Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Pasrah dengan semua keputusan....


__ADS_3

Aku sangat bahagia mendengarnya, karena memang ini yang aku harapkan darinya, aku memang sengaja ingin membuatnya hamil, agar aku bisa menikah dengannya, tapi tiba tiba aku terpikirkan oleh wanita gila yang sudah aku nikahi tadi pagi, aku kembali dihadapkan pada posisi yang sangat membingungkan, gimana jika Jeny tau kalau aku sudah menikah, mana mungkin iya mau menerima diriku untuk menikahinya, tapi bagaimana jika aku tak menikahi Jeny, lantas bagaimana dengan anak yang iya kandung ?"


Ya Tuhan bagaimana ini, pikirku.


Tapi aku nggak bisa menunjukkan sikap kegalauan ku padanya, Jeny bukanlah pelakor yang sengaja merebut aku dari Nela, tapi Nela juga bukan wanita perebut milik orang, apalagi Nela adalah wanita gila, dan juga iya tak tau kalau aku sudah menghamili wanita lain dan memang aku sangat mencintai wanita yang sudah aku hamili, tapi kalaupun iya tau, mungkin iya tak terlalu pusing memikirkannya, karena memang Nela tak bisa berfikir waras, yah namanya juga wanita gila, aku memang benar benar pada posisi yang sangat membingungkan, mudah mudahan semuanya selesai sesuai dengan apa yang aku harapkan.


Jujur ketika itu aku begitu sangat bahagia, tapi aku nggak tau harus berbuat apa, sementara wanita yang sangat aku sayangi ini, begitu mengharapkan tanggung jawabku karena aku sudah menghamilinya, tapi memang itu yang aku harapkan darinya, anak yang iya kandung benar benar anak yang sangat aku harapkan, karena hanya itu caranya agar aku bisa bersatu dengannya, tapi aku bodoh sekali kenapa aku mau menerima tawaran dari ayahnya Nela, sementara aku tau kalau wanita yang aku nikahi adalah wanita yang tidak waras, alias wanita gila.


Ya Tuhan bagaimana ini, tapi seketika itu aku meyakinkan diriku, bahwa bagaimanapun caranya aku akan tetap menikahi Jeny dengan segera, selain itu aku juga bahagia, cara Jeny menyambut kedatanganku, membuatku merasa kalau aku sangat dirindukan olehnya.


Entah apa yang iya pikirkan saat itu, tapi aku bahagia, karena baru kali itu, iya senang dengan kedatanganku, padahal biasanya iya sangat membenci aku dan selalu bersikap kasar padaku tiap kali aku mengunjunginya, padahal kalau saja iya bersikap baik padaku, aku nggak akan membuatnya merasa tersakiti, karena aku memang sangat mencintainya.


Aku selalu merasa ingin terus bersamanya, walaupun aku tau iya tak menginginkan kehadiranku, aku memang lelaki bejad, karena selalu memaksanya untuk melayaniku, layaknya pasangan suami istri, kadang aku sering sekali berpikir, kalau aku adalah salah satu laki laki yang sangat kejam karena sudah menyakiti adik sepupuku sendiri, tapi mau gimana lagi, cinta memang tak memandang apa dan siapa, kalau cinta sudah melekat, tai kambing pun terasa coklat.


Aku berjanji akan menikahinya dengan segera, dan aku akan mengatakan pada mamaku, kalau aku akan menikahi Jeny dan sudah menghamili Jeny, aku nggak perduli mama suka ataupun nggak suka, yang pasti iya akan marah besar, karena aku sudah menghamili keponakan yang sangat disayanginya.


Setelah itu aku memutuskan untuk pulang kerumah untuk mengabari mama kalau aku akan menikahi Jeny, lagian aku juga sangat merindukan mamaku, walaupun setahu mama aku bukanlah anak yang baik, karena aku selalu membangkang keinginannya, padahal mama nggak tau kalau aku sangat menyayanginya.


Dalam perjalanan pulang, aku terus memikirkan bagaimana jika nanti Jeny tak mau menerima ku, kalau iya tau aku sudah menikah, pikiranku kacau saat itu, tapi seketika itu tampa kusadari ternyata di depanku ada mobil yang melaju sangat kencang hingga aku tak dapat mengendalikan stir mobilku, dan tabrakan pun terjadi, selanjutnya aku nggak tau lagi apa yang terjadi dengan diriku. Ternyata aku Koma hingga beberapa bulan, dan Alhamdulillah Allah masih sayang padaku, hingga pada akhirnya aku menikah dengan Jeny, wanita yang sangat aku sayangi, aku bahagia menikah dengan Jeny, tapi aku juga tak akan melupakan sosok Nela, wanita yang lebih dulu aku nikahi, apalagi setelah ayahnya meninggal semua harta peninggalan ayahnya diwariskan padaku, termasuk tanggung jawabku menjaga dan merawat Nela sebagaimana yang di wasiatkan oleh ayahnya.

__ADS_1


Aku selalu memberikan perhatian pada Jeny dan Nela, walaupun memang kadang waktuku lebih banyak bersama dengan Jeny dan anak anakku, karena Nela sudah aku pekerjakan seseorang yang mengurusnya dengan sangat baik, namun tetap saja dua minggu sekali aku mengunjunginya, dan Alhamdulillah keadaan Nela agak sedikit membaik, dia tak pernah lagi mengamuk layaknya orang gila, tapi iya lebih banyak tenang, karena memang aku selalu  memberikan pengobatan yang rutin padanya.


Tapi jujur, walaupun iya sudah mulai membaik, aku sama sekali tak pernah menggaulinya layaknya sebagai pasangan suami istri, karena aku memang sama sekali tak mencintainya, hanya saja aku diberikan wasiat untuk menjaga dan merawatnya, tapi ada sekali iya menginginkan aku untuk memeluknya, dan dengan rasa kasian ku, aku pun memeluknya, hingga iya mengabadikannya dalam selembar foto, dan foto itulah yang dikirimkannya, padaku dan dilihat oleh Jeny, itulah awal mulanya Jeny mencurigai ku gerak gerik ku, kalau saja Nela tak mengirimkan foto itu, Jeny mungkin tak tau sama sekali, karena aku menyimpan rahasia ini dengan sangat rapat.


Jujur aku sangat Kesal pada Nela saat itu, tapi buat apa juga aku marah sama Nela, namanya juga orang tidak waras, bukannya nyelesaikan masalah, malah nambah masalah, bisa bisa nanti penyakitnya akan kumat lagi seperti biasa.


Tapi aku janji dalam diriku, kalau aku akan mengatakan yang sejujurnya pada Jeny, aku nggak perduli, apa yang bakal terjadi jika Jeny mengetahui ini, aku rela kok kalau sekiranya Jeny ingin menghukum ku dengan hukuman apa saja, asalkan jangan hukuman minta berpisah dari diriku, karena aku nggak bisa kalau harus jauh darinya dan anak anak, karena memang mereka adalah bagian terpenting dalam hidupku.


Flash ON.


Aku kaget mendengar ucapan Jeny padaku, ketika iya tau kalau aku memiliki wanita lain selain dirinya, padahal bisa dikatakan Nela hanyalah status istri di atas kertas, karena memang aku sama sekali menikahinya karena tujuanku hanya untuk membahagiakan Jeny, hanya Jeny wanita yang sangat aku cintai, terserah orang mau menilai apa tentang diriku, yang pasti aku melakukan semua kebodohan itu, demi membahagiakan Jeny hanya Jeny dan anak anakku.


Walaupun yang diucapkan Jeny padaku begitu menyakitkan, hingga aku nggak bisa untuk berkata apa apa lagi, bagiku itu adalah hal yang wajar, karena memang ini awalnya adalah dari ketidak jujuran ku padanya, dia pantas mengatakan itu, dan dia juga pantas menghukum ku.


"Sayang, kamu mau tau siapa Nela itu ?"


Tanya ku Pada Jeny istri ku.


"Aku sekarang tak perduli siapa wanita bernama Nela, aku tau ataupun tak tau, toh sama saja kan?'' Nggak ada  bedanya, lagian apa pedulinya kamu padaku, tak merubah suatu apapun.'' Jawab Jeny datar pada suaminya.

__ADS_1


"Sayang, ayolah jangan membuatku semakin merasa bersalah, aku nggak mau melihatmu seperti ini". Apa aku terlalu seburuk itu didepan mata mu ?'' Aku sangat peduli sama kamu, bahkan sangat perduli, aku juga sangat mencintai kamu, tolong mengertilah."


Topan mencoba untuk membujuk istrinya, dengan berbagai macam cara.


"Topan, aku ingin kita segera mengakhiri hubungan pernikahan ini, aku nggak mau kalau harus berbagi cintamu dengan wanita lain." Jawab Jeny, dan itu membuat Topan merasa khawatir.


"Jangan katakan itu sayang, aku nggak mungkin bisa jauh darimu dan anak anak, aku sangat mencintaimu.


Topan menatap istrinya, dengan tatapan penuh harap.


"Kalau kamu mencintaiku dan anak anak, kamu nggak mungkin berpaling dari kami. Kau tega mengkhianati aku dan anak anak, tak ada yang lebih baik saat ini selain perpisahan diantara kita. Jawab Jeny dengan nada datarnya, seolah tak ada rasa iba sedikitpun, walaupun terlihat Jelas air mata mengalir di pipinya.


"Nggak akan, aku nggak akan mau berpisah darimu !" Oke aku akan membawamu menemui Nela, agar kau tau siapa Nela wanita yang kau anggap penerima sebagian cintaku. jawab Topan.


"Lantas apa yang akan kau lakukan setelah aku menemui Nela ?" Tanya Jeny pada Topan.


"Aku hanya ingin kau tau siapa Nela sebenarnya !" Setelah itu aku serahkan semua keputusannya padamu, aku akan menerima semua keputusan itu ".  Jawab Topan pada istrinya, walaupun iya harus menerima kenyataan pahit sekalipun dari Jeny, karena tak ada yang bisa iya lakukan saat ini, semuanya memang kesalahan dari dirinya sendiri, kalau saja dirinya jujur waktu itu, semuanya pasti tak akan menjadi seperti ini.


Next,,,

__ADS_1


Maafkan aku yang lelet ini, karena kesibukanku di dunia nyata, membuatku terlambat menyambung cerita yang seharusnya tak putus selama ini, tapi aku sangat terima kasih, karena kalian masih setia mampir dan memberikan semangat buatku, walaupun hanya beberapa diantaranya, semoga kebaikan yang kalian berikan, akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda lagi.


Tapi tak ada bosannya aku selalu mengingatkan kalian untuk selalu memberikan like, vote dan komennya, supaya lebih semangat Up-nya. aku menyayangi kalian semuanya....


__ADS_2