Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Karena Aku Mencintaimu


__ADS_3

JENY POV


Semenjak kelahiran anak kembarku, aku baru merasakan kebahagian yang tak pernah kudapatkan sebelumnya, waktu ku sekarang tersita untuk kedua anakku yaitu Coko dan Ciki, mereka begitu menggemaskan, lucu dan benar benar membuat hidupku terasa sempurna, tak bisa kubayangkan, betapa repotnya aku kalau mereka lagi pada protes dengan cara menangis sekencang kencangnya, atas keterlambatanku untuk menggantikan pampers mereka yang sudah penuh dengan ompolnya, kini bayiku menginjak usia 5 bulan, artinya dengan usia segitu mereka begitu aktif dan tak pernah ku pikirkan kalau bayi berusia 5 bulan itu usia pada umumnya, dimana bayi udah mulai bisa mengembangkan kemampuannya, seperti mencoba duduk dari posisi tengkurap, dengan menopang tubuhnya, dengan kedua tangannya.


Kadang mereka berguling dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya, aku kadang sering ketawa sendiri melihat aksi mereka yang begitu lucu bagiku, kalau lagi berdua kuletakkan di tempat mereka bermain, kuletakkan saja beberapa mainan yang bisa menarik perhatiannya, itung itung melatih saraf motorik dan kesadaran mereka dalam menunjukkan kepedulian dengan dunia sekelilingnya.


Tak lupa juga sesekali ku ajak mereka bermain cilukba, dan mereka berdua merespons dengan kegirangan, itu aku lakukan kalau aku lagi banyak kerjaan dirumah, dan nggak sempat menggendong mereka.


Aku emang nggak niat sih, untuk mencari bebysitter untuk anak anakku, karena aku hanya ingin merawat mereka berdua sendiri, tampa bantuan dari orang lain, kadang pas Topan lagi ada dirumah, aku agak sedikit terbantu, karena memang Topan sangat lihay dalam mengurus bayi bayiku, lucu sih bagiku, apalagi kalau melihat bayiku lagi mencongkel hidung papanya, hehehe sampe bersin gitu, dan itu membuat bayiku ketawa, duh gemesnya.


Sesekali mama Asih datang ikut membantu mengasuh cucunya, kadang sampe nginap gitu, dan itu membuatku agak merasa lega, karena ada yang membantuku,,,hehehe.


Kadang aku sempat mendengar kalau mereka udah mulai bisa memanggilku dengan panggilan Ma, kadang juga mereka menyebut panggilan Pa, kebayangkan bagaiman lucunya mereka, duh si koki ku lucu banget ya.


Hingga aku seakan melupakan semua beban hidup yang pernah kualami, rupanya Topan juga begitu menikmati perannya sebagai seorang papa, kadang kupikir, iya sepertinya lupa bagaimana caranya untuk marah, seneng sih rasanya, jadi agak sedikit lega, kupikir inilah saatnya untuk aku mulai memposisikan diriku sebagai seorang istri yang sebenarnya.


Aku mulai bisa menerima setiap perlakuan baiknya pada diriku, rasanya aku tuh udah mulai merasa kehilangan kalau iya nggak ada dirumah, kadang sampe nggak rela aja, kalau iya pergi tampa mencium ku, hingga aku sedikit khawatir kalau iya nggak sempat pulang karena beberapa pekerjaan yang memang tak bisa iya tinggalkan, bagiku tidak apa apa kalau nggak pulang, yang penting iya selalu memberi kabar padaku, itu sudah lebih dari cukup.


Aku juga bersyukur, semenjak Si KUKI ada, rasanya rezky kami sepertinya kian bertambah, bahkan Topan udah mulai di sibukkan dengan beberapa bisnis barunya, yang memang tak terlalu ku mengerti, bukannya aku nggak mau tau ya urusannya Topan, tapi aku emang nggak perlu taulah bagiku soal pekerjaannya, aku juga nggak berani nanya, bisnis yang dirambahnya sekarang, selain dari bisnis peternakan, dia juga nggak pernah menelantarkan keperluan aku dan anak anaknya, bahkan lebih dari cukup bagiku, cuma satu pintaku semoga kami selalu akur selalu sekarang dan selamanya.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


"Sayang, 2 malam ini kamu nggak apakan ditemani sama mama, soalnya aku mau berangkat ke Jogja, karena ada suatu pekerjaan yang emang nggak bisa aku tinggalkan, jadi kamu nggak apa kan,,,?


Topan menatap istrinya dengan sedikit rasa iba, karena yang ada di pikirannya Topan, pasti Jeny begitu repotnya mengurus SI KUKI tampa kehadirannya.


"Ya, nggak apa sih, kalau di temanin sama mama, lagian mereka baik baik aja, nggak rewel juga.


Jawab Jeny dengan wajah yang kurang semangat.

__ADS_1


"Emang kamu ada pekerjaan apa Pan, sampai dua malam segala....? ''Tanya Jeny sedikit kecewa.


"Yah, nggak bisa aku ceritain sama kamu, pokoknya penting banget nggak bisa ku sebutkan sama kamu.


Jawab Topan tegas.


"Emang seberapa pentingnya buat kamu,,,?"


Tanya Jeny lagi.


"Kok kamu jadi kepo sih,,,,?'' Tenang aja, aku masih pada posisi yang lurus sayang,,,nggak usah khawatir.


"Ya, bukan itu maksudnya,,,jawab Jeny dengan sedikit malu....


sebenarnya iya khawatir aja, takutnya Topan berbuat hal yang tak di inginkan.


"Oh Ya, nanti aku telpon mama suruh kesini.


Aku berangkat ke Jogja jam 3 nanti sore.


''Kamu bisa kan siapkan keperluan yang aku perlukan,,,?


"Iya aku siapin ko, tenang aja.


hhmmmm beneran Pan kamu mau bikin restoran,,,,?" Tanya Jeny serasa nggak percaya.


"Ya benarlah, masak aku bohong sih, kamu itu bersyukur punya suami kayak aku Jeny.


Topan menggosok gosok kepala istrinya, sambil mencium keningnya, duh so sweet sekali ya mereka.

__ADS_1


"Iya iya, aku bersyukur, duhai paduka raja,,,hehehehe...


Jeny sedikit menggoda suaminya.


''Ya udah deh, kamu belum makan kan, makan dulu ya, udah ku siapin tuh.


"Iya nih, aku laper banget, kita makan bareng ya, Topan merangkul istrinya untuk menuju meja makan.


"Terus Krucil berdua gimana,,,?" Jeny khawatir, dengan dua bayinya.


"Biarin aja di sana, lagian mereka lagi enteng kok...


Mereka berdua makan bersama dengan lauk yang bisa dikatakan ala kadarnya, maklum aja Jeny nggak sempat masak macem macem, karena situasinya yang nggak memungkinkan.


"Pan, kamu nggak apa kan kalau aku masaknya cuma ini ini aja, tanya Jeny pada Topan yang memang kurang menyukai makanan yang disediakan oleh Jeny saat ini, dan itu kelihatan dari cara Topan makan.


"Nggak apa sayang, aku ngerti kok kondisi kamu sekarang ini. Jawab Topan, sambil tersenyum menghadap wajah istrinya. Kamu nggak usah khawatir, aku bukanlah Topan yang dulu kamu tahu, sekarang aku ini adalah suami kamu yang akan selalu menyayangi dan mencintai kamu selama lamanya.


Emang ada sedikit rasa Khawatir dihatinya, tapi perasaan itu cepat cepat di tepisnya, yang paling penting baginya sekarang, Topan pergi selamat dan pulang dengan selamat.


Next


Kadang perasaan cinta emang sering muncul belakangan, tapi jangan terlalu dipikirin, kalau udah cinta, nggak akan ada yang namanya penghianatan,,,,


percaya deh, sama aku...


Oups,,,,ojo lali yo,,,LIKe VOTe dan komennya.


makasih ya udah mampir di receh ku ini.

__ADS_1


__ADS_2