Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Jadi kami punya kakek.


__ADS_3

Diluar sana, ada sepasang suami istri yang sudah tidak sabar lagi menunggu pintu rumah dibuka, dan baru saja tangan Adi ingin mengetuk pintu rumah kembali, namun seketika langsung terhenti, ketika pintu rumah sudah terbuka, dan tentu saja itu membuat sepasang mata yang menatap sepasang suami istri itu menjadi kaget dan tak percaya, ada rasa senang bercampur haru, membuatnya merasa tak bisa untuk mengungkapkan satu kata pun.


"Ppa- Papa,,,,? Topan tak kuasa menahan diri untuk segera memeluk papanya, yang memang sudah sangat iya rindukan selama ini, namun belum sempat iya merasakan kehangatan dari pelukan sang papa, seketika 5 jari mendarat dengan entengnya di pipi kanan nya Topan, tampa aba aba sedikit pun.


''PLAAAAAK,,,,,!!!


Topan kaget ketika mendapat kejutan hadiah yang sama sekali tak pernah iya bayangkan sebelumnya, karena memang iya benar benar tidak menyangka kalau iya akan mendapatkan tamparan pedas dari papanya, itu membuatnya sedikit kaget, bercampur kesal, tapi mau gimana lagi, yang menamparnya adalah papanya, jadi mau tidak mau iya hanya diam tampa bisa membalas, baru saja iya hendak bertanya kenapa papa menampar wajahnya, namun tiba tiba melayang lagi satu tamparan pedas mendarat dengan indahnya di pipi yang satunya lagi...


"PLAAAAK,,,,!!!


Kali ini tepat mendarat di pipi kirinya, Topan semakin kaget, sebenarnya apa yang sudah iya perbuat, hingga berulang kali papanya menampar pipinya, sekarang pipinya terasa sangat pedas dan panas seperti kena semburan serbuk cabe, karena tamparan keras dari tangan papanya. Tak lama kemudian, tampa aba aba lagi, papanya meraih pundak anaknya, bukan menambah pukulan, melainkan memeluk Topan dengan sangat erat....


Topan hanya masih terdiam dengan apa yang dilakukan papanya kali ini, karena memang sejujurnya, iya juga sangat merindukan pelukan hangat dari papanya, yang sudah bertahun tahun tak pernah iya rasakan sebelumnya.


''Paaa,,,'' Topan menatap wajah papanya, meminta kejelasan.


"Kamu mau tau kenapa papa menampar kamu,,,,?" Tiba tiba Adi bertanya pada anaknya.


"Aku nggak tau pa,,,kenapa papa menampar pipi aku sampai dua kali..." Jawab Topan pada papanya, karena memang iya sama sekali tak menyadari kesalahan yang iya perbuat.

__ADS_1


"Tamparan pertama, itu karena kamu sama sekali tak pernah menjenguk papa, sampai papa keluar dari penjara saja, kamu tak tau, karena itu kamu membuat papa kesal, dan papa merasa sedih, kamu sepertinya nggak sayang lagi sama papa, dan jujur papa benar benar merasa sedih, seakan papa hidup seorang diri tampa anak istri dan saudara, sementara papa punya anak yang sangat papa sayangi, tapi anak papa tak pernah ada mau menjenguk papa, untuk sekedar bertanya gimana keadaannya papa, ini malah sebaliknya, papa seakan terlupakan...''


Adi tak mampu menahan air matanya untuk tidak menetes.


''Maafin Topan pah,,,'' Topan menghapus air mata papa nya.


''Pan, kamu tau tamparan kedua untuk apa...? itu karena papa sedih, kamu menikah tampa memberi tahu papa, dan sekarang kamu udah punya anak, dan papa sama sekali belum pernah melihatnya, gimana papa nggak sedih coba, harusnya papa tau lebih awal, kalau papa udah punya cucu, ini malah papa nggak tau sama sekali, bagaimana papa nggak marah sama kamu, sekarang papa ingin bertemu dengan cucu papa, dimana mereka sekarang,,,? papa mau ketemu mereka...!''


''Mereka ada didalam pa, ayo masuk pa, mah...''


Topan menarik tangan papa nya untuk masuk kedalam rumah, Asih hanya senyum bahagia, melihat dua laki laki yang sangat iya sayangi, walaupun dulu iya sering kecewa oleh dua laki laki ini, namun kasih sayangnya masih tetap sama.


''Sayang,,,Coba kamu lihat siapa yang datang...?'' Topan memanggil Jeny, untuk melihat siapa yang datang.


Jeny pun menoleh kebelakang, untuk melihat siapa yang datang, namun seketika wajahnya berubah menjadi pucat pasi, ketika melihat orang yang datang, iya sangat ketakutan saat melihat Adi berdiri di dekatnya.


''K- kamu...???'''


Topan langsung mengerti, ketika melihat wajah istrinya, iya yakin sekali kalau istrinya ini, sangat ketakutan melihat keberadaan papanya, iya buru buru langsung mendekati istrinya, untuk memberikan penjelasan, kalau papanya sekarang udah nggak seperti dulu lagi.

__ADS_1


''Kamu nggak usah khawatir sayang, ayo minta maaf sama papa, sekarang iya adalah papa kamu juga, bukan cuma papa aku.''


''T- Tapi pan,,,?'' Jeny sedikit ragu, kedua anak nya pun ikut takut, dan mendekati mamanya.


''Mah pah, siapa bapak tua itu,,,'' Tanya Coko pada kedua orang tuanya sambil berbisik.


''Sayang, dia adalah kakek kalian, ayo cepat sana, cium tangan Kakek,,,''


Topan menyuruh anak anaknya mendekati kakeknya.


''Kakek,,,,? jadi kami punya kakek...?


Beneran pa, dia adalah kakek kami,,,?''


''Iya sayang, saya adalah kakek kalian, sini peluk kakek buruan, kakek kangen sekali sama kalian...''


Adi merentangkan kedua tangannya, dan bersiap Untuk memeluk kedua cucunya.


''Kakeeeek...''Kedua anak Jeny berlari menuju ke arah kakeknya.

__ADS_1


__ADS_2