Kost Putri

Kost Putri
40# Tentang Agus


__ADS_3

Agus yang sedang berada di gunung Ciremai, memandangi pemandangan alam dengan segelas kopi. Di samping Agus, tampak seorang gadis cantik, yang sedang bersender di pundaknya.


"Yang, habis turun gunung kita stay di bawah situ dulu ya yang. Biarin aja teman-teman berangkat ke Jakarta duluan." Ucap Gadis itu.


"Kenapa? kamu gak mau langsung pisah sama aku?" Tanya Agus sambil melirik gadis yang sedang bermanja-manja dengannya.


"Woiiii..! ini Gunung! jangan aneh-aneh!" Teriak seorang teman mendaki Agus.


Agus dan gadis itu menoleh dan tersenyum geli.


"Susah kalau jomblo, bawaannya sirik!" Ucap Agus.


"Bukan begitu Gus, ini Gunung angker. Jadi ntar aja di bawah lu berdua terserah lah."


"Iya iya." Ucap Agus.


Agus menggenggam tangan gadis yang bernama Saskia itu. Saskia adalah kekasih Agus, entah yang keberapa. Agus mempunyai banyak kekasih. Ia senang berganti-ganti pasangan hanya demi membuat hati dan nafsunya terpuaskan.


"Kamu kangen sama "Itu" ku ya?" Tanya Agus.


Gadis itu tersenyum manja dan mengangguk.


Agus tampak sumringah dan membelai lembut rambut Saskia.


"Kita menginap 2 hari ya di bawah. Mumpung masuk kuliah masih 3 hari lagi. Kita maksimalkan waktu bersama." Ucap Agus.


Gadis itu pun tersenyum sumringah.


"Beneran?" Tanya Saskia.


"Iya, apa sih yang enggak buat ayang." Ucap Agus.


Saskia tersenyum bahagia. Tiba-tiba saja dia mengingat ucapan seseorang yang mengatakan Agus adalah buaya darat yang suka mendekati banyak mahasiswi di kampusnya.


"Yang, bener gak sih gosip yang bilang kamu playboy?" Tanya Saskia.


"Kata siapa?" Ucap Agus, lalu ia menyeruput kopinya.


"Kata anak-anak Fakultas MIPA." Ucap Siska yang merupakan mahasiswa Fakultas komunikasi.

__ADS_1


"Ngawur itu, orang pada iri liat kita jadian. Abaikan saja sayang. Gak mungkinlah aku begitu, aku pertama kali sama kamu kok begituan." Ucap Agus, berbohong.


Siska kembali tersenyum dan membelai pipi Agus dengan lembut.


"Aku percaya kok sayang." Ucap Siska.


Agus merangkul Siska, sedangkan teman-teman Agus hanya bisa mencebikkan bibir mereka saat mendengar ucapan modus Agus.


Teman-teman Agus sudah sangat mengenal lelaki itu. Justru terkadang, dengan bangganya Agus menceritakan segala yang telah ia lakukan kepada setiap gadis yang sudah berhasil ia tiduri.


Agus yang merupakan anak broken home itu sengaja melampiaskan ketidak puasan nya terhadap kehidupan dengan merusak para gadis.


Awalnya Agus hanya butuh perhatian dari lawan jenisnya. Setelah ia berhasil merasakan nikmatnya "melakukannya", maka Agus menjadi ketagihan. Agus mulai "melakukannya" saat ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Saat itu ada seorang siswi yang tergila-gila kepadanya, maka hal itu sangat di manfaatkan oleh Agus. Dan kebetulan gadis itu bersedia melakukan apa pun demi Agus.


Kurang nya pengawasan dan didikan Agama di dalam keluarga, mampu membuat anak-anak remaja menjadi salah jalan. Terkadang banyak yang mengira anaknya baik-baik saja, padahal di luar sudah tidak karu-karuan.


Agus termasuk anak yang baik bila dirumah. Tidak pernah membantah dan melakukan hal-hal yang negatif di lingkungannya. Agus tinggal bersama Ayah dan Ibu tirinya saat masih bersekolah dulu. Sedangkan Ibu kandung Agus pergi entah kemana bersama lelaki selingkuhan nya.


Hal itu lah yang membuat Agus kurang bisa menghargai sosok wanita di matanya. Ibu yang ia agung-agungkan, ternyata berselingkuh dengan lelaki lain setiap Ayahnya bekerja di luar Kota.


Kasus perselingkuhan itu pun tak pernah Agus ceritakan kepada Ayah nya, saat Ayah nya pulang dari luar Kota. Perselingkuhan itu dibuka sendiri oleh Ibunya yang sudah terlanjur mencintai pria idaman lain Ibunya itu.


Selang setahun pasca perceraian Ibu dan Ayahnya, Agus mendapatkan Ibu tiri. Hadirnya Ibu tiri di dalam rumah itu membuat Agus tidak nyaman. Karena Ibu tiri itu sangat kasar dan sering membentak Agus dan Adik-adiknya. Lagi-lagi Agus tidak pernah melaporkan apa yang ia alami dengan Ayahnya.


Agus yang terbiasa menahan semua penderitaannya, mulai merasa dendam dengan hidup dan sosok wanita di sekitarnya. Pertama, Ibu yang tidak bermoral, adik perempuan yang selalu di bela, serta Ibu tiri yang tidak berakhlak. Membuat Agus sangat ingin membuat para wanita jatuh di tangannya lalu ia campakkan bila ia sudah merasa bosan.


Wanita, bagi Agus adalah boneka Barbie yang bila rusak bisa di ganti dengan yang baru.


..


Halomoan baru saja sampai di depan kost-kost-an nya. Ia mengeluarkan barang bawaannya dari bagasi taksi. Setelah membayar ongkos taksi tersebut, Halomoan pun beranjak masuk kedalam pekarangan rumah Nyak Komariah.


Sebelum ia naik ke kamarnya, Halomoan mampir terlebih dahulu di rumah Nyak Komariah. Untuk memberikan oleh-oleh titipan Mamak nya.


Halomoan menekan tombol bell yang terletak di samping pintu rumah itu.


Tak lama kemudian, Risa membuka pintu rumah itu dan menatap Halomoan dengan tatapan yang sendu.


"Eh, Dek Risa." Sapa Halomoan.

__ADS_1


"Sudah balik Bang? masuk dulu Bang." Ucap Risa dengan nada suara yang datar. Halomoan mulai merasa aneh dengan sikap Risa. Biasanya Risa begitu antusias saat melihat dirinya. Tetapi, tidak kali ini.


"Nyak ada Ris?" Tanya Halomoan.


"Sebentar ya Bang, aku panggilin dulu." Ucap Risa. Lalu, gadis itu beranjak ke kamar Nyak Komariah.


Beberapa saat kemudian, nyak Komariah berjalan menghampiri Halomoan di ruang tamunya. Sedangkan Risa kembali ke kamarnya tanpa mencari perhatian lagi dengan Halomoan.


Halomoan semakin merasa aneh dengan sikap Risa.


"Mungkin dia udah muak ngejar-ngejar aku." Batin Halomoan.


"Moannnnn...! Pulang juga lu ye." Ucap Nyak Komariah sambil menepuk lengan Halomoan.


Halomoan tersenyum sumringah sambil menyalami Nyak Komariah.


"Apa kabar Nyak?"


"Baek-baek." Ucap Nyak Komariah dengan wajah yang terlihat senang.


Halomoan adalah anak kost favorit Nyak Komariah. Halomoan sudah Nyak Komariah anggap sebagai anak kandungnya sendiri. Karena Halomoan adalah sosok anak yang rajin, ramah dan lucu. Bila berbicara dengan Halomoan, siapa saja bisa tertawa terbahak-bahak, karena sikap nya yang sangat menghibur.


"Nyak, ini ada oleh-oleh dari Mamak ku." Ucap Halomoan sambil menyerahkan satu kardus yang berisi oleh-oleh khas Toba.


"Ahhhh.. mantap! makasih ye Moan." Ucap Nyak Komariah.


"Sama-sama Nyak. Ya sudah, aku balek ke kamar ya Nyak. Capek kali aku." Ucap Halomoan sambil beranjak dari duduknya.


"Eh, gak makan dulu atau minum?"


"Gak usah lah Nyak. Aku udah makan tadi di Bandara. Sekarang ngantok kali." Ucap Halomoan.


"Oh ya udeh. Gi dah ke atas. Tapi, temen-temen elu belom pada balik Moan." Ucap Nyak Komariah.


"Gak papa Nyak. Aku ke atas dulu ya." Ucap Halomoan.


Nyak Komariah mengangguk dan membiarkan Halomoan pergi ke atas melalui tangga samping rumahnya.


Nyak Komariah tampak begitu senang saat melihat kardus oleh-oleh yang di bawa Halomoan. Dengan tak sabar, ia pun membuka kardus itu dan melihat oleh-oleh yang di bawa oleh anak kost kesayangan nya itu.

__ADS_1


"Moannnn Moannnn.. Baek banget lu. Sayang lu ama anak gue kaga bisa nikah. Kalo bisa, udeh gue nikahin dah lu ama si Risa." Batin Nyak Komariah sambil menatap puas ke tumpukan oleh-oleh yang di berikan Halomoan.


__ADS_2