
Waktu bergerak begitu cepat, setahun sudah berlalu. Kini, Cempaka dan Risa sudah sama-sama melahirkan. Risa mengalami stress yang begitu hebat karena bullying dari masyarakat sekitar. Hingga membuat dirinya melahirkan lebih cepat dua bulan dari perkiraan kelahiran.
Anak Risa berjenis kelamin laki-laki. Bayi prematur itu terpaksa harus menginap satu bulan di rumah sakit. Karena paru-paru nya yang belum begitu sempurna. Begitupun Risa yang harus melewati masa sulit dalam pemulihan Operasi Caesar.
Semua biaya hingga mendekati angka seratus juta di tanggung oleh Rozi. Beruntung, keluarga Rozi hingga istri Rozi, Cempaka, begitu ikhlas dan tidak mempermasalahkan semuanya. Kini, bayi laki-laki yang di beri nama Arkha itu, sudah berusia sembilan bulan.
Sedangkan Cempaka, ia juga melahirkan seorang bayi laki-laki. Yang diberi nama Farraz. Usia Farraz kini sudah menginjak lima bulan. Betapa bahagianya Rozi mendapatkan dua anak laki-laki dalam waktu yang berdekatan.
Rozi benar-benar bertanggung jawab dengan apa yang ia katakan. Ia tidak pernah membedakan antara anak kandung dan keponakannya.
Risa dan Cempaka tetap melanjutkan kuliah mereka. Saat ini Risa sudah menginjak semester 7, sedangkan Cempaka baru semester 5.
Nyak Tatik dan Nyak Komariah begitu bahagia. Mereka semakin sering menghabiskan waktu bersama. Mengurus cucu yang di tinggalkan Ibunya saat berkuliah. Saling mengantarkan lauk pauk yang mereka masak dari hari ke
hari.
Batra, Halomoan, Dewa dan Bambang, kini sedang mempersiapkan wisuda mereka.
Halomoan sudah mempunyai usaha seperti impiannya bersama Butet. Butet dan teman-teman kost nya pun ikut bekerja di counter ponsel dan cafe milik Halomoan. Sambil berkuliah, Butet, Sri dan Siti mencoba mencari uang tambahan agar bisa hidup longgar di Ibukota, tidak hanya mengandalkan orang tua saja.
Hubungan Butet dan Halomoan begitu akur, walaupun terkadang ada masalah yang mereka hadapi, mereka tetap bertahan dan tidak ingin berlarut-larut dalam masalah.
Sedangkan Sri dan Dewa, mereka sudah bertunangan dan akan segera menikah saat nanti Sri lulus kuliah.
Bagaimana hubungan Siti dan Batra? Tentu saja Siti termasuk gadis yang masuk kedalam kategori menantu idaman bagi Nyak Tatik. Siti yang rajin beribadah, cantik dan rajin mengerjakan apa saja, tidak kalah dengan Cempaka yang sangat di sayang oleh Nyak Tatik. Dan dalam waktu dekat pun, Nyak Tatik berencana untuk melamar Siti ke rumah orang tuanya di Padang. Nyak Tatik tidak ingin kehilangan Siti. Maka ia mendukung penuh Batra untuk menikahi Siti.
Hubungan Siti dan Batra berawal dari Nyak Tatik yang menjodoh-jodohkan putranya dengan salah satu penghuni kost-kost-an miliknya.
__ADS_1
Awalnya, Siti dan Batra hanya berteman saja. Batra yang patah hati karena Butet, mulai menyadari bila dirinya tidak akan bisa bersama dengan Butet. Karena perbedaan Agama masing-masing dari mereka berdua. Lagi pula, Batra cukup sadar diri, karena cinta Butet bukanlah untuk dirinya.
Hadirnya Siti membuat Batra cukup terhibur. Yang awalnya teman dekat, di jodoh-jodohkan dan berakhir dengan cinta dan keseriusan.
Siti memang sudah menyukai Batra sejak pandangan pertama. Tetapi, Siti cukup bersabar untuk mendapatkan cinta Batra. Dan Siti cukup percaya diri karena dukungan dari Nyak Tatik.
Rita dan Bambang juga sudah serius, Bambang sudah bertekat untuk menikahi Rita. Bambang yang hobby bermusik, kini mulai terkenal dengan grup Band nya yang sudah sering manggung di seluruh Kota. Bahkan, Bambang sudah mempunyai cukup tabungan untuk menikahi Rita yang tahun depan akan lulus kuliah.
Bambang juga sudah menandatangani kontrak dengan label rekaman. Kini, ia memakai nama panggung dengan sebutan Bams. Penampilan Bambang pun cukup jauh berbeda dari yang dulu. Kini ia terlihat keren layak nya personil band. Walaupun Bambang kini digandrungi banyak gadis, tetapi cintanya hanya untuk Rita.
Rita memegang teguh nasihat dari Rozi. Ia benar-benar berprinsip untuk tidak mengulangi kesalahan dari saudara kembarnya. Rita tidak mau mencoreng nama keluarganya lagi. Tentu saja karena hal itulah, Bambang semakin mencintai dan menghargai Rita.
Bagaimana kabar Agus?
Sejak masalah yang melilitnya, Agus keluar dari kampusnya. Ia kini hanya bekerja sebagai salesman di salah satu Kota. Selain kasus nya dengan Risa, Ternyata banyak gadis yang mencari dirinya. Bahkan ada tiga orang gadis yang mencari Agus karena meminta pertanggung jawaban atas kehamilan mereka. Tetapi, lelaki itu cukup licin, ia menghilang bak di telan Bumi.
Gadis-gadis yang di hamili Agus, mereka semua menggugurkan kandungannya, kecuali Risa. Bila saja bukan karena Rozi yang mendukungnya, mungkin saja Risa juga menggugurkan kandungannya.
Yang membuat Risa sadar adalah, saat dirinya harus meninggalkan Arkha di rumah sakit selama satu bulan. Hampir setiap hari ia melihat anaknya di rumah sakit. Ia benar-benar khawatir dan naluri keibuan sudah melekat di hatinya.
Yang awalnya Risa stress karena banyak nya yang membully. Saat melihat Arkha, dirinya sudah tidak perduli lagi dengan caci maki dan hinaan orang kepada dirinya.
Risa benar-benar menebus kesalahannya dengan baik. Ia banyak belajar dari kesalahannya. Kini Risa sudah menutup dirinya dengan busana yang lebih sopan. Risa juga menjadi lebih rajin beribadah untuk membentengi diri dari hal-hal yang negatif.
Risa banyak-banyak bersyukur. Kalau bukan karena kejadian ini dan dukungan dari Abangnya, mungkin saja Risa tidak pernah berubah menjadi baik.
Risa juga merasa beruntung tidak di nikahi oleh Agus. Ia benar-benar memahami alasan Rozi yang membiarkan Agus pergi dari dirinya. Kini hidup Risa lebih bahagia dengan buah hatinya.
__ADS_1
Risa juga bekerja setelah pulang kuliah. Tentu saja dia bekerja part time di cafe Halomoan. Halomoan juga membantunya dengan memberikan gaji yang lebih banyak dari pada pegawai part time biasa. Tentu saja itu salah satu dukungan Halomoan untuk Risa yang sudah ia anggap sebagai Adik kandungnya sendiri.
Santi pun, tidak pernah mengganggu Dewa lagi. Santi kini sudah menikah dengan orang yang disebut-sebut yang telah mengambil kesuciannya. Orangtuan nya yang merasa bijak, menikahi Santi dengan lelaki itu. Lelaki yang membuat sengsara hidup Santi.
Santi yang seharusnya menjadi tulang rusuk, kini menjadi tulang punggung. Sedangkan suaminya, bekerja hanya untuk dirinya sendiri. Menghabiskan malam-malamnya dengan para gadis bayaran. Hal itu tentu saja membuat Santi yang kini sedang mengandung menjadi makan hati.
Santi kerap menghabiskan malam dengan air mata dan ia menyesali keputusan dirinya untuk berselingkuh dari Dewa, lelaki yang baik dan sopan. Selama berpacaran dengan Dewa, sejak dari SMA. Dewa tidak pernah sekalipun menyentuh dirinya. Dewa benar-benar menghargai dirinya sebagai wanita. Kini Santi terus menyesali dan meratapi Dewa.
"Andaikan waktu bisa ku putar kembali, aku akan bertahan di samping mu dan menjadi yang terbaik untuk mu."
Bunyi pesan yang Santi kirim untuk Dewa.
"Kowe perempuan gatel, ojok godain tunangan ku ya.... Kowe kan sudah menikah toh. Mbok yo sadar diri toh Mbak. Mau tak jambak-jambak opo?"
Balas Sri dari ponsel milik Dewa.
Dewa tertawa dan mengecup kening Sri.
"Calon nyonya Dewa galak ya." Seloroh Dewa.
"Yo jelasss, dulu dia yang jambak aku toh? Saiki dia sing aku jambak-jambak kalo berani deketin calon ku...!" Ucap Sri, saat mereka berdua duduk di cafe Halomoan.
"Karajo waang Sri...! jan pacaran se karajo waang. Makan gaji buto ang tu." Celetuk Siti. (Red- Kerja kamu Sri..! Jangan pacaran aja kerjaan kamu. Makan gaji buta kamu tuh.)
"Iyo iyo saba lah tek." ( Red- iya iya sabar lah Tante) Sahut Sri yang sudah pandai berbahasa Minang.
Lalu ia bergegas ke dapur dan meninggalkan Dewa yang menunggunya di kursi cafe itu.
__ADS_1
Dewa menghadiahkan kecupan dari jauh. Sedangkan Sri menangkap kecupan itu dan menempelkan di bibirnya. Dewa dan Sri yang sedang mabuk kepayang karena cinta pun, tersenyum. Sedangkan Butet dan Siti merasa mual melihat dua insan yang sedang mabuk asmara itu.
"Norakkkkk...!" Celetuk Butet dan Siti.