
Jeny kembali lagi ruangan Topan, untuk menemui tante Asih, Jeny mau pamit pulang dulu, mengingat hari sudah beranjak petang, dan matahari pun mulai beranjak menjauh dan bersembunyi dibalik awan, suasana malampun hampir menyapa umat manusia yang ada di muka bumi ini, namun tak membuat mausia berhenti tuk melakukan aktivitas mereka, entah apa yang dilakukan mereka, semua tampak biasa saja, dalam menghadapi malam, ataupun menghadapi siang.
Tapi itu semua tidak untuk Jeny, jika siang, Jeny ingin merasa supaya cepat malam, dan jika menghadapi malam, Jeny ingin sekali berjumpa dengan siang, karena jika antara malam dan siang cepat berlalu, berarti sama saja iya ingin cepat cepat berlalu melewati setiap masalah yang dihadapinya, karena iya merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menahannya, terlalu berat masalah yang di hadapinya, sehingga tak dapat lagi untuk di bisa di fahaminya.
Setelah iya masuk keruangan, iya melihat Tantenya yang lagi tertidur di kursi, di samping tempat tidurnya Topan, Jeny mendekati tantenya, dan membangunkannya.
"Tante, Tante,,,"bangun dong, sekarang udah masuk waktu magrib.
Jeny membangunkan tantenya yang tertidur sambil duduk
"Hmm hm,,, "iya nak, udah magrib ya, aduh Jen, tante ketiduran, nggak terasa udah masuk waktu magrib, emang kamu tadi dari mana ? tanya tante Asih pada ponakannya, karena tadi Jeny lama sekali keluarnya hingga iya sampai tertidur.
"Tadi aku duduk di taman depan sana tante, dekat mushollah yang ada di depan sana, dan pas aku duduk, ada teman aku yang datang, makanya kami tadi ngobrol lama, makanya aku tadi agak lama.
"Oooo gitu ya...! "Berati kamu tadi nggak jadi balik kantor ya,,,? "Tanya tante Asih pada Jeny
"Nggak jadi tante, soalnya tadi udah ke sorean, makanya aku nggak jadi balik kantor.
Oh ya tante, aku mau pulang dulu ya, soalnya besok aku mau masuk kerja, "Emm, "tapi kalau aku nggak kesini besok, kemungkinan aku besok lembur tante, soalnya pekerjaan aku yang hari ini belum selesai, makanya mau nggak mau aku harus lembur besok, jadiĀ tante besok jangan bingung kalau aku nggak kesini, tapi kalau aku cepat baliknya, insya Allah aku kesini.
"Ya udah deh sayang, kamu pulang aja, tapi kalau udah sampai rumah, kamu telpon tante ya, dan jangan lupa hati hati di jalan.
__ADS_1
"Iya tante, jawab Jeny pada Tantenya.
Jeny mendekat kearah Topan, lalu berkata pada Topan,,,!
"Topan, aku mau pulang dulu ya, kamu cepat sadar dan cepat sembuh ya, biar kita bisa bersama,,,
Ketika Jeny hendak melepaskan tangan Toan, dan hendak pergi, sesuatu yang tak terduga pun terjadi.
Tiba tiba tangan Topan terasa bergerak dan menggenggam tangan nya Jeny, dan seketika itu, Jeny kaget dan langsung mendekat lagi ke Topan, sambil menatap wajah Topan, apakah bener Topan sudah sadar, karena Topan menggenggam tangannya.
"Topan, "Apakah kamu sudah sadar Topan, Tanya Jeny pada Topan, namun tak ada respon lagi.
Tante Asih pun kaget dan langsung mendekat juga kearah Jeny, karena mendengar Jeny bertanya pada Topan, dia berharap sekali kalau Topan akan sadar dan segera sembuh.
Dan itu membuat iya merasa aneh, kalau memang anaknya sudah sadar, pasti anaknya sudah membuka matanya, tapi ini tidak, mata anaknya tetap tertutup dan tidak bergerak sedikitpun, makanya iya agak kecewa.
namun harapannya tetap besar, karena iya sangat yakin, anaknya pasti akan sembuh, walaupun kenyataannya, harapan itu sangat tipis kata Dokter, tapi iya tetap saja yakin, Allah pasti akan mengabulkan doanya.
Begitu pula dengan Jeny, iya sangat yakin kalau Topan pasti akan sembuh, buktinya barusan Topan menggenggam tangannya, itu menandakan kalau Topan mendengar apa yang di ucapkan nya, apalagi Topan sangat berharap dengan anak yang dikandung Jeny, waktu itu Jeny ingat sekali apa yang di katakan oleh Topan, iya sangat berharap sekali pada anak yang ada di kandungannya Jeny, karena iya begitu bersemangat untuk segera menikahi Jeny, ketika iya mendengar Jeny mengandung anaknya, makanya iya buru buru ingin pulang, hendak mengatakan pada mamanya kalau iya akan menikahi Jeny, karena Jeny tengah mengandung anaknya, makanya iya ingin menikahi Jeny secepatnya, tapi Allah berkehendak lain, tiba tiba saja iya mengalami kecelakaan malam itu, belum sempat iya mengatakan apa yang menjadi tujuannya, tapi iya sudah tak sadarkan diri lagi.
"Topan,,,,!" Jeny memanggil nama Topan, karena iya yakin Topan akan mendengar apa yang iya katakan.
__ADS_1
"Topan, bangunlah Topan, kali ini aku mohon padamu, sadarlah Topan, apa kamu mendengarkan ku, bukankah kau sudah berjanji padaku, kalau kau akan selalu ada buat kami, tapi kenapa kau tidak menepati janjimu pada kami, aku mohon dengarkan apa yang aku katakan,,,? "Jika kamu sayang pada kami, tolong sadarlah, katakan padaku, kalau kau benar benar akan selalu menjaga dan menyayangi kami.
Tante Asih heran mendengar apa yang di ucapkan oleh Jeny, seumur hidup tante mengasuh Jeny, tak pernah sekalipun Jeny bersikap seperti itu pada Topan, karena yang di ketahui oleh tante Asih, Topan selalu saja mengusik ketenangannya Jeny, tapi kenapa kali ini Jeny begitu menarik perhatiannya, kenapa Jeny mengatakan Demikian, apakah Jeny memiliki hubungan yang khusus pada Topan, tapi kenapa Topan tidak pernah mengatakannya pada nya, begitu pula Jeny, iya tidak pernah mengatakan apapun tentang hubungannya dengan Topan, tapi kalau memang mereka tak memiliki hubungan yang khusus, kenapa Jeny begitu lain dari ucapannya...?
Tante Asih bertanya tanya dalam hatinya, ingin rasanya iya bertanya pada Jeny, mengenai hubungannya dengan Topan, tapi iya nggak enak takut Jeny salah tingkah ataupun nggak enak hati, makanya iya mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Jeny, apalagi sekarang Topan juga belum sadarkan diri, tapi pertanyaan yang muncul di benaknya, selalu bikin iya penasaran.
Lalu iya mendengar lagi apa yang di ucapkan oleh Jeny.
"Topan, mana katanya kau akan membuatku bahagia, kau akan menjaga aku, itu semua bohong, kau tega membuat kami kesepian tampa di temani olehmu ?"
Aku ingin kau membuktikan, kalau memang ucapan mu waktu itu adalah benar, ayo buktikan, cepat bangun dan cepat sadar, ayo buktikan ucapanmu.
Jeny lupa, kalau di belakangnya ada mamanya Topan yang lagi mendengar ucapannya pada Topan, sehingga iya merasa malu, waktu iya menyadari kalau di belakangnya ada Tante Asih, akhirnya iya, buru buru permisi pada tante nya untuk pulang.
"Ya udah deh tante, Jeny pulang dulu ya, kalau ada apa apa, tante cepat kabarin Jeny ya...?"
"Iya sayang. Jawab Tante Asih...
Namun tante Asih masih penasaran, sebenarnya, apa yang telah terjadi antara Topan dan Jeny ?..
Next...
__ADS_1
Ayo para kesayangan aku, jangan lupa ya, untuk selalu memberikan support tuk aku, soalnya akhir akhir ini, aku agak sedikit telat terus untuk up nya, maklum saja banyak sesuatu hal yang terjadi, sehingga aku nggak sempat tuk menyambung cerita ku, tapi untuk kali ini, ku sempatin buat up lagi, karena aku nggak ingin buat kalian kecewa lebih dalam lagi,,, maafin aku yang lelet ini ya,,,,,