
Tiga jam lamanya Dewa terdiam di meja cafe itu. Hati nya begitu kacau dan tak sanggup menahan rasa patah hatinya. Sebenarnya apa yang ia katakan kepada Sri sudah sejujur-jujurnya. Hatinya benar-benar sangat mencintai Sri.
Bisa dibilang, Sri adalah selingkuhan Dewa. Dewa berselingkuh dengan Sri, saat ia baru saja berhubungan kembali dengan Santi.
Santi adalah teman sekolah Dewa saat SMA dulu. Gadis itu adalah siswi tercantik di sekolahnya di Bandung.
Dewa sudah naksir Santi sejak duduk di bangku kelas 1. Santi adalah anak IPA, sedangkan Dewa anak IPS. Mereka tidak sekelas, tetapi kerap berjumpa saat jam istirahat, di kantin.
Santi yang menjadi pujaan setiap siswa di sekolahnya, sering kali menolak siswa-siswa yang mengatakan cinta kepadanya. Hal itulah yang membuat Dewa maju mundur untuk mengatakan cintanya kepada Santi.
Pada suatu hari, Santi yang baru saja putus dengan kekasihnya yang dari SMA lain, mendapatkan perlakuan yang kasar dari mantan kekasihnya saat di tepi jalan arah kerumah Dewa.
Santi dan Dewa adalah tetangga Desa. Maka, mereka melalui jalan yang sama saat pulang sekolah. Santi di cegat oleh mantan pacarnya yang tak terima di putusin secara sepihak oleh Santi. Tangan Santi tarik dan nyaris saja gadis itu di tampar oleh mantan kekasihnya.
Saat itulah Dewa datang bak seorang pahlawan. Dewa langsung menahan tangan mantan kekasih Santi dan mengancam lelaki itu agar jangan berbuat kasar dengan perempuan. Pergulatan pun tak dapat dihindari. Dewa membela Santi, gadis yang ia sukai, mati-matian. Hingga akhirnya, Dewa lah yang menjadi pemenangnya dalam pergulatan itu.
Mantan kekasih Santi berjanji tidak akan mengganggu Santi lagi. Dan lelaki itu pun, lari terbirit-birit saat Dewa hendak memukulnya lagi.
Walaupun Dewa babak belur, ia ikhlas membela Santi. Karena kebaikannya itulah, Santi jatuh hati dengan Dewa.
Hubungan mereka berjalan mulus tanpa hambatan sampai lulus sekolah. Saat mereka kuliah, disitulah waktu Dewa berkurang untuk Santi. Santi kuliah di Bandung, sedangkan Dewa kuliah di Jakarta. Jarak dan Waktu membuat banyaknya kesalahpahaman diantara sepasang kekasih itu. Hingga mereka kerap putus nyambung dalam hubungan percintaan mereka.
Dewa yang sangat mencintai Santi lah, yang selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka. Dewa seringkali meminta kembali dengan Santi. Santi pun merasa menang dan menganggap Dewa tidak bisa hidup tanpanya.
Suatu ketika, Dewa mengetahui perselingkuhan Santi dengan seniornya di kampus. Tanpa sengaja, Dewa yang pulang ke Bandung tanpa memberitahukan Santi, menjemput gadis itu di kampus.
__ADS_1
Betapa marahnya Dewa saat melihat Santi sedang berduaan dengan Seniornya. Santi yang tidak melihat kedatangan Dewa, pergi diboncengi oleh lelaki selingkuhannya.
Dewa mengikuti Santi dengan selingkuhannya hingga mereka berdua tiba di salah satu rumah kost-kost-an di daerah sekitar kampus.
Santi masuk kedalam kost-kost-an yang terlihat bebas itu. Lalu, Santi masuk kedalam kamar lelaki itu. Tanpa pikir panjang, Dewa pun menyusul ke dalam dan mengetuk kamar lelaki itu.
Lelaki itu membuka pintu kamarnya dan menatap orang yang tak dikenalnya berdiri di depan pintu kamarnya.
"Nyari siapa?" Tanya lelaki itu.
Tanpa basa basi, Dewa memukul lelaki itu tepat di wajahnya. Lelaki itu terjatuh di lantai kamarnya. Terdengar teriakan histeris Santi yang merasa terkejut saat melihat kekasihnya di pukul seseorang. Santi langsung menghampiri kekasihnya yang tergeletak di lantai kamar dan melihat Dewa yang sedang emosi berdiri di depan kamar itu.
Dengan kasar, Dewa menarik tangan Santi dan menyeretnya keluar dari Kost-kost-an itu.
Lelaki selingkuhan Santi berusaha untuk mencegah Dewa. Tetapi, lagi-lagi Dewa mendaratkan kepalan tangannya di wajah lelaki itu dan lelaki itupun terkapar.
"Dewa, saya teh masih cinta sama kamu. Saya sama A' Maman teh cuma khilaf, saya teh gak serius dengan A' Maman." Ucap Santi yang mengemis maaf kepada Dewa.
"Kalau kamu cinta, kamu tidak akan selingkuh!" Ucap Dewa yang masih emosi dengan penghianatan kekasihnya itu.
"Saya benar-benar minta maaf Dewa." Ucap Santi.
Tanpa kata, Dewa pergi meninggalkan Santi. Dewa kembali ke Jakarta dengan sepeda motornya.
Dewa yang galau, menjadi tidak bisa tidur sejak penghianatan yang di alaminya. Maka dari itu, Dewa selalu menghibur dirinya dengan berjalan-jalan keliling kota Jakarta.
__ADS_1
Kebetulan, malam itu ia ingin makan ketoprak langganannya di depan Stasiun Senen. Di sanalah ia bertemu dengan Sri.
Pertemuannya dengan gadis unik dan konyol itu membuat ia sedikit terhibur. Terlebih saat pertemuan keduanya dengan Sri di halte Bus di depan kampus gadis itu.
Sejak saat itulah pikiran Dewa mulai terbagi dengan Sri. Diam-diam dewa selalu nongkrong di sekitar kampus Sri dan memandangi gadis itu dari jauh.
Tak bisa di pungkiri, Dewa menyukai Sri pada pandangan pertama. Dengan hanya melihat Sri dari kejauhan saja, ia mampu melupakan Santi.
Hingga pertemuan tak disengaja pun, tiba. Dewa dan Sri bertemu di rumah kost-kost-an Nyak Tatik. Sejak saat itu Dewa bertekat ingin mendekati Sri.
Tetapi, Santi kembali menghubungi dirinya dan memaksanya datang ke Bandung. Awalnya Dewa menolak, tetapi saat mendengar ancaman dari Santi, Dewa pun langsung ke Bandung malam itu juga.
Dewa datang ke rumah Santi dan melihat gadis itu hampir saja meminum cairan pembasmi serangga. Disitulah rasa tidak tega Dewa datang. Santi yang menyesal, mengemis maaf kepada lelaki itu. Hingga akhirnya Dewa pun, luluh.
Mereka kembali bersama, tetapi perasaan Dewa sudah tak sama lagi dengan Santi. Kini, Dewa hanya kasihan dengan Santi yang baru menyadari betapa baik nya Dewa di antara banyak lelaki yang ia singgahi.
Tetapi, Dewa tidak bisa membendung perasaannya dengan Sri. Ia mencoba mengatakan cinta dengan Sri dan mencoba untuk menjauhi Santi secara perlahan.
Sri membalas cinta Dewa. Rasa cinta Dewa pun semakin erat saat Sri berjauhan dengannya. Hingga Dewa nekat untuk menyusul Sri ke Kampung halaman gadis itu.
Kini, Dewa merasa bodoh dengan semua yang telah ia lakukan. Dia mendua tanpa di ketahui Santi dan Sri.
Pada malam itu, Dewa dan Santi pun bertengkar. Hingga esok harinya Santi menyusul Dewa ke Jakarta. Mereka kembali bertengkar gara-gara Dewa telah menduakan cinta Santi.
Saat Dewa mengungkit penghianatan Santi, gadis itu pun tidak mampu berkata-kata. Ia memaafkan kesalahan Dewa dan meminta Dewa melupakan Sri.
__ADS_1
Dewa bersikukuh untuk putus, tetapi lagi-lagi Santi mengancamnya dengan "Bunuh diri" dan lagi-lagi Dewa pun luluh. Dewa kembali dengan Santi dan mencoba melupakan Sri. Tetapi, hatinya tidak bisa di bohongi. Cinta Dewa hanya untuk Sri.
Hingga hari ini terjadilah pertemuan Sri dan Dewa. Sayangnya, Sri tidak bisa memaafkan seorang penghianat. Sri benar-benar kecewa dengan Dewa. Dan kini, Dewa berada di persimpangan jalan. Satu sisi dia selalu mendapat ancaman dari Santi, satu sisi ia sangat mencintai Sri yang kini membenci dirinya.