
Benar apa yang orang katakan, kehamilan merupakan kado pernikahan yang di idam idamkan oleh banyak pasangan, baik kehamilan pertama kehamilan kedua atau berikutnya, tetap saja merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa, yang sangat dinanti nantikan setiap pasangan, apalagi jika yang hamil adalah pasanganmu, tentu saja kamu merasa bahagia yang tiada tara.
Di tambah lagi anak yang dalam kandungannya lebih dari satu, bahkan ini tiga sekaligus, sungguh ini seperti ''serasa ketiban durian runtuh''. Begitulah yang di rasakan pasangan yang satu ini. Mereka tak henti hentinya bersyukur, bahkan tampa malunya Topan mengecup kening Jeny istrinya berkali kali, di hadapan Dokter, tampa rasa sungkan sama sekali, dan itu membuat dokter tersenyum melihat kedua orang yang sedang dilanda kebahagiaan ini.
"Terima kasih sayang, kamu telah memberikan kado terindah yang tiada bandingannya, ini sangat membuatku bahagia, kamu telah memberikan 2 anak yang lucu lucu sebelumnya, dan sekarang kamu memberikan aku lagi 3 anak sekaligus, bagaimana aku bisa menyembunyikan kebahagian ku ini sayang, sementara kamu tiada hentinya memberikan kebahagiaan buatku. Kamu bukan hanya sukses menjadikan ku sebagai suami yang selalu mencintai kamu, tapi kamu juga sukses membuatku jadi ayah yang hebat untuk anak anak kita, Lagi lagi Topan mencium pucuk kening istrinya lalu ke hidung, dan turun ke bibir dengan sangat lembut, namun ketika bibir hendak menempel, tiba tiba....
"Ehem ehem,,,,"Dokter memberi kode pada keduanya, kalau di ruangan ini bukan hanya mereka berdua yang ada, tapi ada dia dan suster jaga saat ini. Jeny tersipu malu, saat menyadari kode ehem dari dokter, wajahnya terlihat memerah karena menahan malu saat itu, namun berbeda halnya dengan Topan, iya tampak santai, seolah tak ada yang bisa melarang untuknya berbahagia saat ini.
"M- maaf dokter, suami saya sepertinya tak bisa menahan dirinya untuk tak mencium saya saat ini,"
Jelas Jeny pada dokter, karena iya merasa sangat malu saat itu, karena Topan tak henti henti mencium dirinya.
"Ooo Tidak apa apa buk Jeny, ini sudah biasa saya lihat pada pasangan pasangan sebelumnya, karena ini adalah sesuatu hal yang sangat wajar, apalagi ibuk dan bapak diberikan 3 sekaligus, jadi wajar saja jika pak Topan bersikap demikian," Dokter itu tertawa, melihat ekpresi Jeny yang kelihatan sekali merasa malu atas ulah suaminya.
"Sayaaang, kamu jangan malu malu gitu dong, biasa aja lagi, kan aku suami kamu, lagian dokter juga gitu kan kalau lagi bahagia sama istrinya, iyakan dokter,,?" Topan merengkuh bahu istrinya, dan menatap dokter sambil menunggu jawaban dari dokter.
"I-iya benar sekali Pak, saya juga akan bersikap demikian, kalau seandainya istri saya lagi hamil, dan sayangnya saat ini saya belum mempunyai istri pak, karena saya masih bujangan, hehehe,,," Dokter itu tertawa lucu, mengingat dirinya yang belum juga menikah, di usianya yang tak muda lagi.
Dua suster itu serentak ketawa cekikikan di belakang saat mendengar ucapan Dokter barusan, mungkin karena mereka sudah tau, kalau dokter ini adalah masuk dalam kategori bujang tua, kalau di zaman baheula namanya si bujang lapuk. Topan dan Jeny ternganga mendengar ucapan Dokter barusan, karena bagi mereka, sangat tidak percaya, dokter ini sudah tua tapi belum punya istri.
__ADS_1
"Wa- waduh Dokter, saya minta maaf sekali, saya tidak tau kalau Dokter belum menikah,,," Topan sangat tidak enak hati dengan ucapannya tadi, dia pikir dokter ini bahkan terlihat sudah seperti punya cucu, tapi kenyataannya dokter ini masih lajang alias belum menikah. Benar benar membuatnya merasa malu, Jeny menunduk sambil ketawa kecil, ketika melihat suaminya yang salah tingkah, karena ulahnya sendiri.
"Oh tidak apa apa pak Topan, saya harap maklum, santai saja," Jawab Dokter itu sambil tersenyum tipis.
"Ya sudah Dokter, kalau begitu terima kasih banyak karena sudah membantu kami, dan kalau begitu kami permisi dulu dokter. Oh ya dokter, kalau butuh bantuan cari Jodoh, saya bisa carikan buat dokter, hehehe..." Topan mencoba menggoda dokter, untuk menghilangkan kecanggungan nya saat itu.
"Oh terima kasih pak Topan, tidak usah, hehehe...Tapi kalau ada apa salahnya, kenalkan ke saya." Jawab Dokter sambil ketawa, semuanya serentak ketawa termasuk kedua suster yang berdiri sejak tadi, ikut ketawa, mendengar candaan antara dokter dan Topan, kemudian Topan dan Jeny berdiri dari duduknya, untuk segera berpamitan pada dokter, setelah menjabat tangan dokter, lalu mereka meninggalkan ruangan Dokter tersebut.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Ketika di perjalanan menuju ke arah parkir Mobil, tampa sengaja Jeny menabrak seseorang, karena saat itu iya sedang melihat kearah lain, tampa melihat orang yang berada didepannya berjalan.
"Heyyyy,,,Apa kamu tak punya mata, sampai menubruk istriku yang lagi jalan, istriku ini lagi hamil,,,"
Laki laki itu agak sedikit membentak Jeny, karena iya kesal istrinya juga meringis kesakitan.
Tapi sayangnya Topan tidak tau, karena iya sudah lebih dulu jalan menuju mobilnya, iya tak ingin istrinya berjalan terlalu jauh, makanya iya mengambil mobilnya terlebih dahulu, lalu menjemput istrinya di pos satpan.
Jeny mendongak keatas mau melihat siapa laki laki yang marah padanya saat ini, padahal bukan hanya istrinya yang sakit, tapi iya juga merasakan sakit di perutnya. namun ketika iya melihat wajah laki laki itu, betapa kagetnya Jeny, saat melihat laki laki yang berada di hadapannya, ternyata orang yang sangat iya kenal, bahkan lebih dari sekedar kenal.
__ADS_1
"J- JONY,,," Jeny kaget, karena laki laki yang berbicara agak sedikit marah padanya ini adalah Jony, laki laki yang pernah mengisi hari harinya tempo dulu.
"J- JENY, Kamu,," Ya Allah, Maafkan aku, aku kira tadi kamu siapa. Dan
i - iya istriku tadi jatuh, itu membuatku sedikit kesal, aku tidak tau kalau k- kamu rupanya." Jony sangat kaget, ternyata wanita yang ada di depannya adalah wanita yang sudah membuatnya hampir putus asa, wanita yang pernah mengisi relung hatinya .
"Sayaaang, aduh ini perutku sakit sekali sayang..." Tiba tiba istrinya Jony memanggil ditengah kebengongan antara Jony dan Jeny.
Dan, yang lebih kagetnya Jeny saat ini, ketika melihat wanita yang jatuh meringis kesakitan di depannya sambil memanggil suaminya, ternyata dia adalah orang yang sudah sangat lama iya cari dan iya rindukan selama ini.
"DERIIILLLLL,,,,,
''JENYYYY.....
Next.....
Sogono dollo yo, upnyo....kwkwkwkwk
lovo you somounyo, solomot momboco....
__ADS_1