
Danau Toba, Hamparan air jernih membiru. Danau Toba adalah Danau yang termasuk dalam salah satu daftar Danau yang terindah di dunia. Pemandangan memesona dengan pegunungan hijau, udara yang sejuk serta alam yang masih terjaga dengan baik akan kita temui bila kita berkunjung ke sana.
Siapa pun akan terpesona dan langsung jatuh cinta dengan Danau Toba. Termasuk, keluarga Nyak Tatik dan Nyak Komariah. Mereka menepati janji untuk datang ke pernikahan Butet dan Halomoan.
Mereka datang dengan hati yang gembira, dengan suka cita. Bukan karena tiket yang gratis, tetapi lebih karena ikut bahagia dengan pernikahan dua orang yang mereka sayangi. Yaitu, Butet dan Halomoan.
Tadi pagi, setelah acara pemberkatan pernikahan Butet dan Halomoan di Gereja, mereka langsung menggelar pesta pernikahan mereka dengan meriah.
Dendang musik khas Batak, mengalun merdu di ballroom sebuah hotel dan cottage yang sengaja orangtua kedua mempelai sewa untuk menampung tamu undangan pernikahan putra dan putri mereka.
Butet tampak sangat cantik dengan kebaya merah menyala yang matching dengan Sortali di kepalanya. Serta ulos yang menambah kesan mewah pada busana yang sedang ia pakai. Sedangkan Halomoan tampak gagah dengan setelan Jas yang ia kenakan. (Red- Sortali- ikat kepala khas pengantin Batak Toba.)
Kedua sejoli itu terus menebarkan senyuman kepada seluruh tamu undangan yang telah sudi ikut memeriahkan acara pernikahan mereka berdua. Terutama, kebahagiaan semakin bertambah saat melihat para sahabat mereka dari Jakarta menepati janji untuk datang.
Kini, anak kost Nyak Tatik sudah berkeluarga semua. Tentu saja Nyak Tatik ikut bahagia. Bagaikan orangtua yang melepas anak nya yang akan berkeluarga, Nyak Tatik dan Nyak Komariah menangis bahagia, memeluk kedua anak asuh mereka di Jakarta.
"Akhirnya kita besanan ya Kom," Ucap Nyak Tatik.
"Iya Tik." Sahut Nyak Komariah.
Sejak kejadian Risa, Nyak Komariah dan Nyak Tatik tidak pernah selisih paham lagi. Mereka saling mencintai bagaikan Adik dan Kakak. Semua yang telah terjadi, mereka lupakan begitu saja. Justru mereka saat ini sangat bersyukur. Karena merasa mempunyai saudara di penghujung umur mereka yang sudah senja.
Perdamaian memang asik, memaafkan memang indah dan persaudaraan memang anugerah. Semua dapat dirasakan bila salah satu menekan ego.
Bahkan Nyak Tatik dan Nyak Komariah akan segera berangkat menunaikan ibadah Haji bersama-sama. Matt, menantu Nyak Komariah yang sangat baik hati, menghadiahkan dua orangtua istrinya itu ke Mekkah.
Semua yang baik, semua yang indah mereka dapatkan di penghujung usia. Sekarang, mereka tinggal menjaga perdamaian ini hingga maut memisahkan mereka berdua.
Butet dan Halomoan, beserta para tamu undangan, menari tortor bersama, tertawa bersama serta mengikuti setiap sesi acara dengan khidmat dan bahagia.
Pertemuan, perpisahan, konflik, duka, bahagia, sakit dan sehat, selalu mewarnai kehidupan. Pertemuan adalah takdir yang indah, sedangkan perpisahan adalah pembelajaran yang patut kita ambil hikmahnya. Konflik adalah bumbu dalam hidup. Duka adalah proses kita untuk menghargai bahagia, sedangkan bahagia adalah mengingatkan kita untuk lebih bersyukur kepada Nya. Sakit dan sehat adalah proses kita menghargai kehidupan dan diri sendiri.
Hidup adalah paket komplit yang Tuhan anugerah kan, yang hanya terjadi sekali dan di jalani bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Isi lah hidup dengan segala yang bermanfaat dan bermakna baik dengan hidup kita sendiri.
"Cantik juga si Butet ya kalau begitu." Ucap Siti.
"Memang dia cantik kok aslinya." Sahut Sri.
__ADS_1
"Iya tapi, gak indak ado sisi feminim nya ambo caliak." Ucap Siti lagi.
"Ya ada atuh Ti, kalau gak ada sisi feminim nya teh, gak mungkin dia bucin sama Moan." Timpal Cempaka.
Siti tertawa lebar melihat Butet dan Halomoan yang sedang bersalam-salaman dengan para tamu.
"Benci jadi cinta mereka ya, lucu." Ucap Sri. Sambil menatap bahagia ke arah kedua mempelai.
Acara terus berlangsung, Butet yang terlihat sudah mulai pegal pun mengeluhkan punggungnya yang terasa berat.
"Capek kali aku Bang." Ucap Butet sambil memukul-mukul punggungnya dengan kepalan tangannya.
"Hah? Capek?" Tanya Halomoan.
"Iya, kenapa kok tekejot kali kau Bang? kek gak bisa capek aja aku." Ucap Butet.
"Ya enggak," Ucap Halomoan sambil menelan salivanya.
"Kau gak capek memangnya? panjang kali pun sesi acaranya. Udah panas kepala ku ini rasanya. Pen kali aku keramas ngilangin sasak rambot ku ini, gatal loh." Keluh Butet.
"Sabar ya sayang. Jam berapa ini?" Tanya Halomoan.
Tamu undangan semakin beranjak malam pun, semakin banyak. Butet semakin tampak kelelahan.
"Bang, gak betah aku kek gini. Aku angkat lah kakik ku." Ucap Butet.
"Jangan lah Dek, gak sopan." Ucap Halomoan.
"Kau milih mana? varises aku lama-lama loh." Ucap Butet sambil mengangkat kakinya.
"Kok kek di warteg gitu Dek. Adooohhh...!" Keluh Halomoan.
"Ketat kali di buat kaen ini lah. Gak bernafas kerang laot ku Bang..!" Ucap Butet.
"Yo dah lah, istirahat kita sebentar di belakang yok." Ucap Halomoan sambil menarik tangan Butet.
Mereka pun lari kebelakang pelaminan. Lalu, mereka keluar dari pintu belakang yang langsung di tepi Danau Toba. Butet dan Halomoan duduk di rerumputan. Butet memijat kakinya yang mulai membengkak. Sedangkan Halomoan melepaskan rindunya kepada sebatang rokok.
__ADS_1
"Nantik malam kita nginap di cottage yang mana Bang?" Tanya Butet.
"Itu yang pas di pinggir Danau." Ucap Halomoan sambil menunjuk ke salah satu cottage yang ia sewa khusus untuk malam pertamanya.
Tiba-tiba Halomoan tersenyum jahil.
"Kenapa kau senyum-senyum Bang?" Tanya Butet.
"Kesana kita yok." Ucap Halomoan.
"Ish, apa nya ini, acara nya kan belom selese." Ucap Butet.
"Ayok lah Tet. Udah meriang Ucok ku nengok kau. Pen muntah-muntah dia." Ucap Halomoan berterus-terang.
Butet mengernyitkan dahinya.
"Ish..! Apa nya ini..!" Bentak Butet.
"Ih kok di bentak suami nya, jan kek gitu lah Dek. Yok, sebentar aja kita kesanan ya." Bujuk Halomoan.
"Gak mau lah aku, nantik geger pulak orang satu Danau Toba ini nyarik penganten nya. Muncol-muncol udah berantakan dandanan ku. Malu aku." Ucap Butet.
"Ayok lah, Ucok ku udah berontak-berontak dia mintak merdeka dia Tet." Bujuk Halomoan sambil mencium Butet.
"Gilak kau Moan..!" Ucap Butet sambil beranjak dari duduknya dan berlari menjauhi Halomoan.
"Tet...! tolong Tet...! Nyiksa kali rasanya Tet..!"
"Gilak kau...!" Butet berlari memasuki ballroom. Halomoan mengejar Butet hingga ke ballroom.
Lalu, ia berjalan menuju ke band musik yang sedang melantunkan musik cinta untuk para tamu undangan.
Halomoan merebut mic itu dari penyanyi, lalu ia berteriak dengan lantang.
"Woiiii pulang lagi kelen. Ucok ku udah gak tahan, lama kali pun acaranya." Ucap Halomoan.
Seluruh tamu undangan tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Butet menanggung malu seumur hidupnya. Pernikahan mereka adalah pernikahan terunik dan menjadi pembicaraan masyarakat sekitar.
__ADS_1
Mempelai pria mengusir tamu undangan hanya gara-gara sudah tidak tahan untuk melakukan malam pertama.