Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Cara Lama Suasana Baru


__ADS_3

"SAH....!!!


Para saksi mengatakan ucapan Ijab Qobul yang barusan di ucapkan Topan barusan sah,,,


semua yang ada di sana mengucapkan puji syukur, karena proses ijab qobulnya berjalan dengan lancar, tiada halangan apapun.


"Alhamdulillahirobbil 'Alamiiin....


Selamat ya nak Jeny dan Topan, semoga kalian bahgia, dan semoga pernikahan kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, dan semoga awet sampai kalian menua,


Buk RT mengucapkan selamat pada sepasang pengantin baru tersebut.


"Makasih Buk, Amiiin,,,,,,


Jawab Topan dan Jeny barengan.


"Selamat ya Jeny, Deril juga mengucapkan kata yang sama dengan Buk RT, dan juga semoga kalian bahagia selalu, Topan,,,"Jaga Jeny ya, jangan buat iya bersedih dan juga jangan buat buat dia kecewa.


Bisik Deril di telinga nya Topan, tampa sepengetahuannya Jeny, karena Jeny nggak terlalu memperhatikan karena iya lagi bicara sama Buk RT.


Sekarang giliran mamanya mengucapkan kata selamat pada anak dan menantunya itu, yang tak lain adalah  keponakannya sendiri.


Kalian sekarang, telah resmi menjadi pasangan suami istri, semoga kalian bahagia selamanya.


Tante Asih mencium pipi kiri dan kanan Jeny.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Setelah siang berlalu, kini malam pun telah tiba, Jeny langsung menuju kamarnya, tapi sedikit ada rasa kaget, ketika iya melihat Topan ada di kamarnya, entah kenapa perasaan takutnya pada Topan tiba tiba muncul dalam dirinya, sesuatu hal yang wajar bukan,,,?"


karena tak banyak wanita yang ikhlas ketika dirinya di nikahi orang yang memperkosanya.


makanya ada sedikit ketakutan dalam diri Jeny.


"Hey,,,jangan kaget gitu dong, biasa aja,,,


seperti melihat maling aja, kamu cantik sekali sayang, dengan memakai baju itu, kamu nggak usah takut gitu dong, sekarang aku ini suami kamu, jadi kamu nggak usah khawatir gitu, kalau aku mau ngapa ngapain kamu bebas dong,,,halal buk...


hehehe...Sini dekat aku...!" Perintah Topan agar Jeny segera mendekat padanya.


"Nggak, ngapain aku takut, kamu kan sudah jadi suami aku, jadi buat apa aku takut.


Jawab Jeny, dengan leluasa, biar tak terlihat grogi, ataupun takut pada Topan, dan juga iya nggak mau Topan mengira kalau dirinya, menolak kehadiran Topan dalam hidupnya.


Jeny bukannya nggak mau kedekat Topan, tapi iya masih merasa canggung, tampa Jeny sadari Topan menarik tangannya, dak hampir saja Jeny jatuh.


"Eh,, Maaf sayang, nggak sengaja, habis aku udah nggak sabaran nih, pengen cepet cepet mau menjalankan kewajiban aku sebagai suami kamu, setelah sekian lama nya.

__ADS_1


Jeny heran, kenapa sikap Topan agak sedikit aneh ya, nggak seperti biasanya.


Ini namanya, "cara lama suasana baru", padahal dalam beberapa hari ini, Topan nggak pernah bersikap kasar seperti ini, kok malam ini iya jadi aneh begini, tiba tiba muncul perasaan takut di benak Jeny.


Jeny agak sedikit risih, ketika Topan mulai berlaku agresif seperti orang yang lagi haus akan**************


Ya Tuhan, Apa apaan nih Topan, sabar sedikit kenapa sih, aku kan nggak nyaman nih, apalagi dengan kondisi hamil besar ke'gini, batin Jeny.


''Auw,,,Topan, Sabar dikit kenapa sih, aku nggak nyaman nih...


Jeny menghentikan aksinya Topan, yang memang di anggap Jeny, benar benar diluar batas kewajaran.


"Owh,,, hahahahaha kamu jangan berpikir macam macam dong, lagi pula ini merupakan sesuatu hal yang Normal lah, yang biasa di lakukan pasangan suami istri dimalam pertama, lagi pula saya bukan orang gila yang bisa berbuat sesuka hati dengan keadaan istri yang sedang hamil besar ke'gini.


"Ayolah sayang, kamu jangan banyak pertimbangan dong, apa kamu nggak kasian melihat suami kamu ini yang sudah terlalu lama menunggu saat saat yang sudah lama di nantikan nya, kalau kamu terlalu banyak pertimbangan, bisa bisa aku demam nih,,,,


Lagi lagi Topan menarik tangan nya Jeny untuk mendekat dan mengikuti keinginannya.


"Iya, tapi kamu jangan kasar kasar gini dong, aku nggak mungkin menolak keinginannya kamu Pan, apalagi aku sekarang sudah menjadi istri kamu yang sah, jadi sudah kewajiban aku untuk melayani kamu, Jeny mencoba untuk membujuk Topan, dengan cara agak sedikit melunak, takutnya nanti Topan berubah pikiran, dan berbuat kasar lebih dari ini, pikir Jeny.


"Kalau begitu ayo kita mulai, aku udah nggak sabaran lagi nih.


Karena menunggu Jeny terlalu lama berpikir, dengan Tangkas Topan membaringkan Tubuhnya Jeny, dan mengunci Jeny dalam dekapannya.


Dan,,,,,,,,,,,,,,,,"


"Taulah ya, apa yang terjadi selalnjutnya, author juga agak bingung mau mulai nya dari mana, kalian pikir sendiri ya, yang jelas,,,,Perang kasur antara Topan dan Jeny bakal terjadi.


hehehe, pikirkan dengan cara masing masing.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Cahaya mentari pagi masuk menelusuk diantara celah jendela yang terbuka, Topan menyipitkan matanya karena merasa silau dengan cahaya yang mengenai matanya, Topan perlahan mulai membuka matanya, tidur nyenyaknya seakan terganggu oleh cahaya mentari yang menyilaukan matanya, dan itu membuatnya merasa tak nyaman lagi untuk tidur.


Jeny sudah terlihat cantik dengan menggunakan daster berwarna hitam, dengan motif bunga sakura, indah dan kelihatan manis sekali, sehingga membuat mata Topan tak henti hentinya memandang sajian indah yang di berikan Tuhan untuknya.


"Hoaaaaaaaaaaaaammmmm,,,,,,,,,"pagi sayang, sapa Topan pada istrinya, sambil menguap.


"Pagi, jawab Jeny pada suaminya itu, cepat mandi gih sana, habis itu kita sarapan, lalu kita kerumah mama.


Topan beranjak dari kasurnya, dan berjalan menuju kamar mandi sambil membawa handuk, tiba tiba iya teringat sesuatu dan kembali iya memandang wajah istrinya, "sayang, sepertinya kamu lupa sesuatu deh, aku kan nggak bawa baju, masa aku harus pakai baju ini lagi sih,,,,?


"Aku udah menyiapkan bajumu, cepat mandi gih sana, jangan lama ya Pan, nanti sarapannya keburu dingin.


"Iya, jawab Topan dari dalam kamar mandi.


Jeny langsung kembali kedapur, untuk menyiapkan beberapa pekerjaanya di dapur, yang belum selesai.

__ADS_1


setelah semuanya selesai, iya melihat Topan datang kearahnya untuk sarapan, dan iya pun membuatkan Teh hangat untuk Topan, dengan hidangan ala kadarnya, untuk sekedar mengganjal perut yang kosong di pagi hari.


"Sayang, kamu hebat semalam....


Goda Topan pada Jeny, dan itu membuat Jeny agak sedikit malu, padahal dalam hatinya Jeny, iya hanya sekedar mengimbangi Topan, untuk melindungi bayinya, agar tidak terusik dengan ulah ayahnya yang sedikit agak blingsatan, makanya berbagai macam cara jitu, yang di lakukan oleh Jeny, agar Topan segera mengakhiri permainannya, jadi biar iya nyaman untuk beristirahat cepat, kalau Tidak lihai dalam mengambil cara, bisa bisa Topan nggak ada berhenti hentinya, untuk melancarkan aksi gilanya.


Jeny hanya tersenyum tipis mendengar candaannya Topan, karena iya merasa agak tabu untuk membahas masalah ranjang, apalagi ini merupakan hal yang tidak terlalu iya harapkan, walaupun iya sudah berapa kali melakukannya dengan Topan, tapi itu dengan cara terpaksa, bukan karena atas dasar kerelaan hati.


"Aku nggak nyangka kamu sehebat itu, hehehe........


"Topan,,,,"udah ah, aku jadi malu nih.


Jeny nggak mau dengar ocehan Topan lagi, karena iya merasa malu.


Setelah mereka selesai sarapan, mereka bersiap siap untuk pergi kerumahnya Tante Asih, tapi sebelum kerumah mamanya, Topan mengingatkan Jeny, untuk Tidak memanggilnya dengan sebutan Topan lagi, iya ingin Jeny memanggilnya dengan sebutan Mas.


"Sayang, kamu jangan panggil aku Topan dong, nggak enak di dengar, aku kan suami kamu, dan juga aku jauh lebih tua dari kamu, kau panggil aku Mas aja aya, biar enak di dengar.


"Iya, pan, eh maksudnya Mas Topan...


Agak canggung sih rasanya, belum terbiasa, jadi aku harus mulai membiasakan diri untuk memanggilnya dengan sebutan Mas, bisik Jeny dalam hatinya.


"Nah kalau gitu sih, enak didengar yank, kamu itu mulai membiasakan diri, dan juga memanggil mama dengan sebutan mama, kalau dulu, kamu memanggilnya dengan sebutan Tante, tapi sekarang nggak lagi yang, sekarang itu udah beda, kamu panggil aja mama.


"Iya Mas Topan.


Jawab Jeny singkat.


Kemudian mereka berdua berangkat menuju rumah Tante Asih, dan disana terlihat mamanya sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


Tante Asih terlihat senang sekali ketika melihat anak dan menantunya datang, iya berdiri dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan anak dan menantunya itu.


"Mmmmmmmuach, muach,,,


tante Asih memeluk dan mencium Jeny menantu kesayangan itu, hari ini mama ingin masak makanan spesial untuk kalian berdua, kalian tenang aja ya.


"Iya Tante, eh lupa..."Iya Mah...jawab Jeny


Topan hanya tersenyum melihat tingkah Jeny yang kelihatan sekali grogi di depan mamanya, padahal Jeny kan bukan orang lain yang belum terbiasa dengan mamanya, tapi tetap aja Jeny terlihat canggung.


<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<


Setelah makan bersama, bercerita, dan lain lain, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul lima sore, saatnya Jeny dan Topan pulang, mereka berdua berpamitan pulang, dalam perjalanan tak banyak yang mereka bicarakan, Jeny hanya diam dan tampa mengeluarkan satu katapun, sehingga membuat suasana di dalam mobil menjadi sunyi sepi, begitu juga dengan Topan, iya juga nggak banyak bicara, tapi sesekali ia melirik wajah istrinya yang cantik itu.


NEXT........


Makasih banyak buat semuanya, karena sudah mampir di novelku yang receh ini, semoga kalian semuanya sehat selalu ya, jangan lupa untuk terus kasih like, vote dan komennya,,,,

__ADS_1


Makasih,,,,,,,


__ADS_2