Kost Putri

Kost Putri
76# Bucin


__ADS_3

"Tet..!" Panggil Halomoan saat melihat Butet melintas di kantin kampus.


Butet mengacuhkan Halomoan, ia tetap berjalan dan pura-pura tidak mendengar Halomoan memanggil dirinya.


"Eeee... Tet, kok di acuhkan aku..?" Tanya Halomoan sambil mengejar Butet.


"Kenapa hasian ku, kenapa cantek ku, cinta ku, pujaan hatiku. Kok cuek sama Abang Moan yang ganteng nya sejagat raya?" Tanya Halomoan yang terheran-heran dengan sikap Butet pada pagi ini.


Butet menatap Halomoan dengan tajam, hingga Halomoan menjadi gemetar karena takut bila Butet mengamuk.


"Eh, kek nya masih marah dia masalah pesan nya gak ku balas." Batin Halomoan.


"Masih marah ya sayang ku, jan marah lama-lama la..., Abang minta maaf ya Butet ku."


Butet tak bergeming dan terus menatap Halomoan dengan tajam.


"Omakjanggggg, pandangan matamu kek Mamak-Mamak gak dapat uang belanja Tet, ngeri kali." Ucap Halomoan.


"Kemana aja kau semalam?" Tanya Butet dengan nada suara yang dingin.


"Maaf ya sayang ku, jadi kek gini......"


"Kemana! cepat ko jawab, sebelom ku retak kan tulang kau..!" Ucap Butet.


"Omak, kok ngeri kali ngamok nya? jan kek gitu lah bidadari Abang. Ilang nantik cantek nya."


Butet membuang pandangannya dan melipat kedua tangannya di dada.


"Jadi semalam kan, Abang ngawani si Rozi seharian. Jadi baru malam Abang pulang ke kost. Capek kali Tet, handphone jugak habes batrenya. Jadi Abang cas dulu, siap tu tetidor Abang Tet. Jan lah marah, sedih kali abang kalok kau marah." Jelas Halomoan.


"Jadi ko kira aku gak sedih kau gak balas-balas pesan aku? egois kau ya Moan." Ucap Butet.


"Dudok dulu kita Tet, jan kencang-kencang kali suara mu. Malu kita nantik. Di kira berantam masalah rumah tangga pulak nantik." Ucap Halomoan sambil menuntun Butet untuk duduk.


"Jadi cemana suara ku? aku orang Batak, kek gini lah suara ku. Malu kau punyak cewek kek aku? putos kita?"


"Eh, kok kek gitu Tet. Iya, iya, mintak maaf lah aku ya Tet. Gak akan ku ulang lagi. Walaupun aku lagi cebok, ato aku lagi tejepit pintu, aku usahakan balas pesan mu, janji aku Tet." Ucap Halomoan sambil mengangkat kedua jarinya.


"Ko buat teros aku khawatir ya Moan..! gak bisa tidor aku malam. Kek gini tengok kantong mata ku..! Mau kau belik kan aku skinker buat mukak ku yang kurang tidor gara-gara miker kau aja teros..!" Ucap Butet.


Halomoan tersenyum mendengar kata-kata Butet.


"Senang kali aku Tuhan, hasian ku ini memikerkan aku setiap saat rupanya." Ucap Halomoan.

__ADS_1


"Eh, jan geer kau ya...!" Ucap Butet sambil menjewer telinga Halomoan.


"Adoohhhh... saket loh..."


Butet menatap Halomoan dengan gemas.


"Untong kau ganteng, jadi banyak tingkahmu termaafkan sama ku. Cobak jelek kau, udah ku benamkan kau jaoh-jaoh kedasar Danau Toba sanan..!"


"Cinta kali kau sama aku rupanya ya Tet." Ucap Halomoan sambil tersipu malu.


"Ganteng kali aku ya Tet, buat gak bisa tidor kau ya Tet." Sambung Halomoan lagi.


"Iiihhhhh... jangan ko buat tingkah mu. Pen kali ku tokok kepala mu..!"


Butet mengepalkan tangannya dan mengarahkan nya kepada Halomoan.


Halomoan terkekeh sambil mencubit pipi Butet.


"Dari pada kek gini aja kita kan Tet, bagos cepat kita nikah Tet." Ucap Halomoan dengan wajah yang serius.


"Nikah? udah punyak apa kau memangnya Bang? mo ko kasikan aku makan apa? iler mu itu yang ku makan? mati aku cepat..!" Ucap Butet.


"Ish, iler lagi pulak yang di bahas. Jan lah kek gitu Tet. Udah gak ngences aku sekarang loh. Udah ku bilang, aku ngences cuman di Bus aja." Ucap Halomoan sambil bersungut-sungut.


Halomoan terdiam dan menatap Butet dengan seksama.


"Tapi kau mau kan nikah sama aku Tet? Kalo iya, betol-betol aku kuliah dalan setaon ini. Teros ku mulai usaha dari sekarang Tet. Teros lulus kuliah ku carik kerja sambil usaha jalan teros. Biar cepat tekumpol uang ku. Kau mau uang ku yang lamar kau kan? ku terima tantangan kau Tet." Ucao Halomoan.


Butet menatap Halomoan dengan seksama, lalu ia tersenyum bahagia.


"Betol nya yang kau cakapkan itu Bang?"


"Serios aku Tet..!"


"Mau usaha apa kau Bang?" Tanya Butet.


"Bukak cafe kita kek mana Tet, sekarang kan lagi sukak kali anak-anak muda ke cafe. Teros nantik di samping cafe, kita bukak outlet hape. Kek mana? Nanti kau bantu aku ya Tet, ku gaji nya kau. Biar ada uang jajan mu." Ujar Halomoan.


"Teros mau dapat modal dari mana kau Bang, tinggi kali cita-cita mu ku tengok. Nanti tetabrak pesawat pulak kau."


"Tet, kalok aku minjam sama Amang ku kek mana? boleh kan? pasti ku bayar. Nantik aku janji, Sinamot mu pakek uang ku sendiri. Gak pakek uang Mamak sama Amang ku. Janji aku Tet."


Butet tersenyum dan mengangguk dengan pasti.

__ADS_1


"Iya boleh lah Bang. Namanya merintis usaha. Kalo memang mau Amang kasikan pinjam, ha... betol-betol kau usaha, ku bantu kau. Tapi, jan lupa kau gaji aku khusos.. jan pelit kau sama aku. Beda lah gaji calon binik sama gaji karyawan biasa. Rajen-rajen kau bawak aku kesalon. Biar cantek aku, biar gak percaya diri pelakor mau dekati mu." Ucap Butet.


"Beres lah itu Tet.. Jadi mau kau kan jadi binik ku?" Tanya Halomoan memastikan keyakinan Butet sekali lagi.


"Mau aku Bang, asal kau janji, aku yang pertama dan yang terakher." Ucap Butet.


"Aku janji atas nama Tuhan Tet."


Butet tersenyum dan menggenggam tangan Halomoan. Mereka berdua saling berpandangan dengan penuh cinta.


Dari kejauhan, Bambang yang melihat mereka berdua menahan perasaan mual nya.


"Owalah, bucin tenan wong loro kui." (Red- owalah, bucin banget orang berdua itu.) Gumam Bambang.


Butet dan Halomoan tidak memperdulikan tatapan semua orang kepada mereka. Mereka sudah larut dalam cinta yang penuh harapan dan cita-cita masa depan yang indah.


"Eh, tapi ada yang mau aku bilang sama kau Bang."


"Apa itu?" Tanya Halomoan.


"Please, jangan kau ngences kalau kau jadi lakik ku. Kalo ngences kau, ku jaet biber mu itu." Ancam Butet.


"Ihhhh... sades kali kau..! Jangan lah, gak bisa pilak aku ciom-ciom kau nantik. Tau kau Butet, sebenarnya aku udah pen kali mau ehem ehem sama kau. Tapi, haros sabar lah aku ya. Sampek uang sinamot mu itu tekumpol." Ucap Halomoan.


"Apa nya cakap kau, gak ada mutu nya cakap kau itu Moan. Gak sopan kau..!"


Halomoan tertawa terbahak-bahak,


"Namanya laki-laki Tet."


"Berani kau sentoh aku, belom sah kau sama aku, ku potong burong mu nantik..!" Ancam Butet.


"Eh gak loh, mana aku berani. Kau kek singa." Gumam Halomoan.


"Iya nya aku kek singa? jadi mo ku makan kau idop-idop?" Tanya Butet sambil tertawa geli.


"Makjanggggg, tebayang aku jadi suami mu Tet. Pasti jadi anggota ikatan suami takot istri lah."


Butet tertawa terbahak-bahak sambil mencubit pipi Halomoan dengan gemas.


"I love you Bang, i love you sampek iler iler mu."


"I love you too hasian ku."

__ADS_1


Bambang benar-benar muntah kali ini.


__ADS_2