
"Anak anak gimana, sama siapa mereka sekarang, aku ingin pulang, kasian anak anak nggak ada yang nemanin mereka main," Jeny takut terjadi sesuatu sama anak anaknya.
"Kamu nggak usah khawatir, anak anak aman kok, di jagain sama mama, kamu tenang aja, sekarang kamu jangan terlalu banyak pikiran, nggak baik buat kesehatan kamu, mendingan kamu sekarang istirahat aja, jangan banyak pikiran, aku yakin kok, semua kan baik baik saja. jawab Topan pada istrinya yang kelihatan mulai cemas dan khawatir, Topan nggak mau bikin istrinya cemas lagi, karena iya takut istrinya pingsan lagi, dan kondisinya semakin ngedrop, makanya iya sekarang hanya fokus untuk kesehatan istrinya, lagian dia nggak terlalu khawatir sama anak anaknya, karena udah ada mamanya yang ngejagain anak anaknya.
"Tapi Pan, kasian mama, pasti mama akan kerepotan ngejagain anak anak, kamu tau sendiri kan gimana anak anak kalau mereka lagi rewel, kita pulang aja yuk, aku udah mendingan kok, nggak pusing lagi. Jeny nggak bisa tenang, karena khawatir sama anak anaknya.
"Nggak nggak nggak, kamu nggak boleh mikir yang macem macem pokoknya, aku nggak mau bawa kamu pulang, kalau dokter belum izinin kamu tuk pulang, "kamu tenang aja ya sayang, anak anak nggak apa apa kok, atau kamu mau kita telpon mama aja ya, biar kamu nggak khawatir lagi. Topan menyarankan agar menelpon mamanya, biar istrinya nggak kepikiran lagi soal anak anaknya, soalnya Topan nggak mau, kejadian subuh tadi terulang lagi, jadi iya akan berusaha semaksiamal mungkin agar istrinya baik baik aja.
"Iya, Jeny mengangguk menandakan iya menyetujui saran Topan untuk menelpon mama. Kemudian Topan vidio call sama mamanya. Tak lama kemudian nampak lah mamanya yang lagi duduk diruang tengah sambil menunggu cucunya yang lagi tidur.
"Sayang, gimana keadaan kamu sekarang, tanya mama dari rumah yang melihat kondisi menantunya yang lagi terbaring lemah.
"Jeny baik baik aja mah, sekarang udah agak mendingan, anak anak gimana mah ?" Tanya Jeny pada mertuanya.
"Kamu tenang aja, mereka masih tidur kok dikamar nya, mama berjalan menuju kamar cucunya dan menunjukkan pada menantu kesayangannya itu.
"Ya udah mah, makasih ya mah, jawab Jeny kemudian Jeny memberikan hp kepada Topan.
"Ya udah ya mah, titip anak anak ya mah, pesan topan pada mamanya, kemudian Topan mematikan telponnya.
__ADS_1
"Gimana, kamu seneng kan sekarang, jadi kamu fokus aja pada kesembuhan kamu, oke ?"
Topan mencium kening istrinya. Jeny pun merasa lega, karena anak anaknya udah ada mama yang jaganya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Tante asih sangat mengkhawatirkan menantunya, karena iya tidak pernah melihat Jeny sakit sampai dibawa kerumah sakit, karena memang bisa dikatakan Jeny selau sehat, adalah sesekali, tapi nggak sampai di bawa kerumah sakit. makanya iya sangat mengkhawatirkan menantunya sekaligus keponakannya itu.
Tampa iya sadari tiba tiba cucunya yang perempuan ada dibelakangnya dan menghampirinya, tante asih langsung memeluk cucunya.
"Sayang, kamu udah bangun ya, waduh cucu cantik oma baunya acem, tapi nggak apa apa deh oma suka bau asemnya, hehehe,,"Oma mencubit ujung hidung cucunya, sambil mencium pipi cucunya yang baru saja bangun dari tidur.
"Mama sama Papa lagi pergi, katanya ada urusan penting, makanya Oma diminta sama papa untuk nge jagain kalian berdua makanya oma kesini, tadi nya mama sama papa mau ngajakin kalian berdua, karena kalian berdua asih tidur, ya jadinya nggak jadi deh, akhirnya oma yang kesini buat nemanin kalian, "Ciki seneng nggak kalau oma ada disini ?"
"Ya cenen lah, tan Oma udah lama tak main tetini, jawab Ciki pada omanya.
"Iiiih, lucu banget nih cucu oma, gemes deh oma lihat ciki, pipinya ini loh yang bikin oma gemes, kayak bak pao yang sering oma bikin di toko, hehehe. Oma mencubit pipi cucunya yang gembul.
"Eemmm, gimana kalau Ciki oma mandikan dulu ya, biar seger dan wangi, nanti giliran kak Coko lagi yang mandi, kalau dia udah bangun.
__ADS_1
"Iya oma, iti au andi tama oma, talau mama puyang mama pesi tenan. talau iti udah wani. Ternyata Ciki seneng di ajak oma mandi, katanya ("Iya oma, ciki mau mandi sama oma, kalau mama pulang, mama pasti senang kalau ciki udah wangi").
"Iya dong, pastinya mama ciki seneng, kalau anaknya yang paling cantik ini udah mandi dan wangi, "Ya udah deh, ayo biar oma yang mandikan ya. Oma menggendong cucunya menuju kamar mandi, sesampai di kamar mandi, oma menyiapkan tempat cucunya mandi. "Duh, cucu oma pasti seneng banget ya, karena mandinya ditemani sama oma."
"Iya, iti tenan banet bisa andi tama oma. jawab Ciki pada omanya.
"Ya iya dong, omanya siapa coba ?''
"Omana iti.
Tante Asih seneng banget karena cucunya sama sekali nggak rewel, malah terkesan anteng banget, nggak nangis, mana pintar lagi, emang ngomongnya agak belepotan, tapi Ciki pandai menjawab setiap pertanyaan dari omanya, selain itu, ciki sepertinya cepat tanggap, nggak terlalu susah jika dikasih tau, kalau si coko cenderung cuek, tapi iya paling perhatian.
>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sore itu Jeny di bolehkan untuk pulang, karena Jeny merasa udah agak mendingan, yang paling dipikirkan Jeny saat itu adalah anak anaknya, karena iya sangat mengkhawatirkan Coko dan Ciki, karena ini merupakan kali pertama nya harus terpisah dari anak anaknya, walaupun hanya terpisah satu hari, namun itu sudah sangat membuatnya gelisah, yah namanya seorang ibu.
Next
Ya ampun, kok aku makin bingung ya sekarang, makin hari makin sepi nih, gimana aku mau semangat nih untuk Up nya, ayo dong mana nih Like, vote dan komennya, biar aku tuh semangat.
__ADS_1
dan buat yang udah mampir disini, aku makasih banget dah pokoknya, semoga kalian semuanya sukses selalu. amin salam hangat dari aku buat kalian semuanya yang paling aku sayangi.