
"Kira kira adek kita laki laki apa perempuan ya,,,?" Coko mengelus perut mamanya...
"Laki laki atau perempuan sama saja sayang, yang penting adek nya sehat..." Jawab Jeny pada putranya.
"Tapi koko pengen adek nya laki laki ma, biar Coko ada teman mainnya, soalnya maen sama iki, ngebosenin suka cengeng..." Ternyata Coko menginginkan adek nya laki laki, biar dia ada teman mainnya, mendengar kakaknya, mengatakan iya cengeng, membuat Ciki kesel dan marah.
"Ndak mauuu...! Iki mau na adek pelempuan, biar iki bisa maen boneka sama adek, maen macakan, maen apa ladi ya,,,? Banyak dah pokok na, iki ndak mau kalau adeknya laki laki, soalnya kalau adek laki laki suka nakal, dan suka jail sama iki, tuh buttinya kak ko, suka jahatin iki...!" Ternyata dua saudara itu, punya keinginan yang berbeda, Ciki mau adek nya perempuan, karena iya nggak suka kalau adek laki laki, takutnya nanti suka jahat, dan nakal, mungkin Ciki sering di jahilin sama Coko, makanya iya nggak mau kalau adeknya laki laki.
"Pokonya laki laki, kakak pengen adeknya laki laki, TITIK,,,,,,!!!"
Coko bersikukuh, kalau keinginannya tidak bisa di ganggu gugat, namun tak semudah yang iya pikirkan, karena Ciki juga berpikiran demikian, bahwa keinginannya juga tidak bisa di ganggu gugat, iya ingin adek nya perempuan, TITIK,,,,!!!
"Sudah sudah sudah, jangan bertengkar gitu donk, mama nggak suka ah, kalau adek sama kakak bertengkar gitu, kan malu sama kakek dan oma, lagian kasian dong kakeknya, masa' baru kali pertama ketemu cucu cucunya, udah di suguhin dengan keributan, iya kan kek,,,,?" Jeny mencoba melerai pertengkaran si kembar yang sering sekali ribut, gara gara hal sepele, kadang suka ketawa sendiri, melihat tingkah laku kedua buah hatinya itu, suka menggemaskan.
"Emmm,,,,Nggak apa apa Jeny, namanya juga anak anak, kadang emang suka gitu, dulu kamu sama Topan juga sering kayak gitu, papa masih ingat, cuma gara gara beda ukuran potongan kue yang diberikan mama, kalian jadi saling lempar sandal, sampai sampai sendalnya Jeny jatuh di selokan, dan ujungnya tangis Jeny yang kedengaran, iyakan ma,,,?" Adi mengingat kembali memori lama, sewaktu Topan dan Jeny masih kecil, yah mereka dibesarkan secara bersama, karena Jeny udah nggak punya orang tua lagi, makanya iya di asuh oleh mama Asih, namun nggak disangka sangka, yang dulunya sering berantem, eh ternyata Jodoh.
"Ya, bettul banget....!" Jawab mama Asih.
Jeny dan Topan saling berpandangan sambil senyum senyum, memang apa yang dikatakan papanya dulu benar sekali, mereka sering kali berantem, Topan suka kesal sama Jeny, karena mamanya selalu memberi lebih untuk Jeny dari pada untuknya, bahkan dulu Topan merasa kalau mamanya lebih sayang ke Jeny dari pada ke dia, makanya iya suka sekali ngejahatin Jeny dari pada menyayangi Jeny, dan ternyata Tuhan berkehendak lain, pada akhirnya Topan jatuh cinta pada Jeny, bahkan mereka sekarang saling mencintai dan saling menyayangi.
''Ya, itukan dulu mah, kan nggak tau kalau akhirnya Jeny bakalan jadi istri Topan, kalau tau Jeny bakal jadi istrinya Topan, dari kecil akan Topan jaga dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga hehehe,,,,Iya kan sayang,,,?" Topan mencolek hidung istrinya, dan itu membuat pipi Jeny tampak merona.
__ADS_1
"Emmmm, gimana kalau papa sama mama makan siang di sini aja ya, Biar nanti Jeny masakin masakan kesukaannya papa sama mama, Mau ya,,,?" Akhirnya demi mengurangi rona merah dipipi, Jeny mencoba untuk mengalih pembicaraan, karena iya nggak mau Topan makin lama makin suka buatnya salah tingkah, mending aku ajakin mereka makan siang disini aja deh, biar Topan nggak panjang lagi alay nya hehe batin Jeny.
"Ide yang bagus tuh sayang, kan papa udah lama banget tuh nggak makan masakan nya kamu, nah kebetulan banget kan papa ada sekarang." Topan senang sekali mendengar Jeny mengajak orang tuanya makan siang bareng, sungguh istrinya ini memang istri yang sangat baik dan pengertian, nggak salah dia berbagai macam cara untuk mendapatkan cinta dari Jeny.
Jeny beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang bersama dengan mertuanya, butuh waktu satu jam lebih, dia menyiapkan berbagai macam masakan, dan tentu saja di bantu juga oleh mama mertuanya, karena Asih nggak tega juga melihat menantunya masak sendirian di dapur, lagian mengingat kondisi menantunya yang sedang hamil muda, membuat iya merasa kasihan, padahal Jeny sudah melarangnya untuk tidak membantunya, namun iya tetap membantu menantunya itu memasak.
Setelah semuanya selesai, mereka pun makan siang bersama, terlihat sekali mereka adalah sebuah keluarga yang sangat harmonis, walaupun awalnya mereka adalah salah satu keluarga yang sangat buruk, namun lain dulu lain lagi yang sekarang, dulu buruk sekarang bahagia. Begitulah kenyataannya sekarang.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Lima bulan kemudian,,,,,
"Ini merupakan pengalaman pertama saya selama saya menjadi seorang Dokter,,,!" Tiba tiba Dokter tersebut menunjukkan ekspresi wajah yang sulit tuk di tebak.
"Maksud Dokter apa,,,?" Tanya Jeny dengan nada sedikit khawatir, karena melihat dari mimik wajah Dokter tersebut, menunjukkan sesuatu yang tidak baik. Ya Allah, semoga anak dalam kandunganku baik baik saja ya Allah, aku sangat takut sekali, batin Jeny.
"Suster, Tolong Bawakan hasil USG ibu Jeny kesini,,,!" Suster membawa hasil USG tersebut kepada Dokter.
"Jadi Buk, Pak, saya ingin mengucapkan selamat kepada ibu dan bapak, karena didalam rahim buk Jeny terdapat 3 bayi, dan ini merupakan pengalaman pertama saya sebagai seorang Dokter, biasanya saya cuma melihat dua bayi kembar, tapi kali ini langsung 3 sekaligus,," Terang Dokter tersebut pada pasangan suami istri yang sudah mulai tampak kaget.
"Dan ini terlihat jelas, kalau di dalam kandungan buk Jeny terdapat Tiga Bayi sekaligus..." Dokter tersebut, menunjukkan hasil USG, kepada Jeny dan Topan.
__ADS_1
"APAAAAA,,,TIGA,,,,???'' Jawab Topan dan Jeny serentak, dengan ekspresi wajah kaget mereka, ketika melihat gambar hasil USG tersebut.
"Iya pak buk, anak yang dalam kandungan buk Jeny ada 3, sekali lagi selamat ya pak buk, jujur saya sendiri tidak menyangka, padahal diluar sana banyak orang yang menginginkan anak, sampai bertahun tahun, bahkan ada yang sampai puluhan tahun nggak punya anak, dan sangat menanti nanti kehadiran buah hati, tapi bersyukur bapak dan ibu diberi sekaligus tiga bayi, benar benar sesuatu yang sangat wajib di syukuri, karena bapak ibuk merupakan pasangan suami istri yang sangat beruntung sekali.
Serasa ingin menangis, serasa ingin ketawa, serasa percaya dan serasa nggak percaya, yah itu lah yang dirasakan oleh pasangan suami istri tersebut.
Serasa ingin ketawa karena mereka heran, anak pertama kembar dua, lalu hamil yang sekarang kembar tiga.
Serasa percaya, memang inilah kenyataannya, berdasarkan hasil USG, terlihat jelas, kalau anak dalam kandungan Jeny memang ada tiga.
Serasa nggak percaya, karena memang tidak pernah tau sebelumnya, kalau anak yang dalam kandungannya ada 3, tapi ini merupakan rizky yang luar biasa, seolah tiada habisnya kebahagiaan Topan dan Jeny.
Next,,,,,,,,,,,,
"Ada yang mau melahirkan anak kembar tiga,,,,?" Tuh belajar sama Jeny dan Topan, gimana caranya bisa bikin anak kembar ,,,,,hehehe
aku juga mau kalau dikasih anak kembar, tapi dua aja kali ya, soalnya nggak kebayang aja, gimana cara ngerawatnya, tapi kalau emang dikasih, aku sih nggak nolak.
Makasih ya, yang udah rela mampir disini, semoga kesuksesan selalu menghampiri kalian....LOVE YOU All
__ADS_1