Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Tinggalkan dia....!


__ADS_3

"Kamu benar benar membuat mama Kecewa Topan,,,!" Mama Asih tak bisa lagi menahan emosinya, iya sangat kesal dan marah mendengar apa yang Topan katakan barusan.


"Ma'afin Topan mah, Sebelumnya Topan nggak tau kalau Jeny lagi hamil..." Namun tampa disangkanya tiba tiba...


PLAAAAK,,,,!  Satu tamparan mendarat di pipinya, dan membuat Topan meringis kesakitan karena tamparan dari mamanya barusan.


"Dasar laki laki tak tau di untung, kamu benar benar tak tau diri Topan. Mama malu mengakui kamu sebagai anak..." Mama Asih sangat marah pada Topan, iya sangat membenci dengan yang namanya perselingkuhan, sudah cukup dirinya saja yang selalu tersakiti oleh Adi suaminya, kini hal itu seakan kembali terulang lagi dan dilakukan oleh anaknya, iya nggak rela menantunya mengalami nasib yang sama seperti yang iya alami.


"Mah,dengerin dulu mah, ini bukan seperti yang mama kira," Topan mencoba untuk membuat mamanya mengerti dan mendengar apa yang sebenarnya.


"Sudah cukup Pan,,,! Mama nggak mau lagi mendengar apa yang ingin kamu katakan pada mama...! Kamu sama saja dengan papa kamu, yang selalu saja menyakiti hati mama, sekarang kamu berulah dan menyakiti hati istri kamu, padahal apa yang kurang dari istri kamu, mama benar benar kecewa sama kamu...!"


"Mah, dengerin dulu penjelasan aku, ini nggak seburuk yang mama kira..!'' Topan memegang kaki mamanya, iya nggak pernah sama sekali melakukan ini sebelumnya, jangan kan untuk memegang kaki mamanya, untuk meminta maaf saja dia tak pernah, sekalipun kesalahannya diluar batas, dan itu jauh sebelum iya menikah sama Jeny. Kali ini iya benar benar nggak sanggup untuk menahan egonya, demi orang yang paling iya cinta.


Jeny hanya bisa menangis menyaksikan adegan marah seorang ibu pada anaknya. Seakan sudah menjadi hal lumrah ketika seorang ibu memarahi anaknya, sejatinya tak ada seorang ibu yang merelakan anak anaknya berbuat kesalahan, apalagi harus menyakiti hati orang lain. sebenarnya Jeny tak heran lagi melihat adegan marah antara suami dan mama mertuanya, dan itu sebelum iya menikah dengan Topan, mereka selalu bertengkar, karena memang Topan selalu membuat kesalahan, namun Topan selalu saja melawan dan tak pernah mau menurut apa yang dikatakan oleh mamanya.


Makanya iya tak heran lagi, namun kali ini berbeda, Topan benar benar mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada mamanya, sampai sampai Topan memegang kaki mamanya. Ingin rasanya Jeny membantu Topan untuk ikut menjelaskan apa yang ingin Topan Jelaskan pada mamanya, namun iya tak mau turut campur, biarkan Topan sendiri yang menjelaskan kesalahan yang pernah iya buat.

__ADS_1


"Nggak ada yang perlu kamu jelaskan, mama nggak mau lagi melihat muka kamu, pergi kamu dari hadapan mama, pergi kamu...!!" Mama asih mengusir Topan dari hadapannya, iya sangat muak melihat wajah anaknya, iya nggak tega melihat menantunya tersakiti, iya sangat menyayangi menantunya, apalagi iya tau betul, bagaimana perjuangan Jeny menantunya selama ini, Jeny yang selalu sabar menghadapi setiap sikap anaknya yang selalu kasar. Dannitu membuatnya sangat kasihan pada Jeny.


"Mamah, dengerin dulu penjelasannya Topan,,," Akhirnya Jeny nggak tega melihat suaminya, iya pun meminta mama mertuanya untuk mendengarkan penjelasan dari suaminya.


"Sudahlah Jeny, nggak perlu kamu berbaik hati lagi padanya, dari dulu iya selalu saja menyakiti kamu, mama nggak mau lagi melihat wajahnya, mama nggak mau lagi kamu menjadi korban perasaan atas apa yang iya perbuat, sekarang mama ingin kamu tinggalkan dia, mama nggak perduli dia anak mama, tapi mama juga sangat menyayangi kamu, karena kamu adalah putri mama."


Mama Asih mengusap air matanya yang mengalir dari kelopak matanya. Iya nggak menyangka, iya kira rumah tangga anaknya baik baik saja tampa ada masalah, mengingat iya selalu melihat keharmonisan yang terjadi antara anak dan menantunya, tapi ternyata iya salah, apa yang iya lihat tak sesuai dengan kenyataan.


Mama Asih nggak mau menantunya mengalami nasib yang sama sepertinya, sebelum Jeny tersakiti lebih jauh, lebih baik Jeny berpisah dari Topan, kali ini iya ingin Jeny dan Topan bercerai, apa gunanya mempertahankan pernikahan yang dilandasi oleh kebohongan dan pengkhianatan, iya akan mengajak menantunya untuk menjauh dari Topan, iya benci dengan apa yang Topan lakukan.


"Tapi mah,,,?" Topan menghentikan apa yang dikatakan oleh mamanya, mana mungkin iya mau berpisah dari istrinya, sampai kapanpun iya akan selalu ada di sampingnya Jeny.


"Tapi Jeny istri aku mah,,,,!" Topan mulai meninggikan nada bicaranya, iya nggak mungkin jauh dari Jeny, ucapan mamanya membuatnya merasa tersudutkan, Jeny saja sudah memaafkannya, bagaimana mungkin mamanya bisa mengambil keputusan seburuk itu, tampa memikirkan perasaannya.


Mama Asih berdiri dari duduknya, dan meninggalkan Topan yang lagi duduk menghadapnya,,,


Topan nggak habis pikir, sebenarnya apa yang ada dipikiran mamanya, setau dia mana ada orang tua yang mau anak dan menantunya bercerai, tapi kenapa mama bisa punya pemikiran yang seperti itu, awalnya iya mengira dengan jujur dan mengatakan yang sebenarnya pada mamanya, iya merasa beban pikirannya akan lepas, dan takkan ada lagi masalah antara dia dan Jeny, iya ingin rumah tangganya aman dan langgeng, masalah Nela sudah selesai, eh taunya ini muncul lagi kesalahpahaman yang dilakukan oleh mamanya. Benar benar membuatnya tak habis pikir, iya menoleh kearah Jeny untuk meminta pengertian, namun Jeny hanya menunduk, mungkin saja Jeny ikut dilema sama seperti yang iya alami saat ini.

__ADS_1


Sekarang, nggak ada yang bisa memisahkan antara dia dan Jeny, termasuk mamanya sendiri, toh yang menjalani iya dan Jeny, biarkan saja mamanya mau beranggapan apa tentang dirinya, iya nggak perduli, akhirnya Topan mengajak Jeny untuk pulang, dan membawa anak anaknya. Jeny mengikuti ajakan Topan, dan membawa anak anaknya pulang. Jeny masuk kedalam kamar mamanya, untuk pamit pulang.


"Mah, Jeny dan Topan mau pulang mah, makasih mama udah jagain anak anak Jeny, mama nggak usah khawatir, masalah antara jeny dan Topan udah selesai mah, Jeny akan jelaskan semuanya nanti pada mama, agar mama nggak salah faham atas apa yang Topan katakan pada mama, sekarang mama tenangkan dulu pikirannya mamah, mama istirahat dulu, jangan banyak pikiran, semua baik baik aja, percaya sama Jeny mah..."


Jeny mencoba membujuk mama mertuanya, sekalian berpamitan pulang.


Next,,,,


Hayyyyaaaaaaaaaaa,,,,,,,,


Assalamikum semuanya, apa kabar kalian,,,?'' Untuk menebus keterlambatan dan kelamaannya aku untuk Up,


Aku usaha in nih buat nyenengin hati kalian yang lagi sebel sama aku, karena up nya lama buanget, hehehe...


Maklum lah ya, namanya juga mak mak, banyak urusan didunia nyata, ditambah lagi bulan puasa, pasti banyak banget yang harus diselesaikan, jadi maafin aku ya,,,,


sukses selalu buat kalian, semoga ibadahnya lancar,,,,

__ADS_1


Hmmmm,,,,,,anan upa untuk like vote dan tomennya, biar temanat,,,,hehehe


__ADS_2