Kost Putri

Kost Putri
31# Rozi lelaki yang luar biasa


__ADS_3

Nyak Tatik tampak gelisah saat Rozi dan Cempaka masih di paviliun. Nyak Tatik tahu betul Cempaka pasti masih shock dan belum mau tidur dengan Rozi. Pikiran Nyak Tatik mulai risau dan berpikir Cempaka tidak akan pernah mau tidur dengan Rozi. Tentu saja hal itu membuat dirinya kecewa.


Mempunyai cucu adalah impian Nyak Tatik. Tetapi, ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya dengan Cempaka yang masih berumur 19 tahun.


Nyak Tatik memang terkesan ceplas-ceplos dan kasar. Tetapi, Nyak Tatik mempunyai hati yang lembut dan menghargai orang lain. Hal itulah yang membuat Nyak Tatik begitu di sayang oleh Babe Rojali.


Hal itu terbukti dengan kehidupan poligami yang ia jalani. Selama ini, Nyak Tatik tidak pernah menaruh rasa cemburu dengan Nyak Komariah. Nyak Tatik sadar diri, dirinya hanyalah istri kedua.


Nyak Tatik merasa bersalah dan selalu meminta maaf dengan Nyak Komariah. Tetapi, hati Nyak Komariah sudah terlanjur sakit dan menganggap Nyak Tatik adalah bencana dalam hidupnya.


Sebenarnya pernikahan Nyak Tatik dan Babe Rojali tidaklah ingin Nyak Tatik. Nyak Tatik juga terpaksa menikah dengan Babe Rojali.


Babe Rojali adalah sahabat karib Abang kandung Nyak Tatik. Nyak Tatik sudah lama hidup dengan Abang kandung nya, karena kedua orangtuanya sudah meninggal dunia.


Abang kandung Nyak Tatik lah yang membiayai Nyak Tatik sejak remaja hingga lulus SMA. Tentu saja Nyak Tatik dianggap beban bagi Kakak ipar nya.


Nyak Tatik mempunyai Kakak ipar yang perhitungan. Segalanya di ukur dengan uang. Bila sedang marah, Kakak ipar Nyak Tatik dengan gamblang mengungkit-ungkit uang yang sudah habis untuk membiayai Nyak Tatik.


Hingga suatu saat, Rojali yang risau karena istrinya tidak kunjung hamil, datang kerumah Abang kandung Nyak Tatik. Disitu lah Babe Rojali mulai memperhatikan Nyak Tatik yang mengantarkan minuman untuk Babe Rojali.


Flashback on


"Adek lu cakep juga Men." Ucap Babe Rojali kepada Bang Omen Kakak kandung Nyak Tatik.


Omen hanya tersenyum dan melirik Adik nya.


Ncum, Kakak ipar Nyak Tatik langsung menyeletuk, "Nikahin kalau memang cakep."


Disitulah awal mula terjadinya pernikahan Nyak Tatik dan Babe Rojali.


Babe Rojali menganggap Ucapan Ncum adalah lampu hijau untuk dirinya.


Beberapa minggu kemudian, Babe Rojali datang membawa banyak barang antaran untuk Nyak Tatik. Ya, Nyak Tatik di lamar dan lamaran itu di terima oleh Kakak kandung nya, Omen. Tanpa meminta pendapat Nyak Tatik terlebih dahulu.


Tentu saja Nyak Tatik menolak setelah ia tahu, ia akan dinikahkan dengan Babe Rojali.


"Rojali udeh punya istri Bang. Gile kali ye!" Ucap Nyak Tatik.


Omen hanya terdiam, sebenarnya Omen juga tidak rela Adik nya menikah dengan sahabatnya yang sudah beristri. Tetapi, Omen mempertimbangkan perasaan istrinya yang merasa Nyak Tatik hanya beban bagi dirinya dan keluarganya.


"Elu udeh usia menikah. Lu juga kaga kerja. Lu nikah aje sama die. Die orang kaya!" Ucap Omen.


Kata-kata Omen cukup melukai hati Nyak Tatik.


"Lagian lu lelaguan, lu cuma beban bagi gue dan Abang lu Tik!" Ucap Ncum.


Tatik hanya dapat menangis mendengar ucapan Abang dan Kakak ipar nya itu.


Pernikahan pun tidak dapat di hindari. Terlebih Babe Rojali sudah membeli sebuah rumah, tepat di depan rumah istri pertamanya, Nyak Komariah.

__ADS_1


Pasca menikah, Nyak Tatik di bawa kerumah baru yang di depan rumah Nyak Komariah. Nyak Tatik kerap mengunjungi rumah Nyak Komariah hanya untuk mengucapkan maaf kepada Nyak Komariah berkali-kali.


Tetapi, Nyak Tatik selalu di hina oleh Nyak Komariah. Ia dianggap pelakor dan bencana bagi Nyak Komariah. Kata-kata Nyak Komariah membuat ketulusan Nyak Tatik untuk memohon maaf pun sirna. Setiap bertemu, Nyak Komariah selalu menghina dan meludahi Nyak Tatik.


Sejak saat itulah Nyak Tatik berhenti meminta maaf. Ketulusannya dan rasa bersalahnya pun hilang entah kemana. Semua berganti menjadi rasa sakit hati yang tidak berkesudahan.


Flashback off


Nyak Tatik yang sedang termenung di depan televisi, menatap Cempaka dan Rozi yang datang. Tampak Cempaka sudah memakai baju tidur dan berdiri disamping Rozi.


Air muka Nyak Tatik pun berubah menjadi bahagia.


"Lu molor disini Cem?" Tanya Nyak Tatik.


Cempaka tersenyum dan mengangguk.


"Gue demen nih!" Ucap Nyak Tatik.


Cempaka dan Rozi duduk mengapit Nyak Tatik. Nyak Tatik tampak langsung mengusap rambut panjang Cempaka.


"Mantu Nyak yang cantik, baek-baek ye ama anak Nyak." Ucap Nyak Tatik.


"Iya Nyak." Ucap Cempaka.


"Oh iye, kasih Nyak cucu ye." Bisik Nyak Tatik.


Nyak Tatik tersenyum puas.


"Ya udeh buru dah sono tempur yang ganas." Ucap Nyak Tatik sambil tersenyum lebar.


Cempaka dan Rozi tampak sangat malu dengan ucapan Nyak Tatik.


"Belom juga molor berdua, Nyak pesan nya udeh cucu aje sih Nyak." Celetuk Rozi.


"Ye, harapan orang tua ape lagi Ji?" Tanya Nyak Tatik.


"Ye kasih kesempatan kek setahun dua tahun. Kita kan lagi pacaran Nyak." Ucap Rozi.


"Terserah lu bedua. Yang penting hamil ntar." Ucap Nyak Tatik, bersemangat.


Cempaka terus menundukkan wajahnya, ia benar-benar merasa takut dengan malam ini, terlebih mulai malam ini ia harus tidur disamping Rozi.


"Ya udeh deh Nyak. Nyak Kaga istirahat?" Tanya Rozi.


"Ntar gue mah." Ucap Nyak Tatik sambil mengganti channel televisinya.


"Ya udeh, besok Rozi kerja, Rozi tidur dulu ye Nyak." Rozi berpamitan akan ke kamar.


Dengan bersemangat, Nyak Tatik mengangguk sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Cempaka tidur dulu ya Nyak." Ucap Cempaka.


"Gi dah." Ucap Nyak Tatik, mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke kamar.


Rozi dan Cempaka pun masuk ke kamar. Dan pintu kamar pun tertutup rapat. Nyak Tatik tampak sangat antusias dan memasang kuping nya untuk mendengarkan bukti malam pertama Rozi dan Cempaka.


Cempaka memperhatikan kesekeliling kamar Rozi yang tampak rapi. Lalu, ia duduk di atas ranjang Rozi yang empuk.


Rozi dan Cempaka tampak begitu salah tingkah.


"Cem, kamu tidur di atas dan saya di bawah saja." Ucap Rozi.


"Biar saya saja yang di bawah A'." Ucap Cempaka.


"Jangan, nanti badan mu sakit." Ucap Rozi.


"Tidak apa-apa A'." Ucap Cempaka.


"Kamu wanita, aku laki-laki. Aku saja yang dibawah." Ucap Rozi sambil menggelar karpet di lantai kamarnya.


Cempaka menatap suaminya itu.


"A'a Rozi baik sekali." Gumam Cempaka.


"A'a, kita seranjang saja." Ucap Cempaka."


Rozi menatap Cempaka dengan seksama.


"Kamu yakin?" Tanya Rozi.


Cempaka menggigit bibir nya, lalu mengangguk dengan pelan.


"Tidak usah, nanti saya khilaf, saya tidak mau membuat kamu tidak nyaman." Ucap Rozi sambil menaruh bantalnya di atas karpet.


Cempaka terdiam dan menundukkan pandangannya.


"Tidurlah, besok kamu mau ke kampus kan?" Tanya Rozi.


"Iya A'." Ucap Cempaka.


Rozi kembali beranjak dari karpet dan menghampiri Cempaka. Rozi mengecup kening Cempaka dengan lembut. Dan merebahkan Cempaka di atas ranjang. Lalu, ia menyelimuti gadis itu dengan selimut yang ada di atas ranjang.


"Selamat tidur istriku." Ucap Nya sambil mengusap rambut Cempaka dengan tulus.


Lalu, Rozi kembali merebahkan tubuhnya di atas karpet.


Cempaka terdiam mendapatkan perlakuan yang begitu indah dari Rozi. Cempaka tersenyum sendiri dan menatap suaminya yang sudah memejamkan mata.


"Saya teh gak tahu, mau bersyukur atau tidak. Kejadian ini begitu cepat. Tapi di nikahi oleh A' Rozi teh begitu luar biasa. A'a Rozi teh lelaki yang sangat baik." Gumam Cempaka.

__ADS_1


__ADS_2