bangku di sebelah Butet.


"Kak, aku suami si Butet tadi. Kami lagi berantam, jadi gak sama check-in nya. Biar kami akur lagi, tolong samakan bangku kami ya Kak." Pinta Halomoan kepada petugas check-in counter.


Petugas itu tersenyum dan mengangguk. Lalu memperhatikan layar komputer nya. Setelah itu ia menyerahkan boarding pass milik Halomoan.


Halomoan tersenyum sumringah dan mengucapkan terima kasih kepada petugas check-in counter itu.


Halomoan pun dengan tergesa-gesa menyusul Butet ke waiting room. Ia menaiki eskalator sambil menyapukan pandangannya ke segala arah.


Halomoan sekali lagi membaca boarding pass nya dan memperhatikan gate yang tertulis disana.


"Gate 6." Batin nya sambil mencari letak gate 6.


Dari jauh Halomoan melihat Butet yang berjalan santai menuju gate 6. Ia pun mempercepat langkahnya.


"Tet..!" Panggil Halomoan.


Butet menoleh dan menatap Halomoan sesaat lalu ia kembali melangkah tanpa menyahut panggilan Halomoan.


Halomoan berlari mendekati Butet.

__ADS_1


"Naik pesawat yang sama kita Tet." Ucap Halomoan.


"Itulah sial nya aku. Asal jangan sama jugak dudok nya sama kau!" Ucap Butet.


Halomoan terdiam saat Butet masih bersikap tidak suka kepadanya.


"Kau Toba nya dimana Tet? kok selama ini aku gak pernah jumpa sama kau Tet." Tanya Halomoan.


"Bagos lah gak jumpa, aku gak bekawan sama orang jelek soal nya." Ucap Butet.


Halomoan menelan salivanya dan menatap Butet yang terlihat kesal kepadanya.


Halomoan menghadang jalan Butet, Butet pun mengeryitkan dahinya dan menatap wajah lelaki itu.


"Apa nya kau! mengger kau!" Ucap Butet sambil berusaha menghindar dari Halomoan.


"Tet, damai kita ya. Maaf, aku pernah ngences di bajumu." Ucap Halomoan penuh penyesalan.


Butet menatap Halomoan dengan sinis dan mengabaikan lelaki itu.


"Tet!" Panggil Halomoan lagi, saat Butet menghindari dan kembali berjalan mengacuhkan dirinya.


"Cerewet kali kau, ku laporkan kau nantik ke petugas bandara. Ganggu kali kau!" Ucap Butet.


Halomoan terdiam. Lalu, membiarkan Butet berjalan mendahuluinya.


"Benci kali rupanya Butet sama aku." Gumam Halomoan dengan raut wajah yang sedih.


Di ruang tunggu, Halomoan sengaja menjaga jarak dari Butet. Ia sengaja mengambil bangku yang beberapa meter jaraknya dari Butet.


Halomoan terus memperhatikan Butet yang tampak sedang asik dengan gadget nya.


Butet melirik Halomoan yang sedang menatapnya dari kejauhan.


"Di liat-liat ganteng juga ya si kuda laot." Gumam Butet.


"Para penumpang *****Air, dengan nomor penerbangan JT 337 tujuan Kualanamu, Medan. Diharapkan segera memasuki pesawat. Karena Beberapa saat lagi pesawat akan berangkat."


Terdengar panggilan dari speaker waiting room. Butet dan Halomoan sama-sama memperhatikan kode penerbangan pesawat yang akan mereka tumpangi. Lalu, mereka berdua pun sama-sama beranjak dari duduk nya.


Butet melirik Halomoan yang tersenyum sendiri.


"Ish udah gila dia senyum-senyum sendiri." Batin Butet.


"Butet sayang nya Abang Moan, sebangku kita lagi sayang." Ucap Halomoan di dalam hatinya.


Butet dan Halomoan pun masuk kedalam badan pesawat. Terlihat Butet yang dengan susah payah memasukan tas nya kedalam bagasi atas pesawat.


"Sini Tet aku bantu." Tanpa diminta, Halomoan pun membantu Butet.


Butet diam saja dan beranjak duduk di bangkunya.


Setelah menaruh tas Butet, Halomoan pun melepaskan tas miliknya dan menaruhnya di atas bagasi yang sama.


Butet mengernyitkan dahinya dan menatap Halomoan dengan tidak suka.


"Eh, jangan-jangan sebangku pulak aku sama kuda laot ini." Gumam nya.


Benar saja, Halomoan duduk dengan nyaman di samping Butet.

__ADS_1


"Hai Butet kita ulang sejarah pertemuan kita ya." Ucap Halomoan sambil tersenyum lebar.


"Amangoiiiiiiii...!" Seru Butet.


"Kau ini kek roh halus memang, ikotttttt aja sama aku!" Bentak Butet.


"Ssstttt..., jangan teriak-teriak lah." Ucap Halomoan sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirnya yang tipis.


"Ishhh..! geram aku sama kau. Awas kau ngences lagi di bajuku!" Ucap Butet kesal.


"Kali ini enggak Tet. Waktu naik Bus aku capek kali. Kalau naek pesawat kan gak capek." Ucap Halomoan.


Butet bersungut-sungut, menahan kesalahannya.


"Kawan kita sekarang ya Tet." Ucap Halomoan.


"Tengok dulu, jangan-jangan bukan ngences aja kau, tapi lebih parah lagi pulak. Tah, ber*k celana pulak kau nantik. Is Tuhaaaann, tah kenapa aku jijik kali sama kau ini Moan!" Ucap Butet.


Moan tersenyum saja saat melihat Butet mengomel-ngomel dengannya.


"Tet, kalau sekarang kau benci sama aku gak papa. Tapi, kalau udah cinta bilang ya Tet." Bisik Halomoan.


Butet mendelik menatap Halomoan.


"Ih bentok kau!"


Butet menjambak rambut Halomoan dengan kesal.


"E...eee....eee... sakit sayang." Ucap Halomoan.


"Ku tepok muncong kau ya! panggil sayang pulak kau sama aku!" (Red- tepok muncong- tampar mulut/bibirnya.)


"Jangan la.." Ucap Halomoan sambil merapikan rambutnya yang baru saja di jambak Butet.


"Tet, jangan-jangan kita jodoh Tet. Kemana-mana sama terus kita Tet." Goda Halomoan.


"Ih..! kau ini."


Plokkkkkk!


"Bisa diam kau?" Tanya Butet sambil memukul bibir Halomoan.


"Adohhhh! saket Tet..! Tanggong jawab kau Tet..!" Ucap Halomoan sambil mengusap bibirnya.


"M*mp*s lah kau!" Ucap Butet sambil melengos.


"Saket kan bibir ku. langsong minta cium ini biar sembuh." Goda Halomoan lagi.


Butet memasang wajah kejam yang siap untuk menganiaya Halomoan.


Halomoan pun terdiam saat melihat wajah Butet yang tidak main-main, yang siap untuk meretakkan tulang belulangnya.


"Ampun sayang, eh Butet." Ucap Halomoan sambil mengangkat kedua tangannya.


"Banyak cakap kau lagi, ku tolak kau. terjon bebas kau di angkasa nantik." ( Red- Banyak omong lagi kamu, aku dorong kamu. Terjun bebas kamu nanti di angkasa.) Ancam Butet.


"Iya sayang, eh, Butet. Duh, salah teros aku manggil kau Tet. Bingung aku, nama kau "sayang" soal nya di hati aku. Jadi payah kali mau nyebut nama Butet." Ucap Halomoan.


"Hoekkkkkk..!" Butet pura-pura akan muntah mendengar kata-kata Halomoan.

__ADS_1


Halomoan hanya tersenyum jahil dan terus menatap Butet. Sedangkan Butet melengos kesal dan membuang pandangannya ke arah jendela pesawat.


__ADS_2