Kost Putri

Kost Putri
105# Wisuda anak Kost Nyak Tatik


__ADS_3

Agus, nama lelaki itu. Ia pergi jauh keluar Negeri. Sudah hampir satu tahun dia bekerja di sebuah pabrik di Inggris. Mengapa Agus bisa sampai di Inggris?


Flashback on


Agus pergi dari rumah Matt dan sempat menjadi petugas kebersihan di mesjid, ia pun tinggal di mesjid itu. Saat itu, hari Jumat. Agus bertemu dengan seorang lelaki asing, dia adalah Ashton.


Agus pun berkenalan dengan Ashton setelah selesai sholat Jumat. Ashton menawarkan Agus untuk bekerja yang lebih baik di Inggris. Tentu saja, Agus tidak langsung menerima tawaran Ashton.


Beberapa kali sholat jumat, Agus bertemu dengan Ashton yang ikut sholat Jumat di mesjid yang di urus oleh Agus. Awalnya Agus ragu, tetapi karena Ashton adalah orang yang baik. Akhirnya Agus pun merasa aman dan percaya dengan lelaki itu.


Agus di berangkatkan Ashton ke Inggris dan langsung bekerjasama disana. Agus bahagia sekali. Ia memang membutuhkan banyak pemasukan untuk hidupnya dan hidup Arkha. Agus sangat bersyukur, dengan apa yang telah ia lalui, ternyata ia masih di kelilingi oleh orang-orang baik.


Tanpa Agus sadari, ternyata Ashton adalah bawahan Matt. Setelah Agus pergi dari rumah Matt, lelaki itu mencari Agus kesana kemari. Hingga akhirnya ia mendapatkan informasi bila Agus bekerja di salah satu mesjid di Jakarta.


Matt yang iba dengan Agus pun menyuruh Ashton menawarkan pekerjaan untuk Agus. Matt juga meminta sahabatnya di Inggris untuk menerima Agus berkerja disana.


Agus juga tidak tahu, bila Matt lah yang membiayai dirinya berangkat ke Inggris. Ashton memang tidak pernah menyinggung tentang Matt. Ashton cukup menjalankan perintah Matt agar membujuk Agus bekerja di Inggris.


Sekarang, kehidupan Agus sudah cukup baik. Ia juga bertemu dengan seorang wanita bernama Aisara asal Uzbekistan. Aisara adalah gadis muslim yang cantik. Mereka pun sedang merencanakan pernikahan yang indah untuk masa depan mereka.


Aisara mengetahui semua jalan hidup Agus. Aisara menerima segala kelebihan dan kekurangan Agus yang kini sudah bertaubat. Aisara juga tahu, bila Agus telah memiliki seorang anak dan Aisara pun mendukung Agus untuk tetap memenuhi tanggung jawab nya kepada Arkha.


Setelah bertaubat, Agus di kelilingi oleh orang-orang baik. Karena disaat kita ingin menjadi orang baik, kita pasti akan memilih lingkaran pertemanan yang baik juga. Jadi, hidup ini adalah pilihan. Jika ingin baik, maka baik lah jalan dan lingkaran pertemanan yang di pilih. Begitu juga saat Agus masih menjadi seorang bajingan. Lingkaran pertemanan nya sangat memprihatikan.


Begitupun dengan Matt, ia tidak pernah membahas tentang pertemuannya dengan Agus kepada Risa. Bagi Matt, risa sudah cukup merasakan sakit dengan Agus. Matt tidak ingin membahas hal yang membuat Risa tidak nyaman. Matt benar-benar menjaga perasaan istrinya itu.


Matt ingin hidup bahagia dengan Risa, wanita yang setengah mati ia perjuangkan. Maka, untuk menjaga Risa tetap bahagia adalah, untuk tetap menghargai masa lalunya tanpa mengungkit hal yang membuat teringat akan kepahitan itu.


Jalan satu-satunya bagi Matt adalah membuat kehidupan Agus menjadi baik, Agar Risa juga tidak khawatir dengan lelaki itu. Menjamin kehidupan Arkha, agar Agus dan Risa tidak risau memikirkan masa depan Arkha. Dan menjadi laki-laki dan suami yang terbaik untuk Risa. Agar Risa dapat merasakan kebahagiaan bersamanya.


Matt adalah lelaki yang Tuhan pilih untuk membuat Risa dan Agus menjadi orang yang bahagia. Semua pertemuan dengan seseorang memang sudah di takdir kan. Tetapi, bertemu dengan orang baik adalah nikmat yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada orang-orang yang ingin menjadi baik.


..

__ADS_1


Hari ini adalah hari wisuda para mantan anak Kost Nyak Tatik. Walaupun berbeda jurusan, mereka tetap satu universitas. Maka, acara wisuda mereka pun di adakan secara bersamaan.


Betapa bahagianya Butet, Cempaka, Sri dan Siti. Mereka dapat berfoto bersama setelah sah mendapatkan gelar dari pendidikan yang mereka tempuh. Mereka bagaikan keluarga. Nyak Tatik sebagai orang tua pengganti mereka selama ini pun hadir, walaupun orang tua kandung mereka turut hadir di acara wisuda itu.


Nyak Tatik berfoto dengan topi toga yang Butet berikan. Mereka berfoto bersama, untuk kenang-kenangan yang akan mereka rindukan suatu saat nanti. Nyak Tatik tampak bahagia, hingga mengeluarkan air mata haru nya. Anak-anak yang dulu hidup bersamanya kini sudah lulus kuliah dengan gelar mereka masing-masing.


Nyak Tatik yang tidak pernah merasakan memiliki anak perempuan, kini Nyak Tatik dengan bahagia di kelilingi anak-anak perempuan yang baik, yang sangat menyayangi dirinya. Anugerah terindah bagi Nyak Tatik karena anak-anak yang di bawah asuhannya adalah anak-anak baik dan luar biasa.


"Janji ya weee, walaupun setelah ini kita hidup masing-masing, jangan pernah lupa, kita pernah hidup se atap ya wee.." Ucap Butet.


"Iya Butet, ang ko cerewet bana." Ucap Siti.


Sri dan Cempaka tergelak saat melihat ekspresi Siti yang bosan karena Butet selalu mengatakan hal yang sama berkali-kali.


"Bukan kek gitu Ti, aku menghargai kali persahabatan kita. Kalok bisa aku mau kita sampek tua kek gini." Ucap Butet.


"Iya Butet, kamu teh tenang saja atuh." Ucap Cempaka.


"Kau enak Cem, kau beripar sama mereka berdua. Kalok aku tecampak sendiri. Jodoh ku si Moan iler pulak, padahal target ku Bang Rozi loh." Seloroh Butet.


"Tenang atuh Tet, walaupun kita berbeda, suku, Agama, berbeda mertua. Tapi, kita teh tetap saudara." Ucap Cempaka.


Butet menatap Cempaka dengan tatapan haru.


Butet sangat berterima kasih dengan Tuhan. Ia diberikan teman-teman yang sungguh luar biasa yang sudah mewarnai dan mengisi hidupnya dengan cinta dan kasih.


"Aku sayang sama kelen semua." Ucap Butet sambil memeluk ketiga sahabatnya.


"Aduh sempit." Ucap Sri.


"Iya karena kau bawak perut mu itu yang buncit..!" Ucap Butet.


Sri tertawa geli. Ia mengusap-usap perut buncitnya yang akan segera kempes dua bulan lagi.

__ADS_1


"Butettttt hasiaaaaaannnn kuuuu...!" Halomoan berlari mengejar Butet.


"Ish baru datang dia, benci kali aku nengok nya." Gumam Butet.


"Maaf ya hasianku, Abang terlambat." Ucap Halomoan.


"Gak usah kau cakap sama ku. Kesal aku..!" Ucap Butet merajuk.


"Maaf lah Tet, Abang udah kasih alarm. Ternyata gak dengar. Kesiangan Abang jadinya." Terang Halomoan.


"Memang semalam ngapain kau sampek kesiangan? jangan-jangan kau bersenang-senang dengan guling baru mu ya." Ucap Butet.


"Ish, jan bahas guling lah Dek sayang." Ucap Halomoan yang tampak salah tingkah kalau Butet membahas masalah guling.


Butet tertawa geli.


"Gak apa-apa Bang, yang penting kau datang." Ucap Butet sambil memeluk Halomoan.


"Siap ini kita pulang kampung kan ya hasianku." Ucap Halomoan sambil tersenyum malu-malu.


"Wei.. kelen datang ya ke Toba. Aku belik kan tiket pesawat kesanan. Asal kelen datang, bahagia kali aku. Aku mau kelen liat lah Danau Toba itu, sekalian kelen liat kek apa aku jadi penganten." Ucap Halomoan.


"Serius atuh Bang Moan teh mau beliin tiket?" Tanya Cempaka.


"Sak Nyak Tatik dan Nyak komariah ku belik kan tiket. Kelen saudara aku, buat apa aku itung-itungan masalah hepeng, yang penting kelen datang ya wee. Kelen datang aja udah bahagia aku sama Butet." Ucap Halomoan.


"Asiiiikkk..!" Ucap Siti, Cempaka dan Sri.


"Tapi pulang nya kelen bayar ongkos sendiri ya." Ucap Halomoan.


"Ah, banyak kali cakap kau Moan..!"Ucap Rozi kesal.


"Hahahahahahhaa, becanda nya aku Bang." Ucap Halomoan sambil merangkul Rozi.

__ADS_1


Family isn't always blood. It's the people in your life who want you in their, the ones who accept you for who you are. The ones who would do anything to see your smile and who love you no matter what.


__ADS_2