Kost Putri

Kost Putri
94# Harapan Agus


__ADS_3

"Halo Butet hasian ku. Udah makan belom Tet?" Sapa Halomoan.


"Belom Bang, rame kali tadi pengunjong nya. Gak sempat aku makan jadinya." Ucap Butet sambil menggerutu.


"Yok lah makan sama Abang Tet, biar gak mati kita. Ini Abang jugak belom makan Tet."


"Dari tadi kemana aja kau Bang? baru muncol kau jam segini, selingkuh kau ya..!" Tanya Butet dengan tatapan menyelidik.


"Jangan lah sukak nuduh Tet. Nantik selingkuh betolan aku."


"Cobak lah Moan kau selingkuh. Kalok gak ku parang ucok kau itu." Ucap Butet kesal.


Halomoan tertawa sambil menatap kekasihnya yang bersungut-sungut.


"Makin cinta aku nengok kau Tet, makin cantek ku tengok kau sekarang." Ucap Halomoan sambil menggenggam tangan Butet.


"Ayok lah keluar kita sayang ada yang mau aku cakapkan sama mu. Tadi aku keluar antar si Dewa." Ucap Halomoan.


"Ngapain kau antar dia? kenapa dia rupanya?" Tanya Butet penasaran.


"Dia belik CD. Udah koyak semua CD dia. Malu dia sama si Sri. Mo nikah minggu depan dia kan. Jadi malu dia." Ucap Halomoan.


Butet tertawa terbahak-bahak.


"Parah kelen ya anak bujang-bujang ini ternyata.


"Ih, mana lah kami perhatian masalah kek gitu." Seloroh Halomoan.


"Yok lah, siap-siap. Biar si Siti yang jaga kasir. Makan kita dulu."


"Kau pun aneh, masak punyak cafe kau masih ajak aku makan di luar." Ucap Butet.


"Gak pengen kau arsik ikan mas? Ada mantap kali di kede Batak simpang lampu merah sanan. Kalok gak mau kau yodah." Ucap Halomoan.


"Eh, mau lah. Kek gitu aja ko ngamok." Ucap Butet sambil bersungut-sungut.


"Cepatlah. Aku mau kasih pengumuman dulu sama orang-orang ini. Mau tutop kita minggu depan. Kan ikut nya kita ke Yogyakarta."


"Iya lah." Sahut Butet. Lalu, ia beranjak ke locker nya.


Halomoan pun mulai memberikan pengumuman kepada para pegawainya bahwa minggu depan cafe mereka akan libur beberapa hari. Karena mereka akan menghadiri pernikahan Sri dan Dewa.


Tentu saja para pegawai menjadi bersemangat. Karena Halomoan menyewa Bus untuk para pegawainya ke Yogyakarta.


Sri akan menikah minggu depan dengan Dewa di Yogyakarta. Sedangkan Sri sendiri sudah lebih dahulu berangkat ke Yogyakarta pagi tadi.


Dewa yang masih ada pekerjaan pun, akan menyusul Jum'at depan. Karena ia harus mengurus cuti dan lainnya.


"Mo kemana kita?" Tanya Butet saat dirinya dan Halomoan berada di mobil.


Halomoan yang sedang mengemudikan mobilnya melirik Butet sambil tersenyum.


"Tet, ingat ku, aku gak pernah romantis sama mu ya selama kita pacaran." Ucap Halomoan.

__ADS_1


"Kau romantis? tebalek dunia Bang..!" Ucap Butet.


Halomoan tersenyum dan mencubit pipi Butet.


"Kek gitu kali dia ah." Ucap Halomoan.


"Kau yang kek gitu kali sama ku Bang. Jadi mau kemana nya kita?" Tanya Butet lagi.


"Ikot aja lah. Aku jugak lagi bete ini."


"Oh iyalah."


..


Dreeeettt..! Dreeeettt..!


Risa yang sedang mengetik skripsi nya, melirik ponselnya yang sedang di cas di samping laptopnya.


Ia melihat nama Matt yang tertera di layar ponselnya. Risa pun tersenyum dan langsung mengangkat telepon itu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Sahut Matt dengan fasih.


Risa tersenyum dan memejamkan kedua matanya.


"Risa, aku mau bicara."


"Aku sudah siap. Kata Pak Kyai aku sudah boleh bertemu dengan Abang mu."


Risa membuka kedua matanya dan terdiam sejenak.


"Kamu sedang tidak bercanda kan?" Tanya Risa.


"Tidak, aku sudah siap untuk melamar kamu. Tolong sampaikan kepada orang tuamu dan Abang mu."


"I-iya."


"Mungkin aku akan datang nanti hari senin depan."


"Iya."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Risa tercenung di pinggir ranjangnya. Jantung nya berdebar kencang. Baru kali ini ada lelaki yang berjuang dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan nya. Risa pun mulai mengerti mengapa Abangnya, Rozi mengajukan syarat yang begitu berat untuk Matt. Risa menangis bahagia. Ia kini benar-benar sangat menyayangi Rozi.


"Alhamdulillah." Bisik nya.


.


"Hai Matt." Sapa Agus yang sedang mengeringkan mobil Matt yang baru saja ia cuci.

__ADS_1


"Hai, rajin sekali kamu pagi-pagi." Ucap Matt.


Agus tersenyum sambil memeras kanebo di tangannya.


"Kamu kelihatan bahagia hari ini." Ucap Agus.


"Of course, karena kata Pak Kyai, saya lulus dan saya boleh memenuhi tantangan untuk melamar wanita impian saya." Ucap Matt.


"Alhamdulillah, semoga kamu berhasil." Ucap Agus dengan bersemangat.


"Aamiin. Terima kasih Agus, kamu baik sekali." Ucap Matt sambil menepuk pundak Agus.


"Ayo, antarkan aku untuk mencari hadiah untuk kekasihku." Ucap Matt.


"Ok, segera."


Agus membereskan peralatan mencuci mobil dan langsung bersiap-siap untuk pergi mengantarkan Matt.


Sudah dua minggu Agus tinggal bersama Matt. Agus pun selalu mengikuti kegiatan Matt, termasuk mengaji.


Agus merasa sangat bersyukur bertemu dengan Matt. Segala kebiasaan yang buruk dirinya pun sedikit demi sedikit mulai bisa ia kendalikan.


Agus juga bercerita kepada Matt, tentang masa lalunya yang kelam. Agus juga sudah bertobat mengingat ia sudah terlalu banyak dosa yang mungkin tidak akan termaafkan.


"Kamu sudah bertemu dengan anak mu?" Tanya Matt.


"Belum." Sahut Agus dengan raut wajah yang sedih.


"Hmmm, nanti kita akan mencari mainan dan baju untuk anak mu dan anak calon istri ku. Dan pergilah nanti malam, temui anak mu. berikan dia hadiah yang mau kamu berikan." Ucap Matt.


Agus menatap Matt dengan tak percaya.


"Apakah boleh?" Tanya Agus.


"Tentu saja. Aku mendukungmu." Ucap Matt.


"Terima kasih." Ucap Agus sambil tersenyum bahagia.


Matt tersenyum melihat wajah kebahagiaan Agus. Matt tahu, Agus tidak mempunyai uang seperak pun. Maka, ia berbaik hati untuk membelanjakan anak Agus, agar Agus bisa mendatangi anak nya dan datang tidak dengan tangan kosong.


Mereka pun berbelanja bersama. Mereka tertawa bersama saat memilih baju untuk anak yang tanpa mereka sadari adalah anak yang sama.


Agus juga ikut memilihkan hadiah untuk calon istri Matt, yang tanpa dia ketahui calon istri Matt adalah Risa.


Yang ada di hati Agus saat ini adalah. Ia ingin datang dan meminta maaf kepada Risa dan keluarganya. Serta menemui dan meminta maaf kepada Arkha yang sudah ia tinggalkan.


Besar harapan Agus untuk mendapatkan maaf dari Risa dan keluarganya. Ia ingin memperbaiki semuanya. Ia ingin kembali bersama dengan Risa. Serta membesarkan Arkha bersama-sama.


Agus cukup percaya diri. Karena saat ini ia sudah bekerja dengan Matt yang sangat baik hati. Ia yakin, dengan gajinya, ia dapat menopang hidup Risa dan anak nya Arkha.


Agus sudah berkhayal, betapa indahnya hidup berkeluarga dengan Risa dan Arkha, anak mereka.


"Saat ini, aku akan memperbaiki semuanya. Ini adalah tekat ku Ris. Aku pastikan, aku sudah berubah dan tak akan pernah menyia-nyiakan kamu dan Arkha lagi." Gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2