Kost Putri

Kost Putri
107# Memang so sweet kali lah kau Bang..


__ADS_3

Hai, aku rindu kalian semua. Mohon maaf sudah menunggu up nya terlalu lama. Aku sakit dan gak sempat mengabarkan kakak readers semua. Karena sempat terbaring saja selama tiga hari.


Hari ini sudah jauh lebih baik, karena aku berterimakasih kepada kakak readers semua yang begitu setia menunggu. Jadi, aku usahakan untuk up walaupun tidak bisa crazy up. Karena masih dalam masa pemulihan.


Ok, siapa yang sudah penasaran sama kelanjutannya?


Langsung aja ya..


Acara pernikahan Butet dan Halomoan pun usai, setelah di tutup oleh makan malam bersama dengan keluarga inti dan para sahabat terdekat Butet dan Halomoan.


Wajah Halomoan terlihat sudah kusut dan menahan kantuk. Sedangkan Butet masih terlihat segar dan sangat antusias. Satu persatu dari keluarga dan para sahabat mulai membubarkan diri dan kembali ke rumah atau kamar penginapan mereka masing-masing.


"Boru ku, Inang pulang dulu ya nak ku." Ucap Inang kepada Butet dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya Inang," Ucap Butet sambil memeluk Inang dengan erat.


"Sekarang kau seorang istri, sekarang kau layani suami mu dengan baik. Kau tunjukkan kalau boru Aritonang ku ini adalah istri yang tidak ada duanya. Paham kau sayang?"


"I-iya Inang." Jawab Butet yang tampak grogi.


"Nah, kau ajak lah suamimu ke kamar kelen. Kasian kali ku tengok mukak suami mu itu, udah ngences dia tetidor di bangku." Ucap Inang sambil menunjuk Halomoan.


"Mana?"


Butet pun menoleh dan melihat Halomoan yang sudah tertidur di kursi dengan kepala yang miring dan air liur yang keluar dari sudut bibirnya.


Butet langsung mengernyitkan dahinya dan berekspresi jijik.


"Ieuuuuuuu..." Ucap Butet sambil menatap iler Halomoan.


"Udahlah sana, nanti banjer pulak gedong ini di buat iler si Halomoan." Seloroh Inang sambil tertawa geli.


"Udahlah, Inang pulang ya. Baek-baek ya kau." Ucap Inang sambil mencium pipi Butet dan memeluk putrinya itu sekali lagi.


"Ku bangunkan dulu dia ya, biar nengok dia Inang pulang." Ucap Butet.


Sementara Butet membangunkan Halomoan, orang tua Butet pun berpamitan kepada orang tua Halomoan. Mereka yang juga akan pulang pun, tinggal menunggu Halomoan yang sedang asik mendengkur.


"Bang, bangun kau Bang..!" Panggil Butet sambil menggoyangkan tubuh Halomoan.

__ADS_1


"Bang..!" Panggil Butet lagi.


"Ish, bisa-bisanya dia tidor di acara nikahan dia sendiri. Palak kali aku nengok lakik kek gini." Gumam Butet. Tetapi, Butet tetap membangunkan Halomoan dengan cara yang lemah lembut dan penuh cinta.


Padahal, di dalam hati Butet, ingin sekali Butet menyiram Halomoan dengan segelas air. Tetapi, apa daya, orang tua dan mertuanya sedang melihat ke arah dirinya yang sedang membangunkan Halomoan dengan penuh kesabaran dan lemah lembut.


Halomoan yang tertidur begitu nyenyak pun tidak mempan di bangunkan secara lemah lembut. Butet pun tidak habis akal, ia mencubit paha Halomoan agar lelaki itu terjaga.


"Bang, bangun Bang, ato ku tinggal kau dalam gedong ini sendiri. Malam pertama kau sama hantu penghuni gedong ini baru tau rasa kau." Bisik Butet sambil mencubit paha Halomoan kuat-kuat tanpa bisa terlihat oleh kedua orangtuanya dan mertuanya.


"Adauuuu..!" Pekik Halomoan sambil tersentak terjaga.


Halomoan langsung mengusap pahanya sambil meringis dan menatap Butet.


Butet tersenyum manis dengan terpaksa kepada Halomoan.


"Ish, jangan men cubit lah Dek, saket kali pon. Kek di cubit mamak ku dulu." Ucap Halomoan sambil mengusap iler nya.


"Ih, jorok kali kau! Jijik kali aku nengok nya lah. Itu cepat, Inang sama Mamak mau pulang orang tu. Kau pun aneh, bisa-bisanya kau tidor lagi acara nikahan mu. Bikin kesal aja memang kau ya Bang..!" Ucap Butet sambil tersenyum manis dan nada bicara yang di lembut-lembutkan agar tidak terdengar oleh kedua orang tua mereka.


"Oh iya, maaf lah ya deh. Banyak kali aku minum tuak tadi sama kawan-kawan sekolahku dulu." Ucap Halomoan sambil beranjak dari kursinya dan menghampiri keluarganya dan keluarga Butet.


Kini, tinggalah mereka berdua dan beberapa petugas wedding organizer dan petugas kebersihan. Halomoan menatap Butet yang kini mulai tampak kelelahan.


"Ke kamar kita?" Ucap Halomoan.


"Iya lah, masak mau berenang di Danau." Ucap Butet.


"Ish, jan kek gitu Dek sama suami. Ingat kau tadi kan apa nasehat Inang mu?" Tanya Halomoan.


Butet menatap Halomoan dengan seksama.


"Nasehat yang mana ya Bang? bisa kau kasi tau aku? waktu Inang ku ngasi nasehat, kau aja lagi tidor sampek ngences kau di korsi itu lah. Ihhhh...! tah kek mana aku mau cakap sama kau Bang."


Halomoan tersenyum lebar,


"Semua nasehat orang tua sama Tet waktu anak nya nikah, kira-kira ya kek gitu. Pasti yang baek-baek, nurut sama suami. Layani suami baek-baek, ya kan? Betol kek gitu kan? Cok jujur dulu." Ucap Halomoan sambil nyengir dan mencolek-colek dagu Butet.


Butet menatap Halomoan dengan ekspresi wajah yang datar. Lalu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini hari pertama aku jadi binik mu ya Bang, udah vertigo kepala ku. Gak tau besok-besok, bisa verapek, verlimo, verenam mungken..! Pening lah..!" Ucap Butet sambil berjalan meninggalkan Halomoan.


"Gak papa pening hasian ku, yang penteng pening dalam kasih sayang dan cinta Abang Moan." Ucap Halomoan sambil tersenyum jahil dan membuntuti istrinya dari belakang.


"Gosah menggombal panjang aja kau Bang, arah mana ini jalan ke cottage kita?" Tanya Butet saat dirinya berada di persimpangan jalan.


"Sini ku tunjukkan." Ucap Halomoan sambil menggendong tubuh Butet.


Butet terkejut dan menatap suaminya itu.


"Ish, so sweet kali kau Bang." Ucap Butet sambil tersenyum malu-malu.


"Memang sweet aku Dek, bukan sok lagi." Ucap Halomoan sambil tersenyum lebar sambil berjalan menyusuri jalan setapak menuju cottage mereka yang berada tepat di pinggir Danau Toba.


"So sweet Bang bukan sok sweet. Udah kau korek kupeng mu itu Bang?" Ucap Butet sambil menatap Halomoan dengan kesal.


"Apalah cakap mu Butet, yang penting senang-senang kita malam ini." Ucap Halomoan sambil tersenyum manis kepada Butet.


Butet terpana menatap ketampanan suaminya itu saat tersenyum. Walaupun Halomoan begitu konyol, tetapi Halomoan adalah lelaki yang paling baik dan romantis yang pernah Butet temui.


Tiba-tiba saja, Halomoan meringis lalu berkeringat.


"Kenapa kau Bang? Berat kali rupanya aku?" Tanya Butet yang kebingungan melihat ekspresi Halomoan.


Halomoan menurunkan Butet dari gendongannya dan ia pun langsung menggandeng tangan Butet untuk berlari menuju cottage yang tinggal beberapa meter di depan mereka.


"Kenapa kau Bang?" Tanya Butet lagi.


Halomoan tidak berkata apa-apa sampai di depan pintu cottage mereka.


"Ish udah gak sabar.kali si ucok itu rupanya ya Bang " Ucap Butet sambil tersenyum malu.


Pintu kamar pun terbuka, dengan cepat mereka pun masuk kedalam kamar dan Halomoan pun langsung melepaskan celana panjangnya dengan cepat.


"Gak sabar kali kau ya Bang, nakal kali lah memang kau Bang." Ucap Butet.


"Bukan kek gitu, aku mulas kali Tet. Ke toilet lah dulu aku ya, ada salah makan nampak nya aku tadi ini lah. Sampek bekeringat aku nahan mulas, apa lagi sambil gendong kau Tet." Ucap Halomoan sambil berlari memasuki kamar mandi.


Butet terperangah dan menelan salivanya. Ia benar-benar merasa tak percaya dengan kelakuan suaminya itu.

__ADS_1


"Memang so sweet kali lah kau Bang!" Gumam Butet sambil terduduk di tepi ranjang.


__ADS_2